
gdor gdor gdor
"ANGELL BANGUNNN!!"
"angelll!!!"
ceklek
"hm?"
"astagaaa!! Sekolah Lunaa Angelia!!!" geram Liam. Hari ini Liam yang membangunkan Luna
"5 menit lagi!" ucap Luna
"gak ada 5 menit 5 menit! kalo lama gw tinggal!" ucap Liam
"iye bacot lu ketos!" ucap Luna
"DUR—"
Brak
"Laknat bener gw punya adek!" gumam Liam
×××
"MAM—"
"jangan teriak sayang.." tegur papah yang berada dibelakang Luna
"hehehe papah!!" ucap Luna
"pagi sayang," ucap Papah mencium kedua pipi Luna
"pagi juga papah!!" ucap Luna memeluk Papahnya
"ayo sarapan nanti kamu telat," ucap papah
"ayok! papah mau kerja?" tanya Luna
"iyaa angel," ucap Papah
"eh! baru juga mau gibran panggil!" ucap Liam yang mau menabrak Luna dan Papahnya
"gak sabaran bat sih jadi orang," ucap Luna
"gw mau manggil papah! bukan elu!" ucap Liam
"iya katagw kan gak sabaran banget! buk—"
"sudah sudah kalian ini masih pagi loh.." lerai Papah
"ayoo anak papah kita sarapan!!"
×××
"turunin gw dihalte aja bang!" ucap Luna
"napa lu?" heran Liam
"ntar jadi bahan gibah! males bat gw!" ucap Luna
"persetanan peduli!"
"ihhhh kata gw berhentiin dihalte!" kesal Luna
"dah kelewat!"
"sengaja nih ketos!" geram Luna
"bacot gadis bar-bar!"
"kalo gw dibully gimana tolol!"
"gadis bar-bar takut kena bully? ahaha" ejek Liam
"gw lagi males cari ribut woy!" ucap Luna
"ntar kalo elu dibully gw yang tolongin" ucap Liam. Luna merasa terharu dengan keser
"maksudnya tolongin tambahin bullyannya.." ucap Liam
"nyesel gw punya abang kek elu!" gumam Luna
"yang penting gw ganteng!" ucap Liam dengan pdnya
"kok elu gesrek! kemaren-kemaren sok cool-cool gitu!" ucap Luna
"sama elu doang gw gini!" ucap Liam
"bodoamatt. awokwokwok!!"
"laknat!"
"eh dah sampe? njir banyak bat dah yang dateng sekolah.." ucap Luna melihat koridor yang sedikit penuh dan parkiran banyak siswa maupun siswi yang nongkrong
"ayo turun!" ajak Liam
"Sante bat elu! gw yang kena imbasnya!" geram Luna
"kata gw ada gw tenang ae.." ucap Liam
"persetanan percaya ama elu!" ucap Luna
"bodoamat!!" ucap Liam lalu membuka pintu mobilnya, Luna pun memerhatikamnsekotar ternyata banyak yang mengarah bahagia pada Liam
"idih muka songong gitu banyak bat fansnya!" batin Luna
"ayo!" Liam tiba-tiba membukakan pintu mobil untuk Luna, perbuatan Liam sontak membuat Luna menyumpah serapah
"asyu lu bang!" gumam Luna dibalas kekehan oleh Liam
"huftt.. tambah lagi dah haters gw!" batin Luna
Semua siswa maupun siswi tercengang melihat Luna keluar dari mobil Liam
"*mereka?"
"pacarankah?"
"kok bisa?"
"mereka bukannya sering berantem?"
"Liamkan pacaran sama Raina,"
"mau jadi PHO ntu badgirl,"
"cocok sama ka Raina juga*!"
Luna yang mendengar cemoohan siswi siswi rempong menatap Liam tajam
"jangan bilang lu lupa rencana kita!" bisik Liam
"anjir! baru inget! pantesan aja ni jangkung abnormal," batin Luna
"lupa gw beneran!" bisik Luna
"udah ayo!" ucap Liam merangkul bahu Luna
disepanjang koridor rangkulan Liam terhadap Luma tidak terlepas sama sekali, wajah Liam maupun Luna sama-sama datar
"muka mereka mirip loh.."
"kata mak gw kalo muka mirip itu jodoh!"
"jodoh?! kesian ya ka Raina kalo mereka berdua jodoh,"
"jodoh-jodoh! jodohH ndasmu!!" batin Luna
Sesampainya didepan kelas Luna, Liam mengacak-acak rambut Luna
"belajar yang bener," ucap Liam lalu pergi meninggalkan Luna yang menyumpah serapah
"LUNAAA!!!" Letta dan Naya berlari menuju kearah Luna
"ck, apaan?" ucap Luna
"ELU PACARAN AMA KETOS?"
"LU PACARAN AMA KA LIAM?"
lagi-lagi mendengar teriakan dari Letta maupun Naya membuat mereka bertiga ditatap intens
*pletak
pletak*
"sembarangan banget tu mulut!" geram Luna
"lah bener! lu berdua berangkat sekolah bareng, dikoridor rangkul-rangkullan, didepan kelas mesra-meraan gitu! pacaran ya looo..." ejek Letta
"kemakan Ludah ndiri tuh.." sindir Naya
"mana tadi Davi liat lu berdua," ucap Letta
"HAH! BENERAN?!" kaget Luna
"njir davi liat!! berabe deh gw,"
×××
"siapa?" tanya Luna
"gw!" tiba-tiba Liam masuk bersama Vino dan Rico
"pembullyan otw.." gumam Luna saat melihat tatapan tajamdari fans-fans abangnya itu
"ayo kekantin," ajak Liam
"males.." ucap Luna
"kekantin Luna.." bujuk Liam
"mager!" tolak Luna
"Lun!"
"apaansih!"
"kantin!" Liam menatap tajam Luna, dengan perasaan yang berat pun Luna kekantin, Luna melewati Liam sengaja menghentakkan kakinya
"Let! Nay! ayo!" ucap Luna. Letta dan Naya pun mengikuti Luna dengan perasaan yang heran, dibelakang ketiga gadis itu pastinya Liam, Rico dan Vino
"pesan apa?" tanya Liam keLuna
"serah.."
"ok, Budeee!!!"
"iya mau pesan apa nak Liam?"
"pesan apa?" tanya Liam
"samain aja,"
"Baksonya 7 porsi, es jeruknya 7 porsi."
"siap nak Liam."
"kalian beneran pacaran?" tanya Naya
"enggak!"
"iya!"
"kita pacaran!" ucap Liam dengan menekan ucapannya
bugh
"kita berdua adek kakak!" ucap Luna mempelankan suaranya
brak
"HAH?!" kaget Letta dan Naya
"duhhh santaii!! kan gegara kelen banyak yang liat kekita!" protes Luna
"refleks asu!" ucap Letta
"dia abang gw yang gw ceritain kekelen," ucap Luna
"njir?! beneran? sumpa gw gak nyangka," ucap Letta
"beneran adek kakak?" tanya Naya
"ck, ntar dah pulsek gw jelasin." ucap Luna
"ini pesanannya nak Liam," ucap Bu dewi
"makasihh budee.."
"kelen gak kaget?" tanya Luna kearah Rico dan Vino
"dah tau kita," ucap Rico
"oh.."
"parah elu lun, ka rico ama ka vino aja dah tau!" ucap Naya
"hooh, ama sahabat ndiri baru aekaramg dikasih tau!" ucap Letta
"tolol! paling juga dikasih tau Bang Gibran!" ucap Luna
"Bang Gibran?" heran Letta dan Naya
"ka Liam maksudnya," ucap Luna lalu menatap Liam yang sedari tadi diam
"ka diem-diem bae lu.." tegur Luna
"makan!" ucap Liam dengan datar
"idih sok sok an cool! dirumah aja urat malunya udah putus " ucap Luna
"dah kesambung uratnya," ucap Liam
"keknya ni ketos risih ada gw," ucap Letta. Letta dan Naya pun berdiri mau beranjak pergi
"duduk! gw gak ada bilang kalo gw risih!" ucap Liam tanpa melihat kearah Letta dan Naya
"udah duduk disini aja," ucap Luna. Letta dan Naya pun duduk kembali
"Makan lagi," ucap Liam menyodorkan 1 porsi bakso ketika bakso Luna sudah habis
"hehe, makasihh.." ucap Luna
"mau lagi?" tanya Liam
"enggak deh, Angel jadi mau es krim aja.." ucap Luna
"tumben makan 2 porsi," ucap Naya
"mau dapet," ucap Liam
Rico, Vino, Letta dan Naya terkejut kenapa Liam bisa tau tanggal dapetnya Luna
"gw punya kalender dirumah dan selalu gw tandain, mungkin Bang Gibran baca." ucap Luna
"ohh,"
"pasti mikir yang enggak-enggak!" ucap Luna curiga
"Vino dah pasti!" ucap Rico
"apaan Vino! Vino!" ucap Vino
"otak lu kan emang +21 teros," ucap Rico
bugh
"sekate-kate lu!" ucap Vino
"Bang.. masih laper," ucap Luna ke Liam
"tadi aja sok-sok an gak mau kekantin!" sindir Liam dengan mengacak-ngacak rambut Luna
"kan tadi! bukan sekarang hehe," ucap Luna
"seras dunia milik berdua dah!" ucap Rico
"bener yang lain ngontrak doang!" ucap Letta
"biarin aja udah biarin!" ucap Naya
"iyain aja udah iyain!"
"sirik aja kelen!" ejek Luna
"mau apa?" tanya Liam
"mau batagor," ucap Luna
"Budee!! batagor 1 porsi!"
"siap nak Liam,"
"ngerasa gak kelen, banyak bat yang ngeliat kekita!" ucap Letta
"maklum kita anggota osis kelen gadis bar-bar," ucap
"makanya pada heran kita akur!" sambung Vino
"Davi bareng Raina? kok bisa?" kaget Luna ketika melihat Davi dan Raina berjalan berdampingan
"pacar lu noh keganjengan ama gebetan gw!" ucap Luna kearah Liam
"najis gw pacaran ama ntu cewek!" ucap Liam
"lah Raina pernah bilang abang ama dia pacaran," ucap Luna
"kok mereka mesra banget ya," ucap Naya yang sedari tadi memperhatikan kedua orang itu
"maklum cewe ganjen,"
"mereka pacaran?"