
tok tok tok
"Angell.." panggil Mamah
tok tok tok
"ANGEL!" teriak Mamah
ceklek
"kenapa mah?" tanya Luna yang masih dengan piyamanya
"mandi, udah jam 6 pagi!" ucap Mamah
"iyamah.." ucap Luna dengan suara seraknya
"gimana sama memar kamu?" tanya Mamah
"udah mendingan mah!" ucap Luna
Luna mempunyai memar dibagian ujung bibir, Lawan yang menonjok Luna dikabarkan paling parah dari lawan Luna sebelumnya. Lawan yang menonjok Luna dikabarkan dibawa ke Rumah sakit karna hidungnya patah
"yang cepet mandinya ntar telat!" ucap Mamah
"Iyaaaa!"
×××
Luna baru saja sampai disekolahan langsung jadi bahan perhatian siswa+siwi SMA itu. Luna tetap Luna yang bisa saja berubah jadi Datar dan Ramah dalam waktu bersamaan.
"Woy!" panggil Letta yang datang bersama Naya
"gimana memar lu?" tanya Naya
"gak gimana-gimana," ucap Luna lalu berjalan mendahului Letta dan Naya
"kenapa tu anak?" heran Letta
"tau, ada masalah keknya." ucap Naya
"udahlah kejar.." ucap Letta mengejar Luna, Naya pun juga ikut mengejar Luna
"Lun!" teriak Letta
"apalagi sih!" geram Luna
"huh hah huh lu ken hah kena huh pah sih?!" tanya Letta
"atur nafas, baru ngomong!" ucap Luna
"lu kenapa sih?" tanya Naya
"ga—"
"Hai lediesss.." ketiga Gadis itupun mencari arah suara itu, ternyata nampaklah Alfi dan Ravi.
"tumben lu sekolah," celetuk Naya
"kangen sama Naya.." ucap Alfi dengan Genit
"ishhh apaan sih!" tolak Naya
"Sick tapi not berblood!" dramatis Alfi sambil memegang dadanya
"Alay!" celetuk Naya
"aku tuh tidak bisa diginiin!" ucap Alfi tambah Dramatis
"temen lu!" ucap Letta keRavi
"gak kenal gw!" ucap Ravi
"yeee asu! awas lu kalo nyontek sama gw!" ucap Alfi
"gak kebalik?" ucap Ravi
"hehe, kebalik sih.."
"YEEEE! ASU!" teriak Naya,Letta dan Luna
"duhh ladeisss, jangan kasar-kasar sama abang!" ucap Alfi
"lu udah minum obat?" tanya Ravi
"belum beb, soalnya obatnya abis! hehe," ucap Alfi
"YEEE PANTES...GILA!"
"duhhh gadak yang waras!!" ucap Luna lalu beranjak pergi
"Woi! Luna tungguin!" ucap Naya dan Letta, meninggalkan Alfi dan Ravi
"miris ditinggal doi!" ucap Alfi
"bener, sekarang gw ngepihak elu.." ucap Ravi
kring kringg kringgg
"panggilan untuk Ravindra,Alfian,Aletta,Kanaya,Luna, dll. segera kelapangan!"
"fix! dihukum!" ucap Naya
"udahlah kuy kelapangan.." ucap Letta
"bentar!.." ucap Luna
×××
"Luna! Letta! Naya! kenapa kalian ikut tawuran?!" tanya Pa Ami
"Pak, kami gak ikut tawuran." ucap Luna, membuat yang mendengar perkataan Luna tercengang
"jelas-jelas kalian memar-memar begini! terus kalian kemaren tidak kembali kesekolah lagi!" ucap Pa Ami
"pak kemaren itu, kita bertiga gak sengaja lewat lokasi tawuran! terus pak kami bertiga turun dari mobil biar gak kena imbas tawuran, eh pas turun Naya malah mau dihajar sama lawan!" alibi Luna
"iya pak! untung aja saya nolongin Naya, kalo enggak Naya bisa paling parah, tapi karna saya sayang ama temen! jadi saya yang berantem pak! makanya saya yang paling parah," ucap Letta
"iya pak! untung aja pas Letta dihajar lawan itu ada Alfi ama Ravi sama yang lain pak! kalo gak ada mereka kita betiga udah babak belur!" ucap Naya
"iya pak! ada mereka kami bertiga kek gini! apalagi kalo gak ada!" ucap Luna
"alesan!" ucap Pa Ami
"astagaa pak! beneran pak! kami gak ada alesan beneran.." ucap Luna
"Luna juga gak bisa beladiri, terus kena kita tonjok loh pak.." alibi Luna
"liat pak, ada memar sakit banget pak, kena tonjok kemaren..." sambung Luna
"pusing bapak denger alasan kalian!" ucap Pa Ami
"yahh.. pak tap—"
"permisi pak.." anggota osis datang secara tiba-tiba, membuat Luna dan lainnya mendesah pelan.
"Liam.. tolong bantu bapak buat hukum mereka! tapi khusu buat Luna,Letta dan Naya yang ringan saja! tetapi buat yang lain harus serius! paham?!" ucap Pa Ami
"Liam? namanya? kok kea.."
Pa Ami pun beranjak pergi dari lapangan itu, diambil bagian oleh anggota Osis
"bikin barisan 5 berbanjar!" ucap Liam alias ketua osis. Sekitar 55orang yang dihukum, termasuk Lunadkk. Jadi 1banjar ada 11orang.
"Luna! Aletta! Kanaya! pisahkan diri!" ucap Liam, ketiga gadis itupun memisahkan diri dari barisannya.
"buat kalian bertiga! tetap dilapangan, hormat kebendera sampai istirahat!" ucap Liam
"bukan kalian bersihan Toilet dan Gudang! dibagi 2kelompok!" ucap Liam
xxx
"capee ih!" ucap Letta
"sabar let, bentar lagi istirahat," ucap Naya
"bentar?! 1jam lagi astagaa.." kesal Letta
bruk
"eh, Lun! Lun!" panik Naya karna Luna jatuh pingsan
"WOY KETOS! LUNA PINGSAN SU!" teriak Letta, Liam pun berlari menghampiri ketiga gadis itu
"Jangan bengong doang dong! bawa keUKS!" Liam langsung menggendong ala Bridal style
×××
"duhhh Lun.. bangun dongg!" ucap Letta yang mencoba membangunkan Luna
"cari minyak kayu putih! kalo pake suara doang gak bakal bangun," ucap Naya, Letta pun bergegas mencari minyak kayu putih
"dapet gak let?" tanya Naya
"belumm nay.. ishhh dimana sih!" panik Letta
"gw aja yang nyari, lu tenangin diri gak usah panik!" ucap Naya
"ishhh ntu Ketos kemana sih! gak ada rasa bersalahnya apa buat anak orang pingsan!" kesal Letta, karna setelah membawa Luna keUKS Liam langsung beranjak pergi
"udahh bagus dia pergi," ucap Naya
"iyasih.. gw juga enek liat ntu muka ketos!" ucap Letta
"dimana sih! minyak kayu putihnya!" kesal Naya
Ceklek
"ngapain lu?" ucap Letta dengan angkuh, karna yang datang adalah Liam bersama 2 temannya. Liam yang membawa kantong kresek. Liam tidak menanggapi ucapan Letta
Liam ternyata membawa makanan dan minyak kayu putih. Liam dengan hati-hati mengoleskan minyak kayu putih diLeher, diDahi dan diHidung Luna.
Letta, Naya dan kedua temannya Liam, Menatap Liam tidak percaya karna selama ini Liam terlihat bodoamat dengan cewe. Liam juga tidak pernah dekat dengan cewe apalagi menyentuh cewe.
"enghh.." Luna sadar dari pingsannya. Luna membuka mata dan langsung disuguhi wajah Liam
"ish..." Luna terlihat tidak senang keberadaan Liam
tok tok tok
ceklek
nampaklah seorang cowo berkacamata datang, membawa kresek. Luna sontak langsung duduk dibrankar seolah-olah pusing dikepalanya hilang
"Davi?!" panggil Luna dengan antusias. Liam merasa dirinya diUKS hanya membuat Luna tidak mood. Liam juga merasa ketidaksukaan Luna terlihat lebih bahagia dengan kedatangan Davi
"Dav sini!" panggil Luna. Davi pun dengan perasaan gugup menghampiri Luna
"Duhhh berasa obat nyamuk gw!" ucap Letta
"nyewa doang kita mah!" ucap Naya
"gw denger bunyi patah hati nih!" ucap cowo yang kulitnya sedikit hitam
"gw juga denger Raf!" ucap cowo yang kulitnya paling cerah
Liam yang merasa diejek sontak menatap tajam ke kedua temannya
"ini buat kamu," Davi menyodorkan kantomg kresek yang dibawanya keLuna
"ini apa?" tanya Luna
"itu Bekal Nasi saya, buat kamu.." ucap Davi. Luna sontak teringat Bekal Nasinya yang buat Davi dan harus hancur gegara Liam
"Kalian masih ada urusan sama saya?" tanya Luna kearah Liam dan kedua temannya
"kalo tidak ada. Pintu keluar dibelakang kalian!" ucap Luna dengan datar. Liam mengerti Luna pasti mengusirnya
"Dimakan dan Maaf!" ucap Liam menyodorkan kantong kreseknya lalu langsung pergi dari ruangan UKS, yang pastinya diikuti kedua temannya Liam
"Berani bat elu Lun! sumpa, setidak sukanya gw, gw gak pernah ngusir ntu ketos!" ucap Letta, Luna pun yang masih tidak mood itu menatap tajam Letta
"udah diem.." bisik Naya, Letta pun mengatup mulutnya rapat-rapat
"Emm.. saya pergi dulu, semoga Kamu suka sama bekal saya!" ucap Davi
"bentar! terus elu makan apa?" tanya Luna
"saya akan kekantin," ucap Davi
"ntar kalo elu dibully dikantin gimana?!" ucap Luna
"tid—"
ceklek
"sama kita berdua aja!" ucap Alfi yang baru datang
"sip, sekalian gw nambah temen! bosan gw ama dia terus," ucap Ravi
"Laknat lu sama gw!" ucap Alfi tetapi tidak dihiraukan oleh Ravi. Ravi malah menghampiri Letta
"ck, dasar bucin!" ucap Alfi
"Bilang ae sirik!" celetuk Naya
"Tega kamu! Kamu sih tidak peka sama saya! makanya saya sirik," ucap Alfi
"duhhh Al! jan Gila lagi bisa?!" ucap Naya
"Aku gila karna kamu sayang.." ucap Alfi
"anjir Jijik gw!" ucap Naya. Luna, Letta dan Ravi sontak tertawa Naya tetap Naya! Naya yang selalu menganggap ucapan Alfi itu cuma candaan
kring kringg kringgg
"Yes! istirahat.." ucap Letta karna jam hukumannya sudah habis
"Ayo kekantin?!" ajak Naya
"bentar! belum kenalan kan?" ucap Luna menunjuk Ravi,Alfi dan Davi
"kenalin gw! Ravindra," ucap Ravi menyodorkan tangan keDavi
"Bara Davian," ucap Davi menerima tangan Ravi
"cowo paling ganteng! Alfian," ucap Alfi dengan PD tingkat dewa
"ganteng.. tapi sering diTolak!" ucap Letta
"untung lu, doinya temen gw!" ucap Alfi
"emangnya kalo enggak kenapa?!" ucap Letta dengan tajam
"udah gw jadiin doi gw," ucap Alfi
bugh
"awas lu nikung!" ucap Ravi menonjok bahu Alfi, lalu merangkul Letta
"Yeee! gw mah udah punya princess, yakan Nay?" ucap Alfi yang juga merangkulkan tangannya dibahu Naya
"paansi gak jelas!" ucap Naya yang menghempaskan tangan Alfi dari bahunya, lalu menghampiri Luna dan Davi
"sabar broo.. muka lu udah expired broo!" ejek Ravi lalu meninggalkan Alfi sendirian
"tenang Alfii.. Lu itu terlalu langka buat dimilikin!" gumam Alfi
"JANGAN KESURUPAN AL!" teriak Letta
"LAKNAT LU BERDUA SU!" kesal Alfi. Tidak Ravi tidak Letta selalu menistakannya
"kesian orang ganteng banyak netizen" pikir Alfi