
"Hei kau,,
kau berhutang penjelasan padaku"
Arsya sedikit membungkuk dan menyodorkan kepalanya di depan jendela mobil.
Edric mengecup bibir ranum milik Arsya dan membuat ia kaget dengan serangan tiba tiba yang dilakukan Edric.
"Aku akan menjemputmu"
Lalu kaca mobil terangkat,mobil mewah itu melaju dengan kencang,menyisakan angin yang membelai rambut Arsya.
MOON ENTERTAINMENT
Klotek klotek klotek
"Arsyaaaaaaaa,kau terlambat 30 detik"
Hanin langsung menyambut kedatangan Arsya dengan penuh drama,mereka berjalan menaiki podium.
Arsya menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan M.E sebagai penulis cerita yang akan diperan kan oleh beberapa artis papan atas.
Memang sudah tak asing lagi baginya,banyak novelnya yang di filmkan oleh perusahaan besar.
Arsya senang menulis dari pada harus tinggal dikantor untuk menggantikan posisi sang ayah menjadi CEO.
Sedangkan di perusahaan Light Venture tengah kacau.
mereka yang telah lama menunggu mulai gelisah dan bertanya tanya apa yang terjadi.
Indra berbisik kepada tuan Lerry.
Entah apa yang ia dengar dari kaki tangannya itu,Tuan Lerry tampak kesal sekali.
"Baiklah kita akan memilih Niki untuk jadi CEO diperusahaan ini"
Tanpa basa basi embel embel panjang kali lebar tuan Lerry mengumumkan bahwa menantunya lah yang akan menjadi CEO.
Marsya tersenyum bangga kepada suaminya itu,sedangkan Anita tertawa dalam diam.
Banyak dari mereka yang hadir kecewa dengan keputusan yang telah tuan Lerry ambil,tetapi mereka hanya bisa diam dan menerimanya dengan baik.
...****************...
"Kemana kita"
ucap Arsya yang sibuk dengan ponselnya.
"Bukannya kau ingin tau apa yang telah terjadi"
Edric memandang wajah gadis itu dengan tatapan mesumnya.
Arsya membuang muka,ia banyak menatap keluar jendela.
Glukk gluk glluuk
Kerongkongan nya terasa kering sepulang rapat dikantor,Edric banyak berteriak pada pegawainya hari ini,memang emosi pria ini kurang stabil kalau sudah berhadapan dengan perusuh yang jadi mata mata diperusahaannya.
Criiiiiiiiiiiitttttttsss
Sekretaris Jun tiba tiba mengerem mobil.
bbyuueerr
"Ehhhh"
Arsya secara refleks mengelap kemeja Edric yang terkena tumpahan air.
Wahhh kenapa hatiku sangat berdebar dekat dengan pria asing ini.
pria ini,kenapa badannya begitu menggoda.
aiihh kenapa pikiranku cabul sekali.
"Apa kau belum cukup puas melihat tubuhku,kita bisa melanjutkannya setelah tiba nanti"
"Wahh kau sangat bangga sekali dengan dirimu"
Arsya melamparkan sapu tangan ke wajah cabul pria berotot itu.
N.E.T
Arsya turun dari mobil,ia melihat papan nama tinggi sekali di puncak gedung pencakar langit itu.
"Apa dia CEO disini,sebenarnya siapa orang ini"
Arsya berjalan mengekor dibelakang Edric,setiap orang yang dia temui menatap tajam dirinya,dan ada beberapa yang berbisik bisik.
cekkleekk
Sekretaris Jun membukakan pintu untuk mereka,dan Edric langsung berjalan ke kursinya.
"Bangunkan dia"
Sembari membuka laptop.
"Tuan Exel,presdir sudah kembali"
sekretaris Jun mencoba menggoyang sedikit tubuh teman baik bosnya itu.
Exel tak juga bangun,sepertinya ia sangat mengantuk dan menikmati tidur siangnya.
Edric berteriak sambil melempar buku ke kepala Exel.
Braaagghhh
"Aahh"
Exel mengusap kepalanya.
"Ada apa denganmu,aku baru saja tertidur"
"Kau boleh tidur sepanjang hari mulai besok"
"Begitukah caramu memperlakukan penolongmu,aku telah bekerja keras,menghilangkan semua virus di komputer kantor,dan kau hanya tau bersenang senang".
"Baiklah terimakasih kawan"
Exel memandang ke arah Arsya.
"ia sangat cantik dan sexi,kaki jenjangnya terlihat begitu menggairahkan,apa dia mainan baru simesum ini"
Exel memperhatikan Arsya mulai dari atas sampai bawah.
Melihat gelagak Exel yang sedikit cabul,Arsya mengancingkan kemejanya.
"owwhh tidaaakkkk aku hampir saja menebak ukuran berapa yang didalam sana"
"Kemarilah"
Pinta Edric pada Arsya.
Arsya berjalan menghampiri Edric dan berdiri disampingnya.
Tetapi Edric meraih tangan Arsya dan menariknya hingga gadis itu terduduk dipangkuan Edric.
"Coba kau lihat rekaman ini,ini CCTV saat kau diperpustakaan"
"Siapa mereka,kemana mereka membawaku"