With You and Change

With You and Change
Insiden



"kalian pulang sekolah langsung kerumah yang dulu ya," ucap Mamah


"siappp!!"


"kucing Angel udah ditaroh dirumah dulu kan mah?" tanya Luna


"iya sayang. udah kok," ucap Mamah


"yaudah kita berdua berangkat! dadah Mamah!"


"hati-hati kalian bedua!" ucap Mamah


"iyaa..."


×××


"bang udah dua hari, makin renggang gw ama Davi cuma gegara cewe elu!" ucap Luna


"cewe gw?" heran Liam


"ck. Raina," ucap Luna


"Raina? Najis," sarkas Liam


"gegara elu bang! davi ngira gw ama elu pacaran!" ucap Luna


"elahhh, cuma gitu doang masalahnya?! gampang ntar gw yang nyelesein!" ucap Liam


"halah-halah, sok-sokan mau nyelesein ni ketos," gumam Luna


"gw denger ya Lun!" ucap Liam


"aduh-duh! perut gw!" ucap Luna tiba-tiba perutnya sakit


"eh ngel! kenapa?" panik Liam


"perut angel sakit!" ucap Luna


"kita kerumah sakit yaaa sekarang!" ucap Liam


"jangan deh, hari pertama makanya sakit banget," ucap Luna


"udah dapet dek?" tanya Liam


"iya! hari ini, makanya sakit banget!" ucap Luna ngegas


"yaudah tahan yaaa, abang beliin jamu mau?" tawar Liam


"gak mau!" tolak Luna, Luna memilih memeluk Liam dan menelungkupkan wajahnya dibahu Liam


Liam pasrah saja ketika dirinya dipeluk Luna daripada Liam kena imbas cewe PMS, mending diam saja


"Ngell, dah sampe sekolah.." ucap Liam


"masih sakit perut angel bang.." lirih Luna


"abang gendong keUKS ya," ucap Liam


"kekelas aja deh.." ucap Luna


"yaudah iya.." Liam pun keluar dan mengitari mobilnya


"naik punggung abang dek," ucap Liam


"kuat bang?" tanya Luna


"kuat dong," ucap Liam


"tas abang pindah kedepan dada abang dulu!" ucap Luna


"udah, ayo sini." ucap Liam


"awas jatoh ya! kalo jatoh angel bisa tambah pendarahan!" ucap Luna


"iyaa gak bakal,"


Luna pun dengan hati-hati menjatuhkan badannya dipunggung Liam dan melingkarkan lengannya pada leher Liam


"bang Angel lapar.." ucap Luna


"yaudah kita kekantin ya.." ucap Liam dan dibalas anggukan oleh Luna


disepanjang koridor banyak yang membicarakan Liam dan Luna, tidak ada yang mengetahui mereka adik kakak selain Rico, Vino, Letta dan Naya.


"KETOSS!! LUNA!!" teriak Letta yang datang bersama Naya, Ravi dan Alfi


"Luna kenapa kak?" tanya Naya


"lagi PMS," ucap Liam


"antar keUKS aja Ketos," ucap Letta


"mau makan dia," ucap Liam


"yodah kekantin ajalah!" ucap Naya


"kalian ikut gak kekantin?" tanya Letta ke Ravi dan Alfi


"ikut."


"Lun, udah dikantin.." ucap Liam


"turunin," ucap Luna


"mau makan apa?" tanya Liam


"bakso," ucap Luna


"bentar ya.." Liam mengelus pucuk kepala Luna lalu pergi memesankan Bakso


"sakit banget perut gw!" keluh Luna


"kerumah aja Lun kalo sakit banget," ucap Letta


"gakmau..." tolah Luna


"Lun elu pac—"


"Davv!" panggil Alfi saat melihat davi masuk kantin sendirian


"kenapa?" tanya Davi dengan datar


"Luna noh kesakitan," ucap Alfi


"pacarnya mana?" tanya Davi


"gw gak punya pacar!" ucap Luna dengan datar


"terus diketos itu apa?!" ucap Davi


"Lun nih," Liam datang langsung menyodorkan bakso ke Luna


"makasihh.." ucap Luna


"hm." Liam lagi lagi mengacak-ngacak rambut Luna, Liam maish belum menyadari keberadaan Davi


"itu buktinya gak pacaran?" ucap Davi. Liam pun sontak kaget akan keberadaan Davi


"duduk! gw jelasin," ucap Liam dengan serius. Ravi, Alfi dan Davi pun duduk diam, Letta dan Naya entah kenapa jadi tegang melihat keseriusan Liam, Luna? Luna malah sibuk dengan baksonya


"gw sama Luna, adek-kakak!" ucap Liam


mendengar pernyataan Liam. Davi, Ravi dan Alfi sontak tercengang


"adek kakak?" beo Alfi


"iya adek kakak mereka! makanya jangan suudzon dulu!" ucap Naya


"dengerkan?! makanya gak usah sok-sok an Nuduh nuduh gitu!" sambung Letta


"berarti aku masih bisa dong.."


"bang mau batagor.." ucap Luna


kring kriingg kriiinggg kriiingggg


"yahh dah masuk.." lirih Luna


"ayo kekelas," ajak Letta


"Angel masih lapar..." lirih Luna


*brak


bugh*


"awww"


Raina tiba-tiba mendorong Luna mengakibatkan punggung Luna terbentur Meja dan pantat Luna pun sontak terhentak diLantai membuat perutnya tambah sakit


"awss, hiks hiks bangg sakit.."


"ELO GILA ATAU GIMANA SIH HAH?!" bentak Letta


"CEWE ITU AJA YANG GANJEN BANGET AMA COWO?!" balas Raina


"HEH CEWE TOL*L!! NGACA DONG B*NGS*T YANG GANJEN ITU SIAPA?!" ucap Naya


Davi yang melihat lirihan Luna semakin jadi langsung saja menggendong Luna dan membawanya entah kemana, diikuti oleh Alfi


"Emang terbukti kok emang temen kelen aja yang ganjen?!" ucap Vanda


"apa maksud lo?!" ucap Liam


"Liam! kita itu pacaran! tapi kamu malah samacewe gak jelas itu?! apa gak ngebuat aku cemburu?!" ucap Raina


"pacaran?! kapan?! dimana?! elu aja yang terlalu berharap sama gw!" ucap Liam dengan datar


"pergi! sebelum gw nge—"


"Gak mau! aku itu sayang sama kamu Liam?! peka dong!"


"pergi?!"


"Pasti gegara cewe ganjen itu kan?! IYAKAN?!"


"CEWE ITU ADEK GW!" bentak Liam


"adek?" heran Raina


"PUAS LO! PUAS?! NGELIAT LUNA KESAKITAN GITU PUAS?!" ucap Letta angkat bicara


"Cewe yang elu celakain itu adek dari Liam?! sooo, gak ada harapan elu buat dapetin hati Liam lagi.." ejek Naya


"makanya cari faktanya dulu baru bertindak!" ucap Ravi


"Liammm, maaf aku gak tau itu adek kamu," ucap Raina


"pergi!!" ucap Liam, Raina dan Vanda pun pergi


"ayo keUKS!" ucap Letta


"ka Liam, izin ama guru sekalian izinin kita ya.." ucap Naya


×××


"gimana dek?" tanya Liam


"udah mendingan tapi masih sakit" ucap Luna


"pulang aja gimana?" tawar Liam


"gak mau, disini aja." tolak Luna


"tapikan perutnya sakit sayang," ucap Liam mengelus-elus Luna


"tapi Angel gak mau pulang..." rengek Luna


"yaudah gak jadi pulang," pasrah Liam


"kalian kekelas aja gw yang jagain Luna," ucap Liam


"sama saya ya kak!" tawar Davi


"iy—"


"Gak! Luna gak mau ketemu dia!" ucap Luna tanpa melihat kearah Davi


"gak boleh gitu Angel, kes—"


"gak mau! dia jahat ama Angel!!" ucap Luna


Ravi pun menepuk bahu Davi mengajaknya keluar, Liam pun juga menatap Davi sambil mengangguk. Davi hanya pasrah keluar dari UKS


×××


"Ngell..."


"hm,"


"bangun, makan ayo!" ucap Liam mencoba membangunkan Luna


"iyah.." ternyata diUKS bukan hanya ada Liam tetapi juga ada Letta, Naya, Ravi, Alfi, Davi, Rico dan Vino


"makan dulu ya," ucap Liam


"jam berapa?" tanya Luna menghiraukan Liam


"jam 9:50 Lun," ucap Letta


"mau pulang!" ucap Luna


"pulang?" heran Liam


"banggg mau pulang.." ucap Luna


"kenapa mau pulang?" tanya Naya


"perut Angel sakit banget, terus mo ganti roti." ucap Luna


"yaudah ayo pulang," ucap Liam


"bolos lu Li?" tanya Rico


"izin," ucap Liam


"yang punya jaket minjam dong," ucap Luna


"nih.." kebetulan Davi membawa Jaket


"Gw minjem dulu!" ucap Luna dengan datar


"semarah itu Luna sama aku?"


"sabar lagi cewenya dapet," bisik Alfi hanya dibalas anggukan oleh Davi


"bang gendonggg," ucap Luna


"iyaa, sayang.."


Liam menggendong Luna ala brydal style


"Mau kemana Liam?" tanya pa Ami


"Pa saya sama Luna izin hari ini yah pak!" ucap Liam


"mau kemana kamu!" ucap Pa Ami


"Luna lagi dapet pak! terus saya yang punya kewajiban ngejaga Luna mau bawa Luna kerumah!" ucap Liam


"memangnya kalian sodara?" heran Pa Ami


"duhh pak! nanti aja deh mamah saya aja yang bicara sama bapa ya. saya izin ya pak! saya pamit!" Liam langsung ngancir meninggalkan teman-temannya dan Bapa Ami diUKS


"kalian, kembali kekelas! 5 menit lagi Bell masuk!" ucap Bapa Ami


"iya pak!"


×××


tok tok tok


ceklek


"Loh Gibran! Angel?!" kaget Mamah


"bentar ya mah, Gibran bawa Angel kekamar dulu!" ucap Liam. untung saja Mamahnya belum berangkat kerumah mereka yang dulu


"kalo ada apa-apa panggil abang ya," ucap Liam saat menaruh Luna dikasur


"iya.." ucap Luna


cup


Liam mencium dahi Luna lalu pergi, untuk mendatangi Mamahnya


"kenapa kalian pulang?" tanya Mamah, Liam pun menceritakan semua cerita yang terjadi


"Mamah mau kesekolahan kamu! mau ngasih pel—"


"jangan mah! Raina gak bakal lagi kok ngeganggu Angel!" halang Liam


"mending mamah izinin Gibran sama Angel, soalnya tadi gak sempet izin." ucap Liam


"yaudah mamah serahin semuanya kekamu aja," ucap Mamah


"Gibran keatas ya mah! ngecek keadaan Angel!" ucap Liam


"iya sayang," ucap Mamah


tok tok tok


"bentar!" ucap Luna dari dalam


"ngapain?" tanya Liam


"pake baju," ucap Luna. Liam pun menunggu didepan kamar Luna


ceklek


"ngapain bang?" tanya Luna


"ngecek keadaan, siapa tau kamu kenapa-napa," ucap Liam


"gak kok. Angel mau tidur aja biar nahan sakit perut," ucap Luna


"emang sakit banget?" tanya Liam


"iya, apalagi abis insiden tadi! tambah sakit," ucap Luna


"yaudah Angel tidur aja," ucap Liam


"abang juga tidur!" ucap Luna


"abang jagain kamu tidur,"


"iya tapi duduk disini!" ucap Luna menepuk-nepuk kasur disampingnya. Liam pun melepaskan seragamnya tersisa kaos oblong dan duduk diatas kasur samping Luna


Luna yang memeluk pinggang Liam dan Liam yang mengelus-ngelus rambut Luna, membuat Luna langsung tertidur pulas


"semoga kita terus bersama ngel!"