
“ ungh..” Lia banging sembari menggosok mata kanannya, dia
mendudukkan tubuhnya dan mendapati Hans yang masih memeluk kucing hitam
miliknya dengan gemas.
“ wah, bahkan bau mu sangat harum…” ucap Hans mencium bau
kucing kecil itu, Lia yang baru bangun dan mendapati pemandangan Hans yang
sangat konyol membuatnya wajahnya sweat drop.
“ Hans?” panggil Lia pelan, Hans menoleh dan mendapati Lia
yang baru saja bangun dari tidurnya dengan penampilan yang masih berantakan.
“ oh, kau sudah bangun..” ucap Hans sambil melempar senyum
lebar pada Lia, sedangkan kucing hitam itu masih sibuk mencakar wajah Hans.
“ heh, kucing bodoh kemari..” ucap Lia sedikit marah saat
mendapati wajah Hans yang penuh dengan bekas cakaran. Kucing itu langsung
melompat dan mendarat tepat dipangkuan Lia.
“ woahh, bagaimana bisaa!!!??” Tanya Hans tidak percaya
kucing itu begitu patuh pada
Lia, Lia mengendikan bahunya
tidak tau.
“ ngomong-ngomong Lia kamu memungutnya dimana?” Tanya Hans
yang ikut mendudukkan tubuhnya disofa.
“ di taman dekat mini market” ucap Lia santai. Hans
membulatkan bibirnya membentuk huruf ‘o’
tanda mengerti.
“ dimana barang yang ku pesan?” Tanya Lia yang membuat Hansmengalihkan
atensinya sejenak.
“ ada di ruang tamu, oh ya nama kucing ini siapa?” Tanya
Hans setelah memberikan jawaban pada Lia, Lia memindahkan kucing itu kepangkuan
Hans kemudian bangkit dari duduknya.
“ aku belum memberikannya nama, tapi ku pikir dipanggil
kucing hitam saja sudah cukup!” Ucap Lia yang berjalan menuju ke ruang tamu,
Hans merenggut kesal.
“ hehh, bagaimana bisa begitu!!???” ucap Hans tidak terima,
Lia kembali dari ruang tamu dan membawa sebungkus makanan kucing dan mangkuk
makanannya.
“ ya sudah tinggal kasih nama saja, apa susahnya sih” ucap
Lia sembari membuka bungkusan makanan itu dan menuangkannya ke dalam mangkuk,
setelah selesai Lia mengguncang tempat makan itu dengan pelan sehingga
menibulkan suara gesekan.
“ hm, bagaimana dengan Kuro?” Tanya Hans pada Lia, sedangkan
kucing itu memilih untuk melompat dan menyantap makan siang yang sudah
disiapkan oleh Lia. Lia menoleh sejenak memasang pose berfikir kemudian menoleh
pada kucing hitam yang masih asik dengan makanannya.
“ bagaimana menurutmu, Kuro?” Tanya Lia pada kucing itu,
kucing itu berhenti sejenak kemudian menatap malas pada Lia dan Hans yang
menunggu jawabannya darinya.
“ miww..” kucing itu mengeong pelan kemudian melanjutkan
acara makannya yang sempat tertunda, Lia menoleh ke arah Hans dan menatapnya
bosan.
“ kamu lihat dia suka?” Tanya Lia yang membuat Hans memancarkan binar
dimatanya.
“ hm, kalau begitu ayo siapkan rumah baru untuknya!” ucap
Hans yang langsung diangguki oleh Lia.
Keduanya mulai menata dan menyiapkan rumah baru yang nyaman
untuk Kuro, mereka membuatnya dikamar milik Lia, tepat berada di sebelah ranjang
milik Lia. Memakan waktu 1 setengah jam bagi keduanya untuk menyelesaikan
pekerjaan mereka, dan kini keduanya sudah terbaring lelah dilantai.
“ hahh, akhirnya selesai juga…” ucap Hans lelah, Lia melirik
Hans dari ekor matanya kemudian kembali menatap langit-langit diatas kamarnya.
“ hm, thanks Hans” ucap Lia pelan, Hans menoleh dan menatap
Lia lamat. Lia melirik hans sejenak kemudian kembali mengacuhkannya. Sedangkan
Hans masih sibuk mengamati Lia lekat.
“ Hans?”
“ apa?” Tanya Hans pada Lia yang masih menatap langit-langit
kamarnya.
lakukan?” Hans bangkit dan langsung mendudukkan tubuhnya, membolakan matanya
dan menatap Lia dengan binar mata takjub.
“ ka-/ untuk apa aku hidup?” Tanya Lia yang memotong ucapan
Hans, Hans terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan gadis itu.
“ untuk siapa aku hidup?”
“ dan, apa alasanku tetap hidup?” Tanya Lia bertubi-tubi,
Hans masih diam tidak berniat menjawab ataupun membalas ucapan Lia. Tubuhnya
serasa membeku, tidak ada satupun dari tubuhnya yang ingin mendengarkan
perintahnya.
Lia ikut bangkit dan mendudukkan tubuhnya, menatap Hans yang
masih terdiam kemudian mengukir senyumnya lembut. Lia mengulurkan tangannya dan
menangkup wajah Hans, Lia mengangkat wajah Hans dan membuat Hans menatap manik
mata Lia.
“ terimakasih Hans!” ucap Lia lembut, Hans membolakan
matanya terkejut kemudian sebuah senyum ikut terukir diwajah tampannya.
“ aku tau itu sulit, tapi aku akan berusaha membantumu
menemukan jawaabannya Lia!” ucap Hans yang membuat Lia merekahkan senyumnya
lebar.
●ꙍ●
Seminggu berlalu, selama itu juga Lia memilih izin dan
mengistirahatkan tubuhnya yang sakit.Hari ini Lia memutuskan untuk pergi ke
sekolah, selain karena sudah izin selama seminggu, dia juga di terror terus
menerus oleh Ray yang sadar kalau adiknya membolos tanpa alasan, selain itu Leo
yang merengek dan memaksa Lia untuk masuk dan menemaninya bermain membuatnya
terpaksa membanting HP kesayangannya dan membuat benda tidak bersalah itu remuk
dan tak berbentuk.
“ Lia apa kamu benar-benar sudah baikan?” Tanya Hans yang masih
khawatir dengan kondisi Lia,
yamau bagaimana lagi selama semingu ini Lia terus menerus mimisan, bahkan
terkadang muntah darah, selain itu selama3 hari terakhir dia sering pingsan dan
tampak lebih pucat dan kurus, membuat Hans benar-benar khawatir bukan main.
“ aku baik Hans, aku akan menghubungimu jika terjadi
sesuatu. Selain itu ada Leo disana, dan aku bisa menjaga diriku sendiri Hans!!”
ucap Lia kesal, sudah bosan dengan rengekan Hans yang penuh kekhawatiran.
“ hahh, baiklah. Aku menyerah!!” ucap Hans yang menghentikan
laju mobilnya tepat didepan pintu gerbang sekolah milik Lia. Lia mengembangkan
senyumnya sedangkan Hans masih merengut kesal, dia tidak bisa mempercayai Lia
jika sudah membahas penyakit yang menyerang tubuhnya.
“ baiklah kalau begitu aku berangkat, kak Hans!” ucap Lia
mengecup pipi kanan Hans kemudian beranjak turun dan melangkahkan kakinya
menuju kelas.
Kedatangannya menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi siswa
dan siswi disekolahnya, mereka memang tau kalau Lia kaya. Ya, secara dia
seorang pesulap internasional yang sudah sering melakukan show besar diberbagai
belahan dunia, selain itu ayahnya yang merupakan pengusaha ekspor impor yang
berada di posisi top dunia membuat Lia mempunyai kekayaan yang bisa dibilangan
sangat banyak.
Akan tetapi mendapati Lia diantar dengan kendaraan mewah ke
sekolah adalah hal yang jarang ditemui kecuali jika Lia baru saja kembali dari
shownya dan memiliki urusan mendadak disekolah, dan hari ini Lia datang dengan
sebuah Buggati La Voiture Noir yang terbilang limited dan sangat mahal membuat
siapapun yang melihatnya ternganga.
Lia dengan santai melangkah masuk ke sekolah, sepanjang
jalan para siswa dan siswi memberikan sapaan ringan padanya, sedangkan Lia
hanya membalas dengan senyum ramah dari topeng miliknya atau mengangkat tangan
sebagai jawaban.
Lia tiba didepan kelas, pandangannya terfokus pada kursi
barisan belakang dekat jendela. Lia melangkahkan kakinya masuk dengan tenang
tanpa memperdulikan teriakan fans yang menggelegar dibelakangnya.
“ pagi, semuanya..” ucap Lia sopan, murid-murid dikelasnya membalas
dengan anggukan, sapaan, dan senyuman kecil pada Lia. Lia segera meletakkan
tas-nya disamping meja kemudian mendudukkan tubuhnya dikursi.