
9hari kemudian
Semenjak kejadian 9hari yang lalu. Luna tidak pernah ketemu lagi dengan Ketua osis maupun Davi. Luna bersyukur dirinya tidak ketemu ketua osis tetapi Luna juga uring-uringan tidak ketemu Davi
kring kringg kringgg
"kekantin kuy!" ajak Letta
"ayok," ucap Naya, Luna hanya melamun entah apa yang dipikirkannya. Letta dan Naya pun saling beradu pandang lalu mendesah pelan
"Lunaa.." panggil Naya, tetapi Luna masih saja melamun
"Lun!" Letta memegang pundak Luna
"astaga!" Kaget Luna
"Lun ayo kekantin," ucap Letta
"kalian aja, gw lagi males." ucap Luna lalu menelungkupkan wajahnya
ting
Letta mencek siapa yang menchattingnya. Mata Letta berbinar-binar dan mengeluarkan smirk
"kenapa?" tanya Naya
"hehe, gw mau bolos abis ini!" ucap Letta, Luna mendengar kata bolos pun mengangkat wajahnya menatap Letta, seolah-olah bertanya "mau kemana"
"ikut gak?" tanya Letta kearah Luna
"ohhh, gw ikut let!" ucap Naya, Letta memandang Naya tidak percaya
"beneran?!" tanya Letta
"emang muka gw gak serius?" tanya Naya
"huhuhu! akhirnya lu ikut juga!" ucap Letta, Luna yang masih tidak paham menatap Letta dan Naya heran
"kita tawuran," bisik Letta
"gw ikut!" ucap Luna dengan semangat
Luna, Letta dan Naya berjalan dikoridor tanpa senyuman ataupun sapaan ramah. Ketiga gadis itu hanya menampakkan wajah Datarnya dan tatapan tajam. Siswa+Siswi disana tidak ada yang berani menegurnya
"kita bolos?" tanya Luna
"terus? lu mau izin gitu?" ucap Letta
"pinter... gw mau izin dulu sama Pa ami!" ucap Luna langsung ngancir keruang BK
"lah asu! beneran izin dia!" ucap Letta
"udah mending kita izin juga," ucap Naya mengikuti Luna
"temen gw kok bego? mau tawuran malah izin!" batin Letta
tok tok
"masuk" Luna dan Naya memasuki ruangan BK, sedangkan Letta yang sudah gugup setengah mati
"ayo!" Naya kembali keluar ruangan untuk mengajak Letta
"Pak! Luna Naya sama Letta izin boleh?" ucap Luna
"mau kemana kalian bertiga?!" ucap Pa Ami
"Luna cuma mau kerumah sebentar, terus Luna minta temenin ama Naya ama Letta soalnya Luna masih gak terlalu hapal jalan-jalan dijakarta." ucap Luna
"iya pak, mamahnya Luna katanya gak enak badan." sambung Naya
"iya pak, Luna takut kalo mamah Luna kenapa-napa!" alibi Luna
"kalian beneran kerumah Luna? gak boloskan?!" curiga pa Ami, Luna dan Naya menjadi gugup
"pak... bapak taukan dengan saya? saya gak mungkin bolos kalo saya izin keBK! kan gak masuk akal!" ucap Letta yang akhirnya angkat bicara
"kalian gak akan kemana-manakan!" ucap Pa Ami
"enggak pak! kan kita udah izin pak.." ucap Luna mengeluarkan baby face nya
"yaudah! sekarang jam 10:15 kalian harus kembali.jam 11:00, kalau kalian tidak kembali bapak anggap bolos!" ucap Pa Ami
"iyaa pak! makasihhh bapak!!"
"isi kertas ini! tanda bahwa kalian izin!" ucap Pa Ami menyerahkan kertas yang beruliskan "surat izin siswa"
Luna, Naya dan Letta mengisi surat izin itu, dengan bersyukur bahwa Pa Ami tidak curiga
"ini pak" ketiga gadis itu mengembalikan surat izin ke Pa Ami
"ini taro dimeja guru kelas kalian! baru kalian boleh kerumah Luna," ucap Pa Ami yang sudah menandatangani surat izinnya
"iya pak! makasih bapak," Luna lalu menyalimi punggung tangan Pa Ami, diikuti oleh Naya dan Letta
"permisi pak!" pamit Luna
×××
"sumpa ya! gak habis pikir gw ama kelen!" kesal Letta
Ketiga Gadis itu sudah otw kemarkas ARB, ARB adalah perkumpulan siswa Antariksa Bangsa yang suka tawuran, sang alumni siswa dan siswi Antariksa Bangsa pun diperbolehkan mengikuti tawuran
"ayo turun!" ajak Letta sesampainya diMarkas ARB
Naya keluar dari mobil menyusul Letta, sedangkan Luna masih menatap keluar.
"ayo!" ajak Naya
"bentarlah, gw gugup nih!" ucap Luna
"yaelah! ngapain gugup, anggap ae temen-temen lu waktu diBandung!" ucap Naya, Luna dan Naya menyusul Letta yang sudah berkumpul dengan yang lain
"NAYA?!" kaget Anak-Anak ARB
"santai dongg al.." ejek Naya
"akhirnyaaa lu ikut tawuran lagi!!" ucap cowo beralis tebal dan rahang yang kokoh
"lepas su! sesek nafas gw!" ucap Naya yang dipeluk cowo itu
"gw kangen sih!" ucap cowo itu
pletak
"modus terosss!" ucap cowo yang berharang kokoh dan mempunyai berlesung pipit
"udah gak usah bacot!" lerai Letta
"nih kenalin temen gw! Luna Angelia," ucap Letta, semua anak-anak ARB menatap Luna dan tersenyum ramah kepada Luna
Luna mengedarkan pandangannya, ketika dipojokkan terlihat sandi dan teman-temannya, ya sandi! cowo yang ngebully davi.
Luna jadi ingat dirinya tidak ketemu Davi akhir-akhir ini, membuat dirinya tidak mood
"woy Lun! ngelamun aje dari tadi!" ucap Naya
"hah?!" kaget Luna
"yeee as—"
"woy ayo!" ucap Letta tiba-tiba sudah berada ditengah antara Luna dan Naya
"Sandi emang anak ARB?" tanya Luna
"iya, emangnya kenapa?" tanya Letta
"Let, Elu kok kek dihormatin bat disini?" tanya Luna
"iyalah! doi dia ketua ARB!" ucap Naya
"wkwk, udahh nanti. sekarang kita fokus tawuran dulu!" ucap Letta
"Let!" panggil cowo berlesung pipit
"kenapa?" Letta menghampiri cowo itu
"ntu doinya Letta!" ucap Naya
"gw gak pernah ketemu ntu cowo disekolahan," ucap Luna
"dia jarang kesekolah," ucap Naya
"ohhh, pantess.."
"Lun, Nay ayo!" panggil Letta
×××
"tawurannya dimana al?" tanya Naya
Luna dan Naya sekarang dikursi penumpang dan yang menyetir cowo beralis tebal, sedangkan Letta bersama cowo berlesung
"diJalan Mekar sari 09!"
"oh iya Lun, dia namanya Alfian Fahrezy panggil alfi," ucap Naya
"salken Lun!" ucap cowo beralis tebal itu alias Alfi
"salken.." ucap Luna
"btw gw calon pacaranya Naya, tapi kesian Nayanya gak peka!" ucap Alfi
bugh
"paansih!" ucap Naya melempar Bantal leher keAlfi
"Kan! untung gw sayang Lun," ucap Alfi
"kalo sayang kenapa gak dijedor?" ucap Luna
"Nayanya gak peka.." ucap Alfi
"gibahinn ajaaa terosss..." kesal Naya, padahal jauh didalam hati behamburan bunga-bunga
"makanya, harus berjuang dong! buat Nayanya peka," ucap Luna
"udah, tapi masih ae gw digalakkin Naya!" ucap Alfi
"untuk Alfi harus selalu sabar, untuk Naya harus cepat sadar!" ucap Luna
"ck! serahlah..." ucap Naya memilih menulikan telinganya
"ahahahaha! aduhhh comelnyaa anjay!" gemas Luna
"gimana gak tambah sayang gw! kalo Nayanya aja kek gitu!" ucap Alfi
"ck! ud—" Alfi tiba-tiba ngerem dadakan membuat Naya dan Luna terhempas kedepan
"udah sampe?" tanya Naya
"markirnya disini, terus kelokasinya jalan." ucap Alfi
"lokasinya jauh?" tanya Luna
"enggak 300meter lagi," ucap Alfi
"ohh yauda," Naya dan Luna pun turun dari mobil. Kedua gadis itu tidak sadar bahwa mereka kedua paling depan saat dijalan tadi
"ganti baju dulu!" ucap Letta
"emang ada baju?" tanya Luna
"ada didalam, ayok!" ajak Naya
×××
para anggota ARB yang masih siswa maupun sudah alumni, sekarang sudah tekumpul, jumlahnya sekitar 85orang lebih
"udah siap?" tanya Ravi cowo berlesung pipit atau doinya Letta
"siap?" ucap Anak-anak ARB
"sebelumnya mari kita berdoa!, berdoa dimulai" anak ARB pun memanjatkan Doa, meminta keberkahan ketuhannya
"berdoa selesai," ucap Ravi selaku ketua ARB
semua anak ARB berjalan kelokasi, Luna yang sudah lama tidak tawuran gugup, Bagaimana kalau dirinya kalah? Luna tidak tau seberapa kuat lawannya. Luna juga merasa hanya diriya,Letta dan Naya cewe yang ikut tawuran, cewe lainnya adalah alumni dari sekolahannya.
"gw gugup Nay!" ucap Luna
"gak usah gugup, santaii..." ucap Naya
"bikin gw emosi dulu Nay, biar gw bisa bringas!" ucap Luna
"gila! lu mau bikin lawan mati!" ucap Naya
"enggak! paling masuk rumah sakit," ucap Luna
"ck, dasar!"
"ayoooo, Nay bikin gw emosi!" ucap Luna
"ketua osis and Davi" bisik Naya
Saat Luna teringat Ketua osis yang merusak bekalnya dan Davi yang tidak ada kabarnya. Seketika itu Mood Luna berubah.
"WOY PENGECUT!" teriak ketua geng GB alias musuh ARB sekarang
"gw kira lu gak dateng pengecut!" ucap ketua GB
"gw bukan pengecut kek elu! udah tau bakal kalah masih ngajak tawuran!" ucap Ravi
"BACOT LO!" bentak ketua GB
"aduhhh anak mami.." ejek Ravi
"SERANG!!!!!"
semua anak ARB maupun GB saling berhamburan, saling menyerang satu sama lain
jangan remehkan kekuatan Luna, Luna bahkan yang sedang tidak mood itu sudah mengalahkan 2 anak GB dan itu Cowo!, Letta dan Naya yang sesekali melirik kearah Luna untuk berjaga-jaga
"wahhh ketemu lagi kita Luna.." ucap cowo yang sekarang jadi lawan ketiga Luna
"bacot lo!" ucap Luna
"gw gak akan mau ngelawan elu baby," ucap cowo itu yang ingin menyentuh pipi Luna
*bugh
bugh
bugh*
"MATI LU!" teriak Luna, setelah menonjok wajah dan perut cowo itu
"ck! Lunaaa Lunaa gak berubah elu." ucap Cowo itu
"Gw gak seperti yang elu bayangkan! gw tetep gw! gak akan gw lemah kea elu!"
*bugh
bugh*
"untung elu kesayangan gw!" cowo itu lalu beranjak pergi
"PENGECUT LU!" teriak Luna