
Setelay percakapan yang kurang menyenangkan itu, Jae Nie kemudian membawa Zhehan ke sasana yang di kelolanya, btw ini sasana milik neneknya ya.
Jae Nie mengajaknya berkeliling melihat lihat sasana milik neneknya itu...
" ini tempat latihan boxing " ujar Jae Nie menunuuk kearah ruangan itu
" ini ruangan latihan taekwondo "
Ketika mereka masuk, ternyata ada beberapa orang masih latihan
" oh! Kak! Kakak hari ini siang sekali datangnya " ujar salah aatu diantara mereka yang latihan itu
" oh... Hehe iya, soalnya kakak tadi bantuin Ji Soo layani pelanggan, lumayan sih hari ini " balas Jae Nie dengan senyum ramah
" oooh, eh kak?! Yang disebelah kakak itu siapa? Kok kamu baru lihat " tanya yang lainnya
" dia adalah pemilik baru sasana ini, jadi kalian semoga betah ya... Tapi tenabg saja kok, kakak masih disini hanya ganti pemilik saja kok " ujar Jae Nie yang menenangkan hati semua orang yang lagi latihan
" waah.. ternyata ni cewek sebenarnya lembut dan ramah ya.. Tapi.... Mengapa sifatnya seperti itu padaku??? Membuat kesal saja "
Jae Nie dan para member yang sedang latihan itu dengan ceria, sampai lupa kalau ada Zhehan disebelahnya, karena merasa diabaikan Zhehan berusaha berjalan jalan sedikit tanpa ditemani Jae Nie.
Dirinya berjalan jalan sedikit dan tiba tiba menemukan sebuah ruangan yang lucu menurutnya, pertama kali masuk langsung lihat
Pas nengok ke kanan
Pas nengok kekiri
Zhehan hanya bisa terkekek pelan dengan menutup mulutnya karena merasa lucu dengan ruangan yang baeu saja ia dapat ini, karena terlalu asyik dengan duniannya sendiri dan tak tau mikir apaan tuh si Zhehan, dirinya bahkan tak mengetahui siapa yang datang
" Ni Nie.... Kau ada didalam?? Aku masuk ya, aku mau minja—" ucapan orang itu berheti ketika dirinya membuka pintu dan melihat ada seorang pria asing yang datang dan sekenaknya masuk keruangan milik Jae Nie
Pria ini emosi karena siapa yang suruh dia masuk, dan dengan hitungan ketiga...
1...
2....
3...
Pria itu mengarahkan tangannya ke arah Zhehan, tapi Zheyan sadar dan langsung menghindar aluasih pria itu jatuh dengan keadaan mencium lantai
" his... Kau!!?! Siapa kau!!!! Berani beraninya masuk kar cewek sembarangan, dasar coeok mesum!!! " ujar pria itu bangkit dan menunjuk nunjuk Zhehan
Perkelahian itu berlanjut tanpa henti hingga membuat suara gaduhnya terdengar diruangan taekwondo yang membuat Jae Nie dan yang lainnya berjalan mengikuti suara gaduh itu yang semakin lama semakin keras dan tivalah mereka didepan pintu ruangan Jae Nie yang terdapat dua orang lria yang lagi bicara menggunakan urat mereka
Jae Nie tak habis pikir, lalu berjalannya dia keantara mereka semua dan bilang berhenti
Namun tidak di gubris oleh keduanya karena tidak direspon Jae Nie langsung berteriak yang membuat kedua orang itu terdiam
" Ni Nie? "
" cewek barbar! "
Sedetik kemudian kwdua cowok itu saling bertatapan dan langsung membuang muka lagi karena masih kesal
Sembari memegang kepalanya dan menggelengkan nya Jae Nie menyurih para member keluar dengan isyarat lambaian tangannya
Para member kemudian keluar dan tinggalah Jae Nie dan jiga ledua cowok ini
Jae Nie melewati mereka dan duduk di sofa miliknya dan bertanya " ada masalah apa ini "
Dengan swcara antusias Lucas menjawab " NiNie.... Pria asing ini menghampiri ruanganmu tanpa izin lalu membuatku terjatuh " dengan tangan dan nada yang tidak suka
Merasa tidak terima katena di fitnah, Zhehan berusaha membela dirinya dengan berkata yabg sejujurnya pada Jae Nie " hei!!! Kalau membicarakan kebenaran jangan setengah-setengah dong!! Aku memang masuk ruangannya karena aku tidak tahu!! Dan lagi.... Kau terjatuh karena ulahmu sendiri bukan aku " ujar Zhehan dengan menunjuk nunjuk Lucas
" kau!!! Kau ini hanyalah pria as—" ucapan Lucas dipotong Jae Nie
" hah... Dia bukan pria asing Lucas dia adalah pemilik sasana ini sekarang " ujar Jae Nie denganenghela napasnya
Perkataan Jae Nie itu membuat Lucas melongo karena syok dan membuat Zhehan membanggakan dirinya sendiri
" ta tali, ini kan sasana yang di buat nenk dengan susah payah kenapa kenapa malah sudah beralih... Ada apa Ni Nie??? " tanya Lucas yang dengan raut wajah khawatir
" penyakit nenek sudah mulai kambuh.... Dan kareba itu beliau harus segera terapi tapi... Kau tau sendiri kan kalau penghasilan ku hanyalah dari sasana ini tapi.... Itu tidak cukup untuk membayar biaya pengobatab nenek jadi... Nenek sendirilah yang menjualnya padanya " ujar Jae Nie yang lesu dan menunjuk Zheyan
Zhehan lumayan kaget karena kehidupan Jae Nie lebih mengenaskan dari pada dirinya, entah kenapa dirinya malah merasa bersalah pada Jae Nie
" Ni Nie... " panggil Lucas dengan nada bergetar
Jae Nie menghapus air matanya yang mau turun otu dan segera dari itu dirnua kembali tersenyum cerah, dirinya memukul lengan Lucas dengan pelan dan berkata " astaga.. Aku tak apa, lihat kau ini aku baru begitu saja kau malah yang ingin menangis " gurau Jae Nie
Dengan mata yang sedikit berlinang Luvas memeluk Jae Nie
Dan entah kenapa pemandangan hangat itu membuat seseorang merasa kesal,
" apa apan tuh!! Dia saja kubantu untuk kerumah sakit saja harus memberontak tali lihat dia sekarang!! Malah tersenyum "
Dan detik kemudian, Lucas melirik kearah Zhehan dan mengejeknya
" kau tak lebih baik dari pada aku "
" *bocah sialan!!! Jadi kau mau adu lebiu baik, baiklah kita lihat siapa yang lebih baik nanti "
Tbc*