
"Angell.."
"bangunn dek,"
"ngell.."
Liam terus membangunkan Luna yang tertidur sangatlah Pulas
"angelll,"
"hm.." Luna akhirnya terbangun dari tidurnya
"kita kerumah dulu yuk," ucap Liam
"kapan?" tanya Luna dengan suara khas bangun tidurnya
"sekarang Angel," ucap Liam
"hmmm, Angel ganti baju dulu." ucap Luna
"bajunya udah dirumah dulu," ucap Liam
"Hah?! terus Angel kek gini aja pake baju sekolah?!" ucap Luna
"pake nih," ucap Liam menyodorkan jaket Davi
"gak ah dah kotor," ucap Luna
"ck, nih!" Liam pun mengasihkan jaketnya keLuna
"untung adek gw,"
×××
"Mah, angel mau es krim.." ucap Luna ketika melewati kedai eskrim
"nanti ya, anterin mamah keRumah dulu terus kalian boleh jalan-jalan kemana aja," ucap Mamah
"ntar abang gak mau kalo kek gitu," ucap Luna yang sudah bisa menerawang ekspresi Wajahnya Liam
"Gibrannn, mau kan nemenin Angel?" tanya Mamah
"iya mah," pasrah Liam
"Nah abangnya mau kok," ucap Mamah
"yes! beneran ya bangg.." ucap Luna
"iya," ucap Liam dan Liam kembali fokus menyetir
"Papah pulang jam berapa mah?" tanya Luna
"nanti sore sayang, kenapa emangnya?" tanya Mamah
"mau nga—"
i want you, i want you, i want you, i want you
"halo,"
"...."
"gw pindah Let,"
"...."
"iya, ketemuan dikdai es krim."
"..."
"iye, abis dari situ kerumah baru gw!"
"..."
"yoo,"
"..."
"yaaa..."
"dari siapa ngel?" tanya Mamah
"Letta mah mau ketemu mamah,"
"wahhh, share alamat rumah kita aja Ngel." ucap Mamah
"Angel suruh ketemuan dikedai es krim tadi, baru kerumah mah.."
"ohhh yaudah nanti ajak kerumah yaaa," ucap Mamah
"iyaa mamah.."
"ayo turun," ucap Mamah saat tiba didepan rumah Luna
"gak berubah," ucap Luna memandang rumahnya saat kecil
"kita kerumah ini lagi, bikin kenangan lagi, lupakan masalalu jadikan pelajaran kita." ucap Liam sambil merangkul adiknya itu
"ayo sayang masuk," ucap Mamah
Mamah, Luna dan Liam memasuki rumahnya, tidak berubah hanya saja cat dirumahnya sedikit kusam
"kamar kalian tetap yang dulu, baju kalian udah dikamar kalian, mamah duluan kekamar ya," ucap Mamah
"iya mah, Angel sama Gibran kalo gak ada dirumah berarti kita berdua udah jalan-jalan ya mah.." ucap Liam
"iya sayang, jangan lama-lama sore harus sudah pulang!" ucap Mamah
"siapp mamah!!" sepeninggalan Mamahnya, Liam dan Luna mengelilingi rumahnya itu
"wihhh masih ada taman belakang yee!!" ucap Luna, Luna pun berlari-lari kecil ditaman belakang rumahnya itu
"Ngel! liat masih ada sepeda kita ahahaha.." Sepeda Liam dan Luna tersandar disampimg dinding gudangnya
"mana bang.." ucap Luna
"sini sampimg gudang," ucap Liam, Luna pun berlari kesamping gudang
"wahhh, sepeda angell.." Luna sontak memeluk sepeda kecil berwarna pink itu
"ntar mau abang bawa ke bengkel dah," ucap Liam sambil mengelus sepedanya yang bewarna hitam itu
"sepeda angel juga ya bang!" ucap Luna
"iya ntar kita anter bareng-bareng," ucap Liam
"Angel tadi liat taman kita udah ada bangkunya loh, siapa ya yang narohin," ucap Luna
"bangku yang dulu kali ngel," ucap Liam
"enggak. bangkunya masih bagus bat," ucap Luna
"paling Papah yang naroh, btw Dek elu kekamar dah." ucap Liam
"kenapa?" heran Luna
"noh belakang lu ada bercak-bercak," ucap Liam
"hah?! iyakah!" Luna pun langsung ngancir kekamarnya meninggalkan Liam yang terkekeh
"gadis bar-bar tapi masih bisa aja dikibulin.."
×××
"Angell, udahhh jangan ngambek lagi." Liam sedari Luna turun dari kamarnya membujuk Luna agar tidak merajuk atas perbuatan Liam
"fokus nyetir!" ucap Luna
"iyaa, tapi maafin ya.." mohon Liam untuk yang entah berapa kalinya permohonan Liam tidak dihiraukan Luna
"Yang lain udah dateng ngel?" basa basi Liam ketika sudah sampai dikedai es krim. lagi-lagi Liam tidak dihiraukan Luna malah Luna langsung meninggalkan Liam didalam mobil
"mamposh lah diriku!"
"Lunaaaa," Luna langsung menghampiri Lettadkk yang berada dimeja pojok kanan
"haiii, maaf lama." ucap Luna
"yaelah santai ae," ucap Letta
"sendirian aja Lun?" tanya Naya
"enggak, sama ketos." ucap Luna
"ter—"
"Dekk maafim yaaa," Liam tiba-tiba datang membuat Letta, Naya, Davi, Ravi dan Alfi kaget
"kenapa kak?" heran Naya
"ngambek ni gadis," ucap Liam
"Maafin ya," bujuk Liam sekali lagi
"iya tapi traktir!" ucap Luna
"kan! dah tau dah gw gelagat ni bocah."
"yang sabar ye ketos.." ejek Ravi
"kenal?" ucap Liam
"wahh parah ni ketos," ucap Ravi
"baku hantam aja udah.." ucap Alfi
"baku hantam dah.." dukung Davi
"temen lu?" tanya Liam ke Ravi menatap heran Alfi dan Davi
"gak kenal gw," ucap Ravi sambil merangkul Liam
"biarin aja biarin," ucap Liam
"kok asyu ya," ucap Alfi
"kenal?" tanya Liam
"gak kenal saya," ucap Davi
"biarin biarin.." ucap Ravi. Jadilah Alfi yang dinistakan
"girls kelen kenal?" tanya Letta
"kenal, pembantu gw mereka maklum!" ucap Luna
"pantes pada bego," ucap Naya
"nay nyesek loh.." ucap Alfi
"alay alay!!" ejek Letta
"teros aja teross," ucap Liam
"udah udah mending makan es krim," ucap Luma ketika pesanan es krimnya datang
"Kapan pesan?" tanya Liam
"tadi pas kelen ngebacot." ucap Luna
"kamu pindah kemana Luna?" tanya Davi
"gw masih marah ya!" ucap Luna ke Davi
"ahahahaha, sabar broo.." ejek Alfi. Liam pun menepuk-nepuk bahu Davi
"nanti bicara berdua," gumam Liam dan dibalas anggukan oleh Davi
×××
tok tok tok
"MAMAHHH!!"
ceklek
"Haii mamah!!!" sorak serempak Letta, Naya, Ravi dan Alfi
"haii sayang, sini masuk-masuk!" ucap Mamah
"Gibran kekamar dulu mah! mau ganti baju," ucap Liam
"jangan lama-lama ya sayang, soalnya kamu belum makan!" ucap Mamah mengelus rambut Liam
"iya mamahh.."
cup
Liam mencium pipi Mamahnya lalu pergi kekamarnya
"kalian tunggu dulu ya, mamah mau lanjutin masak!" ucap Mamah
"Letta bantuin ya mah!" ucap Letta
"Naya juga!" ucap Naya
"Mah Alfi juga mau ikut!!" ucap Alfi
"Ravi juga mau ikut!" ucap Ravi
"yaudah semuanya aja dah ikut mamah masak," ucap Mamah
"emm mah, Davi enggak deh soalnya Davi mau bicara sama Luna dulu bentar.." ucap Davi. Mamah pun heran tetapi Mamahnya juga memakluminya
"hah?!" kaget Luna
"yaudah selesain aja dulu masalahnya," ucap Mamah
"makasih mamah," ucap Davi
"mamah tinggal dulu ya,"
"An—"
"Lun plis kita butuh bicara!" ucap Davi
"ketaman belakang!" Luna berjalan mendahaului Davi
"apa yang perlu dijelasin?" ucap Luna
"makasih sudah buat Saya berubah," ucap Davi
"kalau gak ada kamu, saya pasti masih dibully orang-orang dan saya pasti tidak ada teman." ucap Davi
"gak gegara gw itu emang elu sendiri mau berubah," ucap Luna
"tidak, awalnya saya menyerah. tetapi dengan kesabaran kamu dengan yang lain saya bisa berubah makasih.." ucap Davi, Davi meraih tangan Luna
"maaf kalau kamu marah sama saya karna saya berinteraksi dengan Raina,"
"itu hanyalah interaksi biasa bagi saya, maaf juga sayang sempat menjauh dari kamu."
"berkat kamu saya bukam hanya berubah tapi saya juga merasakan apa namanya jatuh cinta,"
"pantaskah saya mencintaimu, saya tau saya tidak sebanding dengan kamu,"
"maaf saya sudah mencintaimu,"
"kenapa minta maaf?" tanya Luna
"karna kita ti—"
"kata siapa? emang namanya cinta harus sebanding?!" ucap Luna
"emang kalo jatuh cinta harus melihat orang itu pantas atau enggak sama kita?"
"namanya cinta kita tidak tau tumbuhnya kapan dan untuk siapa, kalau mau jatuh cinta bersiaplah akan merasakan sakitnya jatuh! tapi kalau mau bangun cinta ayo kita sama sama bangun cinta itu agar tidak ada diantara kita yang terjatuh! mungkin sulit membangun cinta tapi cobalah dulu buat kita," ucap Luna. Davi yang mendengar ucapan Luna menatap Luna lekat-lekat terlihat keseriusan dimatanya
"kita bangun sama-sama," ucap Davi, tanpa diduga Luna Davi tiba-tiba memeluknya
"ekhem! ekhem! dah baikan nihhh," ejek Liam. Davi dan Luna sontak melepaskan pelukan ternyata bukan hanya Liam tetapi juga ada Letta, Naya, Ravi dan Alfi
"baikan atau pacarannn," ucap Ravi
"kalo pacaran pj yaa!!" ucap Letta
"harus pj dong!" ucap Naya
"tambah langgeng kalo pj," ucap Alfi
"siapa juga yang pacaran," ucap Luna
"mau pacaran?" tawar Davi
"Ciyeee!!!"
"ahayydeee!"
"terima aja.."
"serah dah!!" ucap Luna
"terima gak dek?" ucap Liam
"iyain aja deh!!" ucap Luna langsung pergi meninggalkan teman-temannya
"CIYEEEE MALU-MALUU!!!"
"PEJEE WOY!"
"jagain adek gw bener-bener!" ucap Liam
"pasti kak!" ucap Davi
"panggil gw abang! jangan kakak," ucap Liam
"mager! manggil ketos songong aja lebih mantep!" ucap Letta
"serahlah!" ucap Liam
Udah mau ending ya gaes😙