
Suara klakson mobil itu mengalihkan pandangan Jimin dan juga Rose kearah mobil itu dan dengan cepat Jimin berlari kearah Rose yang sedang diam mematung memandangi mobil yang mengarah kearahnya, ia hanya menit matanya dan berdiam diri karena terlalu ketakutan, dan Jimin membawanya ke seberang jalan.
Dengan ngos-ngosan Jimin melihat keadaan Rose " kau.huh..huh.. tak apakan? " tanyanya panik dan dijawab anggukan kepala Rose
Setelah itu Jimin melepaskan tangannya dari tangan Rose " apa kau sudah gila huh??!! mengikuti orang yang tidak kau kenal hanya gara-gara kau tidak dengan menumpahkan jus kejasnya!! "
Bentakan Jimin membuat Rose menunduk ketakutan " ma-maafkan aku... aku hanya ingin mencuci jasmu " ujarnya dengan gemetaran dan memainkan ujung bajunya
Melihat itu membuat Jimin kesal setengah mati!! ingin rasanya ia membunuh cewek tidak jelas ini sekarang juga tapi ia merasa kenapa ia sungguh tidak tega!. Karena kesal Jimin hanya bisa menggaruk rambutnya asal dan lalu melihat Rose yang tetap seperti itu membuatnya menghela napas berat.
" jadi kau mengikuti ku hanya ingin mencuci jas ku karena kesalahan tidak sengaja mu ? " tanya Jimin dengan badan dingin dan tangan dimasukan kedalam saku celananya, dan jawaban yang diberikan Rose adalah anggukan kepala yang begitu cepat yang membuat Jimin menahan diri untuk tidak tertawa.
" ya tuhaaaan!!! kenapa dia sangat imut "
Dengan mempertahankan harga dirinya Jimin tidak tertawa, lalu ia membuka jasnya dan melemparkannya kearah Rose yang siap menerimanya.
" baiklah..kau cuci jasku itu, dan antarkan kekantor World Company, mengerti?! " ujar Jimin dingin
" Mengerti tuan, kalau begitu saya permisi dulu, besok akan saya kembalikan jadi tuan Jimin tak usah khawatir " ujar Rose tersenyum
" hn " jawab Jimin lalu pergi meninggalkan Rose yang berbalik kearah rumah sakit
Namun baru saja berbalik Jimin berkata " kau mau kemana ? "
" aku mau ke rumah sakit tuan Jimin, aku tidak boleh terlalu berlama-lama disini karena kalau tidak sahabat-sahabat ku akan memarahiku karena aku butuh istirahat " jawab Rose
Seakan mengingat sesuatu, Rose kemudian berlari kearah tempat pembangunan tadi, tapi naas apa yang ia harapkan ternyata sudah tidak ada lagi, dengan gontai ia berbalik dan malah menabrak Jimin.
" maaf...tuan " ujar Rose takut
melihat Rose, sepertinya Jimin tau jadi dia sebelum mengikuti Rose ia mampir ke minimarket untuk membelikan minuman dam juga makanan serta jus mangga di tangannya.
Dengan menyodorkan kantung belanjaan kearah Rose, dan ketika ia membuka isi kantung, Rose senang namun dengan segera ia mengembalikan kantung belanjaan itu yang membuat alis Jimin bertemu " maaf, tuan Jimin.. aku tak bisa menerimanya " tapi dengan wajah yang cemberut, melihat itu Jimin tersenyum simpul dan mendorongnya lagi dan berkata " anggap saja itu bayaran mencuci bajuku "
Mendengar hal itu Rose sangat senang dan terus tersenyum mengamati kantung belanjaan yang diberikan Jimin.
" nih " ujar Jimin dengan bersikap tak peduli memberikan jus mangga kesukaan Rose.
" ini.....untukku ?" ujar Rose melihat jus mangga itu dan menunjuk dirinya sendiri dan dibalas anggukan kepala dari Jimin, melihat anggukan kepala Jimin Rose begit senang dan terus tersenyum yang membuat Jimin juga ikut-ikutan tersenyum.
" kalau begitu aku pamit dulu, dadah tuan Jimin sampai bertemu lagi " ujar Rose meninggalkan Jimin yang memperhatikannya dari jauh.
Setelah melihat Rose masuk, Jimin kembali ke perusahaannya dengan wajah tanpa ekspresi. Sesampainya disana dia disambut dengan baik oleh para bawahannya dan juga asisten pribadinya.
Sambil memasukan tangannya " Kris, siapkan mobil dan baju biasanya ku pakai, dan hubungi juga mereka " ujar Jimin datar seperti biasanya
" baik " jawab Kris dan segera menyiapkan mobil dan juga pakaian Jimin dan tak lupa menghubungi mereka.
kring..
kring...
kring..
" Selamat pagi para CEO, CEO Jimin ingin bertemu kalian dan datanglah sekarang kekantor sekarang.
" hn "
" baiklah "
"...."
Dan beberapa saat kemudian, datanglah ketiga CEO muda itu bertemu dilantai bawah yang membuat para pegawai wanita mimisan karena ketampanannya.
Salah satu diantara ketiga CEO muda itu, sempat mengedipkan matanya kesalah satu pegawai wanita yang menjabat sebagai kepala layanan itu.
Hingga..
PUK!
PAK!
" hey! kenapa memukulku huh?! " ujar pria yang mengedipkan mata tadi dengan memegang kepalanya
" pikir " ujar kedua pria lainnya secara bersamaan
Dan mereka memasuki lift menuju lantai dimana Jimin berada.
Bunyi lift terdengar menandakan kalau mereka sudah sampai ditempat Jimin. Tanpa mengetuk mereka menendang pintu itu yang sudah terdapat Jimin yang duduk sembari melihat mereka tanpa ekspresi sama sekali.
" kenapa? " ujar pria yang sedang duduk di salah satu sofa milik Jimin.
" sepertinya aku memiliki perasaan " ujar Jimin serius yang membuat Zhehan tersedak air karena ucapan Jimin barusan.
" Haahhaahahaha...leluconmu sungguh bisa membuatku tersedak karena terkejut " ujarnya sambil memukul dadanya beberapa kali namun dengan tatapan Jimin yang tajam itu langsung membuatnya diam seribu bahasa.
" jadi maksudmu alexithymia mu itu sudah hilang ? " tanya pria yang sedari tadi diam, dan dibalas anggukan kepala oleh Jimin
" tapi aku masih sedikit pusing dan juga berkeringat " ujar Jimin yang memegangi kepalanya
" menurutku itu adalah efek sampingnya, ayo kita pergi ke tempat dokter Jian sekarang " ujar pria tadi
" iya " ujar ketiganya kompak
Dan mereka sekarang sudah dibawah untuk menunggu Asisten Kris datang, setelah menunggu beberapa lama muncullah asisten Kris yang membawa mobil berwarna hitam.
Sembari keluar mobil dan membukakan pintu mobil " maafkan aku presedir, .... silahkan masuk " ujarnya sambil menutup kembali pintu mobil ketika para presedir itu sudah masuk.
" kita akan kemana presedir Wu ? " tanya asisten Kris dengan menatap presedir Wu dari balik kaca spion dan membawa mobil.
" ketempat dokter Jian " ujar Jimin datar
" baik " jawab Kris
Dan dalam perjalanan hanya keheningan lah yang melanda tanpa ada yang berniat membuka pembicaraan, hingga pertanyaan dari Kris membuat ketiga pria itu terdiam sejenak " anu.... apa kalian tidak merasa kalau cewek itu disukai oleh Jimin "
sembari melotot kearah Jimin ketiganya berteriak " kau sudah menyukai cewek ?! secara kompak
dengan menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya " his, kalian membuat kupingku rusak " dengan nada ketus dan malah dijawab dengan tatapan menggoda dari ketiganya
" a..apa yang kalian lihat! " gugup Jimin
" aiyoyo... kenapa kau begitu tegang presedir Jimin " tanya Zhehan
" a..aku ?" ujar Jimin sambil menunjuk dirinya sendiri dan dibalas anggukan ketiganya
" kau menyukainya " ujar Fang Leng dengan datar
" siapa nama gadis itu? " tanya Jin
" namanya Rose " ujar Jimin datar yang membuat Fang Leng kaget
" Rose? " batinnya
" hey, Fang Leng? " panggil Zhehan dengan mengayunkan tangannya didepan wajah Fang Leng yang sedang melamun
seakan tersadar " hn " jawab Fang Leng degan turun dari mobil
" aneh? kenapa dia bisa melamun? " batin Zhehan
Namun dia menggelengkan kepalanya berusaha tidak berfikir negatif tentang Fang Leng dan melangkah masuk menuju tempat dokter Jian.
Sesampainya disana sudah terlihat kalau dokter Jian sedang bersandar dan meminum secangkir kopi.
Tanpa berbalik ia berkata dari tempatnya memandang keluar jalan " kau sudah datang " lalu ia menaruh cangkirnya disalah satu meja kecil, kemudian duduk di sofa uang sudah disediakan.
Detik berikutnya, Jimin melangkahkan kakinya menuju kearah sofa putih itu lalu duduk seperti biasanya dan mulai membuka percakapan " aku sepertinya memiliki perasaan " dan dijawab anggukan kepala dari dokter Jian dan beberapa saat kemudian dokter Jian teriak karena terkejut " APA?! " ujar Dokter Jian sembari berdiri membuat ketiga pria lainnya menepuk dahi mereka masing-masing.
" berhentilah berteriak! " bentak Jimin datar
" oh,ok. jadi apa yang kau rasakan " tanya dokter Jian sambil mengambil pen dan kertas
" aku merasa....kalau aku tidak mau dia terluka dan detik kemudian setelah melihat keadaannya baik-baik saja membuatku bernapas lega dan....aku tersenyum " jawab Jimin dengan gumaman di bagian akhir kalimatnya.
" sepertinya ada harapan baru untuk menyembuhkan penyakitmu ini " ujar dokter Jian serius
" apa? " tanya Jimin
" kau...... "
apa kira-kira jawaban dari dokter Jian?