You + Me = Love

You + Me = Love
28.Mulai perhatian II



Sandra datang dengan....


Saat itu adalah dimana Jimin membukakan pintu untuk Rose agar duduk didepannya tapi....


" aiya...Jimin-ie sepertinya mobilku rusak bisakah aku numpang didepan " ujarnya pada Jimin dengan menyelipkan anakan rambutnya dibelakang telinganya itu


Bukannya menjawab Jimin malah melihat Rose, merasa dilihat Rose segera bertanya " anu...apa ada yang pak presedir butuhkan? " tanyanya pada Jimin yang melihatnya itu


Sandra mengetahui apa yang Jimin pikirkan yakni.. meminta persetujuan dari Rose. Seberapa hebatnya gadis disampingnya ini hingga membuat seorang Jimin harus meminta ijin padanya, yah begitulah batin Sandra


" aku boleh numpang bersama kalian kan nona Rose " ujar Sandra berbalik kearah Rose dan tersenyum manis


" ah..iya " ujar Rose cepat


Terlihat Jimin menghela napas berat dan membukakan pintu depan untuk Rose namun detik kemudian Sandra menahannya dan berkata


" aku mabuk kalau duduk dibelakang jadi apakah aku boleh duduk diepan " ujarnya tanap rasa malu


Karena kesal dengan sikap Sandra yang membuatnya muak itu, dengan cepat dia menepis tangan Sandra dari tangannya hingga membuat Sandra sedikit terhuyung kebelakang dan dia mulai berbicara


" tak ada tempat untukmu " ujar Jimin yang kemudian langsung menarik Rose agar masuk kedalam mobilnya dan langsung melesat jauh meninggalkan Sadra sendirian yang menggenggam erat tali tas miliknya itu hingga buku jarinya memutih


.


.


.


.


.


Jimin dan Rose melesat ke kantor Jimin dengan waktu sangat singkat karena jarak dari kaffe itu kekantor Jimin tidak lah terlalu jauh. Sesampainya mereka tiba, Jimin langsung memarkirkan mobilnya di parkiran mobil dan membukakan pintu mobil untuk Rose lalu langsung berjalan duluan. Rose mengejarnya karena dia ingin membicarakan masalah tentang Sandra namun Jimin berjalan terlalu cepat hingga ia tak bisa mengejar Jimin dan karena itu, kaki kirinya terkilir dan membuat Rose terjatuh dengan memegangi pergelangan kakinya.


Jimin mendengar kalau Rose terjatuh karena bunyinya sangatlah jelas, jadi ia menghentikan langkahnya dan membuang napas lalu berbalik kebelakang, dirinya sedikit merasa.....yang membuatnya melangkah ke arah Rose yang sedang memengangi pergelangankakunyai tu


Disentuhnya pergelangan kaki Rose terdapat luka disana yang membuat Jimin sekali lagi berpikir


" gadis bodoh!! sudah tau luka pakai sepatu yang tinggi seperti ini "


Rose yang berpikir akan di pecat karena tidak profesional itu seketika bangkit yang membuat Jimin ikutan bangun dari berjongkoknya tadi


" kau sedang apa " tanya Jimin yang heran dengan sikap Rose yabg tiba-tiba seperti tidak terjadi apa-apa


" anu..pak presedir!! aku baik-baik saja jadi anda tidak perlu khawatirkan aku " ujar Rose yang mendadak berbicara formal pada Jimin


" aku tidak pernah mengkhawatirkan bawahanku, tapi karena kau adalah sekertarisku jika kau terluka seperti ini akan membuat nama nama baikku tercoreng. asal kau tau " ujar Jimin dengan ekspresi dinginnya itu


Rose terdiam sesaat karena tidak tau mau menjawab apa, dan tiba-tiba saja ia merasakan ada tangan yang terselipkan di pinggangnya dan lututnya ditatapnya orang yang menggendongnya itu dengan tatapan tak bisa diartikan namun sesat ia tersadar kalau ini adalah presedirinya, apa dia ingin kehilangan pekerjaannya jadi dia berniat turun tapi dihentikan oleh ucapan Jimin


" Jika kau turun sekarang aku akan langsung memcatmu " ujar Jimin mutlak tanpa melihat wajah Rose


" ternyata aku membayar kalian hanya untuk melihat-lihat ternyata " ujar Jimin datar yang membuat semua orang itu kembali bekerja dan berusaha tidak melihat Jimin


Dan Jimin berjalan terlus hingga memasuki ruangannya, didudukannya Rose di sofa yang berada di ruangannya sembari berpesan " jangan berdiri sebelum aku datang " ujar Jimin yang langsung pergi turun kebawah


Didalam lift itu dia terus-terusan terusik dengan kejadian beberapa waktu lalu hingga dirinya sampai di lantai satu ia terus saja kepikiran dan ketika ia hendak keluar dirinya berhenti yang membuat semua staf disana juga harus buru-buru membungkuk kembali hingga Jimin keluar sampai tak terlihat lagi. Itu adalah aturan tak tertulis yang ditetapkan dari dasar hati nurani para staf disana.


Jimin berbalik dan memberitahu pada Kris yang tak sengaja lewat didepannya itu, dia memanggil Kris agar mendekat padanya karena ia membutuhkan sesuatu dan....


Dia sekarang sudah ada di lantai dua sembari membawa mic ditangannya dan....


" BAGI PARA STAF WANITA DI SELURUH BIDANG, TIDAK BOLEH MEMAKAI SEPATU DENGAN HAK YANG KURANG DARI 3 CM DAN LEBIH DARI 5 CM "


Ujar Jimin dengan turun dsri lantai dua yang membuat para staf merasa aneh dengan presedir mereka sendiri


Setibanya dia dibawah, Kris datang dengan mengambil mic itu dari tangan Jimin dan bertanya padanya " ada apa ? " tanya nya karena merasa aneh juga


" tidak "


Itulah jawaban dari mulut dingin itu tanpa menoleh sedikitpun kebelakang yang membuat Kris bermonolog sendiri dengan meramas mic karena kesalnya


" aku sudah mendapatkan jawaban itu setiap hari tapi kenapa tetap saja kesal ya "


Dan Jimin keluar dari kantornya menuju mobilnya yang diparkir itu menuju tempat Sehun, lumayan jauh karena jarak dari tempat Sehun dengan kantor Jimin lumayan jauh. Jimin terus saja mengemudi hingga tiba-tiba ia melihat kalau Zhehan sedang berbelanja di minimarket dekat kantornya dan tanpa pikir panjang dihamlirinya Zhehan yang baru keluar itu dengan menyalakan klakson mobilnya yang membuat Zhehan yang membawa barang belanjaannya itu hamlir saja tumpah karena Jimin


Dan tanpa merasa bersalah, Jimin keluar dari mobilnya sembari bertanya " sedang apa kau? " tanyanya singkat


" hais...manusia satu ini..bisa tidak kau meminta maaf terlebih dahuku padaku huh!!!! kau ini tidak punya perasaan hah!!!!! " marah Zhehan


" ya memang aku tak punya tuh " jawab Jimin santai yang membuat Zhehan tambah kesal


" ya!!!! apa maumu?? " ujar Zhehan pada Jimin karena tidak seperti biasanya ia akan datang padanya seperti ini tanpa meminta sesuatu


" oh astaga!!! mengapa aku terus berharap kalau kau itu datang padaku hanya untuk melihatku tanap meminta apapun!! cih! tapi itu tidak mungkin..hahahahahahahaa " ujar Zhehan yang malah gaje sendiri


" iya.aku hanya mau melihatmu" ujar Jimin dengan tersenyum


" glek...sudah bagus ia tersenyum dan bersikap ramah seperti ini tapi mengapa aku malah makin merinding ya " batinZhehan


" kau..kau hari ini aneh???? ada apa?? " tanya Zhehan


" tidak ada..oh ya! aku harus segera pergi..dah kak " ujar Jimin dengan berlari kecil memasuki mobilnya yang meninggalkan Zhehan yang merindu ketakutan karena senyum yang baru saja Jimin keluarkan


" entah mengapa aku bersyukur kalau ia berlaku tidak sopan dan dingin dari pada tersenyum seperti itu bisa membuat orang mati karena ketakutan saja " ujar Zhehan yang tak habis pikir


Dan ketika ia mulai melangkah kakinya mendadak lemas


" ini cuman efek kedinginan kan bukan karena senyum Jimin "


tbc..