
Rose tidak bergerak karena... Entah kenapa dirinya ngerasa nyaman ketika kepalanya dielus oleh Jimin, rasanya..... Hangat.. Setelah itu Jimin meninggalkan Rose karena niatnya ingin membelikan Rose beberapa makanan. Rose yang berpikir kalau Jimin tidak akan kembali itu mendadak kesal dan bangun dari tidurnya dengan mengerucutkan mulutnya.
" presedir mau kemana? Mau ninggalin Rose sendirian disini " ujar Rose yang berkata tabpa melihat Jimin
Jimin yang sudah didepan pintu itu menghentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang, dalam hatinya
" syukurlah ... Dirinya tidak apa-apa " tapi yang keluar dari mulutnya yang dingin itu hanyalah " ya " yang membuat author yang nulis ini juga kesel dibuatnya.
" hmph " kesal Rose dengan membuang muka
Jimin melihat itu ingin rasanya dia cubit pipinya namun dirinya harus tetap menjaga image nya, jadi sekuat tenaga dirinya harus menahannya yakni dengan keluar kamar Rose.
Rose yang melihat Jimin keluar tanpa memberi ijin padanya mengoceh didalam
" huh,.. Kenapa aku harus terluka demi dirinya?! Ngapain aku harus mempertaruhkan nyawaku untuk presedir tak punya rasa terima kasih itu?! Lebih baik aku biarkan saja dia mati? Tapi.... presedir juga pasti capek membawaku kesini, akukan berat macam gajah " oceh Rose dengan suara yang keras
Dan karena Jimin masih dibalik pintu kamarnya, membuat Jimin mendengar semuanya dan terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan tingkah polos gadis ini " haha.. Ada-ada saja dirinya " pikirnya terhadap Rose lalu, ia pergi kebawah untuk membelikan sesuatu untuk Rose dengan penuh kebahagiaan, tanpa memikirkan dirinya yang tadi seperti ingin mati.
Karena terlewat senang membuat Jimin tidak menyadari kalau ada sekelompok makhluk yang hampir mati tersedak karena Jimin yang daei tadi senyam-senyum macam orang yang lagi kesurupan.
" uhuk!! uhuk!!... Kalian melihatnya?! Batu itu tersenyum! " teriak Zhehan pada ketiganya dengan sedikit memukul-mukul dadanya
" dia kenapa? " tanya Jin yang malah bingung pada Jimin yang baru keluar
" hem " ujar Fang Leng yang malah mengangkat bahunya pertanda ia juga tidak tahu
Dan dari arah berlawanan dengan arah Jimin, Jimin berpapasan dengan Sehun yang juga baru membelikan sarapan untuk ketiganya, dan sembari menduduki kursi tunggu dirinya mengeluarkan sarapan mereka dan berkata
" sepertinya dia baru saja menjahili Rose " ujar Sehun
" ha?? emang dia akan seperti itu setiap kali selesai mengganggu nona Rose? " tanya Zhehan yang sembari membuka kantong yang dibawa Sehun
" he em... Dia memang seperti itu " jawab Sehun yang diangguki ketiganya
Jimin pergi kebawah membelikan Rose sekantung apel segar, 2 kotak susu stobery, 1 porsi bubur ayam dan 1 porsi nuget ayam, setelah ia rasa cukup dirinya pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya dan keluar dari minimarket menuju rumah sakit milik Sehun. Dirinya menaiki lift dan ketika dirinya sampai hendak ke kamar Rose... dirinya malah harus bertabrakan dengan..... Pelakor eh salah maksudnya
Sandra
" ouh eh.. Eh.. Eh.... Maaf, aku tidak sengaja " ujar Sandra yang sengaja menumpahkan jus di hodie hitam milik Jimin
Jimin tau kalau gadis gila ini memang dengan sengaja menumpahkan jus itu ke hodie hitam miliknya, dirinya hanya bisa memutar bola matanya dan membuang napas kasar karena hari ini adalah hari bahagianya jadi dirinya akan memberikan keringanan pada gadis gila ini.
" hm... " jawab Jimin dengan mau melangkah menjauhi Sandra
Sandra yang sadar kalau Jimin ingin menjauhinya dengan cepat mencari alasan lain " anu... Biarkan aku membersihkan tumpahan Jus itu " ngeles Sandra yang membersihkan noda itu dengan menggunakan tissu
Dan disaat itu secara tidak sengaja Zhehan melihat kejadian itu dan bukannya membantu malah memanggil yang lainnya agar ikut menonton " guys! Look it this " teriak Zhehan pada mereka semua
" apaan sih?!? ganggu orang lagi makan aja " marah Sehun yang baru saja ingin memakan bubur ayam itu
" ada apa? " tanya Jin yang malah kepo dan ikut melihat " hey?! bangun dan liat ni!! So cute " ujar Jin yang membuat kedua orang itu malah ikut kepo
Fang Leng yang tadi memainkan gamenya itu ikut melihat dan menarik Sehun yang berusaha makan buburnya itu.
" hiiih..sampai kapan aku harus seperti ini....huaaaaaa " batin Sehun yang berusaha agar tidak menangis
" jangan pukul seorang wanita! walau itu musuh kita! itu moto kita " ujar keempatnya
Jimin yang mengerti tidak jadi memukul Sandra namun mendorong dia hingga terjatuh mengenai lantai yang mampu membuat suara...brukh, dan mampu membuat keempatnya menganga karena tingkah tidak berperi kemanusiaan Jimin ini
Dan walau sudah sangat jelas Sandra terjatuh, Jimin sama sekali tidak peduli, jangankan tolongin malah di biarin aja si Sandra itu yang membuat Sahabatnya itu melongo karena tak habis pikir
" aku tidak menyakitinya " ujar Jimin yang berhenti di samping pria-pria tampan ini
Dan mereka hanya menggelengkan kepala mereka karena tak habis pikir dengan tingkah laku Jimin yang sangat...sangat.....tidak memiliki perasaan
Dan Jimin malah berjalan dengan santai ke kamar Rose
" aku bawakan makanan.makan " ujar Jimin dengan menyodorkan belanjaan itu ke Rose dan duduk di sofa yang tersedia
Rose melihat isi kantung itu dan langsung mengambil satu buah apel dan hendak memakannya jika saja Jimin tidak melihatnya namun sekarang Jimin malah melihatnya dan melotot dan segera mengambil apel itu dari tangan Rose tanpa memperdulikan kakinya sendiri yang harus mengenai ujung tempat tidur Rose
" Presdir??? apa yang kamu lakukan? aku kan mau makan itu " marah Rose karena apel miliknya yang di ambil paksa oleh Jimin
" cuci " jawab Jimin singkat dengan menahan kakinya yang kesakitan
" makan langsung kan gak papa?? kenapa harus dicuci " tanya Rose
" masih terdapat zat lilin yang menempel pada apel, dan jika tidak langsung mencucinya kamu akan mengalami masalah pencernaan " ceramah Jimin dengan menyalakan air panas
" eh...anu... Presdir Jimin, kamu bisa mencucinya dengan menggunakan air dingin juga gak papa tapi kenapa kamu... menggunakan air panas? " heran Rose
" dasar bodoh!! "
" kamu harus menggunakan air panas jika ingin zat lilinnya menghilang atau kamu tidak pernah mencuci buah sebelum memakannya? " tanya Jimin dengan memotong apel itu
" em...emmm...enggak enggak...aku pasti mencucinya " jawab Rose
" ck, gadis bodoh!! "
" nih " ujar Jimin yang langsung memberikan potongan apel itu untuk Rose
" uwaaaah~~~~ ini sangat manis, makasih presedir " ujar Rose
Yang membuat Jimin malu
" kamu harus beristirahat beberapa hari di rumah sakit " ujar Jimin yang hendak keluar
Sebenarnya Rose ingin menanyakan sesuatu tapi tidak jadi, dan entah kenapa Jimin dah felling dan bilang
" mereka akan datang sebentar lagi " ujar Jimin yang sebelum benar-benar keluar
Rose yang mendengar itu tersenyum senang
.
.
tbc