Wild Angel

Wild Angel
EDRIC ADERSON ODON



"Hai.." pria tampan itu duduk disebelah Arsya,


"beberapa bulan ini kau sering datang kesini"


"apa kau menbuntutiku"


"hahh,untuk apa"


"Mungkin saja kau tertarik padaku"


Arsya terus saja memfokuskan pandangan ke laptop kerjanya,tanpa menoleh sedikitpun pada lawan bicaranya.


"Apa yang kau tulis Sya"


ia menyandarkan kedua lengan nya kemeja,menopang tubuhnya yang berisi dan ikut menatap layar laptop Arsya.


Arsya menghentikan ketikannya,jari lentik itu bahkan terlihat kasar,ya begitulah caranya menghilangkan segala lelah dihatinya,ia mencurahkan semua isi hati dan beban pikiran nya dalam bentuk tulisan yang nantinya akan di nikmati oleh para pembaca.


"Kenapa kau tau namaku,,"


Arsya nenutup laptopnya lalu berdiri didepan lawan bicaranya.


Pria itu memundurkan kursinya hingga terdengar suara decikan dari lantai.Ia mendongak keatas melihat Arsya yang bersandar dimeja menatap dirinya.


haha haa haaa


pria itu bingung untuk jawaban dari pertanyaan Arsya.ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"aku bertanya pada Pustakawan,hanya kau yang sering datang kesini,daaannn santailah,bukankah kita ini berteman"


"Hanya karna aku mentraktirmu makan,bukan berarti kita berteman"


Arsya kembali ketempat duduknya membereskan bawaan nya,ia menyimpan laptop dalam tote bag dan berjalan keluar meninggalkan ruang baca yang saat itu agak sepi.


Pria itu terus mengikuti Arsya,bersembunyi sembunyi agar Arsya tidak mencurigainya.


aaaiiissshh si brengsek ini


"Keluarlah,aku tau kau mengikuti ku"


Pria itu keluar dari balik pohon dengan senyuman yang dipaksakan.


"maafkan aku,aku belum hapal kota ini,tau perpustakaan itu pun karena sekolah ponakan ku tak jauh dari sana"


Lalu mereka masuk menuju kafe.


"jadi siapa namamu"sambil menyeruput coffe latte miliknya.


Pria itu berdiri dengan wajah maskulin nyaa,ia mengulurkan tangan,berharap gadis cantik didepannya itu menyabut dengan hangat.


"EDRIC ADERSON ODON"


"yappp baiklah,kau tak perlu terlalu kaku,dan kau sudah tau namaku kan"


Tentu saja aku tau nama wanitaku,kali ini kau tak akan aku lepas .


selamat datang kembali wanita yang telah menodaiku.


...****************...


Marsya menghela nafas dan menghembuskannya dengan kuat.


"Pekerjaan ini membuatku gila"


ia meraba kotak bedak dalam tas.


"oh tidak,lihatlah mata panda ku ini,sangat mengerikan"


Marsya memang sangat sibuk akhir akhir ini,Dia tak punya banyak waktu untuk pergi ke salon atau bersenang senang dengan para brondong simpanan nya.


Niki masih sering pergi keluar kota,kadang di kota A kadang dikota B.


tuntutan pekerjaan membuatnya tak bisa berlama lama menemani Marsya.


Tapi niki begitu mencintai Marsya,cinta dan kasih sayang yang ditunjukan Marsya menjadi candu baginya,ia tak pernah mendengarkan apapun yang orang lain katakan tentang istrinya.


Tok tok tok


"Masuk"


Marsya berjalan menghampiri Direktur muda nan tampan itu,sambil melenggok lenggokan pinggulnya.


"Duduk"


"Terimakasih pak"


Marsya menguncir rambut abu abunya yang terurai panjang,sehingga menampakan belahan indah dadanya,membuat Ditektur muda itu agak resah.


sesekali ia mencuri pandang melihat bongkahan bongkahan yang bergelayutan didalam sana.


"Pak saya ingin cuti seminggu,saya ada urusan keluarga di negara A"


Si tampan itu terus menatap Marsya,ia menelan ludahnya dengan paksa ketika Marsya berdiri disampingnya.


Ada sesuatu yang empuk melekat pada pundak pria itu.


Melihat mangsanya tak melakukan pergerakan,Marsya melancarkan aksi selanjutnya.


Ia duduk dipangkuan pria itu tanpa rasa malu.


"Baiklah.. kau menang"


Pria itu melahap bibir ranum milik Marsya tanpa bemberikan peluang untuk bernafas.


uuahhhhh


Marsya melepaskan ciumannya,dan mengambil nafas dalam.


"Kau ahlinya dalam hal ini"


kemudian pria itu kembali mencium Marsya dengan binal nya.


Kali ini tangan nya bergerak di area tulang punggung Marsya.


Digantung dulu ya hyung 😁😁