
Kemudian berakhir dengan Fang Leng yang mengantarkan gadis itu ke sebuah sekolah menengah atas yang membuat gadis itu diperhatikan para siswanya, gadis ini tau kalau dia sedikit centil tapi kalau dilihat sepeeti ini membuatnya merasa risih jadi dia ...
" anu...permisi, terima kasih sudah menyelamatkan ku dan mengantarkan ku kesini tali..bisakah anda pergi soalnya tidak enak kalau dilihat para murid saya jadi saya mohon pengertiannya " ujar Alice
" hm..nona apa kita pernah bertemu " tanya Fang Leng memastikan kalau gadis didepannya ini adalah gadis yang menarik malam itu
" cih...gombalannya sudah basi "
" maaf tuan sepertinya anda salah mengira orang " ujar Alice
" oh..kau gadis yang memberikanku dua lembar uang itu kan..heh, ternyata kita dipertemukan disini rupanya " ujar Fang Leng dengan melipat kedua tangannya didepan dadanya
Alice yang mendengar itu kemudian mengingat-ngingat kembali dan yangh dia ingat itu membuatnya malu sendiri
" anu...tapi itu...itu " ujar Alice yang terbata bata karena takut dengan memainkan ujung jarinya
Fang Leng yang menyadari hal itu hanya membuang napasnya dan menatap gadis yang berada didepannya ini, benar benar menggemaskan hingga tak bisa mebuat Fang Leng yang galak ini marah padanya malah sebaliknya dirinya malah mengusap-usap pucuk rambut Alice yang mengundang sorakan dari para siswa siswi yang melihatnya
" jaga dirimu baik baik "
itulah ucapan yang terlontar dari mulut kaku Fang Leng yang mampu membuat pipi Alice memerah dan juga memanas
malunya~~~
Setelah itu, Fang Leng pergi ke sasana Zhehan dengam perasaan bahagia, belum pernah ia sesenang ini
Langkah kaki itu terus bergerak hingga didepan pintu sebuah sasana, dirinya mendorong pintu kaca itu dan langsung disambut oleh Jae Nie
" selamat pagi tuan..ada yang bisa saya bantu? " tanya Jae Nie dengan ramahnya
" mau jadi newmem disini " ujar Fang Leng denga melihat-lihat sasana milik Zhehan itu
" kalau seperti itu, tuan bisa ikut dengan ku, kalau begitu mari " ujarnya dengan mempersilakan Fang Leng jalan lebih dulu
Setelah itu transaksi itu berjalan dengan mulus dan Fang Leng langsung masuk kedalamnya
Balik ke Alice
Alice memasuki ruang guru dengan perasaan yang campur aduk, barusan ia duduk di kursinya dengan dengan menaeuh tasnya diatas mejanya, tiba-tiba dirinya mendengar para guru perempuan sedang membahas sesuatu yang terlihat seperti sedikit seram
Jadi dia berniat ke kerumunan guru yang lagi membahas itu
" em...ada apa? sepertinya seru sekali " tanya Alice dengan memajukan badanya karena penasaran
" ini...di kompleks sebelah katanya ada gadis berumur 20an, di culik lalu di perkosa sebanyak 3x lalu dibunuh dengan sadis menggunakan pisau lupat..huh merinding aku, kemudian mayatnya gadis otu dibungkus dengan kantong sampah yang besar dan di tempatkan di depan rumah gadis itu ...." ujar salah satu dari guru peremluan itu menjelaskan
" hi...seramnya " ujar Alice dan guru guru peremluan yang lainnya
kemudian bel masuk berdentang yang membuat kerumuran itu bubar dan memasuki kelas pertama mereka masing-masing
Alice yang sedang berjalan didekat koridor itu kemudian terngiang-ngiang perkataan yang baeusan ia dengar namun dengan cepat ditrpisnya perasaan buruk itu dengan cepet lalu masuk ke kelasnya
Sedangkan...
" presedir...sebentar siang anda harus bertemu dengan klien untuk membahas tentang proyek pembangunan eumah sakit di pusat kota di Shoul itu " ujar Kris yang membuka tabloit nya
" hn.." jawab Jimin
Tak berasa sudah siang, Jimin melihat jam tangannya sekilas lalu melihat ke ruangan Rose yang tepat berada di samping ruangannya, entah apa yang ia pikirkan tapi Jimin bangkit dengan mengambil jasnya dan berjalan menuju ruangan Rose
Karena Jimin yang tiba-tiba datang membuatRose kaget hingga hampir terjatuh dari kursinya sendiri kalau saja Jimin tidak menahannya
" eoh...maafkan aku pak " ujar Rose yang langsung memperbaiki sikapnya dan menunduk meminta maaf
" iku aku " ujar Jimin dengan menarik tangan Rose
" eeeh ??!!" kaget Rose yang ditarik tiba-tiba seperti ini
Dan ternyata Jimin membawa Rose ke sebuah kafe sederhana yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor miliknya itu, mereka berdua masuk dan duduk di salah satu meja yang berisikan 4 kursi itu
" kau mau pesan apa " tanya Jimin sembari membuka buku menu
" satu porsi pasta dengan isian daging domba dengan keju mozarella yang banyak dan ice lychee tea satu... " ujar Rose yang bermonolog
" ha...tapi itu terlalu mahal aku saja belum menenrima gaji pertamaku " ujar Rose dengan nada lesu
Jimin memanggil pelayan dan menyiapkan apa yang Rose bilang tadi, karena Rose tidak fokus jadi dia tidak tau kalau Jimin memsankan untuknya, jadi pada saat ia hanya mampu membayangkan lambaian tangan dari pelayan yang tepat di depan wajahnya itu membuatnya tersadar dan langsung otomatis melihat apa yang dibawa oleh pelayan itu
" anu...permisi sepertinya kau salah kaaih meja soalnya aku tidak memesan ini " bisik Rose pada pelayan itu
" aku yang memsannya untuk mu " jawab Jimin yang senantiasa meminum secangkir americano latte
dengan wajah yang bersemangat itu Rose berterima kasih kepada Jimin atas makananya
Tanpa ditanya lagi Rose sudah menyantap makanannya itu dengan sangat lahap, pemandangan hangat ini hancur ketika seseorang yang lain datang dan langsung duduk di depan mereka
" aigo~~~ sepertinya kita ditakdirkan ..Jimin?? oh astaga?? nona Rose? aku tidak melihatmu bersama Jimin-ie " ujar....
" bukan takdir tapi bencana " ujar Jimin yang membuat Rose tersedak karena kaget..bagaimana bisa Jimin mengeluarkan kata-kata yang pedis seperti itu di depan seorang wanita
Karena tersedak buru-buru Rose meminun minumannya dan tersenyum lega,
" ck...aigo sepertinya aku haus, " ujar Sandra yang lalu mengambil americano latte milik Jimin dan langsung meminumnya,
" oh astaga?? aku tidak tahu ini kamu punya Jimin... ini aku ka— " Sandra menghentikan ucapannya sendiri ketika meluhat Jimin merebut minuman dari mulut Rose dan meminumnya
Seketika itu juga Sandra melotot karena marah, tapi ia harus sabar
" aiya..
nona Rose, sepertinya kau ini sering berdandan bukan seperti aku yang tidak bisa dandan " ujar Sandra
" anu..anu aku tidak per— " ucapan Rose dipotong Jimin
" hn.dia harus berdandan karena dia adalah sekertarisku dan kau? bercerminlah kau tidak berdandan?? sepertinya min yang ada dimatamu itu bertambah bukannya berkurang "
" cewek sialan awas saja kau@!!!!" batin Sandra
" huh..baiklah ini adalah dokumennya " ujar Sandra dengan menyodorkan sebuahmap panjang berwarna biru
" hn..sepakat " ujar Jimun Singkat
Kemudian dia berdiri dengan menarik Rose ikutan berdiri dengannya untuk berjalan keluar dari kafe menuju lantai bawah tempat parkir mobil. Mereka baru saja tiba di lantai satu dan ingin memasuki mobil tapi tiba-tiba saja....
tbc