
Keesokan paginya, Rose terbangun dengan memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing, kemudian ia melihat sekeliling bukan seperti kamarnya hingga ia melihat seseorang yang tak asing baginya.
" presedir Jimin? kenapa kamu ada disini " tanya Rose dengan masih memegang kepalanya
" dan..." ucapannya sengaja ia hentikan ketika ia melihat Jimin hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya dan rambut yang basah melihat kearahnya
" kenapa? " tanya Jimin dengan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk
wajah Rose mendadak memerah dan membalikkan wajahnya " An..anu i.. itu " ujarnya yang menunjuk-nunjuk kearah Jimin
" hn? " bingung Jimin dengan tingkah Rose
" pa..pakai ba..baju du.. dulu apa ka..kamu ti.. tidak ma..malu " ujar Rose yang dengan menahan agar ia tidak gugup
mendengar dari cara bicara Rose membuat Jimin sama sekali tidak mengerti, dan malah melangkah maju dengan bertelanjang dada mendekati Rose yang dengan wajah yang memerah.
Jimin yang melihat wajah Rose merah berpikir kalau Rose terkena demam jadi ia menarik wajah Rose agar melihat wajah tampannya ini menggunakan kedua tangannya " kau panas? " tanya Jimin dengan menempelkan tangannya di dahi Rose yang membuat Rose semakin memerah
Karena malu, Rose mendorong Jimin namun tangan mungil itu tidak lebih kuat dari tangan kekar milik seorang Jimin.
" jangan melawan " ujar Jimin dingin dengan memperat tangan kekarnya dipunggung ramping Rose
" anu..pre.. presedir ta..
tangan mu bi..bisa di..dilepas? " mohon Rose yang merasa tidak nyaman karena malu bagaimana tidak jarak yang tersisa diantara mereka hanyalah sebatas 5 cm dan itu membuat Rose bisa merasakan wangi tubuh Jimin.
" tidak " jawab Jimin singkat dan masih memeriksa apakah Row ini demam
" tapi ke..kenapa? " tanya Rose
" nanti kau kabur " ujar Jimin singkat yang memuat Rose merasa tersinggung
" aku bukan anak kecil! " marah Rose yang membuat Jimin beralih melihatnya uang begitu menggemaskan
" tapi bagiku, kau hanyalah anak kecil " ujar Jimin yang mengacak surai hitam milik Rose dan beranjak pergi dari sana
namun tangannya ditarik oleh Rose dan karena ia tidak seimbang maka Jimin menindih tubuh mungil Rose namun berhasil ia tahan menggunakan tangannya dan disaat itu ada seseorang yang datang menerobos pintu kamar itu.
" huh..huh...huh (ngos-ngosan) Jimin ini baju yang kaaaaaaaaaa- u " ujar Kris yang kaget melihat pemandangan yang ada didepannya
dan dengan sigap langsung ia berpura-pura tidak melihat " ay...mana ya presedir Jimin? ah aku taroh sini saja...aku tak melihat " ujar Kris uang dengan cepat pergi dengan membanting pintu
Dan diluar pintu Kris terlihat bahagia
" ku kira dia gay ternyata masih menyukai lubang...hahaaha"
Sedangkan didalam Jimin dan Rose melihat pintu yang di tutup Kris dan melihat kearah masing-masing dan dalam beberapa saat kemudian mereka kaget dan langsung menjauhkan diri masing-masing dan terjadi keheningan.
Hingga tiba-tiba saja Rose mengingat kalau ia minum semalam jadi dengan takut-takut ia memberanikan diri untuk menanyakan kepada Jimin apa sajakah yang ia lakukan ketika ia mabuk.
" anu...presedir Jimin a..apakah aku melakukan hal-hal aneh se... semalam? " tanyanya yang memainkan ujung jarinya dan dengan kepala yang menunduk
Flashback on.
**ketika Jimin mencium bibir Rose dan hendak membuka baju Rose itu semua hanyalah pikiran sang penulis... Jimin terhenti dan berpikir " dia gadis polos Jimin, jangan melakukan hal yang tidak masuk akal " dan tiba-tiba saja Rose mendadak muntah yang membuat baju Jimin dan baju Rose kotor karena terkena muntahan.
Jimin langsung bangkit dan langsung melepaskan jasnya uanig terkena noda. muntahan Rose
" syukur, dalamnya gak kena "
Dan ketika ia melihat Rose, bajunya terkena muntahan nya sendiri, Jimin ingin membuka baju Rose yang terkena muntahan namun ia terhenti " ia gadis polos " dan sembari menggelengkan kepalanya ia menekan tombol untuk memanggil pelayan
Dan kemudian datanglah pelayan " permisi bos ada yang bisa saya bantu? " ujar pelayan wanita itu
" ambilkan pakaian ganti dan gantikan untuknya " ujar Jimin dengan menunjuk kearah Rose dan berlalu pergi
lumayan lama Jimin menunggu diluar hingga pelayan wanita itu keluar dan memberi tahu kalau ia sudah selesai, dan tanpa memperdulikan pelayan itu selesai bicara ia sudah masuk dan menutup pintu yang membuat pelayan tak bersalah itu harus terkena imbasnya juga.
Jimin melihat sekilas Rose dan terpaku kepada bibir peach milik Rose dan menyentuh bibirnya sendiri dan dan tersenyum menyeringai tak tahu apa yang ia pikirkan tentang Rose saat itu hingga kantuk yang didera akibat alkohol membuatnya merasakan kantuk yang teramat dan ia berjalan dan tidur di samping Rose.
Flashback off
Jimin menceritakan semuanya namun tidak menceritakan tentang ciuman terhadap Rose, Rose terlihat kaget namun mengusap dadanya dan menghela napas
" kenapa? " tanya Jimin karena melihat tingkah laku Rose
" ti..tidak, so.. soalnya aku pu..punya kebiasaan buruk ketika minum alkohol " ujar Rose dengan tangan yang di lambai-lambaikan dan tak ada respon lain dari Jimin
" tuhaaaan..
Setelah itu mereka sudah berada di dalam mobil untuk mengantar Rose pulang.
" anu.. presedir Jimin, kenapa kamu begitu baik padaku bukankah aku bisa pulang sendiri?" tanya Rose uang melihat Jimin
tanpa melihat Rose " aku tidak peduli.Ini hanyalah fasilitas pekerjaan jadi jangan berpikir yang aneh-aneh" ujar Jimin dengan nada dinginnya yang ditanggapi dengan bibir manyun Rose.
" aku hanya tak suka kalau kau harus berdekatan dengan Fang Leng jelek itu,. bisa-bisanya kau memanggil Fang Leng dengan sebutan kakak dan aku?!? Presdir Jimin.. presedir Jimin. " batin seseorang yang lagi jeleaos
Oh iya?! ngomong-ngomong tentang Fang Leng dimana sekarang dia?
Kemarin malam itu ketika Jimin dan Rose beranjak pergi dari sana Fang Leng terduduk dengan kepala yang berat?? why?! because, dia tak ahli dengan namanya minum?! jangankan vodca! bir yang segelas kecil saja ia sudah tepar dan entah kenapa pada malam itu ia berani sekali minum padahal ia tau nanti akan fatal.
Dan bertepatan dengan itu, Lalisa datang dengan tergesa-gesa turun dari mobil dan hampir lupa membayar. Ia buru-buru masuk dan mencari seseorang, ia melihat Rose yang dibawa oleh seseorang yang tak ia kenal, dengan langkah cepat dan sedikit bermonolog.
" sudah kubilang jangan minum! tapi anak itu masih saja minum! sudah tau tidak kuat! dan mabuk hingga mampir ke bar seperti ini "
" harus ku tarik dia supaya tidak buat ulah!! ayolah Rose!! kau selalu menyusahkan sahabatmu ini! ," geram Lalisa ia berjalan melewati Fang Leng
Dan entah karena mabuk atau apa Fang Leng yang biasanya sama seperti Jimin yang tidak tertarik atau yah begitulah sama gadis...malah menarik tangan mungil Lalisa dan menjatuhkannya kedalam pelukan kekar milik nya.
Lalisa sempat tertegun sejenak karena ketampanan yang dimiliki Fang Leng namun dengan capat ia mendorong tubuh Fang Leng dan keluar dari pelukan maut itu.
" apa-apaan pria itu! main peluk-peluk aja! huh! unrung tampan " marah Lalisa
" jangan....jangan tinggalkan aku " efek mabuk Fang Leng yang menarik tangan Lisa dan langsung menciumnya, Lisa membulatkan matanya " *******!!! ciuman pertama aku! huaaaaa! "
" kau salah orang tuan " jawab Lisa
" jangan tinggalkan aku! apa lebihnya dia!? "
Pertanyaan Fang Leng membuat seluruh pengunjung menatap kearah mereka dan dibalas dengan tawaran kaku milik Lisa.
" eh...eheehehe...ini hanyalah salah paham " ujar Lisa yang langsung membopong Fang Leng kekamar atas karena ia tak memiliki kesempatan lain.
Dan sesampainya di atas, dibantingnya Fang Leng ke atas kasur dan ngos-ngosan ," dasar cowok pembawa sial! Aaargh!! " teriak Lisa sembari menggaruk kepalanya asal
Dan ketika ia hendak mengambil handphone dari jas milik Fang Leng, Fang Leng terbagun dan langsung mengambil tangannya dan manariknya kebawah kungkungannya, dengan wajah yang memerah karena alkohol dan mata yang sayu ia bertanya dengan nada berat " siapa kau? "
" aku Lisa, Lalisa Choi " ujar Lisa
Dan Fang Leng perlahan mendekat dan......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
**Fang Leng tertidur...
eaaaa...
yang ngarep Fang Leng ciuman
hahaahajajaj**