With You and Change

With You and Change
Bertemu?



Pukul sudah menunjukkan jam 5 Sore dan siswa-siswi Antariksa Bangsa telah sampai diarea sekolahan, Banyak jemputan dari ortu maupun supir dari masing-masing siswa maupun siswi tak terkecuali mamah Luna yang sudah menunggu anak-anaknya pulang


"MAMAHHHH!!" teriak Luna yang mendapati mamahnya dikoridor


"Angell!!" ucap Mamah, Luna pun berlari dan langsung saja memluk mamahnya


"MAMAHHH!!" teriak Letta dan Naya


"haii sayang!!" ucap Mamah


"anak cowo mamah mana?" tanya Mamah


"masih bawa barang-barang kita mah, hehe.."


"Mamah!" tampaklah ketiga laki-laki yang membawa 2 tas ransel masing-masing


"haiii anak cowo mamah!" ucap Mamah


"mahhh liat deh anak cewe mamah! nyuruuh-nyuruh kita!" adu Alfi


"ahaha, kaliankan cowo jadi maklum aja!" ucap Mamah


"mamah ih gitu! gak adil!" ucap Alfi


"udahh, ayo kita balik!" ajak Mamah


"Kita udah dijemput mah, maaf ya.." ucap Letta


"Davi?" tanya Mamah


"Davi juga udah dijemput ayah bun.." ucap Davi


"yaudah kalian semua hati-hati ya," ucap Mamah


"Mamah juga hati-hati yaa," ucap Mereka serempak


"iyaa.. nanti kerumah mamah ya!" ucap Mamah


"pasti mah!"


"Dav, tas gw!" ucap Luna


"Eh iya nih,"


"Makasihh.."


"iya sama-sama"


"Kita pamit Mah! duluan Lun! Dadah!!!" pamit Lettadkk


"Iyaaa hati-hati kalian!" ucap mamah dan Luna


sepeninggalan teman-temannya itu pun, Luna dan Mamah beranjak pergi keparkiran tanpa diduga diujung koridor ada sosok paruh baya dan seorang Remaja menatap kaget bahkan bagi keempat orang itu dunia seakan berhenti


"Papah.." lirih Luna


"Mamah.." lirih remaja itu


"Angel.." lirih paruh baya itu


"Gibran.." lirih Mamah


"PAPAH!!"


"ANGEL!!"


"MAMAH!!"


"GIBRAN!!"


Mamah, Luna dan kedua pria itu saling berlari dan tanpa aba-aba langsung berpelukan melepas rindu


"Papahhh!! hiks hiks!" lirih Luna mengeratkan pelukannya kePapahnya


"sayangg, angel sayangg.." ucap Papah mencium-cium pucuk kepala Luna


"Mamahhh, hiks hiks mamah.." lirih Gibran memeluk Mamahnya


"Gibrann heyy sayang mamah.." lirih Mamah membalas pelukan Gibran, Mamah Luna setinggi seleher Gibran saja


"Muka kamu kenapa sayang?" tanya Mamah melihat muka putra yang penuh dengan lebam


"dahi kamu kenapa sayang?" tanya Papah melihat dahi putrinya ada luka basah


"Liam?!"


"Luna?!"


×××


"Mamah sama Papah, selesain masalah yang dulu baik-baik ya.." ucap Luna


"semoga kita balik lagi kekeluarga dulu, yang penuh kehangatan.." ucap Liam


"Gibran bawa Angel ketaman, mah pah harapan kita berdua swmoga kita semua bersatu! udah itu aja," ucap Liam lalu menarik Luna


Didalam mobil Luna dan Liam saling canggung, Luna yang mau menegur Liam tetapi malu dan sebaliknya


"Bang!"


"Ngel!"


Luna dan Liam serempak memanggil satu sama lain


"duluan!" ucap Luna


"bentar," Liam pun memarkirkan mobilnya


"bicara ditaman aja," ucap Liam


"oke."


×××


"gak nyangka, ketemu adik gw lagi!" ucap Liam, Luna pun menolehkan kepalanya keArah Liam nampak jelas rahangnya yang keras, hidungnya yang mancung, bibirnya yang lumayan seksi


"Angel juga! hiks hiks gak nyangka ketemu abang lagi hiks hiks.." Luna pun langsung saja memeluk Abangnya erat-erat


"heyy, adek abang sekarang udah gede ya.." lirih Liam serta membalas pelukan adiknya itu


"Angel kangen Abang hiks hiks.."


"abang juga kangen sayang,"


"udahh adek abang jangan nangis.." ucap Liam menangkup kedua pipi Luna, menghapus kedua air matanya Luna


"jangan nangis lagi dong! harusnya Bahagia kita ketemu lagi.." ucap Liam menatap dalam-dalam mata adiknya itu


"Maafin Angel ya.." ucap Luna


"iya ab—"


"karna angel gak tau bahwa ketos yang belagu itu! abang angel sendiri.." ucap Luna


pletak


"akhirnya bisa nyentil ni bocah!" ucap Liam


bugh


"aww,"


"astaga! sakit kah bang? beneran?!" panik Luna karna Luna baru inget bahwa Liam baru saja digebukin oleh Ravi


"hehe, canda.." ucap Liam


"ihhh abang mah!" kesal Luna


"duhhh adek abang ngambekann!" ejek Liam


"bodo!" ucap Luna


"kita makan es krim yok!" ajak Liam


"beneran bang?!" ucap Luna


"iya ayo!" ucap Liam


"gendongg bang!! lutut Angel masih sakit.." ucap Luna mengeluarkan keimutannya andalannya


"gemes bat sih.." ucap Liam mencubit kedua pipi Luna


"hehe, ayoo gendong!" ucap Luna


"iyaa ayo-ayo!" ucap Liam. Luna digendong Liam seperti mengangkat beras dibelakang punggungnya bagi Liam Luna tidak apa-apa malah berat Luna sama dengan tas sekolahnya yang dibawanya tiap hari


"Angel kangen bang.." ucap Luna menyembunyikan Wajahnya ditekuk leher Liam


"abang lebih kangen Angel," ucap Liam


"maafin Luna yang sering ngebentak abang terus sempat ngebenci abang ya.." ucap Luna merasa bersalah


"iyaa, abang juga minta maaf," ucap Liam


×××


"Dek, kenapa lu jadi badgirl?" tanya Liam


"karnaaa, kurang kasih sayang bang.. dulu Angel selalu ditinggal bunda kerja," ucap Luna


"tapi semoga sekarang kasih sayang Angel maupun abang pasti lengkap!" ucap Liam


"aminn bang.."


"disekolah gimana bang?" tanya Luna


"maksudnya?"


"ish gakusah! gakjadi! gakpapa!" ucap Luna


"ngel, bantuin abang bisa?" tanya Liam


"apaan tuh bang? pasti bisa kok!" ucap Luna


"hanya sebuah harapan untuk mendapatkannya,"


×××


"MAMAHHH PAPAHHH!!" Luna dan Liam mrmasuki Rumah papahnya


"ayo sayang kita pulang," ucap Mamah


Harapan Luna dan Liam yang ingin tinggal bersama dan lengkap lagi


"pulang?" beo Luna


"iya sayang, besok nanti kesini lagi ya.." ucap Mamah


"Pah, Bang Angel pulang dadah.." pamit Luna


"jaga diri ya sayang.." ucap Papah


"mau gibran anterin?" tawar Liam


"hati-hati mah! nge!"


"iyaa.."


×××


"Mamah sama Papah masih marahan?" tanya Luna


"Enggak sayang.." ucap Mamah


"ohhh, semoga kita kek dulu lagi.." ucap Luna


"semoga sayang.."


×××


"Mamahhh!!"


"Angell!!"


"Sayang!!"


"Abangggg!! Papah!!" Luna berlari kecil kearah Papahnya dan Liam


"udah datang ternyata.. tunggu dulu ya, mamah lagi siapin sarapan!" ucap Mamah


"Gibran bantu ya mah!" ucap Liam mengikuti mamahnya untuk kedapur


"ayo pah! kita nonton kartun!" ucap Luna menarik tangan papahnya menuju keRuang tamu


"tau gak papah kenapa muka abang lebam-lebam gitu?" tanya Luna


"Gak cerita abangmu itu, emangnya kenapa Sayang?" tanya Papah


"Pah! Dek! ayo makan!" ucap Liam


"ayoo.." Luna berjalan sambil merangkul pinggang papahnya


"ayo duduk, kita makan!" ucap Mamah


"Akhirnya kita bisa makan bersama lagi.." ucap Liam, Mamah dan Papahnya saling berpandangan


"iya bang, setelah bertaun-taun.." ucap Luna


"makam dulu.." ucap Papah, Keempat keluarga itu pun makan tanpa ada suara


"Papah sama Abang gak pulang kan?" tanya Luna


"iya, nanti kumpul diruang tamu ya.." ucap Papah


"Ngapain?" tanya Luna dan Liam


"ada yang mau papah omongin.." ucap Papah


"Papah duluan keruang tamu ya.." ucap Papah yang sudah selesai makan


"Mamah duluan aja keruang tamu biar abang sama Angel yang ngerapihin!" ucap Liam


"kamu aja sama angel duluan, mamah yang ngerapihin!" ucap Mamah


"kita berdua aja mamahh," ucap Luna


"yaudah iya.." Mamah beranjak pergi meninggalkan Luna dan Liam yang membersihkan meja makan


"kakak ketos terhormatt!! kita sekolah kapan?" tanya Luna


"besok gadis bar-bar.." ucap Liam


"jemput aing yaa kakak ketos!" ucap Luna


"emang siap dibully?" ucap Liam


"Gadis bar-bar kek gw diragukan? ntar gw bully balik!" ucap Luna


"gakusah ngayal! ayo keruang tamu!" ucap Liam


Luna dan Liam saling bergandengan keruang tamu terlihat mamah papahnya saling berbicara


"berasa dunia milik berdua nih.." ucap Luna


"sudah-sudah sini duduk.." ucap Papah, Luna dan Liam memilih duduk dilantai daripada disofa


"disofa aja sayang.." ucap Mamah


"disini aja mah," ucap Luna


"Angel mau pindah rumah gak?" tanya Papah


"maksudnya?" tanya Luna


"Angel pindah rumah, rumah angel gak disini lagi.." ucap Papah


"kalo sama mamah angel mau!" ucap Luna


"iya sama mamah.." ucap Mamah


"kalian kerumah Kita ya pah?" tanya Liam


"enggak.."


"yahhh.. kirain kita bakal satu rumah.." ucap Liam


"Kita berempat pindah kerumah yang dulu mau?" tanya Papah


"kerumah?" gumam Luna


"yang dulu?" gumam Liam


"MAUUUU!!" ucap Luna dan Liam serempak


"kapan kita pindah?" tanya Luna


"Lusa sayang.." ucap Mamah


"berarti mamah sama papah udah baikan nih.." ejek Liam


"iyaa sayang, masalah dulu cuma salah paham.." ucap Mamah


"YEEEE!!! KITA BERSATU!!" ucap Luna dan Liam langsung memeluk mamah papahnya


"sekarang giliran kalian jelasin kenapa muka Gibran sama dahi Angel luka-luka gitu!" ucap Papah


"jadi kemaren.." ucap Luna ragu-ragu


"kemaren Angel ilang, terus abang selaku ketua osis dibilang gak becus jadi ditonjok sama temennya Angel." ucap Liam


"HAH?!" kaget Mamah


"yang gebukin kamu kalo gak Ravi sama Alfi yam" tanya Mamah


"Ravi mah.." ucap Liam


"Mah, Jujur Angel pas ketemu abang disekolahan benciiiii banget! soalnya abang songong diakan ketua osis!" ucap Luna


"Gibran pernah ditonjok Angell disekolahan.." ucap Liam


"Abang pernah ngehancurin bekal Angel!"


"Gibran sering dibilang songong!"


"Abang emang songong!"


"gak songong tapi tegas!"


"halah tegas! tegas apaan sampe Angel ilang.." Liam pun kembali merasa bersalah


"duhhh Luna bego bat sih! keceplosan ni mulut!"


"aduhhh kalian.. udah jangan berantem!" lerai Papah


"tapi kalian berdua gakpapa kan?" ucap Mamah


"gakpapa dwongg!! kan Abang yang nemuin Angel.." ucap Luna lalu memeluk Liam dari samping kanan dan melingkarkan kakinya pada perut Liam


teng neng teng neng


"ntar ya.." Papah mengangkat telpon dari seseorang


"papah ada meeting dadakan, Papah pergi kerja ya.." ucap Papah


ting


pesan masuk dihandphone Mamah


"mamah juga ada meeting dadakan," ucap Mamah


"kalian dirumah aja ya.. ntar kalo kiat berdua udah selesai meeting pasti langsung pulang!" ucap Papah


"Mamah ikut papah ya.." ucap Mamah


"iyaa pasti papah anterin!!" ucap Papah


"mamah sama papah hati-hati dijalan ya.." ucap Liam


"iya gibrann.." ucap Papah dan Mamah


"ntar makan malam diluar ayoo!!" ajak Luna


"iyaa nanti kita makan diluar," ucap Papah


"yes!"


"Kalo kami lama, terus kalian bosan dirumah. jalan-jalan aja, nih Atmnya.." ucap Papah menyerahkan ATM keLiam


"kalo mau jalan-jalan bilang dulu ya.." ucap Mamah


"siappp!!" ucap Luna dan Liam


"kamu berangkat dulu.."


"hati-hati Pah! Mah! dadahh.."


"jam berapa bang?" tanya Luna


"jam 11 siang," ucap Liam


"Angel mo tidur.." ucap Luna kembali memeluk Liam


"tidur disofa aja.." ucap Liam


"mager berdiri.." ucap Luna


"dasar!" gumam Liam lalu mengangkat Luna dan dibaringkan diSofa


"abang disini aja!" ucap Luna


"iyaa abang disini!" Luna yang bebaring diSofa dan Liam yang duduk dilantai menjadikan Luna mudah memeluk Leher Liam


"Angel tidur bentar, Angel cape.." ucap Luna


"iyaa.."