
Dan setelah dari sana, mereka berpencar pergi ke perusahaan mereka masing-masing yang letaknya yang sedikit berjauhan.
Dan sementara itu, waktu sudah menunjukan kalau sekarang sudah pukul 19 : 30 a.m yang berarti Rose sudah tertidur selama 5 jam di kursinya. Ia berdiri dan mengambil tasnya lalu beranjak meninggalkan tempatnya karena hari sudah malam dan para pegawai sudah pada pulang semua.
Diambilnya langkah cepat karena diluar sedang gerimis, berhentinya dia dihalte bus menunggu bus terakhir dan taksi yang lewat, namun tidak ada bus yang datang maupun taksi.
Ia duduk di bangku sembari melihat handphonenya untuk menelpon Ji Soo namun handphonenya malah drop.
" yaaah.... mati lagi " ucap Rose bermonolog
hingga....
" astaga..pake hujan lagi "
Dan tiba-tiba saja segerombolan preman itu mendekati Rose
" Sendirian saja nih nona? "
" mau kita temenin gak? "
sembari melihat siapa yang menyapanya, Rose membulatkan matanya dan langsung beranjak ingin pergi namun preman-preman itu sudah mengepungnya jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
" ah...apa kau nona Zh...ou Roseana? "
yang di jawab anggukan kecil dari kepala Rose
" bawa dia "
Rose yang kaget kemudian memberontak dan malah ditampar oleh salah satu preman itu.
" ck..dasar ****** sialan! diamlah! bikin repot kami saja "
Kemudian Rose terdiam dan terus menunduk berusaha menahan Isak tangisnya dan terus berdoa ada yang menolongnya.
Dan sepanjang jalan baju Rose mulai robek karena para preman ini ingin memperkosa Rose sebelum dikasih kepada bos mereka.
" hey..nona tubuhmu bagus sekali " ujar preman itu sembari mengelus paha mulus Rose yang terus di tolak Rose
karena kesal selalu ditolak preman ini malah menjambak rambut Rose dan terus merobek atasan Rose.
Kreeek
Baju milik Rose terobek dan yang dilakukan Rose hanyalah menangis... hingga sebelum para preman itu merobek pakaian Rose yang lainnya, mobil lain dari arah depan menghadang jalan mereka.
" Ais sial!! brengksek! siapa lagi yang ingin menggangguku huh?! "
Lalu mereka turun dan mengetuk-ngetuk jendela mobil tadi namun tidak ada suara, hingga ketika mereka balik badan kaca jendela itu turun secara perlahan dan memperlihatkan pistol Revolver Single-Action dan Double-Action yang muncul dari balik jendela mobil itu.
Bersamaan dengan suara yang nyaring kepala dua preman yang tadi yang berbalik tembus peluru.
Seseorang yang memegang pistol mematikan itu keluar dengan menendang pintu mobilnya sendiri dan menembak dari luar dan menembus kaca depan hingga ke dalam kepala para preman yang duduk didalam mobil terkecuali Rose.
Tembakan itu tidak sampai semenit namun semua preman itu sudah mati semua.
Langkah pria yang menembak itu membuka pintu mobil dan mencondongkan badannya guna melihat Rose yang meringkuk di sudut mobil sembari menangis, dengan posisi memeluk kedua lututnya.
Fang Leng yang melihat itu sempat sedikit terkejut namun menggelengkan kepalanya seakan itu hanya kebetulan belaka.
Melihat keadaan seorang gadis yang memprihatinkan seperti itu, ia kemudian membuka mantel coklatnya dan memberikannya kepada Rose seraya berkata " pakailah " ujarnya menatap Rose yang juga menatapnya
Dengan tangan yang gemetar mengambil mantel itu, " te..terima ka...kasih " ujarnya yang sudah memakai mantel milik Fang Leng
" suara ini....ini mungkin hanya kebetulan " pikir Fang Leng
Rose keluar sembari membungkukkan badannya tanda terima kasihnya pada Fang Leng, dia berpamitan dan kemudian menunggu lagi di halte bis.
Melihat Rose, Fang Leng seperti teringat sesuatu, seakan familiar sekali dengan wajah Rose.
" apa aku pernah bertemu dengan gadis itu? " pikir Fang Leng dengan melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan membawa mobilnya untuk mengikuti Rose, hingga ia berhenti ketika Rose duduk di bangku halte itu.
Sekilas bayangan seseorang melintasi pikirannya, dengan langkah berat ia membuka pintu mobilnya dan mengambil setangkai permen lollipop, melihat sekilas permen itu lalu memasukannya kembali kedalam saku celananya.
Kembali berjalan mendekati Rose dan duduk disampingnya, terlihat Rose sedikit terkejut dan langsung tersenyum pada Fang Leng.
Dan entah dapat dorongan darimana ia memberikan setangkai permen lollipop itu kepada Rose " untukmu " ujarnya sembari memberikan lollipop
seraya mengambil Lollipop itu dan menunjuk pada dirinya sendiri " untukku? " tanya Rose
yang dijawab anggukan kepala oleh Fang Leng.
Melihat itu Rose tersenyum hangat dan berkata " makasih kak " ucap Rose tanpa disadari oleh dirinya sendiri
deg..
" apa-apaan nih? "
" kakak... "
" kenapa ia sangat mirip "
Ketika menoleh kearah Fang Leng, terlihat kalau Fang Leng ingin memutihkan air mata.
Dan dengan secara refleks Rose menghapus air mata Fang Leng dan berkata " kau tak apa? " tanya Rose
Bersamaan dengan perkataan Rose, orang yang paling ia sayang melintas lagi sembari berlari dan memegang lollipop dan menghilang begitu Saja.
Air yang tidak pernah diperlihatkan pada siapa pun akhirnya jatuh juga didepan seorang gadis yang tidak ia kenal sama sekali.
" apa ku boleh memelukmu " mohon Fang Leng dengan mata yang memelas
melihat itu, Rose hanya mengangguk dan kemudian Fang Leng menangis tersedu-sedu seperti bertemu dengan orang yang ia cari selama ini.
Hangat... sama persis dengan pelukan gadis kecil itu.
" kok seperti familiar? " batin Rose
Pelukan hangat ditengah dinginnya hujan itu di hancurkan oleh suara klakson mobil seseorang yang kemudian menyeret lampu mobil kearah Fang Leng dan Rose yang berpelukan.
Karena cahaya mobil pelukan hangat itu terganggu.
Hingga siapa yang keluar dari dalam mobil membuat Fang Leng dan juga Rose kaget.
" Jimin? "heran Fang Leng dan juga Rose " Presedir Jimin? "
Melihat mereka yang masih berdekatan Jimin menegur dengan " ku menunggumu lama didalam tapi ternyata kau sedang bermesraan dengan bawahanku ditengah malam seperti ini? " tanya Jimin dengan santai dan dinginnya menatap Fang Leng
Fang Leng yang di tatap seperti itu, sedikit heran pada Jimin namun segera menangkisnya " kami hanya tidak sengaja bertemu nona ini ketika ku baru saja kembali dari mengangkat telepon " jujur Fang Leng dan langsung memasukan tangannya kedalam saku celananya dan ingin beranjak pergi
Namun ditengah ingin membuka pintu mobilnya, ia menutup kembali pintu mobilnya dan berbalik menghadap Rose " ingin ku antar nona? " tawar Fang Leng dengan iringan pintu mobil dibuka
Karena takut dengan tatapan Jimin yang terus menatapnya dengan intens.
" a..aku i..kut kakak " ucap Rose yang melangkahkan kakinya menuju mobil Fang Leng.
Dan ketika ia masuk, perasaan bersalah terhadap Jimin muncul " anu, kak? apa aku tadi tidak keterlaluan? " tanya Rose yang sembari memakai sitbeat yang sendari tadi tidak terpasang
" tidak " singkat Fang Leng yang sudah memakai sitbeat dan menoleh kearah Rose.
Melihat kelakuan Rose seperti ini membuat Fang Leng tersenyum dan langsung memperbaikinya.
" kalau tidak bisa...bilang jangan ditahan " ujar Fang Leng dengan iringan mengacak-acak anakan rambut milik Rose.
ketika menerima sapuan tangan itu membuat Rose menghangat dan sekilas seorang bocah laki-laki tersenyum kearahnya terlintas dikepalanya membuatnya sakit kepala lagi.
" kau..kau tak ap? " tanya Fang Leng melihat Rose yang memegangi kepalanya
" aku tak apa..makasih ya kak " ujar Rose tersenyum padanya
" hah? "
" bukan apa-apa...yuk jalan.....aku ingin pulang " ujar Rose pada Fang Leng
.
.
.
Dalam perjalanan tidak ada percakapan lagi karena Rose tertidur, dan ketika sudah sampai di depan rumah sederhana itu, Fang Leng kemudian melihat sekilas wajah Rose yang tertidur dan kemudian berinisiatif memutar sekali lagi seperti dulu yang biasanya ia lakukan.
Dan dibangunkannya Rose yang tertidur, " nona? bangunlah " namun tidak ada reaksi dari Rose jadi dia mengangkat tubuh mungil Rose memasuki pekarangan rumah Ji Soo.
Diketuknya pintu bercat biru itu dan keluarlah Ji Soo yang sendari tadi menunggu Rose pulang.
Ketika dibukanya pintu, betapa terkejutnya Ji Soo ketika melihat seorang pria tampan membawa Rose dalam dekapannya.
Disuruh masuk dan dibawanya Rose kedalam kamar bercat biru muda dan merah muda itu.
Setelah itu, Fang Leng pamit pulang dan Ji Soo mengantarnya sampai depan pekarangan dan ketika Ji Soo masuk.
Fang Leng menelpon seseorang dengan perkataan " cari dia! " ujar Fang Leng dengan mengirimkan Foto Rose pada orang tadi.
" semoga itu kau Rosie " batin Fang Leng dan beranjak pergi dari tempat Rose.
.
.
****TBC
maaf ya harus nunggu lama
soalnya punyaku terinstal ulang
jadi sirtu bangeeet ya**
😓😓😅😅😅😅