You + Me = Love

You + Me = Love
26.Peka!!



Setelah itu, Zhehan disambut dengan baik oleh para member tentu rudak dengan Jae Nie dan Jjuga Lucas kan


Semenjak itu mereka sudah lumayan dekat, karena disini Zhehan adalah pemimpinnya dan Jae Nie adalah wakilnya


Menurut sahabat-sahabatnya Zhehan akhir-akhir ini sangat aneh, bagaimana tidak anak yang malas dengan urusan bisnis itu malah turun tangan sendiri menangani sasana kecil yang berada di dawrah pelosok itu??


Aneh namun ini nyata, seperti biasanya dia akan pergi pagi-pagi kerumah Jin, karena Jin hobi masak dan makanannya enak-enak..yah Zhehan kesana mau ngapain lagi kalau bukan buat sarapan


Para iblis-iblis tampan ini sedang berkerumung di ruang tamu sembari menunggu Jin memasak sarapan. Mereka selalu kesana setiap senindan selasa karena itu adalah hari yang paling membosankan yaitu hari masuknya ke kantor tapi akhir-akhir ini sangat berbeda karena ada dua orang pria yang lagi senang luar biasa. Siapa lagi kalau bukan Jimin dan Zhehan bahkan Zhehan selalu menari-nari


ketiga sahabatnya itu tau kalau sahabatyang satu ini memang sudah miring tali..mereka tak menyanka kalau kemiringan sahabatnya ini sudah diluar nalar manusia


Dan...


" sarapan sudah siap!!! " teriak Jin sembari membawa senampan sandwich yang masih fress


Lalu mereka makan bersama di meja makan itu, hening selalu kombinasi yang pas kalau lagi makan tapi entah ada angin apa tiba-tiba saja bertanya yang terlontar daei mulit yang terisi penung dengan sandwhich itu membuat ketiga orang ini menampakan reaksi yang berbeda-beda, mulai dari tersedak sandwich karena kaget, ada yang melongo karena terlalu syok dan juga yang melotot namun kembali normal


" kau?? kau uhuk..uhuk kau lagi kemasukan setan apa Fang Leng?!" tanya Zhehan yang memukuli dadanya karena tersedak dan langsung mengambil swgelas air dan meminumnya hingga kandas


sedangkan Jin melongo " eh..kau kau serius bertanya seperti itu? " tanya Jin mrmastikan kalau pendengarnya ini masih berfungsi dengan baik atau sudah harus diperbaiki


" haruskah dia mengucapkan perkataannya dua kali?? " tanya Jimin yang melanjutkan memakan makanannya dan dijawab anggukan kepala dari keduanya


Fang Leng akhirnya mengulang juga pertanyaannya itu dengan helaaan napas yang seperti malas " apa yang disukai wanita " tanyanya datar dan melanjutkan makan sandwhich itu


kemudian tanpa disadari ketiganya mereka saling berpikir dan menjawab pertanyaan Fang Leng dengan jawaban yang berbeda-beda


" ketulusan, aku menyarankan kau harus mrlakukan sesuatu terhadap wanita itu dengan tulus karena perasaan tulusmu itu bisa membuat wanita itu tertarik" Jin


" perhatian, kamu seharusnya selalu memperhatikan apapun yang dibutuhkan oleh gadis otu, karena wanita otu selalu lain dimulut lain dihati " Jimin


" peka, kamu harus peka karena wanita itu bisu walau memiliki mulut mereka itu inginnya selalu dimengerti jadi buat kau yang gak punya perasaan ini lebih baik berbuat secara logika saja kslau kau tak mengerti juga" tambah Zhehan


Dan dibalas anggukan kepala dari Fang Leng


Yang membuat Zhehan naik darah kalau saja tidak ditahan oleh tangan Jimin dan gelengan kepala Jin mungkin saja sekarang mereka berdua sedang main kejar-kejaran



Dia keluar, karena angin diluar cukup kencang rambutnya sedikit berantakan jadi dia merapikan rambutnua kebrlakang dengan menggunakan jari jemarinya yang cantik itu


" wah...hari ini lumayan kencang anginnya untung make hoddie ini "


Dia terus berjalan, niatnya mau ke kafe seberang buat minum coffe, tapi karena hari ini dia jalan kaki jadi harus melewati zebra cross dengan penuh karena hari ini adalah hari senin yang padat bahkan di tempat zbra cross saja sepadat ini, hal ini membuat Fang Leng merasa kesal makanya ia mengambil bluetooth dari saku celananya bersamaan dengan handphone miliknya itu


Dia mendengarkan lagu yang menenangkan hingga dari arah belakang ada yang mengganggunya karena sendari tadi menabrak-nabrakan dirinya pada punggung atletis Fang Leng, tanpa basa basi Fang Leng balik badan dan melihat gadis dengan pakaian sworang guru sedang memberbaiki roknya yang terlalu pendek dengan terus bergumam " harusnya aku tadi todak terlambat bangun dan mengambil rok ini " gumam gadis itu yang didengar Fang Leng


Awalnya Fang Leng bodo amat tapi perkataan Zhehan yang tadi otu tergiang dikepalanya


" peka, kamu harus peka karena wanita itu bisu walau memiliki mulut mereka itu inginnya selalu dimengerti jadi buat kau yang gak punya perasaan ini lebih baik berbuat secara logika saja kslau kau tak mengerti juga" tambah Zhehan


" sial!! kenapa aku malah kasihan au ah bodo amat"


Tapi pada akhirnya Fang Leng menoleh kebelakang lagi dan malah melihat ada bapak-bapak yang mendekatkan dirinya pada gadis itu dan ingin meraba paha gadis itu


Mata Fang Leng melotot melihat pemandangan yang tidak mengenakan yang baru ia lihat ini, kesal rasanya melihat gadis yang berada dibelakangnya ini hanya diam saja


" dasar gadis bodoh!! padahal dirinya sendiri sudah takut tapi tetap tidak mau beeteriak minta tolong "


Lalu detik kemudian Fang Leng menarik gadis itu ketempatnya dan dia ditempat gadis itu, aaa sekarang dia tau kenapa gadis ini tidak berteriak karena pistol yang ditodongkan ini rupanya, Fang Leng tersenyum miring melihat raut wajah dari pak rua yang tidak lunya urat malu itu


Karena sekarang pak tua itu tidak akan macam-macam karena sudah diancam dengan...


" pak tua.jangan ganggu dia.kau senruh dia akan kubuat kau mencium jalan akhirat nanti "


Karena mata Fang Leng masih baik ia melihat gadis didepannya ini berusaha menurunkan rok pendeknya itu, dan malah melepaskan hoddie miliknya dan mengikatkannya dipinggan ramping gadis itu, bisa Fang Leng rasakan kalau gadis ini gugup bercampur taku dan bercampur juga kaget.


" *menggrmaskan "


tbc*.