Wild Angel

Wild Angel
KEJADIAN TAK TERDUGA



Lv grup


"Minuman apa yang kau berikan padaku semalam Melanie"


"Saya tidak tau pak,setelah meminumnya saya juga merasa ada yang aneh pada diri saya,saya mencari bapak semalaman,tapi sekujur tubuh saya merasa panas,kemudian saya kembali keapartemen"


Nikki melepas kacamata yang membuatnya tampak berwibawa.


menekan dahinya yang mulai mengerut.


Pinggir matanya menghitam karna tidak bisa tidur dengan baik,ia terus mengingat betapa asyiknya penyatuan antara dia dan kakak iparnya semalam.


"Apa yang kau katakan Nikki"


Marsya datang mengagetkan Nikki dan Melanie.


"Nona Marsya"


Habislah,aku tidak boleh ketahuan


"Siapa yang memberimu obat"


"Tenang sayang,kita akan menyelidikinya"


"Kau tidak melakukan apa apa bersama dia kan"


"Melanie kau keluarlah"


"Ba ba baik pak"


Melanie sudah setengah ketakutan,keringat mulai menetes dari dahinya.


"Apa yang kau lakukan setelah meminum obat itu,kenapa tak mencariku"


"Aku mandi air dingin dirumah"


"Aku tidak percaya,kau pasti tidur bersama sekretarismu itu kan"


Marsya berlari keluar mengejar sekretaris **** itu,semakin dekat dan..


arhhhgg


"Apa yang kau lakukan dengan suamiku semalan"


Lengan nya terus menjabaki rambut coklat bergelombang itu,sehingga Melanie merasa kulit kepalanya akan tercabut


"Dasar j*l*ng sampah,ku bunuh kau"


"Ampun nyonya,aku tidak melakukan apa-apa,aku hanya menemani tuan bertemu klien"


Aaawww..


Pekiknya semakin menjadi,kini ia berlutut dikaki Marsya dengan penampilan kacau..


Kemudian tampak Nikki berlari terhuyung mendekati kegaduhan tersebut.


"Kalau kau mendekat satu langkah lagi,ku bunuh dia detik ini juga"


Suara nya menggelegar di lorong yang panjang itu,dan berhasil membuat Nikki diam mematung,,


Marsya duduk setengah jongkok,ia kembali menarik rambut ditengkuk Melanie sehingga gadis itu mendongak keatas,seakan memaksanya menatap wajah bengis Marsya.


"Katakan" teriak Marsya,memecah keheningan,para karyawan tidak ada yang berani nenonton hanya berbisik-bisik diruang kerja masing-masing.


"Saya sa sa saya memasukkan obat chemsex,pada minuman Tuan Nikki,tapi sumpah nyonya,saya tidak tidur dengan tuan Nikki"


"Dasar P*l*c*r murahan"


tamparan bertubi-tubi di kiri dan dikanan,membuat darah segar mengalir dari hidung dan sudut bibir gadis **** itu.


"Tap tapi saya melihat tuan Nikki menggendong nona"


lontaran itu terhenti,tenggorokanya tersenggal antara diam atau terus lanjutkan


"Siapa lagi j*l*ng ituuuu"


"Nona Arsya,mereka menuju parkiran"


Benar saja Marsya berdiri dan sedikit mundur menjaga jarak dengan melanie.


Nikki berlari memeluk sang istri,mendekapnya,untuk menenangkan amarah bagai api yang membara.


ia dapat merasakan tubuh istrinya bergetar hebat.


"Kalian semua ingin melihatku hancur"


pekiknya yang tertahan dengan kegondokan di area tenggorokannya.


"ucapkan selamat tinggal untuk sekretaris cantikmu Tuan Nikki"


Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan segala sesak yang menusuk dadanya tersebut.


Nikki menyapu kasar wajah dengan tangan kekarnya,lalu berlari mengikuti Marsya,seolah tau tujuan amarah istrinya itu.


Sementara Melanie diseret oleh seorang bodyguard dengan tubuh kekar menuju mobil van hitam,tidak tau bagaimana nasib sekretaris itu nantinya.


******************


Marsya berlari menuju kamar atas,melewati ruang makan,tak peduli dengan sapaan sang ibu..


"Ada apa ini"


wanita paruh baya itu melempar pandang kepada suaminya.


Tak berapa lama Nikki datang dari arah yang sama,berlari menaiki anak tangga.


Tuan Larry berdiri dari duduknya,tergopoh-gopoh mengikuti mereka,disusul oleh istrinya.


Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi


Marsya menyapu segala ruangan luas itu dengan matanya yang memerah,tubuhnya memanas,seperti naga yang akan menyemburkan larva panas dari moncongnya.


"Kau pasti disana Arsya,buka pintunya"


Bragk braagk


ia mengebrak pintu kamar mandi itu dengan tangan dan kakinya yang tidak berotot


"Ada apa ini" teriak tuan Larry


kemudian ia mengalihkan pandangan pada menantu laki-lakinya itu


"Paah" nafasnya tersengal,tak berani berkata-kata,hanya sesekali menangkan Marsya,karna dari tadi istrinya itu menepis dan mendorongnya terus menjauh.


Beberapa menit kemudian knop pintu berputar,sosok mungil itu berjalan melewati Marsya.


"Ada apa ini" sembari tangannya merapikan gundukan handuk dikepalanya.


ini dia pameran utama kita


bisik Anita tertawa penuh makna dalam diamnya.


Manik biru itu kembali memandang tajam pada Arsya,wanita itu melihat tanda hitam kemerahan di area leher,gadis itu,ada dua,tiga dan lebih banyak lagi di area tulang punggung Kakak nya.


Marsya berlari menuju meja rias,dan mengambil sesuatu dari dalam sana,kemudian kembali berlari secepat kilat menuju Arsya yang masih terus berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa.


Criieppp


Sebuah gunting tertancap di daerah tulang bahunya,Arsya meringis kesakitan,ia mundur dan terpojok ke dinding..


Arsya mencabut gunting itu dari tubuhnya,membuatnya memekik kesakitan,sementara Marsya meringkuk dilantai yang dingin memegangi bahunya,seperti merasakan sakit yang kakaknya rasakan.


Arsya mendekat memeluk adiknya itu dengan erat.


Benar,adik ipar telah tidur denganku,dia luar biasa sekali diranjang.


Arsya berbisik ketelinga adiknya,sebelum keduanya roboh tak sadarkan diri dalam sebuah pelukan yang meluluh lantahkan isi dunia.