
"kemana dulu nih?" tanya Naya
"keTimeZone ayok!" ucap Luna
"Ayoklah!" ucap Letta dan Naya
Ketiga gadis dan ketiga remaja itu ditatap kagum oleh orang-orang diMall. Naya yang sangat cocok dengan Alfi, Letta yang sangat romantis dengan Ravi, dan Luna yang samgat goals dengan Davi.
"dav," panggil Luna
"iya, kenapa Luna?" tanya Davi
"Mata lu gak sakitkan?" khawatir Luna
"ohh, tidak sakit." ucap Davi
"Mata lu bisa sembuh gak?" tanya Luna
"sepertinya bisa, tapi dengan cara operasi." ucap Davi
"ohhh, Mulai kapan minus?" tanya Luna
"2tahun yang lalu," ucap Davi
"Lah?! berarti mau masuk SMA?" kaget Luna
"iya.."
"ko—"
"Wey! kita makan dulu gimana?" usul Alfi
"serah gw mah.." ucap Letta
"Gimana Lun? kita makan dulu?" tanya Naya
"boleh, ayok!"
×××
"permisi mass mbakk! ini makanannya," ucap pelayan
"iyaaa makasihh mbak," ucap Luna
"selamat makan!!" ucap mereka serempak
"Eh! gw lupa ngabarin Mamah," ucap Luna tiba-tiba
"Kabarin dulu gih," ucap Letta
"gw vc mamah aja dah gimana?" tanya Luna
"iya, vc aja dah!" ucap Naya
Luna pun memvc Mamahnya, tidak butuh waktu lama Mamah Luna mengangkatnya
"Haloo mamah!" ucap mereka serempak
"haloo anak-anak mamah.." balas Mamah
"Mah, Angel gak inget tadi izin! kita lagi keMall mah," ucap Luna
"iyaa gakpapa, asal kamu udah kabarin mamah." ucap Mamah
"Mah, ntar Letta sama Naya nginep yaaa.." ucap Letta
"wahhh bagus dong! nginep ajaa sayang," ucap Mamah
"Mah Alfi juga mo ikut nginep padahal! tapi gak dibolehin Luna.." rengek Alfi
"Pasti Angel bilang gak cowo nginepkan?!" tanya Mamah
"Iya mah! bener!" ucap Ravi
"yaudahh kalian semua boleh nginep dirumah mamah!" ucap Mamah
"beneran mah?!" ucap Luna tidak percaya
"beneran sayang.."
"YESSS! dibolehin mamahhh!" sorak Alfi, semua pengunjung direstoran itupun menatap Alfi aneh
"ishhh Alfi! beri malu aja sih!" ucap Naya
"hehe refleks nayy.." ucap Alfi
"kalian have fun yaaa.. jangan malam-malam pulangnya!" ucap Mamah
"siapp mamah!" ucap mereka serempak
"Mamah jangan kecapean!" ucap Luna
"Mamah semangat kerjanyaa.." ucap Letta dan Naya
"Iyaaa sayangg.. Mamah tutup ya telponnyaa dadah!" ucap Mamah
"Dadah mamah! love youuu.." ucap mereka serempak
"Love you too!"
"Yes nginep! nginep!" ucap Alfi semangat
"Kita BBQ an kuy?" ajak Ravi
"boleh boleh!" ucap Letta
"Rumah gw auto hancur!" lirih Luna
"gak bakal hancur Lun! paling cuman berantakan," ucap Naya
"Sama aja oon!" geram Luna
"iyain aja dah iyain!" ucap Naya
"eh Dav! lu ikut nginep gak?" tanya Alfi
"mmm.. tidak tau," ucap Davi
"ikut ajalah.." ucap Luna
"say— maksudnya gw belum izin," ucap Davi
"tenanggg abis balik dari Mall, kita kerumah elu!" ucap Ravi
"Nah iya! gimana dav?" tanya Alfi
"yasudah boleh," ucap Davi
"udah habis belum?" tanya Luna
"udah, ayok bayar!" ucap Naya
"Ravi traktir!" ucap Letta, Ravi yang mendengar namanya sontak kaget
"gw?" heran Ravi
"iya Ravindraaa..." ucap Letta
"yaudah gw yang bayar," pasrah Ravi
"wkwk sabar broo.." ucap Alfi
"khusus elu gak gw traktir!" ucap Ravi
"Wahhh! asu lu Rav!" ucap Alfi
"Orang ganteng tapi minta traktir teros!" sindir Ravi
"yang penting gw ganteng!" ucap Alfi
"Iya tapi ditolak Naya teross!!" ucap Ravi langsung ngancir kekasir
"AWAS LU RAV!" teriak Alfi
pletak
"Gak usah teriak! malu-maluin lo!" ucap Naya
"jangan kasar-kasar dong sayangg..." ucap Alfi
"gak kenal!" ucap Luna lalu pergi
"bukan temen saya.." ucap Davi mengikuti Luna pergi
"bukan temennya doi gw!" ucap Letta juga ikut pergi
"Jijik gw!" ucap Naya lalu pergi meninggalkan Alfi sendirian
"berat jadi cogan! selalu dinistakan!" batin Alfi
×××
"TIMEZONEEE, IM COMING!!" teriak Luna, Letta dan Naya serempak lalu berlari meninggalkan Davi, Ravi dan Alfi
"percaya mereka badgirl?" heran Ravi
"seketika gw gak percaya mereka badgirl!" ucap Alfi
"Lucu ya mereka.." ucap Davi
"ikutin mereka! gak lucu kalo mereka ilang," ucap Ravi
Ketiga gadis itu beli 3 kartu bermain, 1 kartu isinya 300rb. Pastinya mereka main berpasang-pasangan, Luna dengan Davi, Letta dengan Ravi, Naya dengan Alfi.
Pertama-tama, mereka main Street Basketball, kedua mereka main Dance Revolution, ketiga mereka main Maximum Tune, keempat mereka main Puzzle Bobble, kelima mereka main Capitan Boneka dan banyak lagi
"hufttt cape! beli bubble tea kuy?!" ajak Luna
"ayo!" ucap Letta dan Naya
Davi, Ravi dan Alfi hanya pasrah mengikuti ketiga gadis itu, yang baru saja merasa cape!
"Mass, bubble teanya 6 ya.." ucap Luna
"Siap mbak, mohon ditunggu!" ucap pelayan
"eh udah jam berapa?" tanya Naya
"udah jam 5 sore!" ucap Alfi
"njir udah 4 jam dong kita?!" kaget Luna
"jam berapa mau balik?" tanya Letta
"nonton bioskop dulu kuy?!" ajak Naya
"ayok! tapi kita kekaraoke dulu lahh!!" ajak Luna
"ayoklah!"
"kalian gak cape?" heran Ravi
"udah 3 jam kalian ditimezone gak cape?" heran Alfi
"YAA ENGGAK DWONGG!!" ucap Luna, Letta dam Naya serempak
"misii... ini bubble teanya," ucap pelayan menyerahkan 6 porsi bubble tea
"sekarang Alfi yang traktir!!" ucap Naya
"hah gw?!" kaget Alfi
"iya elu! cepet bayar!" ucap Naya
"yaudah demi yayang beb gw rela" ucap Alfi
"nih mas!" Alfi pasrah dengan memberikan selembar uang bewarna merah
"kembaliannya ambil aja mas," ucap Alfi
"Terimakasih, semoga mas dan mbaknya selalu langgeng!" ucap pelayan itu lalu beranjak pergi
"mkasudnya? mas dan mbaknya yang mana nih?" heran Alfi
"ya elu lah!" ucap Ravi
"Kita di doain langgeng beb," ucap Alfi yang senyum-senyum ke Naya
"halu elu al! jan terlalu tinggi!" ucap Naya lalu beranjak pergi bersama Luna dan Letta
"selalu ditinggal kita," ucap Ravi
"sabarr, kita ikutin aja." ucap Davi
×××
"Lagu apa nih?" tanya Letta
"its you-ali gatie!" ucap Luna
"ok siap!" ucap Letta
"eh kalian mau nyanyi gak?" tanya Naya
"kalian aja duluan," ucap Alfi
"yaudah!" Luna, Letta dan Naya pun bersiap menyanyikan lagu its you
Letta: It's you, it's always you
If I'm ever gonna fall in love
I know it's gon' be you
It's you, it's always you
Met a lot of people,
but nobody feels like you
Luna: So, please, don't break my heart
Don't tear me apart
I know how it starts
Trust me, I've been broken before
Don't break me again
I am delicate
Please, don't break my heart
Trust me, I've been broken before
Naya: I've been broken, yeah
I know how it feels
To be open
And then find out your love isn't real
I'm still hurting, yeah
I'm hurting inside
I'm so scared to fall in love
But if it's you then I'll try
Letta: It's you, it's always you
If I'm ever gonna fall in love
I know it's gon' be you
Naya: It's you, it's always you
Met a lot of people,
But nobody feels like you
Luna: So, please, don't break my heart
Don't tear me apart
I know…
"udah ah cape!" ucap Luna
"hooh gantian kelen lagi!" ucap Letta
"kita?" heran Ravi
"iyaaa kaliann.." ucap Naya
"males, mending kita nonton aja!" ucap Alfi
"yaudahlah mending nonton! udah jam 18:15!" ucap Luna
"Dav banyak fans elu noh," ucap Luna yang berjalan berdampingan dengan Davi
"ahahaha masa ada yang fans sama saya," ucap Davi
"kenapa gak pake lu-gw?" tanya Luna
"seperti ada yang aneh begitu," ucap Davi
"Eh! kita beli tiket dulu atau beli popcorn?" tanya Letta
"popcorn aja dulu deh gimana?!" ucap Naya
"ayok beli popcorn!" ucap Luna
×××
"Mas beli popcorn rasa caramell 6 porsi," ucap Luna
"siap mbak, mohom ditunggu sebentar.." ucap pelayan popcorn
"nonton apa nih?" tanya Naya
"HOROR!" ucap Letta dan Luna serempak
"siapp kita nonton horor!" ucap Naya
"misii.. ini popcornnya mbak!" ucap pelayan itu
"Dav, bayarin.." ucap Letta
"iyaa," ucap Davi tidak protes lalu menyerahkan 2 lembar uang merah
"ambil saja kembaliannya mas.." ucap Davi
"Ayok nonton!" ucap Letta, Luna dan Naya bersemangat sambil mengangkat popcorn
"eh malam ini jadi BBQ an?" tanya Luna
"ayok gw mah!" ucap Letta
"abis ini kita beli bahan-bahannya oke?" ucap Naya
"siappp!"
tiba-tiba ketika Lunadkk mau memesan tiket bioskop, tampak seorang cowo jangkung bersama kedua temannya yang juga menatap Lunadkk
"wehhh ketos!!" sapa Ravi. Ya ketiga cowo itu adalah Liam, Zico dan Vino, Liam tidak membalas sapaan Ravi, Liam malah menatap intens Luna. Luna tanpa sadar menggandeng tangan Davi
"gw agak familiar dengan muka lu," ucap Vino menunjuk Davi. Lalu tatapan Liam pindah kearah Davi
"elu Davikan?" tanya Zico
"dia emang davi! kenapa?" ucap Letta
"Jadi berandal nih?" ucap Zico seperti meremehkan
"Apa Maksud lo hah!" ucap Alfi terpancing emosi
"Udah mending kita pergi!" ucap Naya menahan Alfi
"ayo pergi!" ucap Letta juga menarik tangan Ravi
"dasar peganggu!" ucap Luna Datar, lalu juga ikut pergi tanpa melepaskan gandengannya dari tangan Davi
Liam menyadari gandengan Luna ke Davi hanya menatap tajam, Liam juga menatap kepergian Luna dan Davi dan Liam merasa ada ketidak ikhlasan dihatinya
Apakah Liam jatuh cinta?