You + Me = Love

You + Me = Love
22.Kesal!!!!



Ting!!!


Ting!!!


Ting!!!


" sialan!! Selalu saja mengirim pesan yabg mengancam nyawa, aapayang kulakukan dulu hingga mendapatkan sahabat yang seperti saat ini tuhaaaaaaaan " cemooh seseorang yang bangkit karena kesal dari pesan yang barusan ia baca


" lebih baik kita harus cepat " ujar Jin yang mengambil mantel coklatnya


Dan mereka bertiga pergi kesana dengan perasaan dan emosi yang berbeda- beda


" astaga... dia bisa saja membunuh pak tua ini, " ujar Zhehan yang keget dengan seseorang yang akan ia urusi


" ternyata dia masih memiliki hati nurani ya " ujar Jin


" heeeeee???? kau bilang ini nurani??? " tanya Zhehan yang terheran-heran


" hn.itu lebih baik " sambung Fang Leng


" hey... bisakah kau membantu kami " ujar Zhehan


Namun tak ada jawaban dari yang ditanyai


" heh.. Apa kau tuli " tambah Zhehan yang emosi katena tak dipeduli


" percuma, sejak kapan ia akan mendengarkanmu, dia pasti sedang berkutat dengan ipaad miliknya itu untuk mencari data pak tua ini "


Lalu keheningan melanda dan tidak ada percakapan diantara mereka setelah itu hingga mereka selesai membersihkannya tiba2 Sehun datangan dengan meminum segelas ekspresso hangat dengan bersenandung kecil menuju keruangan miliknya itu


Namun belum juga sampai senandung riang itu langsung hilang bersamaan dengan ekspressonya yang jatuh karena kaget


Dirinya tak habis pikir " apa yang dia lakukan dengan ruanganku itu!!! "


" tuhaaaan...huaaaaaaa apa yang kulakukan diwaktu lampau hingga mendapatkan sahabat yang jahanam seperti itu..... aku ingin mati saja rasanya"


"" huh selesai juga " ujar Zhehan dengan mengelap keringatnya dan berdiri


Saat ini, entah kenapa Sehun tak bisa berkata apa apa lagi kerena terlalu kesal


Jadi dirinya hanya menghela napas berat dan kemudian kembali kekantin rumah sakit dan memesan kembali ekspresso hangat dengan terus mengomi nama Jimin


Dan ditempat lain



**Data diri :


Manuel Zriko Hendrik


TTL : Italia, 22 Januari 1974 (44 tahun)


Dari keluarga Hendrik yang sekarang diambil alih oleh Jonny karena tertipu miliaran Euro sebab dikarenakan berinvestigasi di perusahaan Jonny.


Terlilit hutang dan tak sanggup membayar karena tak memiliki seperserpun uang. Istri yang sudah meninggalkannya karena dirinya sudah tidak berguna lagi dan meninggalkan seorang anak gadis yang cantik san belum diketahui.


Menurut sumber terpercaya anak gadisnya ini sekarang tinggal dengan aman dengan aman dengan kedua orang tuannya di belahan negara yang berbeda dengannya.


Data sang anak :


Memiliki mata dan rambut yang sama yakni hitam, berwajah bulat dan juga cantik


Dia disuruh oleh suruhan Jonny untuk melenyaplan nona Rose agar dapat menghancurkan Jimin**


" itu yang ku dapat " ujar Fang Leng yang menunjukan Ipad miliknya


" hm...lebih buruk dari dugaan ku " ujar Jin yang sedang pose berfikir keras itu


" waaah!! Lebih baik kita bawa dia " ujar Zhehan yang membawa pak tua itu kesuatu tempat


Lalu mereka memberitahu informasi itu pada Jimin dan kembali ketempat mereka dengan merenggangkan otot mereka


Dan ketika Jimin menerima pesan itu dia sedikit lega, " mereka memang bisa diandalkan " gumam Jimin


" a...... anu pak.... a... aku mi.. minta maaaf se.... seharusnya a... aku... mendengarkan perkataan bapak " ujar Rose yang merasa bersalah karena tadi dia membuka matanya ketika perjalanan menuju kamar pasien yang ia tempati sebelum pindah ke ruangan Sehun dan mrlihat kalau Jimin terlihat buru-buru sehingga tangannya terluka


Jimin tersenyum kecil dan berkata " hn... Sudah kubilang. Kau memang anak yang keras kepala " ujar Jimin membuang mukanya


Rose yang melihat itu, mengira kalau Jimin masih marah padanya jadi dirinya tak bertanya lagi


" haaa.... Ternyata Presediri masih marah padaku"


Dan Jimin malah mendadak gugup karena ditatap seperti itu oleh Rose


" aaargkh... Sialan... Dia tak mendengsr jantungku kan "


Melihat Rose yang murung membuat Jimin merasa... Sedikit sedih


" kau tak usah terlalu berpikir. Kau juga kan tidak mati ( artinya : kau tak usah khawatir, syukurlah kalau kau tak terluka) "


" apa, benar?? " ujar Rose


" Hn " jawab Jimin


Dan Rose tersenyum lebar karena itu jadi ketika dirinya kekantor lagi, dia akan membuatkan makanan untuk Jimin sebagai permintaan maaf nya


Sudah tiga hari berlalu semenjak kejadian itu, dan saat ini terlihat ada seorang gadis yang terus bersenandung dengan ria dengan membawa sekotak bekal memasuki kantor besar itu dengan terus tersenyum bahagia.


berjalan mendekati lift dan menekan tombol untuk ke ruangan CEO, dirinya sudah sangat berdoa agar permintaan maafnya ini diterima dengan baik oleh atasannya ini.


tapi dirinya tidak tahu bahwa hari ini ada rapat besar yang yang membuat CEO itu tidak ada ditempat, karena waktu itu dirinya masih berada dirumah sakit sehingga Kris yang menangani rapat kali ini, dirinya yang membuka pintu masuk ke ruangan CEO itu tidak menemukan siapa yang ia cari.


sudah berkeliling dari sudut ke sudut ruangan itu, Tapi tetap saja tidak menemukan Jimin. dan dirinya tidak memikirkan hal lain selain duduk dan menunggu Jimin kembali, lama sekali, Jimin sangat lama sehingga membuat Rose tertidur di sofa panjang di sudut ruangan.


pukul 15:44 p.m


Jimin berjalan dengan menghela nafas berat karena rapat kali ini lumayan lama, dirinya melonggarkan dasinya dan menyisir rambutnya kebelakang, serta hari ini dirinya keruangannya agak kesiangan sehingga dirinya melupakan makan siangnya. Disaat dirinya membuka pintu ruangannya itu, ia malah melihat seoang gadis yang tertidur dengan lelap nya di sofa panjang miliknya itu.


Sesaat kemudian dirinya tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke meja kebanggaannya itu, yang ternyata terdapat sekotak makanan dengan sepucuk surat di atasnya yang bertuliskan


***Pak Presedir...


A.... nu untuk yang kemarin itu, aku sungguh minta maaf dan semoga bekal ini bisa membuat bapak bahagia...


Salam... Rose***


15:44.p.m


tbc.....