
Luna berada diUKS menunggu korban siuman, karna semenjak korban cowo itu dibawa keUKS sudah pingsan
"Lo gakpapa?" tanya Luna
"e e eng engga papa," ucap cowo itu
"kenalin gw Luna Angelia!" Luna menjabat tangan
"Bara Davian," ucap Davi cowo yang dibully, Davi menerima jabatan tangan dari Luna
"makasih udah nolongin saya!" ucap Davi terlalu formal
"gakusah terlalu formal gitu ama gw!" Luna agak risih
"btw kacamata lu patah, gakpapa?" tanya Luna
"iya tidak papa," ucap Davi
plesbek on
"STOP IT!!!" teriak Luna mehalangi tonjokkan pelaku dari korban
"wahhh, ada gadis.." ucap Pelaku, Pelaku itu tidak sendirian ada tiga lagi temen dari pelaku
"kita apain nih bos?" tanya temennya
"mainan...." Pelaku itu mendekati Luna, tetapi Luna hanya diam ditempat tanpa ada rasa takut
"ekhem! mo ngapain?" tanya Letta berada dibelakang Luna
"LETTA?!" kaget pelaku itu bahkan ketiga temannya juga ikut terkejut
"jangan pernah sentuh temen gw!" ucap Letta dengan datar, tatapan menusuk
"i i iya, maaf let!" ucap pelaku itu lalu pergi
"Let bantuin!" ucap Luna yang memapah korban
"lat, let, lat, let. dikira lalet apa!" kesal Letta
"gak usah banyak bacot! bantuin bego!" geram Luna
"ck iye iye!" Letta juga ikut memapah korban yang kelihatannya sudah pingsan
"eh tahan dulu!" Luna mengambil kacamata patah belah 4
"cepet Lun! berat ni cowo!" ucap Letta
"ck iye iye!" ucap Luna mengikuti nada bicara Letta
"ni anak emang sering kena bully Lun," ucap Letta yang merasa kasihan dengan cowo korban pembullyan
"kok bisa?" heran Luna
"dia cupu trus katanya dia gak mampu." ucap Letta
"tapi diliat-liat kok ganteng ya.." ucap Letta
"yeeee!!! cepetlah kesian ni anak udah mimisan!" panik Luna
×××
" huh hh huh hah cape juga!" keluh Letta yang baru saja meletakkan Korban dibrankar
"Let lu bilang ama ibu gih! kita berdua izin jaga tu anak!" ucap Luna
"huh hah benhh tarhh napa! cahphe gw," ucap Letta
"Lu kurang olahraga,makanya gampang cape!" ejek Luna
"WAHH... SEM— tapi bener sih! hehe," kekeh Letta
"untung di sekolahan elu let!" geram Luna
"emang kalo gak disekolahan kenapa?" heran Letta
"udah gw bunuh elu!" geram Luna
"bunuhlah akuuuu!! suara hati ini memanggil namamuuu, karna sepa—hmpttt" Luna membungkamkan mulut Letta
"dengar laraku, bego! bukan bunuhlah aku!" kesal Luna
"kapan tu lagu berubah?" heran Letta
"ELU YANG SALAH LIRIK ONCOM!" geram Luna
"yeuuu santeee dwonggg jubaedah!" ucap Letta
"cepet! ntar gw diAlpa lagi!" ucap Luna
"kek gak pernah diAlpa ae lu," sindir Letta
"emang gak pernah!" ucap Luna
"WHAT?! LU GAK PERNAH DIALPA?" kaget Letta
"hooh, karna gw kan murid baru mangkanya gak pernah dialpa." ucap Luna watados
bugh
"untung gw sabar.." ucap Letta, tetapi Letta meninju bahu Luna
pletak
"SABAR MATA LU!" kesal Luna, Luna juga membalas jitakan kekepala Letta
"yeuu sakit bego!" geram Letta
"bodoamat!" ucap Luna
"auah, gw mo kekelas!" kesal Letta
"awas gw gak diizinin!" ucap Luna, menahan Letta untuk keluar dari UKS
"iye! gw mah temen yang baik gak kek elu!" sindir Luna langsung lari keluar UKS
"BAPERAN DASAR!" teriak Luna
"awsh" Luna kaget, ternyata suara itu dari cowo itu
plesbek off
"bisa duduk?" tanya Luna dibalas anggukan oleh Davi
"lu duduk dulu, gw siapin obat merah." ucap Luna lalu mencari P3K, Davi memperhatikan Luna yang mondar-mandir
"NAH, dapet juga!!!" Luna terlihat senang setelah mendapatkan P3K
"saya ngobatin sendiri saja," ucap Davi
"NO! gw yang ngobatin! terus jangan formal!" perintah Luna merebut kembali P3K dari tangan Davi
"maaf mbak pel—"
"aduhh dav! gw bukan mbak lu, panggil gw L.U.N.A" ucap Luna menekankan setiap huruf namanya
"iyaaa maaf," ucap Davi
"ngapain sih elu minta maaf terus!" bentak Luna, Davi yang kena bentak Luna hanya menunduk
"astagaa..." Luna heran melihat Davi yang baginya cowo aneh, baru dibentak Luna langsung menunduk begitu, apalagi kalau ditonjok Luna tidak habis fikir Luna memikirkan Davian
"ck! lemah bat sih elu!" geram Luna
"ma—"
"gak! gak usah minta maaf!" ucap Luna
"i i i ya tapi ma—"
"kata gw gak usah minta maaf!" kesal Luna
"Makasih.." to teh point Davian seketika membuat Luna malu dikiranya Davi akan minta maaf ternyata MAKASIH!
"hehe, iyaa sama-sama." ucap Luna menahan malunya
ceklek
"Kalo gw mah jadi elu Lun! auto pulang gw nahan malunya..." ejek Letta yang memasuki UKS
"emang lu deng—"
"dengerlah, orang elu abis ngebentak davi!" ucap Letta
"udah minta izin?" tanya Luna untuk mengalih pembicaraan
"ciyeee ngalihin pembicaraan... malu yee...." ejek Letta
"bodoamat let! bodoamat!" ucap Luna
"wahhh parah elu Lun! davi luka kek gitu gak lu obatin!" ucap Letta yang melihat Davi mengobati lukanya diujung bibir, Lantas Luna langsung menatap Davi tajam. Davi yang ditatap yajam lagi-lagi dirinya menunduk
"astagaa daviii!!! gw gak makan orang ngapain elu takut!" geram Luna
"say—"
"gak.usah.formal!" ucap Luna dengan tegas
"kesian anak orang woy!" ucap Letta merasa kasihan dengan davi yang ditatap Luna tajam
"wkwk, canda gw dav candaa, gak usah dibawa serius.." ucap Luna mengubah mimik wajahnya
"gw obatin sini!"
"jang—" Davi baru saja mau menolak langsung ditatap tajam oleh Luna, mau tidak mau menyerahkan P3K
"Let, lu udah minta izin?" tanya Luna
"udah ntar pada kesini," ucap Letta
"ohh oke!" Luna kembali memfokuskan keLuka davian
3menit kemudian
"selese!" ucap Luna dengan lega, ketika Luna mengedarkan pandangannya ternyata LETTA TIDUR! pantas saja Luna tidak mendengar bacotan dari Letta
"astagaa letta..." gumam Luna
"saran aku biarin dia tidur sepertinya dia kecapean." ucap Davian, Luna juga melihat Letta tertidur tenang beranggapan Letta kelelahan
"DiUKS gak ada yang jaga?" tanya Luna
"saya tidak tau" ucap Davi
"huftt.. kata gw gak usah formal!" ucap Luna
"maaf saya tidak terbiasa.." ucap Davi, Luna yang muak memerintahkan Davi untuk tidak formal pun mengalah
"serah dah..!" Luna menghampiri Letta dengan hati-hati
"Lett... lettaa.." Luna berusaha membangunkan Letta
"Letta! bangun let!" ucap Luna menggoyang-goyangkan badan Letta
"hemm.. iy hwaaaa," Letta menguap dengan mulut lebar terbuka tanpa ditutup
"kalo nguap itu ditutup!" ucap Luna menutup mulut Letta
"hehe.." cengir Letta
ceklek
Ibu Evelyn, Pa Ami dan Ibu Tri (wali kelas Davi), Datang keUKS. untung saja posisi Luna dan Davi tidak sedekat tadi
"astaga! Davian kamu kenapa begini?!" panik ibu Tri
"sa-sa-sa—" gugup Davi
"ibuu, Davinya dibully di toilet." ucap Luna
"kamu murid baru?" tanya Ibu Tri
"iya bu, saya Luna Angelia bu.." Luna menyalimi punggung tangan ibu Tri
"makasih yaa,,, kamu udha nolong davi." ucap ibu Tri
"Letta juga nolongin Luna bawa davian hehe,," ucap Luna
"makasuh ya Letta! gak nyangka ibu, brandal-brandal seperti kamu punya akhlak begini." ucap ibu Tri
"jangan salah kaprah bu... gini-gini saya mas—"
"Luna, Letta kaliam kembali lagi kekelas yaa.." ucap Ibu evelyn memotong pembicaraan Letta
"iya sebaiknya kalian masuk kekelas!" ucap Pa Ami
"siap pak!/iya pak!" Luna dan Letta pun menyalimi punggung tangan Pa ami dan ibu Tri
"sekali lagi terima kasih buat kalian udah nolong Davi.." ucap ibu Tri
"iyaa buu sama-sama" ucap Luna-Letta bareng
"kami pamit.. cepet sembuh Dav" ucap Luna
"terimakasih kalian.." ucap Davi hanya dibalas anggukan oleh Letta dan Luna
Ibu evelyn berjalan mendahului Letta dan Luna, lagi dan lagi Letta memasang wajah badmoodnya karna kembali kemateri yang dibencinya
Luna yang peka akan Letta hanya mengelus-ngelus punggung Letta sambil berbisik
"mohon bersabar.. ini ujiann..."