
"Lunnn!! Lettt!! Nayy!!" panggil Aisyah didepan tenda
"Lunaaa!!!"
"Lettaaa!!!"
"Nayaaa!!!"
srettt
"hemm?" tanya Naya
"siap-siap kita bentar lagi kita nyari sunrise!" ucap Aisyah
"jam berapa sih sekarang?!" tanya Naya
"jam 3 subuh," ucap Aisyah
"HAH?!" kaget Naya
"kenapa?" heran Aisyah
"pagi bat njirr!!" ucap Naya
pletak
"namanya juga kita nyari sunrise! ya pasti harus pagi-pagi!" ucap Aisyah
"ck iye dah iye.." ucap Naya
"gw pergi! kalo kelen masih mau tidur, gakpapa! biar siketos yang ngebanguninnya!" ancam Aisyah
"IYA-IYAAA!!" ucap Naya, Aisyah pun beranjak pergi
"BANGUNNNN!!!!"
"BANGUNNN!!!"
Naya berteriak sambil ****-nindih badan Luna maupun Letta
"ISHHH! BAR-BAR BAT SIH NGEBANGUNINNYA!" protes Luna
"SAKIT BADAN GW WOY!" teriak Letta
"Bangun!!! kalo gak bangun ntar ketos ketenda kita asyu!" ucap Naya
"HAH?! BENERAN?!" kaget Luna dan Letta
"IYEEE MAKANYA BANGUN!!" ucap Naya
"OTEWE! Bangun!" ucap Letta
"kapannn temen gw waras! mau bangun aja harus otw!" batin Naya
"Let tutorial bangun tidur!" ucap Luna
"kameranya siap?!" tanya Letta yang masih memejamkan mata
"Sipp!!"
"oke gaes sekarang gw akan mentutorialkan cara bangun tidur! jadi nih gaes, pertama-tama kalian Tamattin dulu mimpi kalian! kedua pastikan mata anda masih tertutup! ketiga Tangan anda gerak-gerakkan secara perlahan! keempat Buka mata kalian perlahan-lahan! kelima kedip-kedipkan mata kalian! keen—"
"Lunaaa! Lettaaa!! Nayaaa!!" benar saja Liam sekarang berada didepan tenda ketiga gadis itu
"UDAH BANGUN KOK!" teriak Naya
"cepat sudah mau kumpul!" ucap Liam
"iyaaa..." ucap ketiga gadis itu
"bacot bat!" gumam Luna
×××
"baris sesuai kelompok masing-masing!" perintah Liam lalu menyerahkan mic keRico
"hari terakhir kita disini, sebagai mencari moment untuk dikenang! kita semua akan kebukit untuk melihat sunrise!" ucap Rico
"Untuk panitia yang jadi pembina silahkan keKelompoknya masing-masing, panitia sisanya dibagi untuk paling depan dan paling belakang!" ucap Rico
Liam, Rico, Vino, Raina dan Vanda pun kekelompok 5
"ishh kek asu! kapan sih ntu cewe mati!" ucap Luna
"bunuh ajalah kuy!" ucap Naya
"skuy atur strategi!" ucap Letta
"Gw yang ngejebak dia!" ucap Luna
"gw yang nakut-nakuttin dia!" ucap Letta
"gw yang cincang-cincang dia! oke?!" ucap Naya
"kalian mau ngapain?" tanya Davi
"mo main masak-masak!" elak Luna
"masa?" curiga Davi
"lu mau jadi bahan percobaan kita bertiga gak?" tawar Naya
"jadi?" tanya Davi
"jadi manusia yang kita bunuh!" ucap Letta
"Kalian gila?!" kaget Davi
"elahhh canda doang!" ucap Luna
"tau nih!"
"sebenci-bencinya kita gak akan sampe ngebunuh! paling ngebully" ucap Naya
"kesian yang jadi bahan bullyan itu, Nayy.." ucap Davi
"iyaaa.. iyaaa, canda doang kok!" ucap Naya
"tid— humptt!"
"diemm Dav, kalo ngebacot kali gw sumpel ama mulut gw, elu!" ucap Luna
"yaudah mending bacot!" ucap Davi
pletak
"wahhh parah lu dav! mesum dasar!" ucap Letta
"btw dinginn!!" ucap Luna langsung memeluk Davi
"idihhh modus lu dasar! modus!!!" ucap Naya dan Letta
"biarin! dasar sirin!" ucap Luna memperat pelukannyaa, Davi pun tidak berontak dengan perlakuan Luna bahkan Davi mengelus-ngelus rambut Luna
"mereka pacaran?" bisik Vino ke Rico yang berada dipaling belakang
"iya!" ucap Rico
"anjirrr! bohong, dusta lu!?" ucap Vino
"enggaklah su!" ucap Rico
"njir, kesian Liam..."
pletak
"jan disebut namanya bego! ntar kedengaran!" ucap Rico
×××
"gw baru tau ada bukit disini!" ucap Luna
"aku juga," ucap Davi
"gak cape lu berdua dari tadi kek gitu!" celetuk Letta yang sudah jengah melihat Davi dan Luna yang berangkulan mesra
"do'i gak ada makanya iri!" ucap Luna
"diem aja Luna.." ucap Davi
"Asu lu dav!" kesal Letta
"jam berapa?" tanya Naya
"jam 4:15 pagi," ucap Letta
"anjir! 1jam kita udah jalan!" ucap Naya
"gak kerasa.." ucap Luna
"Iyalah orang elu asik pacaran ae!" protes Letta
"sensi bat keknya liat gw ama Davi kek gini!" celetuk Luna
"b aja gw mah! cuma bosan liat muka lu berdua!" ucap Letta
pletak
"gw canda doang asyu!" ucap Letta
"elah! maksud gw kalo udah pulang kemah asyu! pasti kita pulang kerumah masing-masing!" ucap Luna
"tolol!" kesal Letta, haya dibalas kekehan saja
"perasaan gw kenapa?"
×××
"Akhirnya sampe juga.." lirih Letta dan Naya
"Liamm aku capee.." samar-samar terdengar lirihan seorang gadis disamping Liam
"idih alay bat sih!" celetuk Luna
"maklum cewe centil!" ucap Naya
"kurang belaian," ucap Letta
"udahh sabar aja, bentar lagi dia kena azab!" ucap Davi
"anjir!" kaget ketiga gadis itu tercengang
"tapi aminn.." ucap Naya
"aminn!!" ucap Luna dan Letta
"Haii ladies.." datanglah 2 alien bagi Luna yaitu, Ravi dan Alfi
"masih idup ternyata gw kira dah mati!" ucap Luna
pak
"ngong sembarangan mo emak pukul lagi mulutnya!" ucap Letta memukul mulut Luna
"bercanda makk, berjandaa!" ucap Luna
"wahhh sapa laki lu Lun?" tanya Alfi
"kepoo..." ucap Naya
"cemburu yaa sayang.." ucap Alfi sambil menoel-noel pipi Naya
"apaansih enggak!" kesal Naya
"cemburu tamda cinta, marah tandanya sayang, kalau curiga itu tandanya ku takut kehilangan!" nyanyi Alfi
"jan nangis plis! mo muntah gw," ucap Ketiga gadis itu serempak. Padahal siswi yang mendengar nyanyian Alfi malah ngefly baper
"eleh! bilang aja bagus!" ucap Alfi
"bentar lagi sunrise," ucap Naya mengalihkan pembicaraan
"kita foto ayok!" ucap Letta
"foto berpasangan dulu baru kita berenam!" ucap Ravi
"acc gw mah" ucap Naya dan Alfi
"siapp, Dav ikut ya.." ajak Luna
"iyaa.."
"fotoin kita berdua!" ucap Letta
"belum sunrise!" ucap Naya
"biar aja!" ucap Letta
"Wahhh!! cantik batt!!" ucap ketiga gadis itu ketika matahari terbit
"fotoinnn!!" ucap Luna, Luna dan Davi berpose saling berhadapan
cekrek
"gw lagi!" ucap Letta, Letta dam Ravi berpose saling berpelukan
cekrek
"Kita lagi!!" ucap Alfi menarik Naya, Alfi merangkul Naya sambil mengelus Rambut Naya dan Naya menyandarkan kepalanya dan merangkul pinggang Alfi
cekrek
"kita bertiga lagi!" ucap Letta menarik Luna dan Naya. ketiga gadis itu membuat sedikit jarak berpegangan tangan
cekrek
"lagi!" ucap Luna
ketiga gadis itu memeluk Luna dan Luna merangkul kedua temannya dan melakukan finger heart
cekrek
"kita lagi!" ucap Alfi
Tidak mau kalah dengan Luna, Letta dan Naya. Davi, Ravi dan Alfi pun berfoto bersama
ketiga remaja itu bergaya 2 jari menghadap matahari
cekrek
"kita berenam lagi!" ucap Letta
"Tiara tolong fotoin kita!" ucap Letta yang kebetulan Mutiara melewati mereka
"iya kak!"
Posisi mereka Ravi-Letta-Davi-Luna-Alfi-Naya. berpose saling merangkul satu sama lain
cekrek
"sekali lagi!" ucap Letta
"gw gak mau paling samping!" ucap Naya
"ganti posisi!" ucap Letta, jadi posisi mereka Letta-Ravi-Luna-Davi-Naya-Alfi. berpose saling berhadapan Letta dengan Ravi, Luma dengan Davi, Naya dengan Alfi
cekrek
"udahh makasih yaa.." ucap Letta
"iya kak!" ucap mutiara lalu pergi
×××
"capeee huftt!!" lirih Letta
semua siswa dam siswi sekaramg sudah kembali keperkemahaannya dan langsung saja disuruh istirahat oleh Liam
"bener mo lepas nih kaki gw! pegel banget!!" ucap Letta
ting
081367.......
kalo lo berani temuin gw dihutan sebelah barat!
"dari siapa Lun?" tanya Letta
"dari oprator," elak Luna
"ohh.."
"eh gw mau ketoilet dulu!" ucap Luna
"temenin gak?" tanya Naya
"gakusah deh, kelen pasti cape!" ucap Luna
"yaudah hati-hati!" ucap Letta dan Naya
"yoii!!"
×××
"Luna kok lama banget ya?" heran Letta
"Nay! Nay! Naya!" Letta mencoba membangunkan Naya dari tidurnya
"hemmm?"
"Luna kok balum balik! udah 35menit loh!" ucap Letta
"HAH?! BENERAN?!" kaget Naya
"gawat! cariin lah!" panik Naya
"Telpon Davi!" ucap Letta
"aduhhh lun! kata lu cuma bercanda kenapa beneran ilang sih!"