You + Me = Love

You + Me = Love
30. Niat



Rose yang niatnya hanya ingin menghilangkan setresnya karena capek itu memesan segelas coklat panas dan duduk di slaah satu meja di kantin kantornya itu. Melihat pemandangan yang indah membuatnya tersenyum halus namun tiba-tiba saja muncul makhluk halus itu duduk dengan santainya di depan Rose dengan sengaja memamerkan tas branded nya itu yang bermerek Gucci di atas meja agar Rose melihatnya.



"Ayaaa~~~~.....kau tak jalan bareng sama pacar mu itu? astaga....aku tahu dia kan meninggalkan mu karena aku itu semua bukan salahku " ujarnya Sombong


Rose hanya bisa diam dan terus menunjukkan kepalanya menatap dan memutar-mutarkan cangkir yang berisi coklat hangat


" kau tidak mau menyapaku huh?! " marahnya tiba-tiba


Rose POV.


Gadis cantik ini bernama Sophia Orphe, anak satu-satunya bibi Li An yang tinggal di Amerika kurang lebih 3 tahun terakhir, ia selalu pulang setiap tahun di bulan berbeda ia akan membawa dan memperkenalkan pria asing yang tidak aku kenal sama sekali dan itu pasti akan berbeda lagi pada bulan depan.


" gadis cantik berparas malaikat itu sebenarnya berhati iblis, dengan wajahnya yang menyeramkan itu setiap detik membuatku merinding dibuatnya "


Rose POV off


" i..iya kak, a..ada apa datang disini? " tanya Rose dengan berhati-hati


" aku disini mau membahas kerja sama dengan perusahaan ini...pacarku yang baru adalah direktur yang kaya..huhuhuh " ujarnya dengan terus memperhatikan penampilannya


" oh iya...kau kenapa bisa disini? " tanya Sophia


" oh..a..aku ad— "


" shhhhhut .diam, aku tau kau adalah bawahan di perusahaan sebesar ini, Cih mana mungkin mereka akan menerima mu yang tidak berpotensi itu " ujar Sophia yang melirik sekilas kearah Rose


Rose tidak bisa melawan karena semakin banyak ia melawan makan semakin banyak juga hinaan yang akan keluar dari mulutnya Sophia itu, dia hanya tertunduk dengan memutar-mutarkan cangkir miliknya itu lagi


" kau tidak begitu cantik..lihat wajahmu itu!!! kau ini pakai make up setebal apa sih ?!! " cemooh Sophia


Rose terfiam katena tak bisa membalas namun oleh Jimin di sambar.


" dia hanya memakai make up yang sangat dipastikan kalau seper seribu dari make up di wajahnya ini tidak sampai seper seribu wajahmu yang jelek itu " ujar Jimin dengan penekanan di setiap ucapannya yang membuat Sophia marah dan mengambil secangkir gelas berisi air lalu melemparkannya kearah Jimin namun Rose dengan sigap langsung melindungi Jimin secara refleks yang membuat Sophia tertawa jahat


dan berkata sambil tertawa " yo~~ wo buxi khuaidha (aku tidak sengaja loh) "


Sudah cukup, Jimin menjentikkan jarinya dan datanglah pelayan perempuan, menyapa dan menundukkan kepalanya memberikan hormat pada Jimin, Jimin menoleh dan melihat bahwa dia adalah seorang perempuan ia kemudian menjentikkan jarinya lagi dan kemudian datanglah pelayan pria yang lumayan terlihat kuat


" maaf?? " tanya pelayan itu karena kaget apa dia tak salah dengar


dengan menoleh kearah pelayan itu, Jimin langsung mengeluarkan aura dan nada yang datar nan dingin


"aku.tidak.suka.mengulang.perkataanku.dua.kali " ujar Jimin yang menekan setiap perkataannya


Yang mampu membuat pelayan itu merinding dan langsung kebelakang mengambil apa yang diminta Jimin dengan cepat, lalu ketika pelayan pria itu ingin memberikan air itu, Jimin sengaja membuat pelayan itu jatuh dan air cucian itu jatuh dan tumpah dari atas kepalanya hingga seluruh tubuhnya basah kuyup


Dengan marah, Sophia berteriak " KAU SENGAJA MELAKUKANNYA KAN?!!!! "


" Hn. aku juga tidak sengaja " ujar Jimin yang kemudian merangkul Rose dan berjalan pergi keluar dari kerumuran itu hingga suara tak tahu malunya itu tetap keluar yang yang membuat Jimin bertambah kesal


" AKU AKAN BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN INI!!!!! DAN AKU AKAN MENGUSIR KALIAN BERDUA " teriak Sophia yang membuat Jimin berenti dan berbalik arah menuju Sophia


Sesampainya di depan Sophia, bukannya takut Jimin malah berkata dengan tampang dinginnya itu


" kalau masih sayang mulutmu itu lebih baik kau diam sebelum ku potong mulutmu plus lidah mu, tenang kiberi kau gratis tanpa harus membayar " ujar Jimin yang memebuat Sophia terdiam karena takut


Lalu Jimin membawa Rose bersama iembali ke ruangannya itu, dan dalam menaiki lift tiba tiba terjadi sedikit kendala yang membuat lift itu mati dan berhenti, Rose yang refleks ketakutan itu memeluk Jimin yang berada di sampinnya dan karena Jimin yabg merasakan itu langsung menutup kedua telinga Rose dan menyanyikan sebuah lagu yang dimana mbuat pelukan ketakukan Rose itu mulai sedikit mengendor.


Dan sesaat setelah itu lift itu kembali menyala dan pintu didepan mereka terbuka, namun Rose tidak mau melepaskan pelukannya itu


" ehem, kita sudah sampai " ujar Jimin yang malu tapi mau 😂😂


Rose yang tersadar buru-buru melepaskannya dan keluar lebih dulu karena malu


Kemudian Jimin melangkah menuju ruangannya dengan membuka pintu itu, terlihat kalau ada Kris disana,


Berjalannya Jimin dan duduk di kursinya


Kris langsung berkata " oh ini, adalah CEO perusahaan kami " ujar Kris yang yang memperkenalkan Jimin


Dan kemudian terjadi eyecontact dari jimin dan orang yang didepannya ini


" NII!!!! (KAMU) "


TBC...