You + Me = Love

You + Me = Love
6.Musuh baru Rose



" kau harus membuatnya ada disisimu " ujar dokter Jian serius


" baiklah, kemungkinan besok dia akan datang kekantorku " ujar Jimin lalu beranjak pergi meninggalkan ke empat pria tampan yang sedang dilanda kebingungan.


Dan dengan tampang tanpa dosanya itu ia menuruni tangga, kediaman dokter Jian. Dan dengan perlahan melangkahkan kakinya menuju mobil yang ia Naoki tadi, dengan sigap Kris membuka pintu mobil dan menutupnya kembali tanpa lupa masuk kedalam.


Sebelum menyalakan mesin mobil, Kris beberapa kali menengok kearah rumah kediaman dokter Jian seperti menunggu seseorang.


" kenapa masih belum jalan juga?! apa aku memperkerjakan mu hanya untuk melihat-lihat! " ujar Jimin dingin sang dari tadi melihat Kris menengok keluar kaca jendela mobil.


" tapi, mereka belum turun " jawab Kris


" Jalan sekarang! " bentak Jimin keras


" tapi...."


" jika kau masih membantah! akan ku penggal kepalamu dengan tanganku sendiri dan ku jadikan pajangan koleksi ku " ujar Jimin dengan menekan kalimat terakhirnya dan memberikan tatapan iblis untuk Kris.


Melihat itu, dengan menelan air ludahnya dan berusaha tak gemetar Kris mengangguk " ba..bak presedir! " ujarnya dengan diiringi nyalanya mobil, namun dalam hatinya " maafkan aku... bukannya aku tidak ingin menunggu kalian namun nyawaku lebih berharga ".


Dan di tengah perjalanan Jimin mengeluarkan suara " apa jadwalku hari ini " tanya Jimin yang masih fokus dengan notebook yang ia bawa


" hari ini, kau hanya disuruh kencan buta jam 3 sore, oleh nyonya Wu ke kafetarian di sekitar rumah sakit Wu " ujar Kris dengan menatap Jimin melalui spion depan


Jimin mengangguk " ada lagi ? " tanya Jimin yang masih saja terfokus dengan notebook-nya


" tidak ada lagi presedir " jawab Kris


" jam berapa sekarang ? " tanya Jimin


" jam 14 : 52 p.m presedir " jawab Kris


" pergi ke kafe itu sekarang " ujar Jimin melihat Kris dan menutup notebook-nya


dengan melihat spion " apa kau tak apa-apa presedir " tanya Kris dengan panik


seraya menghela napas berat " huh.. mungkin ini adalah yang terakhir kali ibu melakukannya. Bukankah dengan aku datang kali ini akan membuatnya berhenti bertindak seperti ini? " ujar Jimin datar dengan bersedekah dada


" iya kau benar " jawab Kris pasrah dan segera melaju kearah kafe itu pada pukul 15 : 12 p.m


ckiiit


Bunyi suara mobil Jimin memasuki arera parkir itu membuat seluruh pengunjung toko melihat kearahnya, dapat didengar bisikan-bisikan mengenai dirinya. Dengan wajah yang datar dan dingin ia tak memperdulikan bisikan-bisikan yang sudah biasa di gendang telinganya itu, ia masuk dan melangkahkan kakinya menuju meja yang dekat dengan jendela itu.


Tanpa permisi, ia duduk dan langsung melihat handphone nya tanpa memperdulikan seorang wanita cantik yang berada di hadapannya saat ini. Karena terlalu canggung, wanita ini membuka pembicaraan terlebih dahulu dengan gaya menyelipkan anakan rambut dibelakang telinganya dan memutar-mutarkan cangkir didepannya " anu....aku Sandra Lee dari keluarga Lee, aku anak tertua di keluarga Lee, dan seorang ahli gizi yang paling terkenal ( sombong ) dengar-dengar kau adalah pewaris tunggal Wu Company, kalau begitu kita bi- " ucapan Sandra terhenti karena perkataan Jimin


Sambil membolak-balik lembaran halaman menu " dan ternyata nona Sandra tidak bisa berhenti berbicara hingga membuat gendang telingaku ini panas karena mendengar ocehan nona yang tidak berfaedah buatku " ujar Jimin datar dan terus membolak-balik kan jalan menu


karena malu, Sandra segera cepat-cepat mengambil menu yang berada didepannya dan memanggil pelayan " pe..pelayan " panggil Sandra dengan mengangkat sebelah tangannya dan disaat itu juga Jimin pamit untuk ke toilet


tanpa melihat Sandra menunjuk beberapa menu " aku mau ini dan minumannya ini " ujarnya sambil meletakkan menu itu di atas meja.


sambil mencatat " udang goreng satu porsi dan minumannya Jus jeruk " ujarnya lalu melihat kembali pesanan nona tersebut


dengan pelan ia berkata " maaf..maaf sebelumnya nona, kalau udang ditambah minuman yang ber vitamin C itu mungkin akan mengakibatkan kematian " ujar pelayan itu takut-takut


seakan tersadar dengan gagap " ka..kau siapa?! be.. berani-beraninya kau mengajariku, sejak kapan itu bisa sefatal itu " beraknya dengan menghadap pelayan wanita itu


" i..itu benar nona, aku lumayan tahu tentang hal gizi " ujar pelayan itu pelan


" jadi kau sama degan mengatakan kalau aku tidak tahu apa-apa tentang gizi begitu ?!!!! " marah Sandra dengan bangun dari tempat duduknya


ia berteriak " AKU!! SANDRA LEE, PANGGIPKAN MENEJERMU KEMARI SEKARANG!! " marah Sandra dengan bersedekap dada dengan wajah uang penuh emosi.


Dan dari arah belakang seorang pria sekitar berumur 40-an itu datang dengan terburu-buru " i..iya ada apa nona? apakah pelayan kami membuat nona marah? " ujarnya dengan berkeringat dan berusaha tersenyum


" pelayan wanita ini!! berani-beraninya dia membuatku marah!!! yang ku mau dia diusir dari kafe ini " ujar Sandra dengan berteriak yang membuat mata para pelanggan menuju kearahnya


" tapi..tapi...menejer, hanya pekerjaan ini yang bisa aku dapatkan dan aku tidak mau membuat kakakku harus menampungku dengan uangnya, dan menejer tahu sendiri kalau lamaran pekerjaan lain belum memberiku kabar " ujar pelayan itu yang ternyata adalah Rose dan sedang memohon kepada menejernya itu


melihat itu Sandra mempunyai rencana lain untuk mempermalukan Rose " sebenarnya ada cara lain, yaitu kau harus berlutut dan meminta maaf , simpel kan ? " ujarnya tersenyum jahat


" ta..tapi "


" jika kau menolak...maka kau harus di pecat " ujar Sandra yang membuat Rose terdiam dan membuat rose perlahan-lahan merosot dilantai dan berkata " ma..maafkan a...aku no..nona " ujar Rose denganemahan Isak tangis


Dan detik selanjutnya Sandra mengambil segelas air yang berada di mejanya dan menuangkannya di atas kepala Rose dan tanpa rasa bersalah sedikitpun ia berkata " UPS! tanganku tergelincir..maaf ya " dengan tangan yang menutup mulutnya dan kembali duduk seperti semula


hingga " oh, ternyata nona Sandra ini seperti ini rupanya? " ujar Jimin


Yang membuat semua mata pengunjung melihat kearahnya dan ia berjalan mendekat kearah Rose dan melihatnya sekilas lalu melepaskan jas kantornya untuk dipakai oleh Rose dan melihat wajah gadis polos itu dengan tangan yang mengambil sapu tangan dari dalam saku celananya kemudian diberikan kearah Rose yang menangis " pakailah " ujar Jimin datar dan bangun sebelum Rose mengucapkan terima kasih


Ditatapnya Sandra lekat-lekat seakan berkata " kau mau mati rupanya! " yang membuat Sandra gugup setengah mati " se..sejak ka..kapan kau ada di.. disitu? " tanya Sandra


" sejak AKU!! SANDRA LEE, PANGGIPKAN MENEJERMU KEMARI SEKARANG!! " ujar Jimin datar dan memandang Sandra degan tajam


sembari menarik lengan Jimin dan menggoyangkannya dengan manja " Jimin~~ ini hanyalah kesalah pahaman saja~~ aku tak mungkin seperti yang kau lihat " ujarnya manja


dengan menghempaskan tangan Sandra dari lengannya dan menatap Sandra dengan penuh kebencian " sekarang juga kau pergi dari hadapan ku, dan jangan sampai aku melihatmu lagi " ujarnya sinis


" ta..tapi aku " bela Sandra


" atau kepalamu yang jadi koleksiku " ujar Jimin yang membuat Sandra menghentakkan kakinya dan mengambil tasnya lalu beranjak pergi dari sana dengan melihat Rose penuh iri dan juga dengki


Dan setelah Sandra pergi, Jimin pun pergi meninggalkan kafe itu dengan berpesan " jaga gadis ini, jangan sampai kalian memecatnya atau kalian yang jadi korban selanjutnya " ujar Jimin dengan mata yang tajam yang membuat menejer bahkan pelayan sekalipun menganggukkan kepala mereka cepat