With You and Change

With You and Change
Masalalu



"apa kata mamah lun?" tanya Naya


"katanya harus pulang sebelum jam 9," ucap Luna


ketiga gadis itu sekarang diperjalanan menuju Mall. Letta menyetir, Naya duduk disebelah Letta dan Luna duduk dikursi penumpang sendirian


"Tiga alien gak ikut kan?" tanya Luna


"siapa?" heran Letta dan Naya


"three pi," ucap Luna


"pi? 3,14? or 22/7?" tanya Naya


bugh


"Bukan itu asu! Ravi, Alfi, Davi!" ucap Luna melempar Bantar lehernya keNaya


"yaaa bilang dong!" ucap Naya


"UDAH GW BILANG DARI TADI ASU!" ucap Luna


"udah woy! baku hantam aja udah!" ucap Letta


"kita kan temen, ngapain baku hantam! ooo," ucap Naya mengejek Letta


"bener! kita mah bespren! ngapain baku hantam! ooooo," sambung Luna


"gadak yang waras, harap bersabar.." ucap Letta lalu kembali untuk fokus menyetir


"kemahnya, 3hari 2malam kan?" tanya Luna


"hooh, kan tadi udah diumumin lun.." ucap Letta


"keknya Mamah juga bakal kebandung," ucap Luna


seluruh SMA Antariksa Bangsa, mengadakan Camping diHutan dan itu bertempat diBandung, selama 3hari dan 2malam


"bagus dongg!!" ucap Naya


×××


Ketiga Gadis itupun memasuki Mall


"beli apa aja nih?" tanya Luna


"makan aja dulu, gw laper!" ucap Letta


"WHAT?! Lu laper! Yang elu makan dirumah gw tadi gak bikin elu kenyang?!" kaget Luna


"Bener gw juga laper.." ucap Naya


"Ayoklah, cari makanan!!!" Letta dan Naya bersemangat untuk keRestoran bahkan meninggalkan Luna yang tercengang


"Kenapa aku punya temen kek kelen!" batin Luna


×××


"Beli apa aja nih?" tanya Luna


"makanan sama perlengkapan mandi," ucap Naya dan Letta


"ITU AJA?!" kaget Luna, sontak membuat pengunjung melihat kearah ketiga gadis itu


"iya kenapa?" tanya Letta dengan polos


"kalo itu doang! mending kesupermarket aja!! astagaaa," geram Luna


"sekalian nonton Lun!" ucap Naya


"nonton?!" kaget Luna


"iya.."


"SIAPPP!! ayok belanjaaa!" ucap Luna dengan semangat


×××


"semuanya Rp399.900.00, mbak." ucap mbak-mbak supermarket


"nih mbak.." Naya menyodorkan 4 lembar uang berwarna merah


"serat—"


"iya mbak sumbangkan saja.." ucap Naya memotong pembicaraan mbak-mbak


"Terima kasih mbak, ini belanjaannya" ucap mbak-mbak menyodorkan 4 totebag


"kemobil dulu naro belanjaan!" ucap Luna


"cukup nih buat kita bertiga?" tanya Letta


"cukuplah!" ucap Naya


"emang kita satu tenda?" tanya Letta


"iyaa.." ucap Naya


"kok bisa?" heran Luna


"gw ntar yang urus!" ucap Naya


"iyaaa yang gak jarang berurusan ama ketos mah bedaa.." ucap Letta


"bacottttt" ucap Naya


×××


"beli tiketnya dulu baru popcorn!" ucap Naya


"siapp.." Luna dan Letta yang sedari tadi mematuhi Naya


"nonton apaan nih?" tanya Luna


"dua garis biru aja gimana?" tawar Letta


"acc gw mah!" ucap Naya


"ok! kita nonton Dua garis biru!" ucap Luna


"Lun kita beli popcorn ya?!" ucap Letta


"iya.."


"gakpapa kita tinggal?" tanya Naya


"Iya su! gakpapa!" ucap Luna


Ketiga gadis itupun menyebar. Luna yang mengantri tiket bioskop, Letta dan Naya yang membeli popcorn


brak


"eh maaf.." ucap seorang cewe tidak sengaja menabrak punggung belakang Luna


"iya gakpapa," ucap Luna


"lu mau nonton juga?" tanya cewe itu


"iyaa, lu juga?" tanya Luna


"iya, eh kenalin gw Raina pelita! panggil.aja Raina," ucap Raina cewe yang menabrak Luna


"kenalin Luna Angelia, panggil aja Luna!" ucap Luna


"btw, lu nonton sama siapa?" tanya Raina


"ohh sama temen gw kok, kalo elu?" ucap Luna bertanya balik


"sama pacar gw," ucap Raina


"wihhh langgeng ya.." ucap Luna


"wkwk, makasihhh!!" ucap Raina


"berapa mas?" tanya Luna kePenjual tiket


"120rb dek," ucap Penjual tiket


"ini kembaliannya.."


"makasihh mas.."


Luna pun keluar dari antrian tiket


"Lun!" panggil Raina


"kenapa Rai?" tanya Luna


"nunggunya bareng ya, soalnya gw juga nunggu pacar gw!" ucap Raina


"astaga, gw kira apaan!" ucap Luna


"btw lu kelas berapa lun?" tanya Raina


"baru kelas 11," ucap Luna


"berarti adkel gw dong! ahaha," ucap Raina


"hah?! beneran?" kaget Luna


"iya gw udah kelas 12," ucap Raina terbesit keangkuhannya


"sekolah dimana lu?" tanya Luna


"SMA Antariksa Bangsa," ucap Raina


"Beneran?! satu sekolah dong kita!" ucap Luna


"lah kita satu sekolah?!" kaget Raina


"kenapa gw gak pernah liat elu ya.." heran Luna


"gaktau padahal gw sering kekantin!" ucap Raina


"emang lama ya beli popcorn?" tanya Luna


"gaktau gw, keknya em—"


"Rai!" panggil seorang cowo dihadapan Raina dan Luna. Luna tercengang ternyata cowo itu adalah Liam


"sini Li!!" ucap Raina, Liam pun menghampiri kedua gadis itu


"Liam, kenalin dia Luna! Lun, kenalin dia Liam!" ucap Raina


"dah kenal!" ucap Liam


"eh iya-ya! orang kamu ketua osis jadi kenal ama dia. hehe," ucap Raina


"Luna!" panggil Letta dan Naya lalu menghampiri Luna


"Raina?!" kaget Letta lalu menatap kearah Naya yang hanya berekspresi datar


"oh! temen elu nih lun?! haha," ucap Raina tertawa hambar


"Lun ayo masuk! males bat gw ketemu dia!" ucap Letta


×××


Ketika gadis itu sudah menonton Bioskop, padahal filmnya belum selesai tetapi Letta mengajak Luna dan Naya untuk pergi dari bioskop dan memilih pulang


"kok elu ketemu Raina Lun?!" tanya Letta


"gak sengaja dia ngetabrak gw tadi. emangnya kenapa sih ama Raina?" heran Luna


"gak!" jawab Letta dengan ketus


"Nay, kok elu diem aja daritadi?!" heran Luna


"Lun, masalah bakal datang! cepet atau lambat!" lirih Naya sambil bernafas kasar


"maksudnya?" heran Luna


×××


"heyy! cerita dong ama gw.." bujuk Luna, karna sedari tadi Letta dan Naya hanya termenung dikamar Luna


"hiks hiks"


"Nay kok nangis!" panik Luna, Letta yang duduk disebelah Naya langsung saja memeluk Naya


"cerita donggg! gw bingung kalo kalian kek gini!" ucap Luna


"yaudah kalo kalian gak mau cerita, gakpapa.." lirih Luna


"gini lun hiks hiks"


"gw aja Nay yang cerita!" ucap Letta


"gw aja Let! gakpapa kok gw!" ucap Naya


flashback on


"Yah! Ayah! aya punya hadiah lohh!!" ucap seorang gadis yang sudah kelas 8 SMP, Kanaya Keitha namanya


"maaf aya, papah lagi sibuk!" ucap Ayah menghiraukan Naya


"Bundaaa!!" rengek Naya


"kenapa sayang?" ucap Bundanya mengusap-ngusap rambut


"Aya mau ngasih ini keAyah.." lirih Naya menyodorkan rapotnya dan hadiah juara 1


"sabar ya sayang, ayahnya lagi sibuk." ucap Bunda


keesokan harinya


prank


brak


Naya terbangun dari tidurnya langsung berlari keruang tamu. Naya melihat Bundanya tersungkur menangis disekelilingnya piring piring pecah. Naya langsung berlari memeluk Bundanya tanpa sengaja terkena tamparan ayahnya


"ayah nampar Aya?" syok Naya


bugh


Bunda Naya mendorong Ayah sampai tersungkur


"mas! mas gakpapakan?!" tanya seorang wanita yang sedari tadi hanya melihat pertengkaran rumah tangga itu


"KAMU YANG SALAH MAS! KAMU YANG SELINGKUH! KENAPA HARUS AKU DAN ANAKKU YANG KAMU SAKITIN!!" bentak Bunda yang sudah menahan amarahnya


"Heh nyonya bramasta! keluar kamu, sekarang aku yang berkuasa!" ucap wanita itu


plak


Bunda menampar wanita yang menjadi selingkuhan suaminya itu


"Jauhkan tangan anda dari mamah saya!" ucap seorang gadis seumuran Naya, Naya pun bangkit dan langsung saja menendang perut gadis itu


"RAINA!!" teriak Wanita dan Ayahnya


"DASAR KAMU ANAK SIALAN!!" teriak Ayah Naya yang mau menampar Naya


"APA YAH! MAU NAMPAR AYA! TAMPAR SINI TAMPAR! AYA KALO TAU AYA PUNYA ORANG TUA KAYAK AYAH! GAK BAKALAN SUDI AYA HIDUP!!" bentak Naya


plak


"Kita cerai! jangan cari saya dan Naya kalau anda sudah bangkrut!!" ucap Bunda setelah menampar Ayahnya lalu pegi keluar rumah sambil menarik tangan Naya


"ANDA AKAN SENGSARA BRAMASTA! WANITA JALANG ITU HANYA MAU HARTA ANDA SAJA! INGET KATA-KATA SAYA!! TUAN BRAMASTA!!" teriak Bunda diambang pintu


flashback off


"semenjak itu gw gak pernah ketemu ayah, tapi pas gw SMA malah ketemu sama anak wanita jalang itu!" ucap Naya terbesit kebencian


"maaf ya nay, gegara gw lu keinget masalalu lu lagi.." ucap Luna


"gakpapa, gw malah bersyukur punya temen kek kelen!" ucap Naya mencoba tersenyum. Letta dan Luna pun sontak memeluk Naya memberi kekuatan


"eh tadi Raina bilang dia pacaran ama Liam emang bener? tapi tadi Liamnya biasa aja sama Raina?"