
"Ngell!!!"
gdor gdor gdor
"dekkk!!"
ceklek
"udah siap kok gw!" ucap Luna
"tumben," celetuk Liam
"Kan abang mo ngelepas jabatan jadi Ketos!!" ucap Luna dengan semangat
"Gendong!" ucap Luna yang berada dipunggung Liam dan tangannya sudah melingkar dileher Liam
"dasar manja!" gumam Liam tetapi Liam tetap saja menggendong Luna
"manja-manja gini tetep adekmu bang!" ucap Luna menenggelamkan wajahnya dileher Liam
"iyain aja iyain,"
"Angel! Gibran!" panggil Papah yang tiba-tiba berada dibelakang Luna dan Liam
"Papah! Gibran kira udah dimeja makan," ucap Liam
"Bang, Bang turunin!" pinta Luna, Liam pun menurunkan Luna
"Pagii papah!"
cup cup
"pagi juga sayang," ucap Papah mengelus rambut Luna
"Papah gak kerja?" tanya Luna menyadari bahwa papahnya memakai pakaian santai
"Iya, papah lagi cuti soalnya Lusa tahun baru sayang," ucap Papah
"eh iyaya, Angel baru inget!" ucap Luna
"ahaha dasar kamu," ucap Luna
"udah-udah sarapan sini!" ucap Mamah
"Siapp Mamah!!"
×××
"Sedih gak bang?" tanya Luna. sekarang Luna dan Liam berjalan ditengah koridor sekolah
"sedih? kenapa?" tanya Liam
"jabatan abang gakjadi ketua osis lagi," ucap Luna
"biasa aja, malah bagus gw gak sibuk ama data data sekolah." ucap Liam
"bener juga! jadikan abang ada waktu buat temenin Angel jalan-jalan awokwokwok!" ucap Luna
"cowo lu dikemanain!" ucap Liam
"tetep dihati gw," celetuk Luna
"Bucinnn!!! dasar bucinnn!!" ucap Liam dengan menelungkupkan wajah Luna pada ketiaknya
"Bau tolol!" ucap Luna
"kasyarrr ya kamyuu," ucap Liam
bugh
"BUKAN ABANG GW!!!" teriak Luna setelah berlari dan menggeplak bahu Liam
"LAKNAT KAO GADIS BAR BAR!" teriak Liam sontak Liam ditatap tidak menyangka bahkan ada yang terkejut dengan perubahan sikap Liam
"persetanan gw peduli!" batin Liam
×××
Luna berlari kearah Kantin karna menurutnya pasti teman-temannya sudah nangkring diKantin dan benar saja ketika Luna mengedarkam pandangan. Letta, Naya, Ravi, Alfi dan Davi berada dipojok kanan sambil menyantap sarapan
Luna yang berjalan mengendap-ngendap kebelakang Davi. Letta dan Naya yang sedari tadi diam karna disuruh Luna, keduanya hanya pun menurutinya
"Pagi sayang!"
"ANJIR!!"
bukan Luna yang bilang 'pagi sayang' tetapi malah Davi dan Luna yang terkejut. Bahkan Davi berdiri dihadapan Luna
"bukannya dijawab malah ngumpat," ucap Davi
"Ya mangap, kajet aing teh kagett euy!" ucap Luna
"kurang obat nih," ucap Naya
"maap woy! bukan mangap," ucap Letta
"dasar netizen, julid bener." ucap Luna
"saha maneh teh saha!!" ucap Ravi sambil mengadahkan tangan diatas kepala Luna
"Aing maungg!!" ucap Alfi
"ngawur kali kau cah cah," ucap Letta
"jangan dengerin mereka lagi kumat!" ucap Letta
"haturrr nuhunn atuhh!" ucap Alfi
pletak
"hampuraaa! dasar tuman!" ucap Ravi
"Naha aing nu disalahkeun," ucap Alfi
"sekarepmu lah cah!" ucap Ravi
"Cicing ai maneh!" ucap Luna
"hampuraaa atuh neng geuliss,"
"gak kenal aing teh gak kenal!" ucap Naya
"Lun duduk sini," ucap Davi menepuk-nepuk bangku disampingnya itu
"hatur nuhun atuh akang," ucap Luna
"iyaa neng geuliss," ucap Davi
"siapa ketos yang ngeganti Bang Liam?" tanya Naya
"katanya Fendy" ucap Luna
"Fendy?! yang jadi ketua kelompok waktu kemah kemaren?" tanya Letta
"iya keknya," ucap Luna
"njirlah, bar-bar gitu nyalonin anggota osis!" celetuk Letta
"emang yaa netizen +62 dasar," ucap Luna
kring kriingg kriiinggg kriiinggggg kriiiinggggg
"kumpul dilapangan kuylah," ucap Naya
"mager bat gw njir," ucap Letta
"sama njir," ucap Luna
"udah-udah ayooo," ucap Davi mencubit kedua pipi Luna
"ishh sakit," ucap Luna
"ayooo sayang," ajak Davi
"ishhh, kalo bukan karna abang gw gak bakal baris gw!" ucap Luna
×××
kring kringg kringgg kringggg kringgggg
"yesss abis ini pulangg!" seru Luna
"baru jam 11 siang dah pulang?" heran Letta
"hooh, kata Abang gw hari ini pulang cepet tapi kumpul dulu ada pengumuman." ucap Luna
"ohhh. yodah lah kuy kumpul," ucap Letta. Karna tidak ada pelajaran ketiga gadis ini bersantai-santai diRoftoop. bahkan Naya pun sampai tertidur pulas
"naya bangunin noh!"
"Nayy!! nayaaa bangun!" ucap Letta
"hmm,"
"udah pulangan ayok!" ucap Letta
"ngapain pulangan?" tanya Naya
"karna udah pulangan anjir!" geram Luna
"duluan aja gw mager bolos!" ucap Naya
pletak
"wahhh parah nih kurang obat!" ucap Letta
"biasa aja dong! hwahhh," ucap Naya sambil menguap
"jorok tolol!" ucap Letta
"Cepet woy! udah mo baris tu!" ucap Luna
"gak usah baris lah gw mager," ucap Letta
"hooh!" sambung Naya
"gw pulang gimana woy! kalo gw diting—"
"kita anterin tenang," ucap Naya yang ingin melanjutkan tidurnya.
"hooh," ucap Letta
"okelah gw juga mager panas-panasan." ucap Luna yang juga ikut berbaring. Ketiga gadis berbaring itu tidak beralaskan apa-apa tetapi lantainya tetap bersih
"LETTA! LUNA! NAYA! NGAPAIN KALIAN DISINI!!"
"aissss pa Ami ganggu aja" gumam Luna
"duhh bacot bener ni bapa." gumam Letta
"Kita ngantuk pak makanya kita disini," ucap Naya sontak saja Luna dan Letta menatap tajam Naya
"Kalian tidak mendengar lonceng baris?!" ucap Pa Ami
"gak denger pak.." lirih Naya
"Alesan!! cepat kalian bertiga ikut bapak kelapangan!!" ketiga gadis itupun mengikuti Pa Ami ketengah lapangan. Ketiga gadis itu hanya memasang wajah datarnya dan tatapan tajam
"kalian bertiga berdiri disini!!" Ketiga gadis itupun berdiri disamping kiri Bendera menghadap siswa-siswi SMA Antariksa
45menit kemudian
"ya itu saja yang bapak sampaikan, pulanglah dengan selamat! dan nikmati liburan!" ucap bapak Saptadi
Semua siswa siswi SMA Antariksa Bangsa bubar meninggalkan lapangan kecuali Luna, Letta dan Naya
"Pak kita pulang ya," ucap Letta
"sekarang bapak maafkan! pulang saja kalian," ucap Pa Ami
"makasihh pakk!!" Luna, Letta dan Naya pun menyalimi guru-guru yang tersisa dilapangan
×××
"Kenapa dihukum?!" tanya Liam padahal Luna baru saja masuk kedalam mobil
"ketauan gak ikut baris dilapangan," ucap Luna
"kenapa," tanya Liam
"males! gw ngantuk diem!" ucap Luna lalu mengambil posisi nyaman untuk tidur. Liam yang melihat adiknya hanya bisa bernafas kasar
×××
tok tok tok
ceklek
"Angel kenapa bang?" tanya Bunda kaget melihat Luna berada digendongan Liam
"ketiduran mah," ucap Liam
"yaudah, taroh kekamar aja langsung.." ucap Mamah Liam hanya menganggukkan kepalanya lalu beranjak kekamarnya Luna
"tidur yang nyenyak," gumam Liam sesaat meletakkan Luna dikasur dan menyelimuti kaki Luna
cup
Liam juga mencium dahi Luna lalu mengusao pipi Luna lalu pergi
×××
Sore sebelum malam tahun Baru. Luna, Liam, Mamah dan Papah sibuk mendesain taman belakang rumahnya
"Ngel, Anak-anak mamah jadi kesini?" tanya Mamah
"jadi kok abis magrib katanya," ucap Luna
"siapa mau dateng mah?" tanya Liam datang bersama Papah
"temen- temen Angel bang," ucap Luna
"temen-temen Gibran juga mau kesini," ucap Liam
"temen-temen Angel nginep katanya," ucap Luna
"temen-temen Gibran juga," ucap Liam
"iyaaa ajak semuanya temen temen kalian ajak nginep juga gakpapa," ucap Mamah
"nahhh iyaa ajak semuanya," ucap Papah
"ntar abis makanannya," celetuk Luna dan Liam
"hust gak boleh gitu, mamah masak banyak kok!" ucap Mamah
"Mamah juga mau masak lagi takutnya gak cukup," ucap Mamah
"ekhem ciyee ciyee ekhem,"
"ekhem baper ekhem ekhem,"
"apaansih kalian gak boleh gitu," peringat Mamah
"iyaa dehh maap," ucap Luna dan Liam bareng
tok tok tok
"MAMAHHHH!!!"
"MAHHH!! ANAKMU YANG GANTENG DAH DATENG!"
"MAHHH BUKAIN PINTUU,"
"temen-temen kamu?" heran Papah
"hehehe iya pahh!! Angel mau bukain pintu dulu!" Luna lari membukakan pintu
"maklum pah, bar-bar semua ahahaha.." ejek Liam yang melihat papahnya keheranan
"MAM—"
ceklek
"pulang sana aing gak terima tamu gak waras!" ucap Luna
"bodoamat!!" ucap Letta dan Naya langsung masuk begitu saja
"MAMAHHH!!!" teriak Letta dan Naya
"haiii sayangg..." ucap Mamah
"Mamahh!! kangennn," bukan Letta dan Naya yang memeluk Mamah tetapi Ravi dan Alfi
"mamah juga kangenn," ucap Mamah mengelus-ngelus rambut Ravi dan Alfi
"ihhh!!! awasss!!" ucap Letta dan Naya menarik kerah baju Ravi dan Alfi
"ganggu aja kelen! gw kangen sama mamah!" ucap Alfi
"bodoamat gw juga kangen!" ucap Naya langsung memeluk Mamah
"Minggir!!" ucap Letta mendorong Ravi lalu memeluk Mamah
"haii," ucap Davi mengelus rambut Luna
"jugaa.." ucap Luna merangkul pinggang Davi
"kalian pacaran?" tanya Mamah
"mamah gak tau?!" kaget Naya
"mereka pacaran tau gak mah!" ucap Letta
"kapan?" tanya Mamah
"udah setengah bulan mah," ucap Ravi
"udah lama ternyata," ucap Mamah
"iya mah, wahh parah Luna gak bilang ama mamah.." ucap Alfi
"Mamahhh!!" ucap Davi memeluk dan mencium kedua pipi Mamah
"haii sayang," ucap Mamah
"Davi izin mah jadi pacar Luna," ucap Davi
"iyaa,.mamah restuin, jagain anak mamah yang baik ya!" ucap Mamah
"pasti Davi jagain!" ucap Davi
"eh kalian katanya abis magrib kesini!" ucap Luna yang baru saja sadar bahwa teman-temannya datang jam 5 sore
"sengaja, mau bantu-bantu mamah amsaj!" ucap Letta
"bener!" ucap Naya
"kita mau bantu dekor taman belakang!" ucap Ravi
"bener! kalo Davi mah dia kangen katanya sama neng Luna," ucap Alfi
"Apaansih!" ucap Luna blushing
tok tok tok
"permisii!!"
"Rico?!"
"Vino?!"
kaget Letta, Naya, Ravi dan Alfi
"temen-temnnya Gibran ya.." ucap Mamah
"iya tan," ucap Rico
"jangan panggil tante panggil Mamah!"
"GIBRANNN!!" panggil Mamah
"kenapa mah?" tanta Liam
"temen-temen kamu udah datang," ucap Mamah
"ayo masukk santai-santai aja diruang tanya," ucap Mamah
"Letta ama Naya bantu Mamah masakk!!" ucap Letta dengan semangat
"Ravi ama Alfi bantu dekor taman!" ucap Ravi dengan semangat
"Papah!!" panggil Luna dan Liam
"astaga!! kaget papah Angell, Gibran.." ucap Papah
"kesian papah kaget sayang," ucap Mamah
"hehe, maap dehh!!"
"Pah kenalin temen-temen Angel!" ucap Luna
"halo om saya Letta,"
"saya Naya,"
"saya Ravi,"
"saya Alfi,"
"saya Davi,"
"pacar Angel pah!" ucap Mamah dan Liam bareng
"wahh yang mana pacar Angel?" tanya Papah
"inii pahh," ucap Liam merangkul Davi
"anak gadis papah dah besar ternyata!" ucap Papah mengelus rambut Luna
"ihhh papah!!" rengek Luna
"panggil om, papah aja ya.."
"iyaa pah,"
"Hai papahh!!" ucap Rico dan Vino
"Rico! Vino! lama sekali kalian gak ketemu papah," ucap Papah
"hehe, kita sibuk pah maklum anak 12," ucap Vino
"yasudah ayo sini duduk-duduk!" ucap Papah
"Mamah mau masak pah," ucap Mamah
"sama Letta!"
"sama Naya juga!"
"kita berdua mau dekor taman!" ucap Ravi
"tamannya udah beres semua," ucap Liam
"yaudah kalo gitu, bantu Mamah masakk!!" ucap Alfi
"Letta, Naya, Ravi ama Alfi ayo bantu Mamah! sisanya santai aja diruang tamu ya." ucap Mamah
"iyaa mahh!!"
Papah yang sibuk bicara dengan Davi. Liam yang sibuk main ps dengan Rico maupun Vino. Luna yang bosan jadi tertidur pulas disofa
×××
"Lunn.."
"Lunaa, bangunn.."
"hm.."
"udah mau isya ayo bangun!" ucap Davi
"kok gw dikamar?!" tanya Luna
"digendong Ka Liam dipindah kekemar," ucap Davi
"ohh, hwahhh.."
"mandi yaa, terus kebawah soalnya udah mau makan malam," ucap Davi sambil mengelus rambut Luna. Luna mengangguk
cup
Davi tiba-tiba mencium kening Luna karna merasa gemas dengan wajah Bantalnya Luna
"ishhh sana ih!" usir Luna mendorong Davi untuk keluar dari kamarnya
"ahaha iya-iyaa, jangan lama-lama." ucap Davi
"iyaaa bawell," ucap Luna lalu menutup pintu kamarnya
"tapi sayang kan.." ejek Davi
"idihhhh ngarepp!!"
"ahahahaha"
×××
"Rame bener!" celetuk Luna saat kedapur ternyata semuanya udah siap untuk makan tidak dimeja makan tapi dibawah duduk berlingkar
"sini dek!" ucap Liam
"siapp!!" duduk disamping kiri Liam dan disamping kanan Davi
"nih punya Angel," ucap Mamah memberikan porsi makannya
"makasihh mah,"
"sebelum makan silahkan berdoa! berdoa dimulai!" ucap Papah memimpin doa
"selesai!"
"SELAMAT MAKANN!!!"
dapur rumah Luna sangatlah Ramai dengan gelak tawa entah itu dari kelucuan Alfi dan Vino bahkan mengejek Liam yang jomblo kalah dengan adiknya
×××
"udah siap semua?" tanya Papah
"siapp!!!"
"kita hitung mundur yaa!!!"
Papah dan Mamah paling tengah. Disamping kanannya ada Liam, Luna dan Davi. Disamping kanannya lagi ada Letta dan Ravi. dan paling pojok kanan ada Naya dan Alfi. sedangkan disamping Kiri adaRico lalu Vino. semuanya sama-sama memegang petasan
"1!"
"2!"
"3!"
"HAPPY NEW YEARRR!!!"
DUARRR DUARRR DUARR DUARR DUARR DUARR DUARR DUARR DUARR DUARR DUARRR DUARRR DUARRR DUARRR
"YEEEEE!!!" saat petasan telah habis, Liam dan Davi merangkul Lunadan mencium dahi Luna
"selamat tahun baruu," ucap Liam dan Davi
"selamat taun baru!!"
"anak-anak ayok kita makan-makan lagi!" ajak Mamah
"Yesss akhirnya makan Daging panggang!!" seru Alfi dan Vino serempak
"Bang, Davi minjem Luna sebentar yaa.. bilangin yang lain cuma sebentar kok!" ucap Davi
"sip! jagain adek gw awas macam-macam!"
"kenapa?" tanya Luna
"Makasih.." ucap Davi
"buat?" heran Luna
"Makasih sudah hadir dihidup aku," ucap Davi mengelus rambut Luna
"Luna yang makasih udah nerima kekurangan Luna," ucap Luna lalu memeluk Davi
"kedepannya hubungan kita tidak tau akan bagaimana! tapi kita harus tetap bersama-sama menjalaninya ya.." ucap Davi
"iyaa!! jangan saling egois! kita udah besar harus bisa ngadepin masalah yang ada dihubungan kita ya," ucap Luna
"Janji! tetap bersama walau ada masalah apapun!" ucap Luna
"I promise! Love you Luna Angelia Adara.." ucap Davi dengan mencium kening Luna
"Love you too Bara Davian Alexander!"
🎀🎀🎀TAMMAT🎀🎀🎀
From author(icha): begimana gaes tamatnya gak nyambung ya:v tamatnya happy ending kok, wkwkwk. jadi gaes mau sequel or cerita baru? komenn yaaa!!!