
“ dimana? “
“ dimana pintu keluarnya!!!!” ucap Lia frustasi, Lia mengacak
rambutnya frustasi, air mata hampir keluar dari sudut matanya sedangkan
wajahnya sudah pucat pasi sekarang.
^^ kkkk, ada apa?
^^ apa kau takut?~ Tanya suara itu lagi,
“ DIAM!!!”
“ jangan menggangguku, pergilah!!!!”
“ HANS, KELUARKAN AKU DARI SINI!!!!”
“ SIAPAPUN DENGARKAN AKU!!!!”
“ KELUARKAN AKU DARI SINI, BAWA AKU PERGI DARI SINI!!!!”
“ HANS!!! PAMAN ALEX!!!! Hiks….” Teriak Lia frustasi, dia
benar-benar ketakutan sekarang dan ya tanpa sadar sebuah isakan keluar dari
bibirnya.
“ tidak..hiks.. jangan…”
^^ kk, rupanya nona pesulap masih takut berada di ruangan ini..
“ DIAMLAH!!!!”
“ PAMAN ALEX BAWA AKU KELUAR DARI SINI!!!” ucap Lia sembari
memukul salah satu sisi dinding berulang kali, berharap pintu yang tersembunyi
dibalik dinding itu terbuka.
^^ heh, tenanglah…
^^ kalau seperti ini kau hanya akan membuang tenaga!!
“ BERISIK!!! PERGI!!!!”
“ SIAPAPUN BAWA AKU KELUAR DARI SINI!!!!!”
“ BAWA AKU KELUAR!!!!”
“ RAY!!!!! Hiks….RAY!!!!!!”
Lia benar-benar frustasi, rasa takut akan kesendirian dan hilang
dalam kegelapan membayangi kepalanya. Hatinya benar-benar tidak bisa bertahan,
sedangkan tubuhnya sudah kesakitan, nafasnya tersengal karena serangan panik.
Sudah hampir 2 jam Lia
memukul pintu itu, bahkan sesekali dia menendangnya, akan tetapi semuanya
percuma hingga tubuhnya perlahan merosot karena kakinya tidak mampu menahan
berat tubuhnya lagi, bagi penderita Eremophobia ( phobia dimana
penderitanya mengamali ketakutan jika berada ditempat sepi tanpa ada seorangpun
yang bisa ia lihat) seperti Lia berada diruangan hening kedap suara seperti itu
benar-benar mengerikan baginya, ya mungkin selama ini Lia mencari ketenangan
akan tetapi dia selalu mencari ketenangan diantara keramaian bahkan saat
dirumahnya yang sepi dia selalu menyakan TV dan konsol game yang tidak pernah
berpindah dari tangannya yang membuantnya tenang.
^^ heh, dasar lemah..
“ diamlah, kau hanya mengganggu..” ucap Lia lemah,
pandangannya lagi-lagi mengabur. Kegelapan lagi-lagi menghampirinya, dan ya
lagi-lagi Lia pingsan.
●ꙍ●
Lia PoV
^^ heh, kenapa?
^^ apa kau sudah
tidak bisa bertahan?
Suara itu,
sialan! Kenapa kamu tidak pergi saja dasar bocah sialan!!!
Sungguh ini
menyebalkan, ingin sekali aku mencekik leher bocah itu akan tetapi aku tidak
bisa. Bagaimana caranya aku membunuh sebauh mahkluk khayalan?
Benar-benar,
skizofernia menyebalkan. Ku harap ada seseorang yang mengeluarkanku dari sini,
akan tetapi sayangnya hal itu tidak akan mungkin, mengingat bahwa Paman Alex
sendiri yang memasukkanku ke sini.
Hans...
Seandainya jika
dia tahu seperti apa kondisiku disini, apa dia akan mengeluarkanku dari
sini.....?
Menyebalkan, tuhan kalau memang seperti ini lebih baik kau
bawa pergi saja aku.Ini menyakitkan, benar-benar sebuah penderitaan bagiku.
Ku harap semuanya
akan berakhir indah pada waktunya, dan sayangnya ini bukan drama dimana akan
ada seorang pangeran tampan yang membawaku pergi dari kastil tua ditengah
hutan.Ini hanya hidupku, yang dipenuhi dengan hitam, hanya ada kesedihan dan
penderitaan tanpa ada kebahagiaan yang bisa bertahan lama.
Lagi-lagi semua akan menghilang jika aku terbangun, aku
benci ini, aku tidak suka, semuanya benar-benar menyebalkan. Ray, tidak bisakah
kamu merasakan apa yang ku rasakan? Penderitaan ini, benar-benar melelahkan
bagiku.
^^ dasar lemah!!
^^ bangunlah dan pergi dari sini!!
^^ ini tidak seperti dirimu, ini lebih seperti diriku…
Kenapa?
Apa aku salah?
Ini memang dirimu Lia, bukahkan sejak awal aku hanyalah
topeng yang kamu kenakan selama ini?
^^ heh, kamu memang benar. Tapi, ini bukan dirimu…
lemah seperti ini!!!
^^ kau sendiri yang sadar kalau aku hanya menyembuyikan
diriku dalam kegelapan, dan melihat dunia dari balik punggungmu…
^^ karenanya, kamu harus bangkit bodoh!!!
^^ bawa aku keluar dari kegelapan ini!!!
Heh, semudah itu kamu mengatakan hal yang bahkan tidak
bisa kamu lakukan selama 10 tahun?
Menyebalkan, kalua begitu ambil saja kembali tubuh ini!!!
Lepaskan kehadiranku, aku sudah lelap menutupi semua ini…
Kebohongan ini…
^^ kebohongan ini benar-benar memuakkan!!
Heh, kamu sudah tau akan hal ini bukan!!
Karenanya akhiri saja ini, aku muak!!
^^ sayangnya tidak bisa, keberadaanmu adalah satu-satunya
caraku bertahan!!!
Dasar, merepotkan!!
^^ karenanya hanya untuk beberapa saat lagi, hanya sampai
operasi itu dijalankan dan aku akan melepaskanmu…
Kamu masih sama saja, tidak pernah berubah!
Masih seorang pengecut yang takut menderita!!
^^ kumohon padamu, aku janji tidak akan menggangumu dalam
tour world yang akan kamu lakukan, hanya saat kamu melakukan pertunjukan!
Baiklah, ku harap kamu memenuhi janjimu!!
Aku akan berusaha bertahan disini,
●ꙍ●
Author PoV
Hari mulai berganti, pagi baru menjelang dan Lia masih
terbangun diposisi yang sama. Terbaring didepan daun pintu tanpa selimut yang
membalut tubuhnya, Lia mengambil nafas dalam sebelum bangkit dari duduknya
kemudian berdiri dan mengambil aba-aba.
“ ayo mulai” ucapnya dingin dan datar, tidak ada sinar
kehidupan dimatanya hanya ada kebencian dan ketakutan.
^^ hm, hanya 5 menit. Jika gagal kau bisa kembali tidur~
ucap Lia kecil datar
“ hahhh….” Lia membuang nafas pelan, mulai menaikkan salah
satu kakinya ke udara.
BAMM!!!
^^ satu!
BAMMMM!!
^^ dua!
BAMM!!
BAM!!!
BAMM!!!!
^^ tiga puluh empat!
Ya, itu sudah tendangan ke-34 yang Lia lesatkan pada pintu,
dan Lia sudah bisa merasakan kalau daun pintunya mulai goyah. Sepertinya
usahanya belajar beberapa macam bela diri dari Hans tidak sia-sia, Lia
mengambil nafas dalam kemudian membuangnya pelan.
“ ini sudah 4,5 menit. Hanya 30 detik lagi” ucap Lia datar
^^ aku mengerti, setelah ini aku akan mengambil kesadaranmu…
“ hm, mulai!!” ucap Lia kembali melesatkan tendangan dengan
keras.
BRAKK!!!
^^ sudah cukup!!
Lia memejamkan matanya pelan, mengambil nafas dalam kemudian
menjatuhkan tubuhnya sendiri ke lantai.Mencoba mengunci kesadarannya, dia
melepas semua topeng yang dia kenakan dan menunjukkan sosok aslinya.
Alya Putri Zifari, gadis kecil yang selalu dirundung
kegelapan tanpa ada cahaya apapun yang bisa menyinari kehidupannya. Sosok gadis
tangguh yang sudah terlalu lelah bertahan dibalik topengnya, sedangkan ALya
Zifari, pesulap internasional itu kini tengah terlelap di alam bawah sadarnya.
.
.
.
Waktu berlalu, beberapa jam sudah terlewati dan kini sebuah
suara mengusik pendengaran Lia membuat gadis itu terusik dari tidurnya.Lia membuka
matanya perlahan kemudian mendudukkan tubuhnya dengan pelan.
“ oh, kau sudah bangun?” Tanya seorang pria dewasa dengan
jubbah putih khas dokter, kaca mata bulat yang selalu bertengger dihidungnya
membuat Lia bisa mengenali sosok itu dengan cepat.
“ Dokter Micheal!!!!” pekik Lia yang langsung bangkit dan
berlari keluar dari ruangan mengerikan itu, Lia segera pergi sembari berlari
menuju ke ruangan Alex.
Dokter itu menghela nafas lelah, sudah terbiasa dengan
tingkah bocah ini.Dia berjalan santai menuju ke ruangan Alex, satu-satunya
tempat dimana Lia selalu bersembunyi.Sedangkan itu para suster yang tengah
berjaga langsung panik begitu
mendapati Lia yang berhasil kabur
dari ruang isolasi. Mereka mengejar Lia dan mencoba menangkap gadis manis itu.