
Dan keesokan paginya Fang Leng dikejutkan dengan penampakan wanita cantik yang tidur disampingnya, sangking terkejutnya ia terjatuh yang membuat suara hingga Lisa terbagun dengan mengucek matanya dan melihat sekeliling.
Kemudian Fang Leng bangun dan merapikan pakaiannya dan menarik selembar cek dan langsung membuangnya kewajah Lisa sembari berkata " tulis angkanya sendiri dan jangan pernah menampakan wajahmu kehadapan ku " ujarnya lalu pergi
Lisa dengan tatapan kosong melihat selembar cek itu membuatnya tersenyum miris, digenggam cek itu lalu dirobeknya hingga tak terbentuk lagi, dengan bangun dari kasur ia mengambil tas miliknya dan mengambil dua lembar uang seratus dan memanggil Fang Leng dengan sebutan " heh..cowok sial! " dengan otomatis Fang Leng berbalik dan mendapatkan kalau dua lembar uang seratus itu berada di dadanya.
" aku tidak semurah itu! nih! harga dirimu ku beli " ujar Lisa lalu pergi meninggalkan Fang Leng yang malah tersenyum misterius.
" menarik "
Dan kembali kedalam mobil mewah Jimin
yang memperlihatkan kalau Rose uang tertidur di jendela kaca mobil dan sering terbangun ketika Kris membawa mobilnya, dan secara alamiah Jimin menarik kepala Rose dan diletakkan nya kepala itu di bahu lebar miliknya, terlihat ia sangat berhati-hati dalam menaruh kepala Rose agar Rose tidak terbangun dan ketika masa tenang ini datang dari arah belakang peluru emas yang beratnya mungkin mencapai 24 gram yang menembus kaca mobil bagian belakang, Jimin dengan sigap melihat kearah belakang menggunakan kaca spion dan terlihat sebuah mobil Mercedes Benz berwarna hitam mengikuti mobilnya
" kebiasaan lama yang tak bisa kau hilangkan "
" eunghhh " rintih Rose
" kau membuat ku harus berurusan denganmu "
" Kris! ambilkan G-clock didepan" ujar Jimin menyuruh Kris dan memperhatikan gerak Rose
" kebiasaan " batin Kris yang menelan Ludah
Kemudian diberikan nya Pistol itu kepada Jimin dengan keahliannya, ditembaknya pengemudi mobil itu melalui lubang yang sama bekas orang itu menembak kearahnya dan tanpa mengeluarkan suara orang itu mati dengan mengemudinya yang rusak.
" cepat " ujarnya dengan memasukkan pistol itu didalam saku jasnya.
Dan tanpa basa-basi Jimin meminta data yang belum di selesaikan oleh Rose dan tidak mengungkit hal yang terjadi barusan yang hampir merebut nyawanya dan Rose jika tadi ia tak dengan cepat menaruh kepala Rose di bahunya mungkin kedua manusia ini akan musnah .
" data " tanya Jimin pada Kris
" data? apa? " ujar Kris yang balik bertanya
Kris yang paham langsung memberikan falshdisk itu kepada Jimin dan Jimin mengambilnya dan membuka laptop yang berada didalam mobil
* holkay bebas slurrr *
Pekerjaan Rose selesai tepat waktu dengan tibanya mereka didepan rumah bercat putih itu.
Jimin ingin membangunkan Rose dengan mendorong sedikit tubuhnya namun yang ia dapat malah wajah Rose yang makin mendekat dengannya. Ia sempat tertegun dan terhenti sejenak
" Tahan..tahan...ini cobaan " lalu karena salting sendiri ia malah mendorong tubuh Rose dengan kuat hingga kepala tak bersalah Rose harus terbentur dengan pintu mobil.
" ouchh .." ujar Rose sembari memegang kepalanya yang sakit lalu dengan menatap tajam dengan bibir uang dimanyunkan uang membuat Jimin harus menahan senyum dan tawaannya karena image nya nanti bisa rusak.
" kenapa harus mendorong ku begitu keras?! kau tinggal membangunkan ku kan gampang ?! " ujar Rose yang marah-marah
" kau memarahiku " pertanyaan datar nan dingin itu keluar dari mulut Jimin yang me.buat Rose menutupi kedua matanya dengan kuat seperti siap menerima pukulan namun bulan pukulan melainkan usapan uang lembut dikepalanya perlahan ia mengangkat kepalanya dan menatap Jimin yang tersenyum hangat padanya.
Lalu tiba-tiba ia seperti menahan sesuatu yang membuat Jimin bingung dan bertanya-tanya " kau ... kenapa? "
" aku tidak boleh menangis...tidak boleh!!? tidak boleh mengeluarkan air mata! tidak tersentuh. " jawab Rose dengan sekuat tenaga menahan air matanya yang malah membuat Jimin juga harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa dengan badan yang bergetar menahan tawanya.
" turunlah "
" sampai ketemu di kantor presedir! Asisten Kris " ujar Rose yang melambai-lambaikan tangannya hingga mobil Jimin tak terlihat lagi dan segera masuk kedalam rumah
Sedangkan didalam mobil Jimin malah senyam senyum tak jelas mengingat Rose yang begitu imutnya menahan tangis tadi dan Kris yang melihat Presedir nya uang mendadak aneh hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghela napas berat.
" kau memberikan dampak yang besar nona Rose "
**TBC
maaf kali ini capther nya pendek
maaf ya**