X

X
a



“ thanks ya kak!!” teriak lia sembari berlari menuju ke


sekolahnya.


Lia bergegas masuk menuju ke ruang kepala sekolah,


mengetuknya dengan pelan sebelum membuka pintu setelah mendapatkan izin dari


sang empu.


“ oh lia, kau sudah pulih?” tanya kepala sekolah yang


mendapati Lia masih ke ruangannya, Lia mengukir senyumnya kemudian melangkah


dan mendudukkan tubuhnya dikursi.


“ hahh, maaf membuat anda kerepotan kepala sekolah!” ucap


lia yang sudah menyandarkan tubuhnya lelah, kepala sekolah tersenyum kemudian


menutup laptopnya.


“ bagaimana kabarmu? Ku dengar dari Alex kalau kau masuk


rumah sakit lagi?” tanya kepala sekolah khwatir, Lia terkekeh sejenak kemudian


menatap kepala sekolah dengan tatapan rindu dan frustasi.


“ tak bisakah kau kembali menjadi dokter mentalku, Dokter


Rena?” tanya Lia frustasi, sungguh dia benar-benar lelah dengan semua kejadian


yang dia alami selama tiga hari dirumah sakit.


“ haha, aku disini juga mengawasimu. Memangnya apa yang


mereka lakukan?” tanya kepala sekolah santai, mantan dokter mental dari Lia itu


menatap Lia penuh khawatir. Bagaimanapun dia sudah menangani masalah kejiwaan


Lia sejak gadis itu kecil, 3 tahun bersamanya membuat Lia merasakan kasih


sayang yang besar dari Rena.


“ kau tau sendiri bagaimana mereka bekerja, aku takut…”


gumam Lia pelan, Rena yang mendengar hal itu bisa merasakan penderitaan Lia


walau sedikit, dan itu membuatnya sedih. Rena bangkit dari kursinya dan


berjalan mendekati Lia, memeluk tubuh gadis ringkih itu dengan perlahan takut


akan membuatnya terluka.


“ maaf ya aku tidka bisa bersamamu begitu lama…” ucap rena


yang memeluk tubuh Lia, lia mengangguk pelan akan tetapi tangisnya tumpah


dipelukan Rena. Hanya pada wanita ini dia bisa menumpahkan semua penderitaannya,


karenanya Lia berharap pada tuhan, berdoa semoga wanita itu selalu ada


disekitarnya, mendukungnya dan mengurangi bebannya.


“ mh, maaf aku merepotkanmu lagi dokter…” ucap Lia yang


melepas pelukan kepala sekolah, Kepala sekolah terkekeh dan mengukir senyumnya.


“ memangnya kenapa? Jarang sekali kau berniat sekolah!” ucap


kepala sekolah bingung saat kemarin Hans menelfonnya dan mengatakan bahwa Lia


ingin mengambil ujian kelulusan lebih awal.


“ ya, setelah world tour aku ingin focus dengan pengobatanku..”


ucap Lia dengan sebuah senyum kecil diwajahnya, itu adalah senyum tulus dan


senyum itu bukan berasal dari topengnya, itu benar-benar senyum Lia. Dan itu


membuat kepala sekolah ikut tersenyum, senyum yang bisa menarik hati smeua


orang.


“ syukurlah…” ucap kepala sekolah mengusap puncak kepala Lia


penuh sayang.


KRINGGG KRINGG


Bel masuk berbunyi, mengintrupsi kepala sekolah dan Lia yang


sedang sibuk membagi beban hidup mereka. Kepala sekolah melepas pelukannya dan


membuat Lia menghapus bekas air mata diwajahnynya, kepala sekolah mengulurkan


sekotak tissu yang langsung diambil oleh Lia dan dia gunakan untuk menghapus


bekas diwajahnya.


“ bel sudah berbunyi, sebaiknya kamu segera masuk ke kelas!”


ucap kepala sekolah memperingatkan Lia, Lia mengagguk pelan kemudian bangkit


dari sana dan beranjak pergi menuju ke kelasnya.


.


.


.


Lia berjalan dengan pelan menuju ke kelasnya, menghiraukan


para guru yang sudah berlalu lalang menuju ke kelas masing-masing, atau para


murid yang bergegas masuk ke kelas mereka.Lia berjalan dengan santai, melewati


keramaian disekitarnya hingga ia tiba didepan pintu kelasnya.


Lia mengambil nafas pelan, kemudian menatap pintu coklat


mengajar sudah dimulai, Lia mulai mengulurkan tangannya ke udara, mengetuk


pelan pintu cokelat itu sebelum membukanya.


“ permisi, maaf saya terlambat pak…” ucap Lia tenang, sesuai


yang dia perhitungkan semua mata mengarah padanya dan semuanya menampakkan


sorot keterkejutan mendapati dirinya berada disana. Sudah lebih dari 2 minggu


Lia tidak pergi ke sekolah, dan hari ini Lia datang dengan sendirinya menuju ke


kelas walau dia datang terlambat.


Ini adalah sebuah keajaiban, bahkan guru yang mengajar


ternganga mendapati Lia masuk sembari meminta izin, biasanya dia lebih memilih


untuk membolos dan menghabiskan waktu di kantin atau di atap sekolah.Tapi hari


ini Lia datang ke dalam kelas dan meminta izin untuk masuk.


“ a-ah iya, cepat masuk dan duduk ditempatmu!” ucap guru itu


terbata, Lia mengangguk kemudian menutup pintu dan bergegas duduk ditempatnya.


Pelajaran berlanjut dengan tenang seperti biasa, hingga jam istirahat tiba.


.


.


.


“ ah, Alya apa yang membuatmu datang ke sekolah hari ini?”


tanya seorang siswi yang duduk didepan meja Lia, Lia mendongak sebentar


kemudian menutup buku pelajaran didepannya dan menyimpannya ke dalam laci meja.


“ ah itu…?”


“ uhm, kau tahu aku akan melakukan world tour 2 bulan lagi”


lia mengungkapkan sebuah pernyataan yang diangguki oleh gadis itu, dan


pernyataan itu megundang beberapa teman sekelasnya untuk ikut bergabung


dipembicaraan itu.


“ ya aku sangat menantikannya!!!!” jawab salah seorang siswi


yang baru datang dan ikut mengobrol bersama mereka.


“ hm, aku ingin melihatnya!” tambah salah seorang lagi yang


membuat Lia tersenyum kecil, sayangnya mereka terlalu focus hingga mereka


melupakan keberadaannya untuk sesaat.


“ jadi ada apa Alya?” tanya siswi yang duduk didepan mejanya


lagi, Lia mengukir senyum diatas topengnya membuat ketiga gadis yang


mengelingingnya terpana oleh topeng yang dia buat.


“ ya, setidaknya aku ingin memenuhi absensiku selama


beberapa waktu ini” jawab Lia dengan senyum diatas topengnya. Gadis-gadis itu


berteriak tidak jelas melihat senyum Lia, sedangkan Lia hanya tersenyum diatas


topengnya menahan rasa sakit yang tiba-tiba menggerogoti dadanya.


“ LIA!!!!!!!!” teriak sebuah suara yang tiba-tiba muncul


dari pintu kelas Lia, Lia menoleh dan mendapati seseorang yang jelas dia kenali


disana. Leo tengah berdiri didepan pintu dengan ancang-ancang yang terlihat


jelas akan segera berlari dan memeluknya.


Dan ya itu benar-benar terjadi, saat Lia mengukir senyumnya,


Leo segera berlari dan memeluk tubuh ringkih Lia dengan erat. Lia terkekeh geli


mendapati Leo yang langsung memeluknya dan mengangkat tubuhnya ke udara,


padahal mereka hanya berpisah selama 2 minggu akan tetapi Leo memeluknya seakan


mereka sudah berpisah selama bertahun-tahun lamanya.


“ Leo hentikan!!!” ucap Lia sembari memukul pelan punggung


Leo, Leo segera menurunkan gadis itu dan mengusap puncak kepala Lia dengan


penuh sayang. Membuat para fans keduanya berteriak tidak jelas mendapati


kedekatakn diantara Lia dan Leo.


“ hm kau harus menjelaskan banyak hal!” tuntut Leo yang


tidak bisa dibantah oleh Lia, jadi dia hanya mengangguk pelan sebagai jawaban


untuk Leo.


“ nah sebelumnya, ayo pergi makan!” ucap Leo yang bergegas


menarik tangan Lia dan membawa mereka menuju ke kantin sekolah.


Lia dan Leo tiba dikantin, dan seluruh pandangan para siswa


dan siswi langsung mengarah pada mereka.Menatap keduanya dengan tatapan senang,


iri dan kagum, berharap bisa berada diantara keduanya dan menjadi seorang yang


di idolakan oleh seluruh sekolah adalah mimpi yang biasa muncul dikehidupan


anak SMA.