
Welcome Weekend! Hari teman-teman Luna datang kerumah Luna.
"Mamah!" teriak Luna menuruni tangga
"Kedapur sayang!" balas Mamah, Luna langsung berlari kedapur
"Mah! hari ini temen Angel kesini," ucap Luna
"Iyaaa, mamah mau masak yang banyak buat temen kamu!" ucap Mamah sambil menyentil hidung Putrinya itu
"Mahh! Angel juga mau ikut masakk.." ucap Luna
"Kamu mandi dulu, baru bantuin mamah!" ucap Mamah
"SIAPP MAMAH!" Luna mencium pipi Mamahnya lalu berlari
×××
"Sip udahhh!" Makanan yang Mamah Luna dan Luna sediakan sudah tertata rapi
"Hufttt.. cape mah!" ucap Luna
"Nahhh! mamah juga tiap hari kek gitu," ucap Mamah
"Iyaa dehh, Angel jarang ngebantu mamah! peka kok angel," ucap Luna
"Haha.. mamah bercanda kok sayang," ucap Mamah lalu mengusap kepala Luna
"Jam berapa teman kamu kerumah?" tanya Mamah
"Sekitar jam 10 Pagi mah," ucap Luna
"Bentar lagi dong Ngel?" tanya Mamah
"Masa sih mah? udah jam berapa sih?" tanya Luna
"Udah jam 09:15," ucap Mamah
"HAH?! BENERAN MAH?" kaget Luna
"Iyaaa, Liat tuh!" ucap Mamah sambil menunjuk jam dinding
"Kamu mandi lagi sana!" perintah Mamah
"Nanti Angelkan udah mandi mah.." ucap Luna
"Mandi!"
"ishh.. yaudah iyaa," ucap Luna
"Eh iya! mamah gak kerja?" tanya Luna
"Nanti mamah kerja jam 12 siang," ucap Mamah
"ohhh," Luna pun beranjak pergi
tok tok tok
"permisiiii..." ucap seorang dari luar rumah Luna
ceklek
Terlihatlah 2 Gadis dan 3 Remaja, siapa lagi kalau bukan Letta, Naya, Ravi, Alfi dan Davi
"Haiii tante," ucap Letta
"teman-temannya Angel ya?" tanya Mamah
"Angel?" heran Naya dan Luna
"Mahhh.. siapa yang datang?" Terlihatlah Luna tampak elegan dengan baju santainya
"eh Haiii! kenalin mah ini temen baru Angel," ucap Luna
"haiii tante, say—"
"masuk dulu sini.." ucap Mamah
"masukk! anggap rumah sendiri," ucap Luna
"udah makan belum?" tanya Mamah
"Udah tante," ucap Luna
"kalian?" tanya Mamah kearah kearah Ravi,Alfi dam Davi
"hehe, belum tante.." ucap Alfi, lantas Alfi dicubit oleh Naya
"awhss.." gumam Alfi
"udahh gak usah malu, Mamah udah masak yang banyak buat kalian!" ucap Mamah Luna
"hehe, makasih tante.." ucap Naya
"Panggil Mamah aja gak usah Tante," ucap Mamah
"eh iya tan, eh maksudnya mah! nama saya Letta mah," ucap Letta
"saya Kanaya mah,"
"saya Ravi mah,"
"saya Alfi mamah! paling ganteng hehe.." ucap Alfi yang selalu Percaya diri
"saya Davi mah,"
"kita makan dulu ayo!" ajak Mamah
drett drett drett
"kalian Makan yang banyak, Luna ajakin teman-temannya kedapur!" ucap Mamah lalu beranjak pergi karna ada yang menelponnya
"Skuy makan!" ucap Alfi
pletak
"Jaga adab woy!" ucap Naya yang menjitak kepala Alfi
"Hehe, Canda sayang.." cengir Alfi
"Udahh ayo!" Luna pun menunjukkan arah dapurnya, berjalan berdampingan dengan Davi
"duduk duduk.." ucap Luna, teman-temannya pun duduk rapi dimeja makan
"banyak banget Lun!" ucap Letta
"ahaha, sengaja!" ucap Luna
"siapa yang masak?" tanya Naya
"Mamah sama gw," ucap Luna
"enak nih!" ucap Alfi
"cobain dah, Makan sepuas kelen dah.." ucap Luna menyerahkan piring keteman-temannya
"Angelll!" panggil Mamah
"iya kenapa mah?" tanya Luna
"Mamah berangkat kerja ya, ada urusan mendadak nih!" ucap Mamah
"Mamah gak makan?" tanya Luna
"Nanti mamah makan dikantor, syaang.." ucap Mamah
"yaudah, mamah hati-hati ya! terus jangan lupa makan!" ucap Luna
"iya sayang, Temenin angel dirumah ya.." ucap Mamah kearah teman-temannya Luna
"Iya mah! pasti kita temenin kok!" ucap Letta
"iya mah, tenang aja.." sambung Ravi
"Kalo mau jalan-jalan kabarin mamah.." ucap Mamah
"siap mamah!" ucap Luna
"Mamah berangkat yaaa, dahhh anak Mamah!" ucap Mamah lalu mencium kedua pipi Luna dan juga mengusap pucuk kepala teman-teman Luna
"HATI-HATI MAH!" teriak Lunadkk serempak
"Iyaaaa.."
×××
Sekarang Lunadkk sedang bersantai diRuang tamu setelah hampir semua makanan Luna habis
"mmm Lun," panggil Letta
"kenapa?" tanya Luna
"maaf ya kalo gw tanya," ucap Letta
"yaudahh tanya ajaa," ucap Luna
"Eluuu... berdua aja dirumah ama mamah?" tanya Letta. Luna pun tersentak kaget menatap Letta lalu tersenyum
"iyaa.." ucap Luna
"kenapa?" tanya Naya
"mmm.." Luna ragu-ragu untuk memberi tau teman-temannya
"kalau ragu gak usah dijawab Lun," ucap Naya
"hufttt.. Karna bokap nyokap cerai." ucap Luna
Letta, Naya, Ravi, Alfi dan Davi kaget mendengar pernyataan dari Luna
"kalo lu mau cerita, cerita Lun! kita siap dengerin," ucap Alfi, Jangan heran Alfi meskipun paling bobrok dirinya bisa jadi orang yang serius ketika orang terdekatnya butuh penguat
"iyaa benar, cerita saja Luna.." ucap Davi
"jadi gini... fakta yang ada di diri gw!"
" 1. gw punya abang, 2. gw dari kecil dipanggil Angel, 3. bonyok gw cerai ketika gw kelas 5 SD dan abang gw kelas 6 SD, 4. gw ikut mamah, abang gw ikut papah, 5. gw udah pisah 6 taun sama bokap ama abang, 6. sebelum bonyok gw cerai gw tinggal dijakarta, 7. gw jadi bad karna perceraian bonyok gw!" Luna sempat meneteskan air matanya karna dirinya kembali merindukan sosok ayah dan kakak laki-lakinya
"maaf Lun, gw tanya tadi soalnya gw gak tau.." ucap Letta merasa bersalah dengan Luna
"enggak papa kok! gw mah strongg.." ucap Luna menutupi kesedihannya
"maaf Luna, kalo boleh tau nama kakak laki-laki kamu siapa?" tanya Davi
"Gw panggil dia Gibran.." ucap Luna
"sip! elu kan kangen nah kita bantu lu cari mereka!" ucap Alfi
"gw takut kalo gw muncul dihadapan bokap, terus gw gak dikenal ama bokap gw.." lirih Luna
"coba saja dulu Luna.. semoga saja tidak!" ucap Davi
"Bener! ayo donggg Lun! Kita pasti selalu ada buat elu kapanpun lu butuhin kita!" ucap Letta
"Kita ini keluarga!" ucap Ravi
"Kita saling melengkapi satu sama lain!" sambung Naya
"Saling menguatkan satu sama lain!" sambung Alfi
"sebab kita adalah keluarga!!" ucap Davi
Luna terharu dengan teman-teman barunya ini, padahal mereka baru saja kenal bukan kenal yang sudah bertahun-tahun!
"thank you, hopefully we are always like this!" ucap Luna tersenyum manis
"udahhh! jangan menye-menye lagi! sekaramg kitaaa.." ucap Alfi sambil melirik-lirik Davi
"aaaa! iyaaa, Daviiiii..." panggil Luna
"saya?" heran Davi
"mau berubah kan?" tanya Ravi
"memangnya bisa?" tanya Davi
"harus bisalah!" ucap Letta
"Coba dulu Dav!" ucap Naya
"yasudah, baiklah.." pasrah Davi
"NAHHHH SIP! gw ngambil pomade!" ucap Alfi berlari keluar rumah
"temenin gw! ambil sisir sama cermin!" ucap Luna, Letta dan Naya pun mengikuti Luna
diRuang tamu tersisa Ravi dan Davi
"Nah sekarang elu harus ikutin cara bicara gw!" perintah Ravi
"baiklah," ucap Davi
"gue!" ucap Ravi
"gu—gu—gu—guuu, huftt..." pasrah Davi
"aduhh dav! padahal gampang cuma gue!" ucap Ravi
"maaf," ucap Davi
"dah-udah, coba lagi!" ucap Ravi
"Guuuu—guuu— gue?" ucap Davi
"Nahhh ntu bisa!" ucap Ravi semamgat
"ucapin, Elo—Gue!" ucap Ravi
"el— el— Elo, Gu— Gu— Gue." ucap Davi
"sekali lagi!" perintah Ravi
"Elo? Gue?"
"WAHHHHH! MANTAPPP!" ucap Alfi sambil bertepuk tangan
"Pokoknya elu sekarang jangan pakai Saya-Kamu! harus pakai Elo-Gue! paham?!" ucap Ravi
"sia—"
"kalo sama seumuran kek gw! pake Oke, Sip jangan Siap!" ucap Ravi
"O—Ok—oke,"
"elu bisa beladiri gak?" tanya Alfi
"tid—"
"kalo orang tanya ada kata 'gak' jawabnya juga harus ada 'Gak' kalo elu tidak bisa. kalo elu bisa jawab aja 'Bisa' ok?!" ucap Ravi
"oke sip!" ucap Davi
"gimana lu bisa gak bela diri?" tanya Alfi
"gak bisaa.." ucap Davi terlihat kaku
"ikut Karate kuylah!" ucap Alfi
"boleh.." ucap Davi
"mo kemana?" tanya Luna yang baru datang
"latihan Karate," ucap Davi
"IKUT!!!" ucap Luna,Letta dan Naya serempak
"Boleh! besok jam 1 siang," ucap Ravi
"siappp, beneran gakpapa ikut?" tanya Luna
"gakpapa, om gw yang ngelatihnya!" ucap Ravi
"gw baru tau! lu punya om pelatih karate," ucap Letta
"gw gak pernah cerita Let.." ucap Ravi
"kenapa gak cerita?" ucap Letta
"plis! jangan ngebucin dulu! sekarang kita urus Davi!" ucap Naya
"gw aja yang ngerubah penampilannya! kelen jadi juri bagus apa enggak, ok?!" ucap Luna, teman-temannya hanya mengiyakan
"Maaf ya Dav, kalo gw sentuh-sentuh muka lu.." izin Letta
"iyaaa," ucap Davi lalu memejamkan matanya. Luna dengan sangat hati-hati mengambil kacamata Davi, mempomade rambut Davi bahkan menyisiri rambut Davi
"Sip udah?" ucap Luna, yang puas dengan hasilnya
"ak— maaf, gw buka mata ya.." ucap Davi
"Lu gakpapa gak pake kacamata?" tanya Luna
"enggakpapa," ucap Davi
"OK! sip buka mata lu sekarang!" ucap Luna, lalu duduk dihadapan Davi
Davi perlahan-lahan tapi pasti membuka matanya. Luna, Letta dan Naya menahan nafasnya melihat Davi yang 360° berubah, Bukan hanya Ketiga gadis itu saja, Ravi dan Alfi pun dibuat tercengang oleh Davi
"njirr cogan!" celetuk Letta
"Ganteng dav.." ucap Naya
"ini Davi?" heran Luna
"Fix! dav kalo elu gini terus auto terkenal!" ucap Alfi
"Temen gw emang ganteng!" ucap Ravi
"Bagaimana?" tanya Davi
"Ganteng kok!" ucap Luna tanpa sadar. Favi yang mendengar ucapan Luna sontak menahan tawanya
"pliss dav! jangan senyum!" larang Letta
"bener! jangan senyum pokoknya!" ucap Naya
"bro, lu gantengnya warbiasah!" ucap Alfi
"nih! kaca sendiri," ucap Ravi menyodorkan cermin. Davi saja terbuat kaget oleh penampilannya
"Dav, elu sekolah kek gini mau?" tanya Ravi
"Jangan!" larang Luna
"kenapa? takutnya davinya ditikung orangg.." ejek Alfi
"yaa gak gitulah!" elak Luna
"bilang aja kalo sukaa.." ejek Letta
"gak usah malu-malu!" ucap Ravi
"ciyeee mukanya merahhh.." ejek Naya
"sudah-sudah kesian Luna.." lerai Davi
"cieeee dibelain!!" ucap Letta, Naya, Ravi dan Alfi serempak
"AUAH! PERGI SANA!" usir Luna
"ciee ngusirr.." ucap Ravi
"keanyaa nih.." ucap Letta menggantung
"cuma mo berduaan ama Davi!" ucap Alfi
"bener, skuylah pergii.." ucap Naya
"huwaaaa bodo amatlah! bodo!" kesal Luna. Tawa diruang tamu itupun terdengar, bahkan Davi juga ikut tertawa sangat manis. Luna yang melihat tawa Davi entah kenapa hatinya berbunga-bunga
"sudahh kesian Lunanyaa.." ucap Davi
"iya, udah merah bat tuh mukanya!" ucap Alfi
"eh btw gw boleh lohh nginepp! yessss!" ucap Letta
"gw juga boleh!!!! yuhuuuu," ucap Naya
"YEEEE! BERARTI KELEN NGINAP!!" ucap Luna bahagia
"gw juga boleh nginep!" ucap Alfi
"gw juga," sambung Ravi
"gak! cowo gak boleh nginep!" ucap Luna. Alfi dan Ravi menekukkan mukanya sambil bernafas kasar.
"bosennn weh!" ucap Letta
"Jalan-jalan kuy?"