With You and Change

With You and Change
Bekal Nasi



"eh tunggu!"


Luna belari kedalam kelas mengambil Bekal yang dibawanya tadi, Letta dan Naya menatap Luna heran


"ayok!" ucap Luna


"buat siapa Lun?" tanya Naya


"bu—"


"buat gw yaaa..." ucap Letta


"yeeee! ngarep lu!" ucap Luna


"Lah kalo bukan buat gw?! buat siapa?" ucap Letta


"Buattt...." Letta dan Naya menatap serius Luna tetapi Luna masih saja menggantung ucapannya


"RAHASIA!" ucap Luna langsung pergi meninggalkan Letta dan Naya


"Asu!" kesal Letta


"sabarkan hambaa tuhann.." gumam Naya


"woy ayo!" teriak Luna menahan tawanya percah, Karna Letta dan Naya menghampirinya dengan wajah Kesal


"Kata mamah Luna gak boleh kesal ama orang," ejek Luna, tetapi dihiraukan oleh Letta dan Naya


"duhhh gw canda asu! ntar lu berdua bakal taulah ini buat siapa!" ucap Luna sambil mengangkat bekal nasinya, tanpa melihat kedepan, tiba-tiba


brak


prank


"awww" lirih Luna, Luna terjatuh akibat ditabrak oleh seseorang bahkan menjatuhkan bekal nasinya


"HEH! ketos kalo jalan pake mata dong!" ucap Letta membentak orang itu ternyata ketua osis


"udahh let bantuin Luna aja," ucap Naya, Ketos itu cuma menatap lekat Luna tanpa ada pergerakan membantu Luna


"KALO JALAN TUH PAKE MATA DONG KAK! LIAT BEKAL SAYA JADI KEK GITU!!" bentak Luna dengan memejamkan matanya karna kemarahannya sedang dipuncak


ketika Luna membuka mata dia langsung


bugh


Luna menonjok ketua osis, Bahu Luna terlihat naik turun ketika sudah menonjok muka ketua osis


Letta dan Naya menatap Luna tidak percaya baru 2hari sudah berani menonjok ketua kelas, Letta saja yang bencinya luar biasa dengan ketos dirinya tidak pernah main fisik dengan ketua osis


"Hiks.. hikss.." Luna menangis sambil membersihkan nasi goreng yang beserakan tanpa memikirkan ketua osis itu


"***!" gumam Luna lalu pergi meninggalkan kedua temannya


"puas?! puas lo bikin temen gw nangis gitu hah! PUAS KAK!!" bentak Letta


"MAKIN BENCI GW AMA ELU!" sambung Letta lalu mengejar Luna


"kak! sekarang naya pikir ini yang salah kakak! bukan temen naya!" ucap Naya lalu pergi


ketua osis itu menatap lekat kepergian Luna, dirinya merasa ada yang aneh ketika melihat Luna


×××


"Udahhh Lun jan nangis lagi.." ucap Letta menenangkan Luna


"iyaaa, jangan nangis lagi!" ucap Naya


"pokoknya gw benci ama ntu ketos!" ucap Luna


"emangnya buat siapa sih bekalnya?" tanya Naya


"buat Davi,"


"HAH?!" kaget Letta dan Naya, menatap Luna tidak percaya


"kok bisa?" heran Letta


"gak usah dibahas!" ucap Luna, Letta pun mengubur pertanyaan-pertanyaan yang ada diotaknya


"udah gak usah dibahas," bisik Naya keLetta


kring kringg kringgg


"YES! istirahattt kekantin kuy?!" ajak Letta


"ayok!" ucap Naya, tetapi Luna hanya melamun


"Lun.." panggil Letta


"hah! apah?!" kaget Luna


"kekantin ayoo.." ucap Naya


"yaudah ayo," ucap Luna


ketiganya menuruni anak tangga menuju lantai dasar


"baru 2hari sekolah disini," ucap Luna


"kenapa?" tanta Letta


"gak.. beda waktu gw disekolah dulu," ucap Luna


"kenapa beda?" tanya Naya


"yaa.. dul—"


*bugh


"awss"


Luna, Letta, Naya kaget karna disamping tangga ada suara tetapi terhalang dinding, Luna yang mengenali suara itu bergegas kesamping tembok pembatas tangga. Apa yang Luna kira ternyata benar DAVI lagi-lagi dibully


"heh kakak kelas yang sok iye! gak usah bully adek kelas bisa?!" ucap Luna


lagi-lagi yang membully davi adalah orang yang sama dengan kemaren


"woy sandi! kurang duit lo jadi masih minta ama orang?!" ucap Letta, Sandi cowo yang selalu membully orang. Bukan hanya Davi yang dibully sandiDkk tetapi masih banyak lagi.


"ohh kurang.." ucap Naya karna sandi hanya diam tidak bergeming apalagi bersuara


"pantess.. kalo kurang, bilang ama gw! nohh ambil!" Letta menghamburkan uang warna merah 2 lembar dan uang warna 2 lembar


"pergi!" ucap Luna menatap tajam Sandi, Sandidkk pun tanpa mengambil uang yang sudah dilantai langsung pergi


"WOY! DUITNYA KETINGGALAN!!" teriak Naya


Sepeninggalan Sandidkk, Luna langsung menghampiri Davi yang terduduk menahan sakit diperut dan sakit dipipinya


"gak bosan lu dibully terus?!" tanya Luna keDavi dengan nada kesal


"abis kena hajar jangan dimarahin, Lun.." ucap Naya


"tau nih! cepet tua kalo marah-marah terus!" ucap Letta


"bodoamat!" ucap Luna, Luna membantu Davi berdiri


"bisa jalan?" tanya Luna


"bisa.." ucap Davi


"duit noh ambil!" ucap Luna menunjuk uang Letta yang berhamburan


"huhhh syukur duit gw 10hari amann.." ucap Letta


"yeuuu asu! kalo buat 10hari napa lu buang!" geram Naya


"kan biar greget gitu loh..." ucap Letta


"FIX temen lu gak waras!" ucap Luna lalu membantu Davi berjalan


"Let! Nay! lu kekantin beli 2 bungkus makanan+minuman bawa keuks!" ucap Luna


"siapp zeyenk!, Oke Lun!" ucap Letta dan Naya


Luna dan Davi menuju UKS, sedangkan Letta dan Naya menuju Kantin


Sepanjang koridor, banyak siswa dan siswi melihat Luna membantu Davi. Davi sedari tadi terus-menerus melirik Luna, tetapi Lunanya terlihat tidak sadar. Davi lagi-lagi melirik Luna


"kenapa sih! ngelirik gw teros!" ucap Luna. Davi tersentak kaget untung saja Luna menahan tubuh Davi jika tidak bisa-bisa Davi terjatuh


"ck! elo tuh cowo! jan lembek!" geram Luna


"iyaa maaf.."ucap Davi


"lu tuh emang suka bat minta maaf! herman gw!" kes Luna


"Heran Lunaa bukan herman.." ucap Davi


"hooh! maksud gw itu!" seketika Luna terbesit dalam pikiran ada yang membingungkan


"emang gak ada orang diUKS?" tanya Luna yang heran ruangan UKS selalu sepi


"memang biasanya seperti ini," ucap Davi dengan kaku


"bingung gw, lu itu punya temen atau gak sih?" tanya Luna


"Saya juga tidak tau.." ucap Davi


"serahlah!" ucap Luna, barulah Luna mengambil P3K


"kenapa sih lu itu selalu dibully?" tanya Luna


"saya juga tidak tau.." ucap Davi


"ishh!!" Luna menekan memar pada pelipis mata Davi tanpa sadar


"maaf Luna, mending saya ngobatin sendiri." ucap Davi


"gak gw aja!" ucap Luna, hanya beberapa menit Luna sudah selesai membersihkan luka diwajah Davi


tok tok tok


"masuk weh!" ucap Luna, terlihatlah Letta dan Luna membawa kresek hitam


"makasihhh zeyenk.." ucap Luna mengambil alih plastik hirang


"sama sama zeyenk.." ucap Letta


"kelen dah makan?" tanya Luna


"belum, makan bareng disini." ucap Naya


"siappp, Nih buat lo!" Luna menyodorkan Mika putih susu yang berisi batagor didalamnya, Membuat dirinya teringat kejadian dimana bekalnya berhamburan


"maaf" batin Luna


"makan dimana?" tanya Letta


"Di bawah sini ae" ucap Naya yang sudah duduk rapi Letta pun duduk disebelahnya, Luna membantu Davi untuk turun dari brankarnya


"baca doa dulu!" ucap Luna


"sebelum makan, silahkan berdoa, berdoa dimulai!" ucap Davi


"berdoa selesai!"


Luna, Letta dan Naya bercanda ria, Davi sesekali menanggapi candaan ketiga cewek itu


ting


"ishhh siapabsih!" geram Letta, karna notifikasinya masuk


"cek dulu!" ucap Naya, Letta meletakkan batagornya mengambil hpnya disaku kantong roknya, sebelumnya ekspresi Letta hanya biasa saja tetapi saat setelah membaca pesan itu eskpresi berubah


"dari siapa Let?" tanya Naya


"anak-anak ngerencanain mau tawuran," ucap Letta


"kapan?!" antusias Luna


"10hari lagi.." ucap Letta


"gw ik—"


"GAK! lu jangan ikut!" cegah Naya


"yahhh kenapa.." lirih Luna


"kalo elu kenapa-napa, terus lu murid baru yakali ikut-ikuttan gitu!" ucap Naya


"nah iya! bener kata naya, lu gak usah ikut!" setuju Letta


"ikutt donggg..." ucap Luna


"gak boleh!" ucap Letta


"yahh terus gw temenan ama siapa, kalo kele! tawuran!" ucap Luna


"gw gak ikut Lun," ucap Naya


"WHAT?! kenapa enggak?" kaget Luna


"males, liat nanti kalo gw mood." ucap Naya


"gak baik tawuran" ucap Davi yang akhirnya angkat bicara


"baik lah! bisa ngebanggain sekolah, wkwk." ucap Letta


"seneng luka-luka?" tanya Davi


"seneng dibully terus?" ucap Luna, membuat Davi terdiam


"Dav, lu berubah dong! maaf ya, jan cupu lagi!" ucap Luna


"gak bisa.." ucap Davi


"kenapa gak bisa?" heran Letta


"elu bukannya gak bisa dav, tapi belum bisa!" ucap Naya


"bener, coba elu berusaha berubah! elu tuh selalu sering dibully!" ucap Letta


"bener Dav!, coba elu berubah gw, Letta sama Naya dukung elu! daripada elu selalu dibully!" ucap Luna


"ini duitnya, makasih sudah membelikan saya makanan.. permisi!" ucap Davi meninggalkan ketiga gadis itu tanpa membalas ucapan Luna, Letta dan Naya


"kesian gw ngeliat dia.." ucap Naya


"gw juga, padahal ntu anak tanpa kacamata lumayan ganteng!" ucap Letta


"huftt.. udah jangan dipaksa" ucap Luna, lalu membereskan sampah-sampah makanan mereka, lalu beranjak pergi. tanpa disadari ketiga gadis itu, diujung tembok ada Seseorang yang menatap kepergian Lunadkk


"aku berusaha berubah demi kamu Luna! terimakasih"