With You and Change

With You and Change
Berkumpul



Luna merasakan ada tangan dipinggangnya bahkan dirinya merasakan ada deru nafas dipuncak kepalanya


"AAAAA..." histeris Luna


"KENAPAAA?! SIAPAAA?! APA?!!" kaget Liam


"Anjir! gw kira siapa asu!" sumpah serapah Luna


pletak


"omongan dijaga!" ucap Liam


"aduhh banggg!! sakit bang.." lirih Luna menutupi dahinya


"astaga! maaf dek! sumpa abang gak inget!" panik Liam karna dirinya baru menyadari bahwa ada luka didahi adiknya itu


"hiks hiks sakit bang.." lirih Luna


"kita kerumah sakit sekarang!" ucap Liam langsung menggendong Luna


"hiks hiks sakit bang..." lirih Luna


"please dekkk gw minta maaf, sumpaaa." ucap Liam


"TAPI PRANKKK!!!! HAHAHAHAHA" Liam pun sontak menatap tajam Luna


" Angel bercanda bang.." ucap Luna melingkarkan tangannya pada leher Liam


"turun.." ucap Liam dengan datar


"Angel bercanda abangg sayang.."


cup cup


Luna mencium kedua pipi Liam untuk membujuknya


"dasar.." ucap Liam seakan-akan luluh


"kita jalan-jalan yok bang!" ajak Luna


"ayo!!" ucap Liam


"balik kekamar dulu, angel mo ganti baju dulu!" ucap Luna


×××


"mo beli apa?" tanya Liam padahal mereka masih memakirkan mobil


"mo belii.. gaktau. yang penting jalan-jalan dulu!" ucap Luna


"iyain dehh iyain.." ucap Liam


"kalo nak ARB liat kita gimana bang?" tanya Luna


"sesuai rencana.." ucap Liam


"yodah serahlah.." Liam merangkul bahu Luna dan Luna merangkul pinggang Liam


"serasa jadi artis gw," ucap Luna


"mereka liati gw bukan elu.." ucap Liam


"liatin elu?! alah elu itu jelek mirip monyet bang sadar diri.." ucap Luna


"berarti lu juga mirip monyet.." ucap Liam


"yeee sekate-kate lu bang! cantik kek bidadari gini sibipang mirip monyet!" ucap Luna


"kan lu adek gw, klo gw mirip monyet berarti lu juga. alo elu gak mirip monyett berati lu monyetnya dong!" ucap Liam


"ihhhh!! cotbacot bat sihhhh!!" Luna mencubit perut Liam


"aw aw aw.." kaget Liam sontak menjauh dari Luna


"makanya jan kek gitu!" ucap Luna yang senang melihat kakaknya kesakitan


"*cocok banget ya mereka,"


"iyaa couple goals,"


"yang cewe cantik, yang cowo ganteng,"


"humoris banget,"


"pasti pacarannya udah lama,"


"iya soalnya humoris banget.."


"enak ya punya pacar kek* dia,"


"bang.. banyak yang gosipin kita.." bisik Luna


"persetanan gak peduli," ucap Liam


"tapi gw risih anjir!" sarkas Luna


tak


"mulutnyaa.." ucap Liam menyentil mulut Luna


"Sakit tau.." ucap Luna mengusap ngusap mulutnya


"es krim mau?" tawar Liam


"MAU DWONGGG..." ucap Luna bersemangat


"skuy es krim!" ucap Liam dengan menarik Luna


×××


brak


"ehh aduh.." Liam saat mau memesan Es krim menabrak seorang cewe


"maaf.." ucap Liam mengulurkan tangan untuk membantu cewe itu


"Liam!"


"Raina!"


cewe yang ditabrak Liam ternyata Raina


"Kamu ngapain Gib?" tanya Raina


"jangan panggil gw Gibran!" ucap Liam lalu pergi meninggalkan Raina. Liam sangat tidak suka ada orang yang memanggilnya Gibran selain keluarganya dan sahabatnya


"Liiii-" Raina mengejar Liam ternyata Liam keluar dari kedai itu bersama seorang gadis


"kaya pernah liat.."


"Raina kamu ngapain sayang?"


×××


"Bangg..." Luna bingung dengan Liam karna ekspresi wajah Liam berubah menjadi datar bahkan tidak bicara sama sekali setelah keluar dari kedai es krim


"abang, ayo kita pulang.." ucap Luna yang memaklumi sifat abangnya kalau sudah berubah


"masuk.." ucap Liam membukakan pintu mobil


"makasih bang.." Luna semakin yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi pada kakaknya


"abang kenapa? kalau ada masalah cerita sama angel.." bujuk Luna. Luna yang masuh didiemin oleh Liam hanya bisa pasrah


×××


sesampainya dirumah Luna, Liam masih saja diam. Luna pun menhampiri Liam yang duduk disofa sambil termenung


"Bang Gibran..." ucap Luna sembari duduk samping Liam


"Abang kenapa?" tanya Luna mengelus rahang Liam, Liam pun akhirnya luluh bahkan Liam menatap Luna


"maaf.." ucap Liam merasa bersalah dengan adiknya


"kenapa minta maaf?" heran Luna


"karna kita gak jadi jalan-jalan.." ucap Liam


"astagaa abanggg... gak papa atuh! ihh comel bat sih!!" geram Luna


"mending kita keTaman aja.." ajak Liam


"gakmau! abang cerita dulu abang tadi kenapa.." ucap Luna, Liam pun menjelaskan sedetail-detailnya


"ohhh dasar comel bat..." ucap Luna mencubit kedua pipi Liam, Liam hanya terkekeh


"bosan gw jadinya.." ucap Luna


"pake sepeda tapinya ya..." ucap Luna


"Siapp!!"


×××


Liam menggonceng Luna menuju taman dekat Rumah Luna


"kangen waktu kecill..." ucap Luna, karna waktu kecil Luna dan Liam sangat sering bermain sepeda


"ahahaha abang juga.." ucap Liam


"sampeeee, cape juga angel berdiri terus.." keluh Luna


"cari tempat duduk yuk," ucap Liam


"LIAM!"


"Vino! Rico!" kaget Liam


"Luna?" heran Rico karna melihat Liam bersama Luna


"kalian kesini berdua?" tanya Vino


"bukannya lu pacaran sama Davi? kenapa jalan sama Liam?" curiga Rico, sontak Liam dan Luna pun saling bertatap bingung


"cari tempat duduk, ntar gw jelasin!" ucap Liam


"duduk disini ae," ucap Rico, keempat orang itupun duduk dibawah pohon yang rindang hanya beralaskan rumput-rumput kecil


"kalian pacaran?" tanya Rico


"kepo bat elu ric! suka lu ama luna?" curiga Vino


pletak


"enggak lah tolol!" sarkas Rico


"ya sante dong tolol!" ucap Vino


ting nong ting nong


"hallo?"


"..."


"ditaman mah.."


"...."


"siappp!!"


"..."


"iya mah,"


"siapa nelpon?"


"mamah, ayo pulabg!" ucap Liam menarik tangan Luna


"ayo," ucap Luna


"WOY JELASIN WOY!" teriak Rico


"BESOK.."


"eh, dengar gak lu Ric. kata Liam 'mamah'!" ucap Vino


"jangan-jangan!!!"


×××


"ayo kalian siap-siap," perintah Mamah


"siapp!!" ucap Luna


"abang gak bawa baju ganti mah,"ucap Liam


"ada, dikamar Angel." ucap Mamah


"kok bisa?" heran Liam


"mamah sama papah yang ngambilkan," ucap mamah


"terus papahnya dimana?" tanya Liam


"papah lagi mandi," ucap Mamah


"ohh iya. Gibran kekamar Angel dh mah," ucap Liam


"iya, ketok dulu ya Bang!" ucap Mamah


"siapp..."


tok tok tok


"bentar!!! angel lagi pake baju!" teriak Luna


"ada baju abang gak disana?" tanya Liam dari luar


"ada kok! tapi bentar," ucap Luna, Liam pun menunggu adiknya berganti baju. Liam hanya mondar mandir didepan kamar Luna


ceklek


"noh," ucap Luna


"gw numpang mandi dek!" ucap Liam


"10ribu mandi," ucap Luna


"lucu deh elu! pen gw gigit," ucap Liam


pak


"noh gigit!" ucap Luna menampar mulut Liam


"laknat bener lu!" ucap Liam


"biarin dasar ketos belagu!" ucap Luna


"dasar gadis bar-bar!"


brak


"KAMAR GW WOY!" kesal Luna karna Liam menutup pintu kamar Luna dengan keras seakan-akan itu kamarnya sendiri


×××


"kaliam kenapa sih? dari tadi diem-diem gitu," heran Mamah melihat kedua anaknya


"Angel noh durhaka ama Gibran!" ucap Liam


"enggak ya! abang gibran aja yang songong! belagu lagi," ucap Luna


"kan! durhaka bat ama abang ndiri!" ucap Liam


"apaansih! abang aja yang baperan dasar cewe atau cowo?!" ucap Luna


"sudah-sudah mending makan," ucap papah saat pelayan mengantar pesanan mereka


"kalian maafan dulu!" perintah Mamah


"Angelll, abang minta maaf.." ucap Liam


"iyaaa, Angel juga minta maaf.." ucap Luna


"nahhh gitu dong!" ucap Mamah


keempat keluarga itupun kembali menghangat bahkan kembali rujuk, bahkan Papah, Mamah, Liam dan Luna saling bercerita satu sama lain


"Mah, kita jadi pindah?" tanya Luna


"jadii," ucap Mamah


"yes! berarti kita satu rumah lagi donggg!!!" ucap Luna dengan semangat


"iya sayang.." ucap Mamah


"ayo pulang.." ajak Papah


"nginep dirumah mamah ajaa ya.." bujuk Luna ke Papah dan Liam


"yaudah, tapi kerumah Papah dulu ya.." ucap Papah


"siappp!!!" Papah, Mamah dan Liam tersenyum melihat kesenangan Luna