With You and Change

With You and Change
Malam Minggu



Lunadkk berbagi tugas mencari bahan-bahan untuk BBQ. Luna dan Davi mencari Daging. Letta dan Ravi mencari Bumbu. Naya dan Alfi mencari Sayur-Mayur.


"Lunaaa," panggil Davi


"hm?" ucap Luna yang masih terlihat tidak mood


"ini buat kamu!" ucap Davi yang tiba-tiba menyodorkan es krim


"gw?" heran Luna


"iya kamu!" ucap Davi


"Makasihhh!!" ucap Luna dengan senang hati mengambil es krim


"dagingnya 1 bungkus atau 2 bungkus?" tanya Davi


" 2 bungkus Dav!" ucap Luna yang masoh menyantap Es krim.


Davi merasa gemas dengan sifat Kekanakan Luna tanpa sadar mengusap-ngusap pucuk kepala Luna.


Luna kaget merasakan benda mengusap kepalanya, ketika Luna mendongkakkan kepala terlihatlah Davi yang menatapnya lekat bahkan tersenyum manis. Davi dan Luna saling beradu pandang.


"Ekhem! pandangan pertamaaa awal aku berjumpaaa~" sontak membuat Davi dan Luna tersentak kaget. Nyanyia Alfi tiba-tiba mengganggu suasana, padahal Letta, Ravi dam Naya sudab senyam senyum tidak jelas melihat Davi dan Luna


"pengganggu lo!" ucap Letta


"tau! orang lagi baper juga!" ucap Naya


"yaudah iyaa.." pasrah Alfi


puk puk


"sabar bro.." ucap Ravi tetapi seperti mengejek


×××


"Eh! beli petasan kuylah!" ajak Alfi


"Nahhh bener! boleh gak lun?" tanya Ravi


"terserah aja gw mah!" ucap Luna


jadi posisi mereka. Ravi menyetir disampingnya Letta. Dikursi penumpang Alfi dan Naya. Dikursi paling belakang Davi dan Luna


"udah jam berapa sih?" tanya Luna


"udah jam 8," ucap Naya


"Emang sempat kita BBQan?" heran Luna


"sempatlah! kan nginep dirumah elu!" ucap Alfi


"Dav gimana lu ikut nginep atau pulabg?" tanya Ravi


"say— gw nginep aja," ucap Davi


"udah izin?" tanya Alfi


"sudah.."


"hoammmm..." Luna yang tampak kecapean, tiab-tiba saja Luna menjadi ngantuk


"tidur saja Lun," ucap Davi


"hehe, enggak kok!" ucap Luna. 3 menit kemudian Luna tersandar dikaca dan matanya terpejam. Davi terkekeh melihat tingkah Luna, bilangnya saja tidak tetapi malah tertidur nyenyak


Davi dengan hati-hati memindahkan kepala Luna untuk bersandar diDada bidangnya itu


"kalian jangan berisik ya," ucap Davi sebelum memindahkan kepala Luna. Naya, Alfi dan Letta pun menengok kebelakang, sedangkan Ravi melihat dari kaca spion.


Naya terkekeh melihat keromantisan Davi dan Luna dan Letta yang baper dengan perhatiannya Davi


suasana dimobil senyap, tidak ada kegaduhan seperti sebelumnya.


"ayo turun!" ucap Ravi karma sudah sampai dirumah Luna


"Luna gimana?" tanya Naya


"saya gendong," ucap Davi


"kuat?" tanya Alfi


"pasti kuat!" ucap Davi, dengan hati-hati Davi menggendong Luna. Luna masih saja tertidur nyenyak


tok tok tok


ceklek


"Mahhh," sapa Naya dan Letta


"Hai sayang, masuk!" ucap Mamah


"loh! Angel kenapa?" kaget Mamah karna Luna berada


"Itu Luna ketidyran terus digendong Davi Mah!" ucap Letta


"ohhh, iya-iya! bawa kekamarnya aja langsung," ucap Mamah


"kamarnya dimana mah?" tanya Davi


"kamu naik aja, terus belok kanan ada kok dipintunya tulisan 'my Angel'," ucap Mamah


"baik mah," ucap Davi, betanjak pergi mengantarkan Luna


Mamah Luna, Letta, Naya, Ravi dan Alfi duduk diruang tamu, Menunggu Davi mengantarkan Luna


"Mah kita nginep boleh?" ucap Letta


"Ya boleh lah sayang," ucap Mamah


"Kita juga izin mau BBQ an gimana mah?" tanya Naya


"iyaaa sayangg, boleh!" ucap Mamah


"Kita bisa begadang mah gimana?" tanya Ravi


"iyaa gakpapa, asal kalian gak keluyuran keluar rumah mamah!" ucap Mamah


"Makasihhh mamah!" seru Letta, Naya, Ravi dan Alfi


"ini mah bahan-bahannya!" ucap Alfi sembari menyerahkan 5 kantong tas supermarket


"ayo kita siapkan!" ucap Mamah


"ayoooo!"


dilain tempat Davi menaruh Luna kekasur dengan hati-hati, Melepaskan sepatu Luna, melepaskan kaos kaki Luna, menyalakan AC dan menyelimuti Luna


Davi mengamati wajah Damainya Luna, Luna terlihat lebih feminim ketika tertidur


"Selamat tidur Luna.." ucap Davi mengusap kepala Luna lalu tersenyum manis


×××


"taro dimana mah?" tanya Alfi yang mengangkat panggangan


Mamah Luna, Letta, Naya, Ravi, Alfi dan Davi sibuk mengurus taman belakang Rumah Mamah Luna untuk mengadakan BBQ


"taruh disini," ucap Mamah


"mejanya taro mana mah?" Ravi dan Davi mengangkat meja


"taro disini," ucap Mamah


"Mah tikarnya taro disini?" tanya Letta


"iya taro aja disitu," ucap Mamah


"Nah udah nih!" ucap Naya menyodorkan sayur-sayur yang sudah dicucinya


"Kamu bisa masak gak sayang?" tanya Mamah


"hehe gak bisa mah," ucap Naya


"kamu let?" tanya Mamah


"hah?! apa mah?" kaget Letta


"kamu bisa masak?" tanya Mamah


"bisa mah, dikit tapinya.." ucap Letta


"kamu bisa masak?" tanya Mamah


"hehe iya mah bisa," ucap Davi


"Mamah bantu kalian aja.." ucap mamah


"jangan mah! mamah pasti cape," ucap Alfi


"iya mahh, bener mamah cape abis pulang kerja!" ucap Ravi


Mamah yang melihat perhatian Davi,Alfi dan Ravi membuat dirinya terharu. Mamah tiba-tiba teringat sama jagoan kecilnya yaitu Gibran


"Mamah, mamah minum obat dulu nanti mamah sakit loh!" ucap Gibran


"Mamah kenapa nangis?" heran Davi yang menghapus air mata Mamah Luna


"ahh, gakpapa kok sayang," ucap Mamah memegang tangan Davi yang berada dipipi Mamah Luna


"Bisa peluk mamah?" pinta Mamah ke Davi, Alfi dan Ravi. Letta dan Naya teringat cerita Luna bahwa dirinya mempunyai kakak Laki-laki. Letta dan Naya pun beranggapan Mamah Luna lagi teringat dengan kakaknya itu


"bolehhh dong mahh.." ucap Alfi, Langsunglah ketiga remaja itu memeluk Mamah Luna


"Mam—" Luna terbeku melihat ketiga remaja memeluk Mamahnya. Letta dan Naya juga seperti mrnahan tangisnya


"Mamah kenapa?" tanya Luna dengan lembut, Pelukan itupun terbuka terlihatlah Mamahnya, Mata Mamahnya merah dan berair


"Angelll sayang.." ucap Mamah


"Mamah kenapa nangis?" heran Luna


"Gakpapa kok sayang," alibi Mamah


"Mamah kangen abang?" tanya Luna, Mamahnya pun mengelus-elus rambut Luna lalu tersenyum manis


"Kamu mandi dulu baru balik kesini, mamah juga mau tidur," ucap Mamah Luna


"Tap—"


cup cup


Mamah Luna mencium kedua pipi Luna dan Juga mengusap-ngusap kepala Letta, Naya, Davi, Ravi dan Alfi


"Mamah tidur duluan ya.." ucap Mamah


"Iya mah!" ucap Lettadkk serempak


"iya mamah, tidur yang nyenyak mah!" ucap Luna


Sepeninggalan Mamah, Luna juga jadi teringat keKakaknya


"Lun.." panggil Letta


"Hah?! kenapa?" kaget Luna


"Lu kenapa?" tanya Naya


"enggak papa kok!" alibi Luna


"Kalo ada apa-apa Cerita aja Lunaa," ucap Letta


"iyaaa Bagindaaa, Ayundaaa.." ucap Luna


"eh ngapain lagi?" tanya Luna


×××


"Huaaaa akhirnya!!" ucap Luna


Makanan BBQ sudah siap makan dimeja yang dibawa Ravi dan Davi. Lunadkk duduk beralaskan Tikar yang sibawa Letta


"udah jam berapa?" tanya Naya


"udah jam 11:15," ucap Letta


"pas! kita makan dulu, baru main petasan!!" ucap Alfi


bugh


"kesian mamah! ntar kalo kita main petasan mamah bakal kebangun!" ucap Ravi yang meninju bahu Alfi


"sudah-sudah, nih yang terakhir!" ucap Davi yang membawa daging panggang


"Baca doa dulu!" ucap Naya


"Dav baca!" ucap Ravi


"Sebelum makan. marilah kita berdoa, berdoa dimulai!" ucap Davi


"selamat makannn!"


Lunadkk menikmati masakan Davi dan Luna, hanya keduanya yang bisa masak


"enakk Lun!" ucap Letta


"bener! enak banget.." ucap Naya


"emang cocok kalian!" ucap Ravi


"bener sama-sama pinter masak!" ucap Alfi


"udahh makan aja udah makan!" ucap Luna


×××


"Nonton film kuy?" ajak Alfi


"ayok!" ucap Letta, Naya dan Luna


"udah jam setengah 1 malam! tidur aja!" ucap Ravi


"kita tidur diruang tamu aja semuanya!" ucap Luna


"Jang—"


"bodoamat! pokoknya nonton film terus tidurnya diruang tamu!" ucap Luna


"iyain aja iyain!" ucap Letta, Ravi dan Davi pasrah saja


×××


"atur posisi!" ucap Luna


"Ravi-Letta-Naya-Luna-Davi-Alfi! gimana?" tanya Letta


"yakali gw jauh ama My bee gw!" protes Alfi


"gak boleh ada yang protes!" ucap Letta


"yaelah asu.." gumam Alfi


Semuanya pun mengambil posisi masing masing


"nonton apa nih?" tanya Luna


"film hantu!" ucap Letta dan Naya


"jangan!" ucap Ravi, Davi dan Alfi bareng


"kenapa? takut yaaa.." ucap Luna


"enggak!" ucap ketiga remaja itu serempak


"yaudah horor!" ucap Luna


Mereka pun nonton film horor "........", para gadis jadi takut nonton film padahal mereka yang mengajak.


Luna yang sedari tadi memeluk geguling dan kepalanya dielus-eluskan oleh Davi, kalau hantunya muncul mata Luna langsung ditutupi oleh Davi.


Lain halnya dengan Naya, Alfi yang tadi disamping Davi berubah menjadi dibelakang Naya, Hanya Naya yang duduk tetapi Naya pun bersandar didada Alfi, Tangan Alfi melingkar dilehernya Naya.


Lain halnya dengan Letta, Letta malah tertidur pulas bersama Ravi, meskipun tertidur keduanya malah berpelukan tetapi masih terhalang oleh guling.


"Kalian tidak tidur?" seorang paruh baya bertanya dengan suara serak tepat dibelakang mereka


"MAMAHHH!!"


"MAHHH!!"


"KENAPAH!!"