With You and Change

With You and Change
Rencana



Dikantin semua siswa+siswi merasa heran kenapa cowo cupu alias Davi bisa akrab dengan Lunadkk yang notabenya kumpulan para Bad? Berita Luna ikut tawuran pun sudah tersebar disekolahan itu, karna berita itu Luna dianggap sebagai Bad juga?.


"mau pesan apa?" tanya Naya


"samain aja Nay," ucap Letta


"ya elu ikut pesan juga lah onn!" ucap Naya


"gw pesen elu aja nay bisa?" ucap Alfi


"ngaco lo!" ucap Naya lalu beranjak pergi dengan menarik tangan Letta


Dimeja ada Ravi, Alfi, Davi dan Luna


"Dav kelas berapa lu?" tanya Ravi


"kelas 11 ipa 3," ucap Davi yang menundukkan kelapanya enggan menatap mata Ravi


"gw didepan lu, bukan dibawah lu!" ucap Ravi


pletak


"gak usah galak-galak!" ucap Luna, melempar sendok tepat mengenai hidung Ravi


"mampus lo!" ejek Alfi


"wahhh, ngajak berantem?!" ucap Ravi


"Kamu sihhh!" ucap Alfi


"ishhh... eehh jangan berantem dulu!" sambung Luna


"ini permen mah—"


"malah iklan!" ucap Ravi


"makanya jangan galak-galak!" ucap Luna


"ck! iye-iye," ucap Ravi


"Dav, maaf ya kalo gw tanya." ucap Alfi


"iya, tidak papa." ucap Davi


"elu kenapa pake kacamata?" tanya Alfi


bugh


"YA KARNA MATANYA MINUS LAH!" kesal Ravi dengan memukul bahu Alfi


bugh


"YAA SANTE DONG!" ucap Alfi membalas pukulan ke Ravi


"ELU NGEGAS JUGA!" ucap Ravi


"YA ELU DULUAN NGEGAS!" ucap Alfi


Brak


"GAK USAH NGEGAS BISA GAK!" ucap Luna yang menggebrak meja kantin. Sontak membuat Ravi,Alfi dan Davi tersentak kaget. Siswa+Siswi yang dikantin pun kaget, beraninya Luna dengan Ravi yang notabenya ketua gengster ARB


"duduk!" ucap Luna. Ravi dan Alfi pun duduk diam tidak mau lagi berceloteh


"Dav, lu mau berubah gak?" tanya Luna


"berubah?" heran Davi


"iyaa biar gak.. maaf, cupu lagi!" ucap Luna


"saya tidak yakin bisa," ucap Davi


"Tenanggg ada kita yang nolongin elu!" ucap Alfi


"Bener! ngerubah penampilan mah gampangg..." ucap Ravi


"Berubah sih iya! tapi jan sampe berandalan kek lu berdua!" ucap Luna


"yahhh.. gak asik dong ntar!" ucap Alfi


"gak! awas ae lu ngebuat dia berandalan!" ucap Luna. Memberi peringatan dengan segempal tangan Luna dilayangkan


"gimana mau?" tanya Luna


"saya tid—"


"bukan gak bisa! tapi belum bisa!" ucap Luna


"iyain aja dah dav, daripada lu selalu kena bully!" kompor Alfi


"tapi saya masih belum bisa belajar bahasa kalian!" ucap Davi


"bahasa kalian? lu kira bahasa kita bahasa alien?!" protes Alfi


bugh


"maksudnya pake bahasa lu gue! oon!" geram Ravi untuk sekian kalinya Ravi menonjok bahu Alfi


"gampang kalo itu! ntar belajar ama 2 makhluk alien!" ucap Luna menunjuk Ravi dan Alfi


"siapa?" tanya Ravi


"ya elu berdua lah!" ejek Luna


"YANG NANYA!" ucap Alfi


"Wahhh ngajak baku hantam nih!!" geram Luna


"skuy lahh! baku hantam dikasur juga gakpapa." ucap Alfi


"NAYAAAA! ALFI NGEGODA GW!" teriak Luna, sontak pandangan semua orang ke arah Luna


pletak


"Gak usah teriak bego!" ucap Naya yang berada dibelakang Luna


"Hiks hiks.. dia ngegoda Luna Nayy.. pokoknya pulang sekolah! Luna harus mandi kembang 7 rupa!" rengek Luna


"wahhh! macam-macam elu ya ama adinda gw!" ucap Letta serta menaikan lengan seragamnya


"ampun saya baginda ratu.." ucap Alfi dengan menapakkan kedua tangannya


"ohhh tidak bisa!" ucap Letta


"sudahlah baginda, biarkan pembantu ini bebas! jangan siksa dia! kesihanilah dia," ucap Ravi


Davi yang melihat tingkah Laku teman-teman barunya, hanya bisa terkekeh. Davi kembali merasakam kehangatan seorang teman. 1taun Davi selalu sendirian, selalu dikucilkan, selalu dicampakkan.


"udah! udah! makan gak usah drama-drama!" ucap Naya yang sudah cape


"hooh gw juga cape!" ucap Luna


Luna memakan Bekal Nasi yang dibawakan oleh Davi, sedangkan Makanan yang dibawa Liam ditinggalkan begitu saja oleh Luna diUKS.


"kerumah gw yok?" ajak Luna


"ayok! kapan?" tanya ucap Letta


"Lusa aja gimana? biar bisa malmingan, kelen nginap dirumah gw." ucap Luna


"khusus cowo gak boleh nginep!" ucap Luna


"yaela, Lun pilkas bat!" ucap Alfi


"PILKAS MATAMU!, yakali dirumah gw dibolehin cowo nginep!" ucap Luna


"bener lun! apa lagi cowonya modelannya kek alien!" kompor Naya


"tegar gw mah! tegar gw! dikatain pujaan hati alien!" ucap Alfi


"udah gak usah ngalay!" ucap Ravi


"gw izin ama nyokap dulu kalo nginep," ucap Letta


"siappp! tapi kalo kerumah gw pasti bolehkan?!" ucap Luna


"tenang itu mah.." ucap Letta


"Dav, mau kerumah gw juga gak?" ajak Luna keDavi yang sedari tadi hanya diam


"ikut aja, sekalian belajar berubah." ucap Ravi


"bener, ntar gw jemput!" ucap Alfi


"yasudah, boleh.." ucap Davi


"YES! tenanggg makanan banyak dirumah gw!" ucap Luna


"pinterr, peka bat jadi temen! gak kea doi'i gw," ucap Alfi sambil melirik Naya. Nayanya lagi-lagi tidak peduli


"dikode tuh nay.." ucap Luna


"gak pedulii.." ucap Naya


"sakitnya tuh disini bee," ucap Alfi sambil menunjuk dadanya


"bee? kambing or beebi?" tanya Ravi


"Gak denger.. gak pedulii!!!" ucap Alfi


"siapa?" tanya Ravi


"gw la—"


"YANG NANYAAAA!" ucap Luna membalas perbuatan Alfi


"sabarrr al, orang ganteng kek gw emang banyak netizen!" ucap Alfi


"gak usah diladenin! orang gila maklum!" ucap Ravi


"dapet dimana?" tanya Davi


"diselokan kemaren," ucap Ravi


"ohh iyaa pantas saja dia jelek," ucap Davi, sontak membuat Luna, Letta, Naya, Ravi dan Alfi tercengang


brak


"WAHHH PARAH LU DAV!" teriak Alfi sambil menggebrak meja


"Gak usah teriak juga oon!" ucap Letta


"akhirnyaa letta ngomong! dari tadi diem-diem bae," ucap Luna


"iyalah! orang ada do'i makanya ntu anak jadi kalem!" sindir Naya


"YAAA GAK JUGA LAH!" protes Letta


"masa?" tanya Naya


"IY—"


"bodo." ucap Naya


"Wahhh parah nih! ngajak baku hantam nih," ucap Letta, sontak membuat Ravi dan Alfi panik


"udah tonjok aja tonjokk!" kompor Luna


"parah elu Lun! dilerai yakali mereka kelahi!" ucap Ravi


"jangan dikomporin lah Lun!" ucap Alfi


"Jangan sering kelahi! nanti jadi monyet," ucap Davi


"nah! bener gakusah kelahi, jadi monyet mau?" ucap Ravi


"bener-bener udah damai-damai!" ucap Alfi


"yaelahh! yakali gw ama naya beneran baku hantam!" ucap Letta


"Tau! alay bat jadi cowo," ucap Naya


"biasaaa nak bucennn!" ucap Luna


"Rav! Al! ayo?" ucap Davi


"sip ayo!" ucap Ravi dan Alfi


ketiga cowo itupun beranjak pergi dari kantin. Luna, Letta dan Naya pun menatap kepergian ketiga cowo itu


"AWAS YA DAVI KALO IKUT BRANDAL!" teriak Luna


"TENANG.. GW BIKIN BRANDAL KOK!" balas Ravi


"AWAS LU! GW BIKIN PERKEDEL LU BERTIGA!!" teriak Luna


"bisa gak untuk tidak teriak?" ucap Cowo jangkung tiba-tiba datang bersama kedua temannya


"bisa gak jangan ganggu orang?" balas Luna


"bisa gak sopan dengan yang lebih tua?" balas cowo itu


"dasar ketos gila hormat!" gumam Luna, ya cowo itu siapa lagi kalo bukan Ketua osis alias Liam.


"sekolah gak diajarin etika?" ucap Liam


brak


"pergi!" ucap Luna memerintah Letta dan Naya untuk mengikutinya. Mood makan Luna sudah berantakan hanya akibat Liam


Sepeninggalan Luna bersama kedua temannya. kedua teman Liam merasa heran dengan Liam


"Lu kenapa sih bro?" tanya Cowo yang berkulit agak gelap, panggil saja Vino


"Kenapa?" heran Liam


"Baru kali ini lu perhatian sama cewe," ucap cowo yang berkulit agak putih, panggil saja Zico


"Lu suka sana dia?" tanya Vino


"gak!" ucap Liam


"terus? kenapa lu se—"


"gw penasaran ama Luna!" ucap Liam