
" ternyata kita bertemu lagi" ujar Jimin datar
" ka kau?? " kaget Sophia yang menunjuk kearahnya
" turnkan tanganmu " pinta Jimin yang diikuti Sophia
" Jadi... Ini yang kau bilang?? Ku tegaskan, kau keluar dan jangan menampakan wajahmu lagi disini, " ujarnya dengan mengambil proyek itu " aku tak akan bekerja sama " lalu dibuangnnya proyek yang menghasilkan beratus-ratus juta itu ke lantai
" wesema? (Kenapa?) " tanya direktur itu
" wesema? Karena tha (dia) menyakiti wanitaku " ujar Jimin datar
Direktur itu pamit undur diri dan diluar nampak jelas kalau direktur itu seperti memutuskan hubungannya dan memarahi Sophia yang membuatnya tersenyum bahagia
Jam. 22 : 09 waktu sepetempat
Alice baru menyelesaikan pekerjaannya dan kemudian pamit pada guru-guru disana yang juga masih mengerjakan tugas mereka
" aku duluan ya " pamit Alice pada rekan2 guru yang lainnya
" gak mau bareng aja lis? " tanya salah satu guru
" enggak, deh soalnya aku mau ke rumah temanku " jawabnya yang diangguki oleh semuanya
Ia kemudian membereskan peralatannya dan turun ke lantai bawah ujtuk pulang..
Ia tak bisa membawa motor apalagu mobil jadi ia menaiki bus, dan bus malam ini sedikit lama yang membuatnya sedikit lama menunggu di halte tersebut.
Ketika bus itu datang ia merasa ada yang mengawasinya namun ia tak menggubris karena ia pikir itu hanyalah firasatnya saja, ketika ia menaiki bus itu ada seseorang juga yang menaiki juga.
Karena takut ia tak berani menoleh kebelakang sekedar untuk mengecek saja, semua itu berjalan cepat hingga tiba di pemberhentian bus yang dekat dengan lorong rumahnya.
Ia turun dan memasuki lorong itu, dan didiguanya ada yang sedang mengikutinya jadi dengan takut2 ia menjatuhkan dompetnya dengan berkata
" a.. Aduh dompet ku jatuh "
Dan berjalan lagi namun orang yang mengikutinya sepertinya tak berminat sama sekali dengan dompetnya.
Maka dari itu ia berusaha sekuat tenaga berhenti dan membalikkan badannya berniat melawab orang yang mengikutinya itu, namun belum juga hwndak memukul, orang yang mengikutinya itu sudah terjatuh ditanah dengan luka lebam di wajahnya.
Betapa kagetnya Alice melihat itu dan ketika ia mencsri diapa yang menyelamatkannya itu ia malah melihat orang yang membantunya tadi pagi itu.
Fang Leng yang memukuli pria kurang ajar itu, ceritanya itu,
Fashback on
Fang Leng keluar dari kantornya berniat untuk merokok sebentar untuk menghilangkan penat, namun saat yang tak disangka-sangka ia malah melihat seorang gadis yang diikuti dari belakang oleh seorang penguntit.
Awalnya ia tak ingin ikut campur, namun disaat ia menyalakan korek api untuk rokoknya ia malah membuang rokoknya dan berjalan kearah gadis itu.
Ia terus memerhatikannya hingga ketika ia memasuki bus, pria hidung belang itu ikutan masuk yang membuat Fang Leng juga masuk.
Dalam pemikirannya saat itu " apa yang ku lakukan sih?! "
Dia terus ada disana sampai gadis didepannya itu turun, ia berpikir dia akan selamat kali ini namun ia malah melihat kalau gadis itu memasuki lorong?? Semalam ini??
Ia jadi terpaksa mengikutinya lagi, ia berpikir kalau pria hidung belang ini akan pergi namun nyatanya enggak, ia malah semakin cepat mendekati gadis itu.
Entah refleks atau apa, Fang Leng juga semakin cepat hingga setengah berlari kearah pria itu dan langsung meninjunya hingga tersungkur ke tanah.
Flackback off
Dengan wajah yang bercucuran air mata, dan menurunkan tasnya dari wajahnya itu Alice menangis dan langsung memeluk Fang Leng, pelukan yang tiba-tiba itu itu membuat saluran saraf Fang Leng mengalir dua kali lebih cepat.
Fang Leng dengan perlahan membalas pelukan hangat Alice.
Fang Leng tidak merasakan kalau ini adalah pelukan seseorang yang sengaja ingin memeluknya namun entah mengapa ia malah merasakan kalau ia yang ingin selalu dipeluk oleh gadis didalam pelukannya ini.
" tenanglah.... Aku disini " ujar Fang Leng menenangkan Alice
Dan Alice mengangguk dalam pelukan hangat Fang Leng
Tidak tau sejak kapan mereka sudah berjalan beriringan, tanpa saling berbicara satu sama lain.
Karena merasa canggung, Alice membuka pembicaraan agar bisa berbasa basi
" aku boleh tau siapa namamu? " tanya Alice
" Fang Leng " jawab Fang Leng singkat
" ooooh, aku Alice, kamu bisa memanggilku begitu, salam ken ya " ujar Alice dengan tersenyum lebar padanya
" iya " jawab Fang Leng
Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah Alice, dan disana, sudah terlihat kalau ibunya Alice mondar mandir karena menghawatirkan Alice.
" oh iya, Fang Leng, aku sudah sampai jadi kamu pulanglah, oh iya rumahmu tidak jauh kan?? " tanya Alice padanya
" Tidak kok, cuma beberapa blok dsri sini " balas Fang Leng yang berbohong
Nyatanya itu enggak.
" huh, syukurlah.. Kalau gitu aku pamit, daaah " ujar Alice riang dan pergi sambil terus melambaikan tangannnya pada Fang Leng
Fang Leng belum pergi belum pergi dari sana sampai ia melihat Alice memasuki pintu rumahnya dengan selamat.
Dirinya berbalik badan dan menelpon seseorang....
" Jemput aku " ujarnya singkat
" Yaaaaa!! Apakah kau bisa sopan sedikit padaku huh?!! Menelpon selarut ini hanya berkata seperti itu?!!! Apa kau todak merasa mengganggu orang yang lagi tidur huh??! " marah seseorang dari seberang sana
" Kau hanya bermain game " jawabnya singkat
" Wa.. walau be.. begitu!!! Tetap saja!!!! Aku sudah di dalam rumah ingin tidur " elah seseorang itu
" kau sedang diluar main game sendiri didepan sasana yang baru kau beli " ujar Fang Leng yang melihat Zhehan yang duduk terpaku didepan sasananya dengan memesan 2 hamburger, 4 cola, 3 pasta, sebuah pizza ditambah 4 air mineral
" his?!!! Datanglah " kesal Zhehan
Dalam sedetik Fang Leng langsung menyambar pizza milik Zhehan yang baeu datang itu, bahkan Zhehan saja belum memakannya.
Melihat itu membuat Zhehan tambah kesal pada Fang Leng, namun Fang Leng tidak merasa begitu.
Malam itu mereka berdua habiskan dengan main game dan makan...
Tak terasa pagi sudah menjemput mereka dengan aungam macan yang menyakiti telinga ...
Tbc...