You + Me = Love

You + Me = Love
12.Memalukan!!!



ROSE!!!


Teriakan yang menggelegar itu mampu membuat semua orang yang menghadiri acara iru bungkam tanpa mampu mengrluarkan satu kata pun.


" bunda.... " ucap Rose yang tersengar lirih dengan mata yang sayu melihat kearah Ni Xia yang sudah berada dibelakangnya dengan berswdekap dada dan wajah yang menunjukan ekspresi yang tidak pernah ia tunjukan sebelumnya.


Kemudian dengan berjalan kedepan dan melihat kefua gadis ini.


Melihat kesempatan yabg sangat bagus ini membuat otak ular Sandra bekerja dengan sangat cepat, seketika itu juga ia terjstuh fan menangis sejadi-jadinya.


Dengan bahu yang bergetar dan wajah iblis yang memakai topeng malaikan itu ia tunjukan dengan di padu padankan dengan mata yang sayu dan memegang pipi putihnya itu swraya berkata " a..aku... Sa... Salah a.. Apa pa.. Padamu no.. Nona Ro.. Rose... Hingga ka.. Kamu be.. Begitu tega terhadapku, kenapa.. Kau.. Me.. Menampar dan mendorongku " ujar Sandra menampilkan bakat yang sudah ia kuasai dari dulu dengan sedikit bumbu racunnya


" hahahaahhaa..... Melihat situasi ini kau pasti akan dibenci oleh ibu Jimin dan ia kemudian tidak akan merestui kau.... Hahahahaahha dasar ****** brengsek!! Beraninya kau mau merebut Kak Jimin dariku!!! Akan ku buat kau mengenang hari ini "...


" tapi... " perkataan Rose dipotong oleh ocehan Dandra yang terus menerus mencari perhatian dari nyonya Wu


" bibi~tamparan yang diberikan Nona Rose terhadapku begitu kuat kalau kamu tidak percaya tanya saja orang-orang yang berada disini.. Mereka saksinya kok " ujar Sandra yang berusaha menyudutkan Rose


" Tapi walaupun kakiku sedikit terkilir ..... Bibi jangan memarahi nona Rose ya.... Mungkin aku yang salah " lanjut Sandra yang tanpa tahu malu itu menarik-narik selendang bulu milik nyonya Wu dengan bergaya ia sedang terkilir


" tak menyangka seorang gadis polos sepertimu berani menampar wajah keluarga Lee? Apa kau tidak tau kosekuensinya nona Rose? " tanya Ni Cia yang amat teramat dingin dengan mata elang itu menatap tajam kearah seserang


" aku... Aku tidak bermaksud menampar Nona Sandra.... Namun hanya saja tadi dia... " lagi-lagi icapan Rose terpotong oleh lidah tak bertulang yang dimiliki oleh seekor ****** merah


" aiyoooo~ bibi kamu harus berperilaku adil " ujarnya yang masih ingin Rose terjatuh dibaeah dasar


" oh? Jadi ingin keadilan seperti apa,? " tanya nyonya Wu dengan tatapan es miliknya


" DIA! " sembari menunjuk kearah Rose " HARUS BERLUTUT DIHADAPANKU DAN MEMINTA MAAF!! " teriak Sandra yang tidak tau dengan caranya seperti ini sudah membuat kedoknya terbongkar sendari awal karena kakinya mendadak pulih


Melihat kecerobohan itu membuat nyonya Wu tersenyum penuh arti yang tidak bisa digambarkan apa arti dari senyuman memakan korban itu.


" baiklah... BERLUTUT " ucap nyonya Wu dengan nada terdinginnya


Mendengar perkataan nyonya Wu membuat hati dan otak Rose terhantam batu yang amat besar, " haha.. Bodohnya kau Rose.. Kau hanya orang asing "


Dan perlahan-lahan Rose hendak berlutut namun nyonya Wu menghentikan aksinya dan berkata " bunda tidak menyuruhmu Rosie~~ " ucapnya dengan penuh kelembutan hingga kita tidak tau yang berkata dingin tadi itu nyonya Wu atau orang lain


" tapi bukannya budan menyuruhku? " tanya Rose yang bingung dan segera mungkin ia berdiri dibantu oleh nyonya Wu sendiri


" aiyo.. Anak yang polos.. Bunda tidak menyuruhmu yang bunda suruh itu... " dia sengaja menggantungkan kalimatnya dan berbalik badan dan berdiri dihadapan Sandra dan mulai bicara " dia " ujarnya yang begitu... Begitu.... Begitu amat tak punya perasaan yang membuat Sandra sendiri merasa ingin mati saja kalau ditatap dan diajak bicara dengan nada yang sangat tak bersahabat itu.


Sandra yang yadinya bahagia berubah menjadi sangat ketakutan " ny..... Nyonya.... " terdengar suara serak yang ingin menangis yang keluar dari Sandra


" kamu tidak mendengarku No. Na San. dra " ujar Nyonya Wu dengan tatapan dinginnya itu


Sandra tidak lagi membantah dengan perlahan ia merosotkan tubuhnya berlutut menghadap kearah Rose yang masih bingung dengan situasi saat ini.


" a.. Aku minta maaf... No. Na Ro. Se " ujar yang dengan menundukkan kepalanya


Melihat Sandra yang tiba-tiba berlutut dan meminta maaf membuatnya merasa kasian, jadi ditariknya Sandra dsri lantai yang dingin itu secara perlahan dengan berkata " nona Sandra jangan berlutut dilantai.. Lantai ini dingin " ujar Rose yang polos itu malah membuat Sandra makin jengkel padanya


" dasar ****** sialan!!! Berani-beraninya kau mencsri perhatian nyonya Wu!!! Dan masih berpura-pura baik padaku!! Tunggu saja pembalasanku padamu!! "


Ketika ia bangun ia malah mendengar bisikan para penonton yang menyebutkan kalau Rose itu sangatlah bsik hati, yang membuat kemarahan Sandra bertambah.


" *hey, ternyata nona Rose sangatlah baik hati "


" dia masih perhatian kepada nona Sandra yang jelas-jelas ingin memepermalukannya didepan semua orang "


Hahahaja! Lihat itu memang balasan yang tepat "


" malang sekali nasib nona Sandra"


" kasian sekali nona Sandra, senjata makan tuan"


" perlakuan yang memalukan!!! "


" nona Sandra membuat malu nama keluarga Lee"


" hey! Itu balasan yang setimpal! Dia terkenal sangat sombong dan juga angkuh! "


" hahahaa"


" shuut! Jangan tertawa terlalu kencang, dia pasti akan menghajarmu* "


Mendengar itu membuat Sandra mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih.


Dan ketika ia bangkit dengan sengajanya ia mendorong Rose dan bersandiwara layaknya kakinya yang tersandung.


" aiyoo.... Maafkan ak " ucapan Sandra terhenti ketika melihat kedepan bukannya Rose terjatuh malah berpelukan mesra dengan orsng yang ia cintai


" aaarkh " teriakan pelan Rose dengan menutup matanya bersiap merasakan sakit yang sama seperti dulu


Namun tangan besar itu melingkar tepat dipinggang rampingnya, perlahan namun pasti ia membuka matanya dan melihat jarak yang begitu dekat dan membuatnya sekitika itu juga memerah.


Dengan sedikit menyeringai " kau ingin terus speerti ini " bisiknya ditelinga Rose yang memerah dengan jahilnya ia menggigit daun telinga Rose yang membuat mata Rose membelalak kaget dan segera melepaskan diri dari pelukan Jimin


Jimin yang menjadi pelaku melihat Rose yang seperti ini membuat hatinya bergetar.


" apa ini... Kenapa hatiku bisa berdebar? Akrh sial! Maksudku jantungku! Mana ada hati bisa berdebar "


Yah.. Begitulah yang dipikirkan tuan muda Jimin ini.


Ni Cia yang melihat Rose memerah malah tersenyum malu, " aiyo.... Ternyata Jimin bisa sangat agresif khekhe~~"


Dan melupakan Sandra yang panas melihat adegan mesra tadi, dengan capet ia meninggalkan ruangan dengan kaki yang sengaja dihentak-hentakan kelantai berniat menarik perhatian Ni Xia namun hanya dibalas dengan " sudah mau pergi nona Sandra? Kalau begitu hati-hati ya~ maaf aku tidak bisa mengantarmu " balas Ni Xia dan segera berbalik melihat pasangan yang sangat cocok tadi.


Mendengar itu membuat kebencian Sandra pada Rose bertambah besar " akan kubuat kau menderita Rose! "


Dan meninggalkan ruangan dengan perasaan emosi


****Tbc...


Hahahaha.....


Jengkel juga aku sama si Sandra


Rasain lo ****** merah


Hahahahahaaa...


Bagus gak**?