
Arsya mengurung dirinya seharian dikamar,tak peduli seberapa mewah pesta pernikahan Marsya,semua orang sibuk dengan kegiatan masing masing,tak ada satupun anggota keluarga yang menyadari ketidak hadiran Arsya.
Gadis malang ini hanya bisa membuat dirinya mabuk,berbicara dengan angin dan menangisi dirinya.
Beberapa botol alkohol tampak bercecer di sepanjang balkon kamarnya,bahkan ada yang sudah menjadi beling.
Kamarnya kini dipenuhi bau alkohol yang menyengat.
"Marsya...kau selalu membuat kesalahan,tapi mengapa kau selalu beruntung,kau menghianati aku dan mama"
Malam semakin larut,rumah yang tadinya sangat berisik,kini menjadi hening,hanya pelayan yang sibuk lalu lalang.
...****************...
Niki memeluk pengantinnya dari belakang menciumi leher dan pundaknya,,
owhhhhh hahh
Sontak saja Marsya kaget dengan tingkah Niki.
pria ini telah dibuat mabuk oleh aroma tubuh wanita yang kini telah resmi jadi istrinya.
"Tidak untuk hari ini sayang,aku lelah sekali"
Marsya melepaskan pelukan suaminya dan berbalik memeluk Niki.
"Aku mengantuk" bisiknya ditelinga Niki.
Niki mengangkatnya Keranjang,mendaratkan kecupan dibibir lembut Marsya.
"tidurlah,aku akan turun mengam bil minum"
Marsya hanya mengangguk,matanya tak dapat lagi berkompromi,seperti lem yang merekat kuat di kedua sisinya.
cekleeekkk
Niki berusaha menutup pintu tanpa meninggalkan suara.
Dannn......
Agghhhh
Dengan sigap Arsya menutup mulut Niki,dan menarik pria itu kekamarnya.
Arsya mengalungkan tangannya dileher Niki,dan menciumi adik iparnya itu dengan buasnya.
caapp cupphh
Niki mendorong tubuh Arsya dengan kasar.
gadis itu terduduk dilantai,namun Arsya berdiri dan kembali menyantap bibir milik Niki.
Ia melepas gaun indah yang telah lusuh itu dari tuhuhnya.
Dan menyisakan kain penutup dua gundukan indah miliknya.
Arsya tetap menyerangnya dengan ciuman lembut,kali ini Niki tak meronta,tapi tak juga membalas ciuman panas sang kakak ipar.
Entah dari mana kekuatan itu datang,sehingga ia menjadi lepas kendali.
"Tidak ini salah"
gumam Niki membathin.
Niki menghentikan ciuman Arsya,ia merasa sudah sangat panas,kupingnya pun memerah serentak dengan wajahnya yang tanpak bernafsu.
Benda berharga yang bersembunyi dibalik piamanya pun sudah mulai berkedut.
Jika saja serangan ini berlanjut,ia tak tau lagi apa yang akan juniornya lakukan,akan sangat sulit baginya untuk menenangkan adik kecilnya itu.
Beberapa kali Niki mencoba mengoyang tubuh Kakak iparnya,tapi itu tak berhasil membuat Arsya sadar.
Kemudian Niki menarik Arsya menuju kamar mandi.
Byuuuuurrss
Arsya berteriak,seakan hawa iblis keluar dari tubuhnya,berlahan kesadarannya kembali.
Marsya yang tertidur pulas pun bangun mendengar teriakan disebelah kamarnya dan berlari menuju sumber suara.
...****************...
Marsya melempar handuk dengan kasar pada wajah kakakny itu.
sementara Niki memilih diam,mengatupkan bibirnya tanpa melihat ke arah Arsya.
"Ada apa dengan mu,apa kau menjadi gila sekarang"
Marsya merobek mulutnya,berteriak memaki Arsya.
Arsya hanya diam menundukkan kepalanya,sesekali ia menoleh pada Niki.
tapi tak ada yang bisa ia harapkan,Niki bahkan terlihat jijik padanya.
"kau benar benar gila kak,kau mencoba menusukku dari belakang"
"Aku mabuk Marsya,aku bahkan tidak ingat apa yang aku lakukan"
Kemudian Marsya menggandeng tangan suaminya,keluar dari kamar itu tanpa mendengarkan penjelasan Arsya.
"kau jal*ng"
Kata kata kotor itu akhirnya terlontar juga,membuat seisi dunia ku gelap.
akhirnya kau menunjukan perbedaan antara kita.
lututku bergetar,sekujur tubuhku terasa mati,tetapi amarah ku berapi api.