
Dalam perjalan Jimin menuju Sehun, dirinya tak seperti biasanya. Perjalanan itu sungguh singkat, Jimin sudah memarkirkan mobilnya dan memasuki rmah bercat putih itu, ia masuk tanpa mengetuk atauoun salah yang membuat penghuni di dalam itu kaget setengah mati karena tiba-tiba ada seseorang dibelakangnya
" ya tuhan!!!!! Apa kau tak bisa mengetuk dulu baru masuk?!! " kaget Sehun
" bisakah kau memberikanku obat untuk luka gores " tanya Jimin tanpa menghiraukan Sehun
" astaga!!!! Kau kesini sepagi itu hanya untuk menanyakan hal seperti itu padaku??? Kau tinggal membeli plaster luka beres " ujar Sehun
" oh " ujar Jimin lalu pergi begitu saja meninggalkan Sehun
" dia memang sering seperti itu.. Tapi entah kenapa bawaannya emosi terus " dan meminum kopinya yang masih panas itu
" as.. Sialan!!! "
.
.
.
Lalu di dalam mobil, Jimin terus bergumam tentang 'plaster luka', kata itu ia ucapkan berulang-ulang hingga masuk ke dalam minimarketpun. Padahal Rose hanya terluka kecil tapi ia malah membeli sebungkus plaster luka dengan bermonolog " hm... Sepertinya ini pas " ujar Jimun memilih kotak plaster luka dengan gambaran mawar
Ia kembali ke kantor dengan membawa plaster luka itu yang membuat semua staf memandanginya karena aneh, ia tak peduli dengan terus melangkah ia pergi memasuki lift dan menekan tombol untuk pergi keruangannya. Ketika lift itu terbuka ia keluar dan membuka pintu ruangannya sendiri dan malah melihat Fang Leng yang datang dengan sementara hendak memasangkan plaster luka untuk Rose
Flashback on
Fang Leng yang yang baru saja keluar dari ruangan kepala sekolah itu menghembuskan napasnya kasar dan pergi menunggalkan sekolah itu menuju kantor Jimin. Niatnya adalah membahas tentang perdagangan senjata yang mereka lakukan di Rusia. Dia datang dan langsung menuju keruangan Jimin paling atas namun yang ia lihat adalah Rose yang meringis menatap kakinya, Fang Leng juga ikutan menatap kaki Rose dan ternyata ia terluka.
Dengan segera Fang Leng mengeluarkan plaster luka yang selalu ia bawa itu menuju Rose
" eh?? Kakak? Ada apa kesini? " tanya Rose yang tidak menyadari kalau Fang Leng masuk
" aku ada urusan dengan Jimin, kau kenapa busa yerluka seperti ini? " tanya Fang Leng
" itu.. Anu... Aku pakai sepatu high heels yang tinggi banget " ujar Rose dengan memanyunkan mulutnya
Fang Leng tersenyum dan mengacak-acak rambut Rose yang memvuat Rose mengangkat kepapanya menatap Fang Leng yang tersenyum padanya
" eh?? Kakak kenapa berlutut seperti itu?? " tanyaRose yang kaget karena tiba-tiba Fang Leng berlutut dihadapnnya
" tenanglah... Kemarikan kakimu, aku tau itu pasti pedih jadi mau ku obatkan " ujar Fang Leng
Kemudian Rose tanpa ragu memberikan kakinya pada Fang Leng yang hendak ingin memasang plaster luka ke belakang tumit Rose itu, tapi suara pintu yang terbuka membuat Fang Leng maulun Rose mebileh kearah sumber suara yang memperlihatkan kalau ada Jimin yang membawa sesuatu.
Flashback off
Dan terjadilah perang mata dari kedua orang itu, hingga dengan cepat Jimin menendang Fang Leng hingga tersungkur yang membuat Rose yang melihatnya itu bangun dan ingin membantu Fang Leng namun dengan cepat Jimin menahannya yang membuat Rose tak bisa bergerak.
" tak usah kau pedulikan dia " ujar Jimin dingin sambil menatap tajam Fang Leng
Fang Leng yang melihat itu tidak mau kalah, ditatap baliknya Jimin dengan tajam dan dingin, mereka terus bertatapan hingga melupakan Rose
" anu apa kalian tidak usah bertengkar hanya gara2 masalah plester luka? " tanya Rose pada mereka berdua dengan menarik-narik lengan jas milionya Jimin
Jimin dan Fang Leng sama2 menghela napas berat dan tidak saling bertatapan lagi, yang pada akhirnya Rose di obati oleh Jimin sendiri bukan Fang Leng karena tendangan Jimin itu kuat macam besi jadi membuat punggungnya terasanya nyeri, walau tak menampakkannya Jimin tau Fang Leng berusaha sekuat tenaga agar Rose tidak melihatnya.
" huh.. Siapa suruh cari gara2 "
" jadi ada urusan apa kau tiba2 datang seperti ini? " tanya Jimin pada Fang Leng
" ada sedikit masalah yang terkait dengan senjata di Russia " ujar Fang Leng pada Jimin dengan serius
" seperti tidak mau bekerja sama ya " tanya Jimin yang menebak dengan benar
" tepat " balas Fang Leng
" ck, padahal baru minggu lalu mereka baru selesai tapi sekarang memang mau mempermainkan kita rupanya, tunggu dan lihatlah " ujar Jimin dengan datarnya jangan lupa smirknya itu
Kamudian dari itu Rose pamit keluar karena ada urusan katanya yang diizinkan kedua orang yang sedang serius membahas tentang hal yang tidak ia ketahui. Rose keluar dari ruamgan Jimin dan menuju kantin kantor yang ternyata ada beberapa orang juga disana, ia berjalan dan memilih kursi yang berdekatan dengan jendela namun tiba-tiba saja didepannya ada sesosok makhluk halus yang bisa menampakan dirinya...
Tbc