With You and Change

With You and Change
Berkemah #4



"sekarang kita akan mengadakan senam! baris sesuai kelompok!" ucap Bapak Saptadi. Semua siswa dan siswi pun mencari kelompok masing-masing


"buat pendamping kelompoknya juga harus ada dibarisan kelompoknya!" ucap Bapak Saptadi


"ishhh ketemu lagi ama ntu orang!" ucap Luna sambil menatap bosan Liam dan Rico yang berjalan menuju kelompoknya


"benci bat keknya elu lun," ucap Naya


"emang! dari gw ketemu ntu orang udah gak suka gw!" ucap Luna


"apalagi gw yang ketemunntu orang udah 1taun," ucap Letta


"tiati lu berdua! siapa tau dari lu berdua jodoh ka Liam.." ucap Naya


"NAJIS!" ucap Luna dan Letta serempak


"masih mau ngerumpi?" tanya Liam yang sudah berada didepan barisan


"sip! kita masih mau ngerumpi!" ucap Luna


"Lun... baris yaa nanti dimarahin," ucap Davi


"yaudah iya!" ucap Luna


"baris woy!" tegur Luna, kekedua temannya yang masih begerumbul


"ck iye iye!" ucap Naya dan Letta


×××


"cape njir!" ucap Luna


"hooh, ketenda kuy!" ajak Letta


"ayoklah!"


padahal senamnya cuman 30 menit tetapi cukup membuat ketiga gadis itu cape


"eh mau kemana?" tanya Ravi yang menghampiri ketiga gadis itu


"tenda! cape!" ucap Letta


"bentar doang senamnnya ngeluh cape! pas tawuran berjam jam gak ngeluh cape!" celetuk Alfi


pletak


"bacot lu duda!" ucap Naya


"sakit janda?" ucap Alfi


"kawin dah biar lu berdua gak jadi janda ama duda!" ucap Luna


"ayok bee kita kawin!" ucap Alfi keluarlah keganjenannya


"idih! jijik gw!" ucap Naya pergi meniggalkan kelima temannya itu


"eh davi mana?" tanya Ravi


"katanya tadi mau ketenda!" ucap Luna


"ohh, kita berdua ketenda dulu!" ucap Ravi


"sip, kita juga mau ketenda!" ucap Letta


"kalo ada apa-apa bilang," bisik Ravi keLetta, Letta mengangguk dan tersenyum


"pinter," ucap Ravi sambil mengelus rambut Letta


"dahlah mo pegi gw!" ucap Luna


"bucim-bucinn!" ucap Alfi


"orang sirik maklum!" ucap Ravi


"ahahah, udah ketenda sana!" ucap Letta


"dahh," ucap Ravi


"dahh juga!" Letta pun mengejar Luna


×××


"sumpa kesel bat gw malam tadi!" ucap Luna


Luna, Letta, Naya, Ravi, Alfi dan Davi sekarang berkumpul didepan tenda Lunadkk


"bener! gw juga kesel!" ucap Letta teringat kejadian Raina


"kalo bukan manusia dah gw cincang-cincang ntu orang!" ucap Naya


"udahh sabarrr," ucap Davi


"kenapa? cerita-cerita," ucap Ravi


"kemaren gw didorong ama cewe centil kek asu!" ucap Luna


"maklum! modelan anaknya sama kek emaknya! sama-sama centil!" ucap Naya


"siapa sih?" tanya Ravi dan Alfi


"Rainaaa," ucap Letta dengan malas


"kenapa bisa lu didorong ama ntu cewe?" tanya Ravi


"ntu cewe centil, iri jaket Ketos dipinjemin ama gw!" ucap Luna


"Anjayyy!!!" kaget Ravi dan Alfi


"beneran! lu dipenjemin jaket?!" tanya Alfi


"ck, iya!" ucap Luna


"Wahh! parah lu dav! gak minjemin jak—"


"gw juga dipenjamin jaket ama Davi!" ucap Luna memotong pembicaraan Ravi


"lah? terus?!" bingung Ravi dan Alfi


"Luna make 2 jaket sekaligus!" Davi yang akhirnya angkat bicara


"ohhh,"


×××


pukul menunjukan jam 15:00, Ketiga gadis itu hanya uring-uringan didalam Tenda


"bosan gw!" ucap Luna


"hooh seharian gak ada acara gitu!" ucap Letta


"mending makan cemilanlah!" ajak Naya


"ntar malam kan api ugun ntar cemilannya abis!" ucap Letta


pletak


"ya disisain lah!" ucap Naya


"ck, biasa ada dong!" uca Letta


"udah! baku hantam aja! noh lapangan!" ucap Luna menunjuk keluar


"apaan sih gak jelas!" ucap Letta menatap Luna heran


"bener, gak jelas bat jadi orang!" ucap Naya


"ck, asulah!" kesal Luna


"kalo gw digituin dah balek kerumah gw!" ucap Letta memanas-manasin Luna


"bener! sayang kalo gak balik!" ucap Naya


"bacot lu berdua!" ucap Luna yang langsug bertelungkup


"nangis nih yaaa nangisss!!" ejek Letta


"nangis yaaa nangiss!" ucap Naya


"apaansih kelen hiks hiks!" Luna yang saking kesalnya dengan kedua temannya beneran nangis


"Ahahahaha! nangis beneran anjayy," tawa Letta


"ahahahaha, beneran comel bat sih elu lun!" ucap Naya


"auah!" ngambek Luna


"yeee canda doang Lunn!!" ucap Letta langsung memeluk Luna


"tau nih!" ucap Naya yang juga memeluk Luna


"apansih kelen!" ucap Luna


"yeee jangan ngambek lahh!!" bujuk Letta


"hooh canda doang!" ucap Naya


"iya iya! lepas dulu ih!" risih Luna


"ck! kek dipeluk sapa jadi gak betah!" ucap Letta


"panas woy! makanya gak betah!" ucap Luna


"eh kita cari angin kuy! sambil makan ini" ucap Naya yang menjenteng plastik hitam


"ayo!" ucap Luna dan Letta


Kedua gadis itupun berjalan berdampingan mencari tempat sejuk dan naung


"Luna!" panggil Liam yang berada dihadapannya Luna bersama Rico dan Vino


"kenapa?" tanya Luna dengan malas


"mata?!" tanya Liam


"hah? maksudnya?" heran Luna


"Abis nangis?" tanya Liam


"apa urusannya ama elu?" tanya Luna


"gw tanya," ucap Liam


"mau gw nangis kek! mau gw gak nangis kek! jan urusin idup gw! oke?!" ucap Luna lalu pergi, disusul Letta dan Naya tanpa mengeluarkan sepatah katapun


"makanya kalo dibilangin jangan ngeyel!" ucap Vino


"belum waktunya!" ucap Liam lalu pergi meninggalkan Rico dan Vino


×××


"bersiaplah bentar lagi kita akan mengadakan acara api unggun!" ucap Vanda selaku pembawa acara


"duduk lingkarin kayu-kayu yang akan jadi api unggun ya.." ucap Vanda. Siswa dan Siswinya pun duduk


"untuk panitia, dibelakang siswa-siswi? boleh berdiri, boleh duduk. pokoknya kalian jagain!" ucap Vanda


"sippp!!"


pukul sudah menunjukkan 20:40 dan 5menit lagi acara api unggun dimulai


"saat api unggun! kalian semua harus tunjukkin bakat kalian! bebas yaa, mau apapun itu! pokoknya kita sekarang akan bersenang-senang!" ucap Vanda


"Berdiri semua! pembukaan api unggun!" ucap Vanda, semua siswa dan siswi pun berdiri


"Apiiii unggun sudah menyalaaa!"


"Apiii unggun sudah menyalaa!"


"Apiii unggun sudah menyala!"


"menyala apii unggunn!!"


prok prok prok


"silahkan duduk kembali!" ucap Vanda


"kenapa sih tu ketos dibelakang kita!" kesal Luna yang berbicara dengan Letta yang berada disamping disamping Ravi


posisi mereka Ravi-Letta-Davi-Luna-Alfi-Naya.


"bener! kek asyu.." ucap Letta


"ayoo gaes! yang mau tampil silahkan!" ucap Vanda


Fendy dan Aisyah tanpa dikira maju kedepan menyumbang Lagu-Celengan Rindu. Fendy yang bergitar dan Aisyah yang bernyanyi


"gak! mages gw!" tolak Liam


"yahhh kok gitu sih!" rengek Raina


"lu mau tampil dance kan?! ngapain ngajak gw!" ucap Liam


"ihhh kan bisa abis dance!" ucap Raina


"mager gw!" ucap Liam


"ayoklah!" paksa Raina


"gak!" ucap Liam


"Baiklahhhh makasihhh Fendy sama Aisyah udah tampil! sekarang tampillah Dance cover dari Fendy dan Aisyahh!!! tepuk tangan gaes!" ucap Vanda


"Pokoknya abis gw tampil dance! kita juga harus tampil nyanyi!" paksa Raina


"dadah Liamm, wajib liat dance gw!" ucap Raina lalu berlari kelapangan


"sekarang nikmatin tampilan Kita!!" ucap Vanda yang menghampiri Raina


Raina, Vanda, Winda dan Vina mengcover Dance Blackpink-Kill this love. Semua sorak-sorak dari siswa maupun siswi sangat meriah


Ravi, Davi dan Alfi yang merasa bosan. Luna, Letta, Naya yang sangat tidak tertarik dengan dance yang dicover Rainadkk. Liam, Rico dan Vino pun malah mabar dibanding melihat yang mereka rasa unfaedah


"Itulah! penampilan dari kakak kelas kita! tepuk tangan.." ucap Widya yang menjadi MC


"ayokk! siapa lagi yang mau nunjukin bakat! silahkan kedepan!" ucap Widya


"kita yok!" ajak Letta


"ngapain?" tanya Luna


"tampil!" ucap Letta


"gila lo!" sarkas Luna


"elah! nyanyi doang! Nayakan bisa main gitar!" ucap Letta


"Nay! mau tampil gak?!" tanya Luna


"ngapain?" tanya Naya


"nyanyi, lu maun gitar!" ucap Luna


"yodah ayo!" ucap Naya


"Kata Naya ayo!" ucap Luna keLetta


"skuy!"


"Videoin kita!" perintah Letta keRavi


"siapp! semangat ya.." ucap Ravi


Ketiga Gadis itu pun maju kedepan, Naya pun juga meminjam Gitar Fendy


"Nahhh! ketiga gadis cantik-cantik ini akan tampil gaes! nikmatin penampilan mereka!" ucap Widya


"lagu Gantung - Melly Goeslow," ucap Luna


"bisakan?!" tanya Luna, ke Letta dan Naya


"siapp!"


Davi, Ravi dan Alfi tersenyum melihat ketiga gadisnya itu sangatlah cantik dipadukan dengan cahaya api unggun.


Liam pun rela Afk untuk menonton penampilan Luna bahkan tanpa dia sadari, lengkungan pada bibirnya terangkat


Letta: Ku harus menemui cintaku


Mencari tahu hubungan kita


Apa masih atau tlah berakhir


Luna: Kau menggantungkan hubungan ini


Kau diamkan aku tanpa sebab


Maunya apa ku harus bagaimana


Letta: Kasih?


Sampai kapan kau gantung


Cerita cintaku memberi harapan


Luna: Hingga mungkin ku tak sanggup lagi


Dan meninggalkan dirimu


Luna: Detik-detik waktu pun terbuang


Teganya kau menggantung cintaku


Bicaralah biar semua pasti


Letta: Kau menggantungkan hubungan ini


Kau diamkan aku tanpa sebab


Mahunya apa ku harus bagaimana


Luna: Kasih?


Sampai kapan kau gantung


Cerita cintaku memberi harapan


Hingga mungkin ku tak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu


Letta: Gantungnya hubungan cinta denganmu


membuatku sakit


Hingga mungkin ku tak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu


hwoo ...


prok prok prok


"Wahhhh meriah sekali gaes gaes! gimana kalian baper gak?!" ucap Widya


"Baperrr!!" ucap siswi-siswi


"Suara Luna sama Letta dialuni Gitar dari Naya sangat nyentuh kehati ya gak gaes?!" ucap Widya


"SIPPP!"


"BENER!"


"apakah lagu ini ada maknanya buat Luna? Letta atau Naya?" tuduh widya


"ahaha enggak!" ucap Luna


"Lagi dongg! lagi! lagi!" ucap Widya


"Lagi! lagi! lagi!" ucap semua siswa dan siswi


"nanti deh! kita cape hehe.." ucap Letta


"yahh... gak bisa gaes ternyata!" ucap Widya, Siswa dan Siswi pun sontak kecewa


"Kita tampil!" ucap Ravi


"Nahhh gaes! pas banget! yang tadi pasangan cewenya sekarang pasangan cowonyaa!!! lagu apakah yang akan dibawakan oleh Ketiga cowo itu?! apakah balasan untuk ketiga cewe cantin ini! nikmatin penampilan Meraka gaess!!!" ucap Widya


Ravi, Alfi dan Davi pun maju menggantikan Letta, Naya dan Luna


"Tulus - Teman hidup!" ucap Davi


"siapp!" ucap Ravi dan Alfi. Davu dan Ravi bernyanyi Alfi yang bermain gitar


Ravi: Dia indah, peretas gundah


Dia yang selama ini ku nanti


Pembawa sejuk, pemanja rasa


Davi: Dia yang selalu ada untukku


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


oh... uho... ho...


Ravi: Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Davi: Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku, ku milikmu


Kau milikku, ku milikmu


Ravi: Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Davi: Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Davi: Bila di depan nanti


Banyak cobaan untuk kisah cinta kita


Jangan cepat menyerah


Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya


akan begitu


Ravi, Davi, Alfi: Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku, ku milikmu


Kau jiwa yang selalu aku puja


prok prok prok


"sudah terjawabkah pertanyaan perasaan yang digantungkan?" tanya Widya mengarah keLunadkk


"ahahaha apaansih!" elak Luna, Letta dan Naya


"sebagai penutup mari kita saksikan penampilan Ka Raina dan Ka Liamm!! ber—"


"Widya, saya pinjam dulu microponnya !" ucap Liam yang tiba-tiba datang


"maaf yaaa, ini saatnya kalian tidur! dikarenakan besok kita akan balik, maaf penampilan saya dan Raina tidak jadi!" ucap Liam, lalu beranjak pergi


"yahhh maaf gaes! kita harus tidur!! lain kali saja ya.." ucap Widya. semua siswa dan siswi pun beranjak pergi dari lapangan keTenda masing-masing


"tidur yang nyenyak!" ucap Ravi merangkul pinggang Letta


"Iya.. lu juga?" ucap Letta sambil menyandarkan kepalanya kebahu Ravi


"Tidur yaa, kamu jangan main hp!" ucap Davi mengelus rambut Luna


"iyaa, gw juga udah ngantuk!" ucap Luna sambil tersenyum manis


"Tidur! mimpiin kita nikah ya," ucap Alfi


"syukur cuma mimpi!" ucap Naya


"Angel tunggu sebentar lagi!"