
Luna berjalan pulang kerumahnya, bersenandung sepanjang jalan, Luna mengamati kompleks barunya itu.
"Angel kangen papah.." gumam Luna
"Angel kangen abang.." Gumamnya lagi
"Angel udah dikembali! kapan kita bertemu..." dan Lagi
×××
Luna bangun dari tidurnya dan jam sudah menunjukkan 19:20. Disepanjang jalan Luna menahan tangisnya dan akan melepaskannya ketika sudah dirumah bersama sang mamah. Ternyata ketika Luna memasuki rumah barunya tidak nampak sosok mamahnya. Luna menangiskan diri diKamar.
Luna merasa dirinya sudah tidak diperdulikan lagi, bahkan sudah tidak penting lagi untuk hidup. pikir Luna
ceklek
"Angell.." panggil Mamah Luna sembari masuk kedalam kamar, Luna kembali menutup matanya
"sayang bangun.." ucap sang Mamah, Luna merasakan tangan hangat itu mengelus-ngelus rambutnya
"Angel...." panggil Mamahnya sekali lagi, Luna pun membuka matanya yang bengkak dan merah
"kamu kenapa sayang?" tanya Mamah, Luna hanya membalas dengan gelengan saja
"yaudahh, kamu mandi terus makan." ucap Mamah dibalas anggukan saja oleh Luna
cup
"mamah siap dengarkan keluh kesah kamu sayang.." ucap Mamah mengecup dahi Luna, lalu beranjak pergi
"hufttt... maafin angel mah!" batin Luna
Luna duduk disofa tepatnya disamping mamahnya yang nonton tv
"udah makan sayang?" tanya mamah tanpa menengok kearah Luna
"belum.." ucap Luna mengambil cemilan dimeja
"makan dulu sana!" perintah Mamah
"nanti mah angel cape.. hehe," kekeh Luna
"nanti sakit lohh sayang.." ucap mamah
"yaudah makan, tapi disuapin mamah!" ucap Luna
"ck, dasar angel!" meskipun begitu mamahnya juga mengambil makanan untuk Luna
"MAMAH EMANG TER THE BEST!!" teriak Luna ketika mendengar suara piring
"JANGAN TERIAK ANGEL!" ucap Mamah
"MAMAH JUGA TERIAK PADAHAL," balas Luna
"dibilang jangan teriak, angel! angel!" ucap Mamah menghampiri Luna dengan membawa nampan
"uhhh favorit angel nih!" ucap Luna, makanan yang dibawa Mamahnya itu soto betawi
"Makan sendiri aja ya lun.." ucap Mamahnya
"suapin donggg..." ucap Luna mengeluarkan andalannya yaitu baby face, mamahnya pun mengiyakan ucapan Luna
"mamah tumben pulang jam segini?" tanya Luna
"mamah lagi mencoba jadi mamah yang baik buat kamu," ucap Mamah
"mamah selalu baik buat angel mah.." lirih Luna
"udahh jangan nangis! lagi makan juga," ucap Mamahnya yang tidak akan tega melihat air mata anaknya lolos turun dihadapannya
"hehe, lagi mahh.." Luna siap membuka lebar-lebar mulutnya
10menit kemudian
Luna berbaring disofa dan paha mamahnya dijadikan bantalan oleh Luna, Kepala Luna pun juga dielus-elus leh mamahnya
"Mah!" panggil Luna
"kenapa sayang?" Tanya Mamah, Luna berbalik sehingga dihadapannya perut mamahnya
"Angel kangen.." ucap Luna memeluk pinggang mamahnya
"Angel kangen papah.."
"Angel kangen abang..."
"Angel kangen masa kecil Angel.."
"Angl kangen mamah yang gak sibuk"
"Angel hiks hiks kang hiks ngen.." lirih Luna, runtuhlah pertahanan Luna menahanbuntuk tidak menangis
"maafin mamah ya sayang.." ucap Mamah
"kalo tidak keegoisan mamah sama papah, pasti kita semua masih sama-sama," lirih Mamah, Luna bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk mamahnya itu
"Angel kangenn mahh..." Luna menangis dipundak dan dipelukan mamahnya
"sabar ya sayang.. semoga kamu cepet ketemu sama papah kamu.." ucap Mamah mengelus-ngelus rambut Luna
5menit kemudian
Luna perlahan memberhentikan tangisannya
"Angel tidur sama mamah ya.." harap Luna
"iyaaa..." Luna dan Mamahnya langsung beranjak pergi kekamar sang Mamah
"kamu cuci muka dulu sana!" perintah Mamah keLuna, Luna pun langsung mencuci mukanya. Selesai mencuci muka Luna melihat mamahnya yang bertengger didepan kaca
"udah cuci muka?" tanya Mamah
"udah kok," Luna pun duduk dikasur sambil melihat mamahnya mengoleskan cream wajah, setelah selesai Mamah Luna menghampiri Luna dan berdiri dihadapan Luna
"Ngel, muka sini!" panggil Mamah
"ngapain?" heran Luna
"mamah mau pakein cream wajah!" ucap Mamah sambil menunjukkan cream wajah
"jangann mah!" tolak Luna
"kamu udah gede loh sayang, rawat muka kamu yah..." ucap Mamah
"yaudah deh," ucap Luna dengan pasrah
"nahh gitu dongg!!" ucap Mamah langsung mengoleskan cream wajah keLuna
"nanti mamah beliin perawatan buat kamu, kalo perlu make up juga!" ucap mamah
"jangan mah! kalo perawatan gakpapa, kalo make up? please jangan!" ucap Luna
"yaudah, yang penting kamu mau perawatan!" ucap mamah
"tapi biar pun Angel gak perawatan tetep cantik kok!" ucap Luna sambil mengibaskan rambutnya kebelakang
"iyalah mamahnya siapa dulu!" balas mamahnya dengan sombong
"iyain dahh angel mah ngalah.." ucap Luna, mamahnya pun langsung tertawa melihat kekalahan anaknya
"selamat tidur mah.." ucap Luna mencium pipi mamahnya
"selamat tidur juga sayang.." Ucap Mamah
×××
"ngelll bangun..." ucap Mamah membangunkan Luna
"bentar lagi mah," ucap suara serak Luna
"udah jam 06:00 nanti telat!" ucap Mamah
"bentar mah..."
"bangun atau kuc—"
"OTEWE! MANDI!" Luna langsung ngancir keluar kamar menuju kamar mandi
10menit kemudian
"Mahhh!" panggil Luna
"Didapur sayang!" teriak Mamah, Luna langsung lari kedapur menghampiri mamahnya
"Sarapan ngel, baru berangkat!" ucap Mamah menyodorkan nasi goreng
"angel punya temen baru loh mahh.." ucap Luna sambil sarapan
"namanya siapa?" tanya mamah
"Letta sama Naya," ucap Luna
"nanti ajak temennya kerumah," ucap Mamah
"Siapp! pasti angel ajak kerumah kok!" ucap Luna
"Mah, Angel mau bawa bekal!" ucap Luna, Mamahnya refleks menatap Luna tidak percaya
"kenapa mah?" heran Luna
"tumben kamu mau bawa bekal," ucap Mamah
"hehe, sesekali mamah.." ucap Luna
"buat pacar yaa?" tanya Mamah dengan mengejek
"ishh! mamah Angel gak punya pacar!" ucap Luna
"Nih." Mamah Luna menyodorkan bekal, Luna dengan senang hati mengambil bekal itu lalu dimasukkan kedalam tas
jam sudah menunjukkan pukul 6:25
"mah angel berangkat dulu," pamit Luna mencium punggung tangan Mamahnya
"hati-hati sayang.." ucap Mamah lalu mengelus rambut Luna
"iyah mamahhh!" Luna mencium kedua pipi mamahnya lalu pergi keluar Rumah
Luna lagi-lagi berangkat sekolah menaiki bus disepanjang jalan Luna bersenandung sambil menampilkan wajah dinginnya, padahal hatinya sangatlah bergembira tapi mukanya sangatlah datar
Luna sampai dihalte Bus, baru saja mau duduk Bus datang. Luna berdecak sebal lalu menaiki bus
Luna duduk sendirian didalam bus, Luna memasang aerphone dan memutar musik lagu EXO-24/7.
Tak berselang lama bus yang ditumpangi Luna sampai disekolahannya, Luna pun bergegas turun dari bus itu. Luna berjalan menyusuri koridor yang agak ramai. Luna terus berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya.
"WOY!" Letta yang melihat Luna berjalan sendirian langsung lari medatang Luna lalu langsung merangkul bahu Luna
Luna yang kaget bukan karna teriakan Letta tetapi dia kaget karna rangkulan Letta
"turunin, berat anjir!" ucap Luna menghempas tangan Letta dari Bahunya
"asu, ringan gini tangan gw dibilang berat" ucap Letta
"tangan lu emang ringan, tapi dosa lo noh yang berat!" ucap Luna
bugh
"yeuuu semena-mena kau jubaedah!" kesal Letta meninjok bahu Luna
"jangan pegang-pegang lu penuh dosa, kesian gw kalo ikuttan penuh dosa!" ucap Luna sambil mengibas-ngibas bahunya
"yeee! kek sok suci lu njir," ucap Letta
"gw emang gak suci, setidaknya gw gak penuh dosa kek elu! HAHAHAHAHA," Luna tertawa
"bodoamat Lun! BODOAMAT!" ucap Letta sambil ngegas bahkan meninggalkan Luna
"idihhh ayunda Letta ngeelpiji!" ejek Luna sambil mengejar Letta, ternyata Letta sudah lebih dulu masuk kedalam kelas, tepat didepan papan tulis Luna berhasil mengambil tangan Letta
"STO! JANGAN PEGANG AKU! AKU JYJYQ MYAS!" histeris Letta
"hahahaha, tidak bisa kau sekarang akan ku culik!" ucap Luna dengan nada bicara seolah-olah lelaki
"please jangan bawa aku!" lirih Letta
"oooo tid—"
"A A aduh!" ucap Luna dan Letta bersamaan
"gak usah gila bisa?!" ucap Naya yang menjewer telinga Luna maupun Letta
"njehh baginda ratu..." ucap Luna dan Letta bareng
"duduk! bentar lagi bell! awas jadi orang gila!" ancam Naya melepaskan jewerannya
"huhuhu sakit ayundaa..." lirih Luna
"sabarlah adinda.. Baginda ratu memang seperti itu," ucap Letta menatap Naya
"MAU LAGI GAK?" teriak Naya yang sudah duduk dikursinya dan menatap kedua temannya
Luna dan Letta pun langsung ngancir kemeja mereka,
kring kringg kringgg kringggg
Benar! ketika Luna dan Letta menempelkan pantat dikursi, Bell masuk lalu terdengar
"kalo bener bakal masuk,mending gw gak usah duduk!" ucap Letta
"hooh gw juga, tapikan kalo aja!" ucap Luna
"udah diem duduk tenang!" tegur Naya yang berada didepan mereka, Luna dan Letta mematuhi ucapan Naya
"JAMKOS WOY!!!" teriak ketua kelas yang baru saja datang
"YES!" sorak siswa siwi IPS 1
"keRoftoop skuy?!" ajak Letta menatap Naya dan Luna bergantian
"acc" ucap Luna dan Naya
"ayo!" Letta, Luna dan Naya berjalan beriringan menyusuri kelas yang ada jamkos maupun ada gurunya
"eh tunggu!"