With You and Change

With You and Change
Berkemah #2



"kak! ketuanya Davi atau Fendy?" tanya Tiara


"kita acc aja deh siapa aja!" ucap Luna mewakili Letta dan Naya


"Fendy saja," ucap Davi


"Fen, mau gak?" tanya Luna


"oke!


"yang lain? Za? Ram? Gakpap Fendy jadi ketua?" tanya Nadya


"acc mah gw!" ucap Reza dan Rama


"oke makasih udah percaya ama gw! kita bukan hanya kelompok tapi disini keluarga! kelompok kita selalu seperti ini sampai kemah berakhir! pokoknya jaga satu sama lain oke!" ucap Fendy


"SIAPPP!!"


"Mohom untuk seluruh siswa berharap berkumpul dilapangan! Barisannya sesuai kelompok" ucap Bapak Saptadi


Semua Siswa dan Siswi pun baris sesuai kelompok dan sesuai nomor kelompok mereka


"Maaf, untuk lomba kegiatan tidak jadi dikarenakan ada masalah, sebagai gantinya kalian sekarang akan jalan-jalan kedalam hutan dan nanti malam jam 20:15 kalian akan melakukakn Jurit malam!"


"siappp pak!"


"untuk panitia, bagi 5 orang untuk mendampingi setiap kelompok!"


"siap pakk!!"


×××


"ishhh!! kenapa sih kita harus punya pendamping siketos asu itu!" gerutu Luna


"bener! kesel bat gw ntu ketos jadi didampingin kita! kan yang lain bisa!! kenapa harus dia! ih asu!" sumpah serapah Letta


"apalagi gw!" ucap Naya, sontak Luna dan Letta pun menoleh keNaya yang baru saja dia sadar bahwa Raina juga ikut menjadi pemdamping


yang menjadi pemdamping kelompok Luna adalah, Liam, Vino, Rico, Raina dan Vanda


"kalian kenapa?" heran Davi


"gw kesel dav!" ucap Luna


"loh kenapa bisa?" tanya Davi


"yaaa lu tau ndiri kan gw benci ama ononoh!" ucap Luna sambil menunjuk Liam dan Raina yang berada paling depan


"ohhh, yaudah Luna jangan dendam sama orang. gak boleh!" ucap Davi sambil mengelus rambut Luna


"gak bisa! soalnya ntu cewe yang glendotan ditangan ketos ntu musuh kita!" ucap Letta yang juga ikut menimbrung


"ganjen bat! ama kek emaknya!" ucap Naya mengeraskan omongannya


sontak semua orang yang berada dikelompok lima itu menatap Naya. Naya malah tidak merasa dia malah berpura-pura lagi bertelponan dengan orang


"kan! kata gw juga! dia ntu ganjen! kurang belaian!" ucap Naya, Raina? dirinya merasa tersinggung oleh ucapan Naya tetapi dia tahan karna menjaga citra baiknya terhadap Liam


"main-main ni bocah ama gw! liat aja nanti!" batin Raina


"eh eh eh! bagus bat anjirr pemandangannya, fotoin dong Raa.." ucap Letta mengasihkan hpnya keTiara


"siapp!! nanti gantian kak fotoin gw juga!" ucap Tiara


"okee!!" kedua gadis itupun saling berfoto satu sama lain saling bergantian


"dav kita foto ayok!" ajak Luna


"emmm boleh!" ucap Davi tersenyum manis


"duhhh ni anak ngapain senyum! diabetes gw ntar!!"


"Nay! fotoin ya.." ucap Luna


"sini! apa yang enggak buat temen mah!" ucap Naya


"wkwkw emang debest dah!" ucap Luna


"sok-sok an inggris lu!" sindir Letta


"bacottt!!" ucap Luna


"ayo dav!"


"eh bentar! dav kacamata lu gw lepas ya.." ucap Naya


"yaudah nih.." ucap Davi mengasihkan kacamatanya


"ntar!" ucap Letta, berjingkit lalu sedikit memberantakkan rambut Davi


"sip! dah ganteng!" ucap Letta tanpa sadar


"udah siap?" tanya Naya yang sedari tadi gemas akan Luna dan Davi


"ntar!" Luna menaruhkan tangan Davi dipundaknya


"duhhh dasar! pj ntar ya!!" ejek Letta tetapi tidak dihiraukan oleh Luna,Naya dan Davi


"lagi-lagi! dav lu elus rambutnya Luna!" ucap Naya, Davipun hanya menyiyakan saja


"njirrr!!! jantung gw!"


"LANJUT JALAN!" ucap Liam


"BENTAR LAGI NAPA!!" protes Letta


"SAYA TINGGAL!" ucap Liam


"TINGGAL SANA GAK TAKUT GW!" teriak Letta


"CEPAT!!" perintah Liam


"ishhh asu!" gerutu Letta


"sok banget sih ntu ketos!" kesal Letta


"maklumin! ntu orang sok iye!" ucap Luna


"udahh sabar-sabar.." ucap Naya


"Yang bertiga jangan ngegibah saja!" ucap Liam tanpa menoleh kebelakang


"BACOT!" bentak Luna dan Letta serempak


"HEH! KALIAN ITU TIDAK ADA SOPAN SANTUNNYA SAMA KAKEL!" bentak Raina


"KOK ELU YANG SEWOT!" bentak Naya


"KALIAN GAK DIAJARIN ORANG TUA SOPAN-SANTUN?!" ucap Raina


"IYA! GW GAK DIAJARIN KARNA ORANG TUA GW SELINGKUH SAMA WANITA JALANG!" ucap Naya, Naya langsung saja menjambak rambut Raina


"JAMBAK TEROS NAY!" dukung Letta


"IYA NAY!! KENCENGIN LAGI!" ucap Luna


"JAUHIN TANGAN NAJIS LU DARI RAMBUT SUCI GW!" ucap Raina yang juga ikut menjambak Naya


"AGHHH!!! MATI AJA LO!!" tanpa terduga Naya langsung mencekik leher Raina


"EH EH EH! MATI ANAK ORANG WOY!" panik Letta


"WOY SETAN! BANTUIN PISAHIN TOLOL!" ucap Luna


Luna, Letta, Davi dan Liam pun memisahkan Naya dari Raina


"hiks hiks hah hah hiks hiks" Raina menangis dan nafasnya terengah-engah


"sadar Nayy! sadarrr!!" ucap Letta


"udah Nayy!! mati anak orang berabe ntar!" ucap Luna


"jaga temen anda! jangan sampai nyentuh Raina lagi!" ucap Liam dengan datar lalu beranjak pergi membawa Raina


"CEWEK LU AJA YANG GANJEN ***!!" teriak Luna


"jangan! sebut Raina ganjen! elu yang ganjen!" ucap Vanda


plak


"BACOT LO TOLOL!" Letta yang kesal pun menampar Vanda


"sudah jangan gelut!" ucap Vino


"SANA LO! DASAR KAKEL SOK MAU DIHORMATIN!" ucap Letta, lalu pergi bersama Luna dan Naya


Tiara dan Nadya hanya menatap ketiga kakak kelasnya itu tidak percaya, tetapi kalau Reza, Rama dan Fendy, mereka sudah biasa melihat kejadian itu, karna mereka juga anak ARB


×××


"Panggilan untuk Kanaya, Aletta dan Luna segera kelapangan!" panggil bapak Ami


"sip dapet hukuman!" ucap Luna


"biarin, sesekali dapet hukuman waktu kemah!" ucap Letta yang terlihat biasa saja


"bener, pengalaman juga!" ucap Naya


"KALIAN BERTIGA! TAU SALAH KALIAN?!" ucap Bapak Ami


"tau, pasti kelahi kan pak?!" ucap Naya


"bagus! kalian tau dengan salah kalian! sekarang kaliam minta maaf!" ucap Bapak Ami


"gak bisa gitu dong pak! prang dia yang salah!" sanggah Letta


"iya pak! dia duluan yang nyari gara-gara sama kita!" ucap Luna


"hiks hiks enggak pak hiks hiks liat pak leher saya merah hiks hiks dia nyekek pak!" ucap Raina


"dasar air mata buaya!" ucap Naya


"KALIAM BERTIGA HORMAT SAMPAI JAM 7 MALAM!" ucap bapak Ami


"siapp pak!" ucap Luna, Letta dan Naya bersemangat, mereka hanya hormat 2 jam saja


semua siswa dan siswi sudah terbiasa dengan sifat kedua gadis itu tapi tidak dengan Luna, mereka malah menyalahkan kedua gadis itu karna Luna menjadi badgirl


"haiii gadis..." tampaklah 3 remaja membawa kantong kresek dan kipas angin elektronik


"sampe jam berapa?" tanya Ravi


"sampe jam 7malem," ucap Letta


"minum dulu!" ucap Ravi


"kita laper! bukan haus!" ucap ketiga gadis itu


"yaudah, kita bawa roti buat kalian." ucap Davi


"ishh! gimana kita mo makan! kita aja lagi hormat!" ucap Luna


"kita suapin!" ucap Davi, Ravi dan Alfi


"malu lah!" ucap Naya


"persetanan gak perduli!" ucap Alfi


"makan, dari pada kalian pingsan!" ucap Ravi


"iya nanti kalau kalian kenapa-kenapa kota bertiga yang disalahin bunda!" ucap Davi


Ketiga gadis itupun mau tidak mau mereka menahan malu, ketiga gadis itu disuapin roti bahkan minum pun disuapin. Siswa dan Siswi Antariksa Bangsa melihat kejadian itu ada yang iri, ketawa, gak suka, dan macam-macam


"Siapa yang nyuruh makan?" tanya Liam yang baru datang bersama kedua temannya


"kita!" ucap ketiga remaja itu


"mereka lagi ngejalanin hukuman! gak boleh diberi asupan!" ucap Rico


"persetanan banget gw peduli!" ucap Ravi


"balik kete—"


"Kalo lo punya cewe! terus cewe lu belum makan! terus dihukum panas-panasin gini, gimana?!" ucap Alfi berbalik badan untuk menghadap keketiga anggota osis itu


"maklumin aja Al, mereka sepertinya gak punya cewe!" sindir Davi dengan santai, bahkan dia ngucapin seperti itu sambil menyuapi Luna. Ravi dan Alfi pun melanjutkan menyuapi tiga gadis kesayangannya itu


"KALIAN NGAPAIN DISINI?!" Bapak Ami datang


"makannin anak orang pak!" ucap Ravi


"siapa suruh mereka makan?!" ucap Bapak Ami


"pak! kalau anak bapak belum makan terus dihukum sama istri bapak! bapak pasti ngasih anak bapak makankan?! sama kek kita pak!" ucap Alfi


"mereka gak ada makan pak! bapak gak liat waktu mereka sampe disini abis dari hutan muka mereka pucat!" sambung Ravi


"kami bertiga diamanatin sama mamah Luna, untuk ngejaga ketiga gadis ini pak! kalo mereka kenapa-kenapa kami yang ngerasa bersalah karna gak nempatin amanah Mamah Luna!" ucap Davi


"kenapa kalian bertiha tidak makan?!"


"tanya aja pak sama ketua osis kebanggaan bapak!" ucap Luna


"saya yang salah pak! waktu mereka makan saya datang dan kedatangan saya ngeganggu acara makan mereka pak," ucap Liam. Liam menatap Luna dengan sendu tetapi Luna menatap Liam dengan tajam dan penuh dendam


"bapak denger sendirikan?" ucap Letta


"yasudah kalian bubar! untuk kamu bertiga bapak maafin dan silahkan makan!" ucap Bapak Ami


"makasih pakk!!" sorak ketiga gadis itu


"temenin keRuang makan yaa.." ucap Luna keDavi


"iyaa.." ucap Davi sambil mengelus rambut Luna


Liam melihat interaksi Luna dan Davi, terbesit didalam hatinya rasa tidak suka dan keirian


"makanya jangan diem terus! gas dong!" ucap Vino dirinya paham sekali apa yang Liam rasakan


"bakal ada waktunya!" ucap Liam lalu beranjak pergi


"sebentar lagi!!"