You + Me = Love

You + Me = Love
18.sama



perkataan yang baru saja di lontarkan Jimin pada orang suruhan itu mampu membuat mereka mematung ketakutan, saling bertatapan dan saling mendoakan, Jimin kemudian menelepon seseorang dan menyuruhnya segera datang ketempatnya, sementara itu, ia harus memberhentikan darah yang terus keluar dari perut mungil gadis itu, di robeknya kaos putih polos itu untuk mengikat pinggang ramping yang ternodai darah itu.


Kemudian ia menggendong Rose dan membaringkannya dengan perlahan tanpa ada perlawanan dari pihak musuh, para suruhan itu hanya terbujur kaku karena ketakutan. Jimin berdiri secara perlahan dan menatap kearah mereka dari belakang yang membuat mata tajam itu, mengeluarkan cahaya hitam karena amarah. Dirinya berbalik dan merenggangkan kepalanya dan mengambil pistolnya dan secara tiba-tiba langsung menembak para suruhan itu, dengan sekali tembak 5 orang tewas karena peluru itu menembus jantung mereka masing-masing.


Semua orang langaung menodongkan pistol ke arah Jimin namun Jimin tertawa terbahak-bahak dan membuang pistolnya yang membuat semua orang juga harus menurunkan senjata mereka, dengan ekspresi dinginnya ia langsung menghajar 3 orang terdepan yang paling jago diatara mereka namun swmua itu habis dalam waktu 15 menit.


" ck. lemah " ujar Jimin tanpa lecet sama sekali


Semuanya kaget, tetapi Jimin masa bodo dan membopong Rose dan membawanya pergi namun terhalang oleh 26 orang yang tersisa, Jimin menatap mereka dengan dingin dan berucap sangat datar


" minggir " ujarnya singkat dan langsung mendapat respon baik dari mereka yakni membukakan jalan dengan segera.


Dan sesampainya dibawah, Sehun sudah datang dengan wajah yang kesal bercampur khawatir, apalagi ketika ia melihat seorang gadis digendongan Jimin, dia sangat kaget seraya berpikir " ternyata Jimin normal?! " dan entah kenapa Jimin malah menjawab " ya " yang membuat Sehun kaget dan langsung membukakan pintu dan melesat kerumah sakit milik keluarga Wu.


Tidak berapa lama Rose segera dilarikan kerumah sakit dan dimasukan kedalam ruang UGD yang membuat Jimin sangat khawatir?, Khawatir? sejak kapan?


Jimin gelisah hingga tiba-tiba Fang Leng datang dengan wajah panik, dan melihat Jimin disana, ia bertanya namun tidak di gubris oleh Jimin, karena marah Fang Leng menarik kerah baju Jimin dan kembali bertanya


" apa dia baik-baik saja? "


" dia terluka? "


" lukanya parah? "


" sudah kubilang!! jaga dia!! "


tapi yang Fang Leng liat adalah tatapan bersalah dan kasihan yang terlukis diwajah dingin Jimin hingga air mata yang sudah bertahun-tahun tidak ia keluarkan itu, keluar juga hari ini... walau kakak perempuannya meninggal saja ia tidak menangis namun saat ini....dirinya menangis? itulah yang dipikirkan oleh Fang Leng, kemudian secara perlahan Fang Leng melepaskan tangannya dari kerah baju Jimin dan mulai mengatur napasnya.


Ditolehnya Jimin yang sendari tadi menunduk seakan menahan tangisannya padahal kedua pipinya sudah basah, sedih melihat Jimin yang seperti saat ini yang membuat Fang Leng menyuruhnya bercerita, awalnya Jimin enggan bercerita namun kemudian ia menceritakannya dengan Isak tangis yang terdengar pilu.


" itu..hiks..hiks... dia..dia...berusaha...hiks..hiks..hiks me..me..melindu..melindungi....o..orang ja..jahat hiks.. sepertiku..." dan tangisan pilu itu keluar juga yang membuat Fang Leng malah bersalah


" ka..kak bisa..membunuhku saat ini juga...ka..kalau Rose ti..tidak selamat " ujar mantap yang malah membuat Fang Leng bertambah bersalah


Dan ditambah Sehun keluar dengan wajah sedih yang membuat Jimin bertanya.


" dia...dia baik..baik saja kan? " tanya Jimin tsnpa menghapus air matanya


Sehun tidak menjawab namun menggelengkan kepalanya yang entah kenapa membuat Jimin seakan tersambar petir, ia kembali dilanda kekesongan dan ia merosotkan tubuhnya kelantai dan kemudian memukuli jantungnya seakan disitulah tempat sakitnya sembari berkata " sa..sakit " ujarnya diiringi air mata yang terus mengalir awalnya itu tangisan tak bersuara namun kemudian semakin besar yang membuat Sehun maupun Fang Leng panik apalagi Sehun.


" jimin aku hanya bercanda " ujar Sehun yang membuat perubahan mata dari Jimin


Tak terdengar lagi isak tangis pilu itu, Sehun sekarang sudah bersiap menerima pukulan namun yang ia rasakan malah pelukan dari seorang Jimin yang mereka semua rindukan, dirinya agak kaget namun kemudian tersenyum haru " kau kembali Jim "


" makasih Hun " ujar Jimin yang kemudian melepaskan pelukannya, dan tersenyum lebar kearah keduanya, mereka pun ikut tersenyum " akhirnya " batin keduanya yang memeluk Jimin dan Jimin membalasnya


Hingga perusak suasana dari Zhehan itumuncul sembari berteriak " YAAAK!! begitu naasnya hidup kalian hingga harus salung berpelukan seperti itu " ujar Zhehan yang mrlangkah maju dan ditatap tajam dsri ketiganya yang membuat Zhehan takut


" a..apa?! "


" kalian lebih baik jangan menatapnya seperti itu, dia tidak tau apa yang terjadi " ujar Jin yang tiba-tiba muncul dan malah berpelukan bersama ketiga lainnya yang membuat Zhehan makin merinding terhadap keempat sahabatnya ini namun sayangnya ia juga berakhir dengan memeluk mereka semua walau ia tak tau kenapa ia juga harus memeluk mereka.


" ya tuhaaaaan....aku masih normal..masih normal " batin Zhehan disela-sela pelukan hangat mereka itu


Dan sekarang malah Jimin yang menjaga Rose, ia menjaga Rose hingga dirinya sendiri tertidur yang membuat Sehunyang datang dengan niat agar berganti menjaga Rose, namun sedetik kemudian ia menatap Jimin yang tertidur dengan posisi duduk itu membuatnya teringat krnangan masa kecil ketika Jimin menjaga Rosie adik Fang Leng yang terluka akibat terjatuh dari pohon, bahkan tangisan Jimin sama persis seperti tadi.


flashback on


" Rosie.....apakah kamu mau apel? " tanya Jimin kecil pada seorang gadis manis yang duduk dibangku


" ah...aku sangat menginginkan itu chim.." ujar Rosie


" baiklah kamu tunggu aku disini, aku akan mengambilkannya untukmu " ujar Jimin yang berlari kearah pohon apel


dan ketika Jimin hendak pergi sebentar entah kemana ,secara diam-diam Rosie malah meletakan boneka miliknya dibangku dan mengendap-ngendap pergi kearah pohon apel itu, terlukis senyuman manis dari Rosie.


ia menatap pohon dan tersenyum sembari berkata " aku juga akan mengambilkannya untukmu chim " ujarnya sembari memanjat pohon apel itu


beberpa kali ia terpeleset namun ia pantang menyerah karena itu ketika Jimin sampai ia dikagetkan karena Rosie tidak ada hingga ia melihat Rose yang berusaha mengambil apel terbesar dari pohon itu, tanpa ia sadari kalau dahan yang ia naiki itu midah patah, jadi ketika ia sudah mengambil apel itu ia sangat gembira namun tak selang berapa lama ia malah jatuh dari pohon itu yang membuat Jimin syok dan berlari kearah Rosie yang terjatuh, dirinya menagis sesengukkan hingga senyuman manis dari Rosie yang menunjukan apel itu lalu ia kemudian pingsan.


Jimin kecil berlari kearah ayah Sehun memberitahukan kalau Rosie baru saja jatuh dengan menangis, dan walaupun itu cedera ringan,


flaskback off


Sehun sama sekali tidak pernah lupa kalau tangisan Jimin waktu itu sama persis seperti bebarapa saat lalu, tawaan ringan dari mulut Sehun lalu ia meninggalkan Jimin seperti saat ini sama seperti dulu.