You + Me = Love

You + Me = Love
8.Waktu yang mempertemukan



Keesokan paginya, Rose terbangun karena dering teleponnya dengan wajah bantal dan keluar dari balik selimut ia mengangkat telepon itu dengan malas.


" halo? " ujarnya


" selamat pagi, apakah ini dengan nona Roseana Zhou? "


" iya...saya sendiri, ada apa ya? " tanya Rose dengan wajah yang masih ngantuk


" ah baguslah kalau begitu, ini kami dari grup Wu Company memberitahukan kalau Nona Roseana Zhou diterima bekerja disini dan oleh sebab itu, jam 10 nanti, Nona bisa datang ke Wu Company untuk melakukan interview dan terima kasih "


" ya " ujar Rose masih belum sadar


dan beberapa detik kemudian setelah sambugan telepon itu mati dengan mata yang membelalak ia melihat jam yang berada di handphonenya yang menunjukan kalau sudah pukul 7 : 45 a.m dan segera melihat itu ia berlari menuju kamar mandi. Karena jarak dari rumahnya ke kantor Wu itu butuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke sana.


Tidak butuh waktu setengah jam, 15 menit saja sudah cukup bagi Rose untuk dirinya mandi, ia keluar dengan handuk yang sudah melilit tubuhnya dan degan sekuat tenaga kembali ke kamarnya untuk memakai baju sopan yang ia miliki



" mungkin yang ini tidak apa-apa "


Begitulah pikirnya hingga ia mengambil tas kecilnya lalu turun kebawah untuk memakai sepatu, sudah terlihat disana kalau Ji Soo sedang membersihkan toko bunganya. Melihat Rose yang begitu tergesa-gesa membuat Ji Soo berhenti sejenak membersihkan toko bunganya, dengan membersihkan badannya dari debu yang menempel " kau kenapa terlihat terburu-buru Rose? " tanya Ji Soo pada Rose yang sedang duduk memakai sepatu miliknya


Sembari mengikat sepatunya dan tidak menatap Ju Soo " ah...aku buru-buru kak, aku pamit ya~ doakan aku semoga berhasil " teriak Rose yang setengah berlari meninggalkan Ji Soo yang tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Rose yang semakin tak terlihat lagi. Kemudian ia masuk dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


Dan ditempatnya Rose, ia berangkat menggunakan bus yang sudah ia tunggu beberapa menit tadi, setelah ia menaiki bus tersebut ia sempat melihat arloji putih miliknya yang bertengger dengan mulus ditangan mulusnya itu, disana tertera kalau jam menunjukan pukul setengah sembilan lewat 2 menit ( 8 : 15 a.m ), degan sedikit menetralkan napasnya ia tersenyum cerah.


perjalanan 1,5 jam yang membosankan pun berlalu, degan turun dipemberhetian bus yang dengan menempuh 10 menit jalan kaki akan sampai didepan pintu Wu Company, ia turun dengan senyum yang mengembang dan ketika dirinya berada didepan pintu masuk utama ia berhenti untuk mengamati betapa besarnya kantor milik keluarga Wu ini, dengan menggeleng-gelengkan kepalanya ia masuk dengan menyapa para petugas keamanan yang menjaga pintu masuk utama " selamat pagi~ " ujar Rose dengan tersenyum


sedikit tersentak dan saling memandang kemudian kedua petugas keamanan itu menjawab " selamat pagi juga nona " ujar mereka kaku


" anu, namaku Roseana Zhou kalian bisa memanggilku Rose salam kenal ya~~ kalau begitu aku pamit masuk dulu bye~ " ujar Rose yabg tersenyum dan masuk kedalam kantor Wu


Selang beberapa menit kemudian, Jimin pun datang dengan mobil hitam miliknya, ketika ia keluar para pegawai yang bekerja dibawah naungan Wu Company akan menunduk hormat padanya dan berkata " selamat pagi presedir Jimin " tapi sama sekali tidak dipedulikan oleh Jimin, dengan gaya angkuhnya ia masuk dan bertanya pada Kris " apa jadwalku hari ini? " dengan nada yang biasa yang ia gunakan....datar


" kau harus keruangan meeting untuk membahas tentang proyek dan kerjasama dengan perusahaan F Crop " jawab Kris yang melihat daftar nama-nama yang akan melakukan interview hari ini


langkah Jimin terhenti dan menoleh kearah belakang " Kris. Siapkan dokumen yang harus ditanda tangani oleh F Crop dan taruh laporannya di ruangan meeting dan berikan itu padaku " ujar Jimin datar


" ah, baik " jawab Kris lalu memberikan kepada Jimin daftar nama-nama yang akan di interview, karena terlalu asik dengan apa yang dilihatnya " Roseana Zhou? " batinnya ketika ia melihat nama yang tertera disana, dan ia melihat seseorang yang membawa tumpukan kardus hingga menutupi wajahnya menabrak dirinya dan kemudian kardus yang dibawa dan orang itu terjatuh secara bersamaan, " akrh " terdengar rintihan dari sang gadis itu


Dengan bangkit dan membungkukkan badan nya beberapa kali, ia meminta maaf kepada Jimin karena telah menabraknya " maafkan aku tuan..maaf..maaf aku tidak sengaja..maaf sekali lagi maafkan aku " ujar gadis yang ternya Rose itu


" suara ini..."


dengan cepat Rose mengangkut kardus-kardus itu hingga ia tertutup kardus itu, dan ketika ia berjalan 3 kardus besar yang menutupi wajahnya itu hilang, hingga ketika ia menoleh kesamping " anu..anu tuan tidak usah repot-repot, aku bisa melakukannya " ujar Rose yang merasa tidak enak dan masih belum sadar kalau yang membantunya adalah Jimin


" aku tidak membantumu, aku hanya merasa tidak baik bagi seorang pria dewasa meninggalkan seorang gadis yang mengangkat barang yang tidak sanggup ia bawa " jawab Jimin yang langsung melangkah jalan


" ah..oh, maafkah aku..aku tidak tau " ujar Rose gugup dan menyusul Jimin yang berada didepannya ini


" mau dibawa kemana ini? " tanya Jimin yang terus berjalan


" ah..ini, katanya ini harus diantar keruangan presedir " jawab Rose polos


langkah Jimin terhenti dan menoleh kearah Rose berada " siapa yang menyuruhmu? " tanya Jimin dingin


" a..aku disuruh oleh Penanggung jawab karyawan baru kalau tidak salah, em.. ada apa? " tanya Rose yang sudah sedikit panik


" tidak ada apa-apa. Dan...kau bekerja dibagikan mana? " tanya Jimin yang berhenti didepan lift


" ah...aku..aku sedang ingin diinterview jam sepuluh nanti " jawab Rose yang tersenyum


" *apa gadis ini bodoh? ini sudah pukul 9 lewat 56! apa dia tidak tau? dan apa dia tau dimana ruanganku? " batin Jimin yang bingung dengan gadis disampingnya ini


Ting*...


Pintu lift terbuka dan Rose serta Jimin masuk kedalam sana " anu..anu... apa kau tau dimana ruangan presedir? " pertanyaan polos gadis ini mampu membuat otak cerdas Jimin tidak bekerja


Dengan berusaha memulihkan otaknya yang agak sakit ini " jadi kau disuruh tanpa bertanya? " tanya Jimin


" ah..aku lupa menanyakannya " jawab Rose yang menunjukan kepalanya dan memainkan kedua jarinya


melihat itu, Jimin menghela napas berat dan menekan angkat 9 yang menandakan kalau ruangan presedir atau ruangannya lebih tepatnya ada di pantai 9.


Dan di dalam lift Jimin menelpon Kris " Kris... interview kali ini aku yang interview "


" tapi bagaimana dengan meetingnya? "


" kau bilang pada Fang Leng tunggulah beberapa saat aku akan cepat " dan kemudian telepon dimatikan secara sepihak oleh Jimin


Rose yang mendengar itu " anu.. tuan Jimin apa kau...."


" *apa dia mengetahui kalau aku presedir sekarang?? hmm baguslah


apakah yang akan dikatakan oleh Rose*??