
"baiklah! sekarang kalian akan melakukan jurit malam! setiap kelompok ada 2 orang panitia yang tersisa yang mendampingi kalian!" ucap Bapak Saptadi
"siappp pak!"
"Silahkan setiap panitia solahkan kekelompoknya!" ucap Bapak Saptadi
"*semoga bukan ka Liam!" batin Naya
"jangan ketoss! jangan ketos!" batin Letta
"semoga jangan orang Belagu!" batin Luna*
"Siapa ketuanya?" tanya Liam yang dayang bersama Rico
"yahhh! kok malah ntu orang sih!"
"Saya!" ucap Fendy
"bikin barisan cowo dengan sama belakang, cewe ditengah!" ucap Liam
"siap kak!" ucap Fendy
"gw paling depan, Rico dipaling belakang!" ucap Liam
"ok! Gw sama Ka Liam didepan. Mutiata, Naya sama Rama barisan kedua. Luna, Letta sama Naya barisan ketiga. Davi, Reza sama Ka Rico barisan paling akhir! oke paham?!" tanya Fendy
"siappp!!"
"silahkan kelompok 5 memasuki hutan!" ucap bapak Saptadi
×××
"sepi ya.." ucap Letta
"yaaa, bego! iyalah sepi dah malam cuy!" ucap Naya
"dingin.." ucap Luna lalu memeluk Letta
"makanya bawa Jaket!" ucap Letta seperti seorang ibu yang memarahi anaknya
"ishh.. kan gw kira gak dingin!" elak Luna yang terus mengendus mengendus dipelukan Letta
"udahhh diem aja Lun, emak-emak kalo marah berabe lu!" ucap Naya
pletak
"Lu kira gw emak-emak apa su!" protes Luna
"jan banyak gerak dong Let! kesian gw kedinginan!" ucap Luna
"Dav! jaket lu muat buat berdua! kesian Luna nih! kedinginan kelen berdua dah dalam satu jaket!" ucap Letta
"yeee ngawur lu su!" ucap Luna
"iya, sini Lun!" ucap Davi
"hah?!" kaget Luna
"Iya sini!" ucap Davi, Naya pun mendorong Luna yang masih tercengang dengan pernyataan Davi
"jagain temen gw! jan berpikiran mesum awas!" peringat Naya
"Za maju! gantian ama Luna," ucap Letta
"gakpapa nih?" tanya Luna
"iya gakpapa," ucap Davi
Davi dan Luna pun berbagi Jaket Davi, Luna juga merangkul pinggang Davi sambil menyandarkannya keBahu Davi. Rico sesekali melirik-lirik kedua pasangan
"masih dingin?" tanya Davi
"sedikit.." ucap Luna
"Mereka pacaran?" tanya Reza
"siapa?" tanya Naya
"yang dibelakang.." ucap Reza
"tanya aja sendiri za.." ucap Letta
"Kaliam pacaran?" bukan Reza yang bertanya melainkan Rico. Reza sontak kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan kakak kelasnya itu
"Eng—"
"iya, kenapa?"
"WHAT?!"
"HAH?!"
"KAPAN?!"
Jangan dikira yang menjawab itu Luna, memang Luna tetapi langsug dilotog oleh jawaban itu adalah Davi. Mendengar pernyataan yang dilontarkan Davi, Luna, Naya dan Letta sontak kaget
"kenapa?" tanya Liam yang menghampiri Keenam orang itu
"Luna, ngapain disana?!" tanya Liam yang baru saja menyadari Luna berada dipelukan Davi
"Luna kedinginan gak inget bawa jaket! makanya ntu anak disitu!" ucap Letta, Liam pun melepaskan jaketnya lalu menyodorkan
"buat?" tanya Luna
"kedinginankan?! pake!" ucap Liam
"gak usah gw disini aja!" tolak Luna
"enak ya ka Luna direbutin gitu," bisik Mutiara
"wajar! orang cantik gitu!" ucap Fendy, Letta yang mendengar pembicaraan itupun menetap tajam Tiara dan Fendy
"Dipakai!" perintah Liam
Luna pun melepaskan jaket Davi lalu mengambil jaket Liam
"pake!" ucap Luna menyodorkan keDavi
"saya sud—"
"gw pake punya elu, elu pake punya Liam!" ucap Luna
"gak usah, kamu aja pak—"
"yaudah! nih gw gak jadi min—"
"yaudah, Kamu pakai jaket aku aja." ucap Davi
"NAH! gitu dong!" ucap Luna
"kak aku minjem jak—"
"gakusah! aku gak usah pakai jaket," ucap Davi
"pake aja! gw gak usah pake jaket!" ucap Liam
"enggak kak, biar saya saja yang gak suka pake jaket!" ucap Davi
"gw!"
"saya!"
"Ck! lu berdua aja gak usah pake Jaket! sini jaketnya gw pake dua-duanya!" ucap Luna memakai jaket Liam lalu jaket Davi
×××
"ck, cewe ganjen lagi!" gumam Naya
"sabar nayy sabar.." ucap Letta
"haiii Liammm!" sapa Raina lalu bergelendot dibahu Liam
"hm," balas Liam, terlihat sekali Liam risih akan gadis itu
"Liam kenapa gak pake jaket?" tanya Raina
"kaliam duduk aja dulu, pasti cape dan ngantukkan." ucap Vino selaku panitia yang menajag pos terakhir itu
"makasih kak!" ucap mereka serempak
"na, misi! gw mau ngecek kelompok gw dulu!" ucap Liam
"kan aku tanya jaket kamu kemana!" ucap Raina yang mengikuti Liam
"dipakai Luna!" ucap Liam dengan acuh, Raina pun kesal karna mengetahui jaket Liam berada diLuna sontak mencari Luna
"Luna!" panggil Raina dengan sinis
"hmm.." tanggap Luna karna Luna sudah merasa ngantuk bahkan Luna bersandar dibahu Davi dan mata yang sesekali tertutup terbuka
"sakit lu? jadi pake jaket dua lapis gitu?! semoga gak sakit yaaaa moga cepet mati aja!" ucap Raina
"hmm.." tanggap Luna
brak
"APA APAAN SIH LU!!" Luna yang didorog oleh Raina tetapi Naya yang marah sampai sampai mendorong Raina juga
"MAKSUD LU APA!" ucap Naya
"TEMEN ELU TUH GANJEN BAT JADI CEWE!" ucap Raina
"apa gw ganjen? seriously!" ucap Luna melawan Raina
"Lu ganjen ama cowo! udah sama cowo gw sampe minjem-minjem jaketnya,cowo lain malah nyeder-nyender! bukannya itu dinamakan CEWE GANJEN?!" ucap Raina
plak
"intropeksi diri cuy! elu aja ganjen!" ucap Letta yang sudah geram dengan kakelnya itu
"sudah! ini hutan! tengah malam! jangan buat keributan!" ucap Liam
"cewe lu aja yang ke-Alay-an!" ucap Naya
"MAKASIH!" ucap Luna melempar jaket Liam bukan kearah Liam tetapi keArah Raina
"gak ada sopannya lu sama kakak kelas!" ucap Raina
"kak! kalo kakak mau disopanin hargai kita! kalo kakak aja sogong belagu gitu gimana mau kita sopan! pikir dong kak! jadi cewe jangan goblog-goblog banet!" ucap Davi
"*fix! ajaran Ravi ama Alfi yang kurang waras nih!" batin Letta
"oke sip, Davi lagi abis obat nih!" batin Naya
"hah?! persetanan apaan yang masuk kediri Davi?" batin Luna*
"heh cupu! gak usah sok jadi pahlawan! dibully orang juga bakal diem!" ucap Raina
"RAINA! mau lanjutin ngehina orang atau mau berhenti?!" ucap Liam dengan tatapan tajam, nyali Raina menjadi ciut melihat tatapan Liam
"Rico Lanjutin ketenda kemah!" ucap Liam dengan datar
"elu? gak ik—"
"gak!"
"ohh, ayo ikutin gw jalannya! hati-hati," ucap Rico
"iya kak," kecuali Luna, Letta, Naya dan Davi
×××
keesokan Harinya, pukul sudah menunjukkan 06:00
"Lett!! Lunn!! Nayy!!" panggil Aisyah
"bukain gih! gw ngantuk!" ucap Luna keLetta tetapi Letta tidak menanggapi Luna
"nay! bukain dah berisik bat ntu orang!" ucap Luna tetapi masih saja tidak ditanggapi oleh Naya
srettt
"Lun!" Le—"
"paansih! ucap Luna
"bangun! mandi! 30menit lagi kumpul!" ucap aisyah
"hmm, makasih!" ucap Luna, Luna pun menatap Letta dan Naya bergantian lalu menggeleng sendiri
puk puk puk puk
"bangun! bangun!" ucap Luna menepuk-nepuk paha kedua temannya itu
"mimpi gw belum tamat!" ucap Naya
"bentar! mata gw gak bisa dibuka!" ucap Letta
"30 menit lagi kita kumpul!" ucap Luna
"hm.."
"Ishh... cepettt!!" Luna menarik kedua tangan temannya agar bisa terduduk
"iya-iyaa!" ucap Letta dan Naya
"ayo mandi! kalo masih mau tidur gw mandiin!" ancam Luna
"ck iya iya!" ucap Letta dan Naya
"bentar!" ucap Letta mengobrak-abrik tasnya mengambil sarung
"eh ntar!" ucap Naya mengambil perlengkapan mandi
"nih baju lu!" ucap Luna
"bawain! biar adil, gw bawa ini! lu bawa baju! Letta bawa sarung!" ucap Naya
"sendal gw!" ucap Letta yang sendalnya dipakai Naya
"ck! cuma sendal! nih nih pake! majan sekalian!" ucap Naya melempar sendal Letta kearahnya
"yeee, biasa aja dong anying!" ucap Letta
"udah gak usah ribut!" halat Luna
dipertengahan Jalan Luna, Letta dan Naya berselihihan dengan Raina dan Vanda
"pantes kok mereka disatuin!" sindir Raina
"maklum nyari sensasi!" ucap Vanda
Ketiga gadis itu tidak menghiraukan sindiran dari Raina, bahkan ketiga gadis itu pura-pura tak menyadari kehadiran Raina dan Valen
Jauh dari kelima gadis itu, ada sesosok orang yang berdiri jauh sekitar 150meter disamping keLima gadis itu
"tunggu waktu tepat! kita pasti bersatu lagi! semoga saja,"