You + Me = Love

You + Me = Love
16. Why so serios? this just joke!



Dan dalam perjalanan menuju Wu Crop, Jimin hanya bisa menahan senyumnya yang membuatnya tak habis pikir kenapa ia bisa seperti orang yang tak waras seperti ini jadi ia kembali kedalam mode datarnya yang ia tunjukan.


" kau sudah selesai senyumnya Jim? " pertanyaan Kris yang membuat Jimin menoleh ke arahnya


" oh ya? " balas Jimin yang tanpa ada emosi disana yang membuat Kris ingin menjitaknya


Mereka tiba dan Jimin langsung disambut dengan berita tentang mafia yang berada di daerah selatan kota ini yang tiba-tiba saja mengusik orangnya.


" lantai 4 " ucap Jimin yang langsung memasuki lift diikuti Kris yang menelpon yang lainnya


Mereka tiba disana dengan langkah yang cukup tergesa-gesa, Jimin berjalan dengan melepaskan jas kantornya dan mengambil jaket kesayangannya



kau ingin membunuh? " tanya Jin yang melihat Jimin memakai jaketnya itu


" hn " jawab Jimin yang langsung memeriksa desert angel miliknya dan tanpa melihat ataupun menoleh kearah Jin


".... " dan yang lainnya hanya bisa terdiam yang mereka pikirkan sama yakni


" alexithimia sama dengan psikopat? "


Jimin melihat mereka semua satu persatu dengan tatapan tanpa emosinya, ia berkata " tenanglah " ujarnya yang sembari berbalik dan berjalan kearah pintu keluar


Mereka semua kaget karena Jimin keluar dengan membawa pistol, karena mereka yakin akan ada yang mati hari ini jadi secara bersamaan mereka bertanya dengan setengah teriak katena Jimin sudah berada didepan pintu lift


" Kau mau membunuh mereka? " ujar ketiganya secara bersamaan


Jimin menghentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang dan berkata " tidak " ujarnya lalu pergi memasuki lift yang sudah terbuka menuju lantai bawah


Dan kemudian Zhehan pun ikut turun dengan gayanya yang menggaruk kepalanya padahal tidak gatal " aku turun " teriaknya yang berlari ke arah lift karena ia baru saja berteriak tepat digendang telinga Fang Leng


" ZHEEEEEEHAAAAAAN " geram Fang Leng yang juga ikut turun


Kris dan Jin yang melihat kejadian itu menjadi bingung dan saling menoleh serta saling bertatapan dan saling mengangkat bahu mereka dan mulai berjalan dengan santainya menuju lift untuk pergi ke lantai bawah.


Dibawah terdapat Zhehan yang menghela napasnya lega karena ia tak melihat Fang Leng mengikutinya lagi, sembari tersenyum bahagia ia berjalan untuk menyebrangi jalan dan dari arah kejauhan Fang Leng terlihat berlari kearahnya, ia tak menyadarinya dan ketika ia tak sengaja melihat Fang Leng dari kaca spion motor ya g terparkir didepan minimarket itu.


Betapa terkejutnya Zhehan melihat keberadaan Fang Leng yang kian mendekat, ia kebingungan hingga ia melihat seorang gadis manis yang keluar dari minimarket itu membeli beberapa bahan makanan.



Ditariknya pinggang ramping gadis itu hingga punggung gadis itu tertabrak dinding mini market dan jarak diantara mereka berdua adalah beberapa centi saja yang membuat Jae Nie harus membelalakkan matanya karena kaget tiba-tiba dibekap oleh orang yang ia tak kenal.


Fang Leng sudah pergi jauh yang membuat Zhehan tersenyum semerbak yang dibalas dengan hantaman dari tas yang berisikan bahan belanjaannya itu, Zhehan yang merintih kesakitan tak ia gubris dan langsung berbalik badan dan berjalan seperti tidak ada apa-apa .


Zhehan bangkit dengan memegangi pipinya yang habis ditabok oleh tas kecil itu, " astaga!!!! cantik kok gitu! gak ada sisi kewanitaan nya sama sekali. hiiiiii bikin merinding aja " ujarnya yang lalu pergi juga dari tempat itu.


Dan sementara itu, Jae Nie yang terlihat memegangi perutnya, " aish !!! sial. " ujarnya yang sedikit berlari karena luka tusukan yang ia dapat karena melindungi ibu hamil yang sedang diserang oleh beberapa pria hidung belang dihalte bis sekitar jam 02.00 a.m dini hari, yah ini bukan pertama kalinya Jae Nie bangun sepagi itu untuk lari pagi, ia biasanya membuka sasananya sepagi itu dan menyuruh sahabat baiknya yakni Lucas untuk menjaganya padahal Lucas paling anti yang namanya bangun pagi.


Ia berniat melewati jalan pintas yang dekat dengan sasana miliknya, awalnya ia berpikir ini akan sampai ketika ia melewati jalan ini tanpa hambatan, namun para preman yang ia hajar jam dua dini hari itu menunjukan batang hidungnya, ia tampak membuang napas kasar dan berkata " minggir, gue mw lewat " ujarnya dengan intruksi tangan yang menyuruh para preman itu pergi sambil menahan keringat yang bercucuran diplipisnya.


Namun preman itu tidak menggubris dan langsung membawa 12 orang anak buahnya buat menghabisi Jae Nie, sedangkan Jae Nie yang melihat itu hanya membuang muka sembari memaki-maki para preman itu, jadi mau tidak mau ia harus melawan anak buah preman ini, Jae Nie sudah bersiap dengan kuda-kuda miliknya dan pada saat para preman itu maju untuk menyerang Jae Nie, Zhehan datang dengan melemparkan sebuah batu kecil kekepala pemimpin mereka.


Sembari memegangi kepalanya " SIAPA YANG MELEMPAR !!! " teriak bos mereka dengan melihat sekeliling


" hah....gue! " jawab Zhehan yang melompat dari atap menuju kebawah dan mengangkat tangannya keatas dan sembari tersenyum " ada masalah? " ujarnya dengan tampang tidak berdosanya melihat kepala bos preman itu " lo kenapa? " tanya Zhehan yang melihat kearah bos mereka " ahahahahahhah....gak salah lagi!! itu pasti lemparan batu gue!!!! yey! ternyata tepat sasaran " ujarnya tersenyum bahagia yang membuat para preman ini tidak bisa lagi bertahan, mereka langsung menyerang Zhehan secara bersamaan namun serang mereka dihindari oleh Zhehan sangat mudah, hingga membuat Zhehan bosan, namun membuat Jae Nie melongo dan membuat para preman itu kewalahan.


Tapi bos mereka mendekat kearah Jae Nie dan menodongkan pistol dikepala Jae Nie yang membuat Jae Nie yang masih terluka ini tidak bisa bergerak banyak kalau tidak lukanya akan terbuka lagi.


" YAAAAASSS " teriak bos preman itu yang membuat anak buahnya berhenti dan Zhehan yang berbalik kearahnya dan membuat Zhehan kaget namun langsung tersenyum miring karena hal basi seperti ini sudah biasa ia lihat


" KALAU LO INGIN NIH CEWEK HIDUP LO HARUS MATI NGEGANTIIN CEWEK INI " teriak bos mereka


" tembak aja " jawab Zhehan santai dengan melipatkan kedua tangannya yang malah membuat Jae Nie bahkan bosnya kaget


" kau tidak mempertimbangkannya? " tanya bos yang masih kaget akan jawaban Zhehan


" heh.... Ragu "


" gak bakalan ada yang mau sama cewek bar-bar kayak dia " ujar Zhehan sembari melirik tajam Kearah Jae Nie


" apa lo bilang " ujar Jae Nie dengan nada yang kian lemah, namun ia melihat gerakan tangan Zhehan yang menginstruksi nya untuk tunduk dan entah kenapa ia juga ikut tertunduk dan Zhehan melangkahkan kakinya dari pelan hingga berlari, ia melopat di tong sampah dan menendang melayang tepat di kepala bos preman itu, hingga bos para preman otu terpental hingga 3 meter kedepan dengan darah yang keluar dari hidungnya, karena tendangan itu membuat tulang lehernya patah.


Zhehan berjalan kearah bos yang sekarat itu sembari berjongkok dan dengan santainya ia bilang " why so serios ? this just joke! " ujar Zhehan lalu bangkit meninggalkan Jae Nie dan para preman itu, yang kaget


Namun ia berhenti dan menoleh kearah Jae Nie dan langsung menggendongnya yang membuat Jae Nie kaget dan berusaha melepaskan diri hingga perkataan Zhehan membuatnya diam.


" jangan bergerak. Lukwmu akan terbuka "


Bagus gak sih