
DiKantin, Luna duduk bersama Naya. Luna sedari tadi selalu diperhatikan siswa-siswi.
"Lun.." panggil Naya
"Oy! kenapa?" kaget Luna karna sedari tadi Luna sibuk dengan handphonenya.
"pesan apa?" tanya Naya
"gw ikut pesan,"
Brak
"WEY!" ternyata yang menggebrak meja itu adalah LETTA!
"kaget gw tolol!" kesal Naya dengan menjitak kepala Letta
"Hiks hiks.. sakittt anjayy..." dramatis Letta
"gak ada badgirlnya elu kalo jadi lembek!" geram Naya
"yeeee.. jangan salah gw mah kuat!" bangga Letta
"Bangga? Bangga? Banggalah?" ejek Naya
"Iri! Iri! Iri ae teros!" ucap Letta
Luna hanya diam tidak mau ikut perdebatan Letta maupun Naya, Tetapi lama-kelamaan Luna geram dengam perdebatan kedua gadis itu.
"misii... kapan mau pesan makannya?" ucap Luna, Letta yang baru saja menyadari keberadaan Luna langsung terkejut
"LUNA?!" teriak Letta, lagi-lagi semua pandangan keketiga gadis itu
"aduhhhh lettaaa.. jangan teriak!" ucap Naya. Naya tidak suka semua pasang mata melihat kearahnya.
"aduhhh, refleks zeyenk!" ucap Letta
"Haeee Lunaaa..." Letta memeluk Luna, entah mengapa Letta yakin Luna akan menjadi teman akrabnya.
"haii juga Letta.." Luna menerima pelukan Letta
"cepetlah pesen makan!" geram Naya
"Lu aja pesan gw ama Luna tunggu disini," ucap Letta
"ck, gw lagi! gw lagi!" gumam Naya, lalu beranjak pergi
"eh Luna!" panggil Letta
"kenapa Let?" heran Luna
"gw denger lu.. itu badgirl?" ucap Letta, Luna yang diberi pertanyaan itu kaget
"Lettaaa.." bisik Luna, memberi isyarat keLetta agar mendekatinya
"lu tau dari mana?" tanya Luna
"NAH! BE..hmptt" Luna refleks membungkam mulut Letta
Semua siswa-siswi bingung kenapa Luna yang notabenya murid baru, berani sekali membungkam Letta. Letta maupun Naya memang ramah, tetapi keduanya tidak pernah ada yang berani main fisik seperti Luna sekarang.
"jangan teriak!" bisik Luna, Letta hanya menyengir manis kearah Luna
"lu kenapa tau let?" tanya Luna
"gw sering kebandung entah buat tawuran atau jalan-jalan," ucap Letta tetapi Luna masih tidak paham
"gw kemaren jalan-jalan kebandung, terus liat cewek ama squad tawurannya. ternyata cewek itu elu! mungkin.." ucap Letta
"ohh itu bener gw, gegara tawuran itu gw dikeluarin disekolahan makanya gw pindah!" ucap Luna
"pantes gw agak familiar dengan muka lu," ucap Letta
"muka gw gak pasaran!" geram Luna
"yeuuu oon! gak ada bilang muka lu pasaran!" kesal Letta
"bodolah, eh btw.." Letta memandang Luna dengan serius karna dengan nada bicara Luna terlihata ada keseriusan
"btw...... gw cantikkan?" sombong Luna sambil mengibaskan rambutnya. Letta merasa terbohongi oleh Luna hanya menatap tajam Luna
"aduhhh ayunda Letta... jangan tatap adinda seperti ituuu!" ucap Luna mendramatis
"adinda harus dihukum!" ucap Letta
"jangan ayunda.." ucap Luna
pletak-pletak
"Ayunda! Adinda! cepat makan gakusah gesrek!" ucap Naya baru saja datang langsung heran
"baiklah Baginda.." ucap Luna dan Letta langsung menyantap Makanannya
"bolos kemana lu let?" tanya Naya
"biasa, Roftoop." ucap Letta
"gak takut ketauan ketos lu?" heran Naya
"emang kenapa ama ketos?" tanya Luna
"ntu ketos musuh bebuyutannya ononoh." ucap Naya menunjuk Letta
"ketos lagi gak hadir," ucap Letta santai
"ciyeee tau ketos gak masuk.." ejek Naya
"whatever!"
"untung ntu ketos bentar lagi pensiun" ucap Letta
"emang gimana sih ketua osisnya?" heran Luna
"ntu ketos ya, udah dingin, datar, sok iye, sok gan—"
"emang ganteng.." ucap Naya memotong pembicaraan Letta
"bagi elu, bagi gw enggak!" sanggah Letta
"serah lu," Naya lalu melanjutkan makanannya
"ck, pokoknya ntu ketos nyebelin! sumpa," ucap Letta terlihat kesal
"gw kepo yang mana sih orangnya?!" ucap Luna
"nanti lu bakal tau ndiri dah.." ucap Letta hanya diangguki oleh Luna
"eh!" Luna mengejutkan Letta dan Naya
"Asu, ntung gw gak keselek!" geram Letta
"kenapa lagii Lunnn.." geram Naya
"disini ada bullying gak?" tanya Luna
"ada lah!" ucap Naya dan diangguki Letta
"gimana kalo kita bertiga.." ucap Luna lalu berbisik keLetta dan Naya
"ayoklah! gw mah acc ae," ucap Letta
"hooh, gw juga mau! tapi mulai kapan?" sambung Naya
"hari inilah! gimana?" tanya Luna meminta pendapat
"oke, kita kegudang or toilet?" tanya Letta
kring kringg kringgg kringgg
"yaudah besok ae," ucal Naya
"bolos aja," ucap Letta
"bolos terosss!!" ucap Naya
"udahlah, skuy masuk!" ucap Luna
"Lu badgirl? gaya elu gak kek badgirl sumpa," kesal Letta
"gw murid baru oon, yakali langsung bad!" ucap Luna
"bodolah! gw ma—"
"Gak! lu harus masuk kelas!!" ucap Naya menarik tangan Letta
"gw males belajar..." lirih Lett
"Letta... Lettaa.. elu itu udah bego! jan jadi goblog!" geram Naya
"udahh.. ikut aja let, gw ama elu sebangku kok!" ucap Luna ikut menarik Letta
"SEBANGKU?!" kaget Letta, Luna hanya mengangguk saja
"yess!! ayo kekelas.." ucap Letta dengan senang hati masuk kekelas
Letta dengan wajah sumringah bernyanyi-nyanyi tidak jelas, menjadi perhatian semua orang
"temen lu tuh!" ucap Luna menunjuk Letta yang berada didepan
"temen gw Letta Badgirl, bukan Letta Bego! ucap Naya
"gak ada keliatannya tu anak badgirl," ucap Luna sambil terkekeh melihat kesenangan Letta
"kurang asupan tawuran tu anak.." ucap Naya
×××
"ahhh bosann!!!!" lirih Letta sedari tadi Luna tidak menghiraukan keluhan Letta
"kapan istirahat.."
"bosannn..."
"huwaaa, gak cape apa tu guru!"
"cerocos teros...."
"ngomong gak jelas bat.."
"bodolah gw magerrr nyatet!"
"kapan pulangg..."
"sumpa ya! kita tinggal diindonesia bukan diinggris!"
Padahal baru 30menit pembelajaran Bahasa inggris diMulai Letta banyak mengeluh
"BU!"
"kenapa Luna?" tanya Bu Evelyn
"Luna izin ketoilet bareng Letta ya?" alibi Luna,Letta mendengar namanya disebut matanya berbinar-binar, Naya? dia hanya mendesah pelan
"oh iya, silahkan.." Letta lantas menarik cepat tangan Luna
"misi buu.." ucap Letta dan Luna melewati ibu Evelyn
"iyaa.."
Dikoridor Letta menyumpah serapah kenapa pelajaran bahasa inggris itu rumit! tetapi Letta bersyukur bisa keluar kelas dan itu berkat Luna
"sumpa! makasihhhh banget!" ucap Letta sambil memeluk Luna
"iya, udah let lepas!" ucap Luna
"yeuu dasar!" Letta berjalan mendahului Luna
"ALETTA ANASTASYA!" panggil seorang paruh baya dari lorong koridor samping kanan Letta, panggilan itu membuat Letta membeku
"ehh pa Ami!" cengir Letta
"ngapain kamu keluyuran?!" tanya pa ami yang tidak menyadari kehadiran Luna
"maaf pak, Luna sama Letta mau keToilet." ucap Luna, tatapan tajam menatap Luna. Luna yang menampakkan wajah tegang tetapi didalam hatinya tatapan itu tidak ada pengaruh apapun.
"kamu murid baru?" tanya pa ami
"iya pak, saya Luna Angelia Adara kelas 11 ips 1." ucap Luna dengan menyalami tangan pa Ami
"Luna kamu jangan ikuttan nakal seperti Letta ya! cukup Naya yang ikut-ikuttan kamu jangan!" Sindir pa Ami
"astagaa pak! sesungguhnya orang yang menyindir orang itu orang ya—"
"kamu mau bapak hukum atau mau bapak kasih kesempatan?" tanya pa Ami
"hehe kasih kesempatan dong!" ucap Letta
"yaudah, kamu bersihin 1 toilet ya.." ucap pa Ami
"pak! kan saya dikasih kesempatan, gimana sih!" protes Letta
"kamu mau bapak hukum bersihin semua toilet atau kasih kesempatan bersihin 1 toilet aja?" tanya pa Ami
"yahh pak! kan saya gak buat mac—"
"alesan! kamu pagi tadi boloskan?!" ucap Pa Ami
"aduhh pak! Luna udah kebelet, kalo mau debat nanti aja ya pak! kita duluan pak!" Luna langsung menarik Letta untuk pergi dari pa Ami
"huh syukur ada elu Lun!" ucap Letta
"gak gratis loh Let.." ucap Luna
"yeuuu,dasar mata duittan!" kesal Letta
"lah Luna padahal cuma mau minta traktir doang lohh.." ucap Luna mukanya sok dipolos-polosin
"sok polos njir!" jijik Letta
"untung gw tolongin!" gumam Luna
"berarti lu gak ikhlas nolongin gw?!" kaget Letta
"ikhlas, ikhlas banget! saking ikhlasnya gw minta traktir, baikkan gw?" ucap Luna dengan Bangga
"kuatkanlah hambaa tuhan.."
brak
"woy cupu!"
"Lun! lu denger gak?" tanya Letta, samar-samar mendengar suara
"ayo kesana!" Luna berlari meninggalkan Letta
"*gak usah sok pinter lu cupu!"
"orang miskin kek elu mana pantas sekolah disini! dasar cupu miskin lagi!"
"lu bisu hah cupu!"
"dasar cupu! gak us*—"
"STOP IT!!!"