Wild Angel

Wild Angel
PERNIKAHAN MARSYA DAN NIKI



Melihat temannya meringis kesakitan,kedua teman pria itu menghampiri Arsya.


"Apa yang kau lakukan"


"Hanya menyentuh sedikit menaranya"


si A bangun dan mendorong Arsya dengan kuat


aaahh


Tangan pria ini hangat,kini aku bersandar pada dada bidang itu.


Siapa pria ini,dada ku berdebar seperti yang pernah ku rasakan pada Niki.


"Niki.."


Mungkinkah itu dia,aku mendongak ke atas memastikan bahwa debaran yang kurasa benar.


"Maaf anda salah"


Aku berdiri dan mematung melihatnya,aku memang sedikit kecewa,karna dia bukanlah Niki,aku berterimakasih padanya karna telah mengusir pria pria pengganggu tadi.


Kami duduk di kafe yang dekat dengan perpustakaan.


"Kakak,kenapa kau terus menatap ayahku"


Aku kembali sadar dari lamunanku,pria ini lumayan.


"Kau sungguh ayahnya"


"Iyaa,ah maksudku iya bocah ini sedang berbohong.


hei kau,harusnya aku tidak menemanimu tadi,kau sangat pandai berbohong"


Jelas aku tak percaya pada apa yang dikatakan bocah ini.


Dia jauh lebih muda dariku,wajahnya juga tidak asing,rasanya sangat nyaman berada disisinya,apa aku pernah bertemu dengan nya.


...****************...


"Kau sudah pulang,kau bahkan tak datang menjemputku"


"Marsya sudah mewakili"


Arsya terus berjalan melewati ayahnya,menapaki satu persatu anak tangga,ia tidak menghiraukan ocehan sang ayah tanpa menoleh sedikitpun.


"Berhenti disana"


Arsya menghentikan langkahnya seketika.


"kemarilah"


"kenapa pa,"


"Datanglah keperusahaan besok"


"Ohh,,"


Arsya menyeringai,tertawa simpul,ia berjalan mendekati sang ayah.


"Apa sekarang kau membutuhkan ku,kau sudah melihatku.."


"Terimakasih atas tawarannya pa,kau sangat bermurah hati"


"Tidak"


Arsya melanjutkan langkahnya menuju kamar..


"Anak kurang ajar,apa kau ingin membunuhku hahh"


"iya,aku ingin kau mati seperti mama"


braagghhhh


Aku sungguh sangat membenci papa,dia membawa wanita selingkuhnnya pulang,ia membunuh mama berlahan.


aku bahkan tak sanggup melihat semua derita yang mama hadapi.


Dia bahkan membawaku kepanti asuhan,wanita menjijikan itu membohonginya,dan papa percaya begitu saja.


Aku tidak membunuh bayi itu..


wanita itu sendiri yang menusuk perutnyaa.


kenapa papa tak percaya padaku,aku difitnah karna kesalahan yang orang lain lakukan,dan papa memecatku,kanapa papa tak menginginkan aku.


Kenapa hanya melihat Marsya,padahal kami ini saudara kembar.


hiiiikk hikk hik


...****************...


Hari ini adalah pernikahan Marsya dan Niki,aku tak mampu menahan sesak didadaku.


Sulit sekali untukku bernafas,betapa bodohnya aku datang kepernikahan orang yang aku cintai.


Bagaimana aku bisa bertahan dirumah dengan mereka.


aku akan mati jika harus melihat mereka bermesraan setiap hari.


Arsya membawa sebotol minuman kekamarnya dan meninggalkan keramaian.


rumah mewah itu terlihat bak istana,dengan hiasan bunga bunga.


Marsya sangat cantik dengan gaun putihnya,hari ini dia benar benar menjadi putri yang sasungguhnya,ditemani oleh pangeran tampan berkuda putih.


Tampak senyuman mengembang diwajah Marsya,ia bahkan tak melepaskan tangan Niki.


Para tamu terkagum kagum melihat mereka,pasangan yang sangat serasi.


Pernikahan ini diadakan dengan sangat sempurna dan mewah.


"Mama,dimana kakak,bisakah mama mencarinya"


Marsya berbisik pada ibu sambungnya


"Sudah jangan pedulikan dia,kau tak ingin papa marah lagi bukan"


huhh dua anak ini sungguh menjengkelkan,sampai kapan aku harus berpura pura seperti ini.


aku akan menyingkirkan kalian setelah pembagian harta itu selesai..