Wild Angel

Wild Angel
KISAH HANINDYA



"Arsya,kau meninggalkan bekal makan malam mu"


Arsya menurunkan jendela mobil dan menjangkau kotak makanan yang dibawakan Marsya.


"Trimakasih"


"Jangan lupa untuk pulang lebih awal,papa besok akan mengadakan pemilihan CEO,dan kau harus datang kakaaaakk"


"Baiklah"


Mesin mobil telah dihidupkan,kaca yang terbuka pun kini secara otomatis tertutup,mobil putih itu berlahan keluar dari parkiran,meninggalkan Marsya yang masih mematung melihat kepergian si kakak.


Perpustakaan pusat kota Roma


Seperti biasa,Arsya memilih duduk di pojok ruangan,jauh dari keramaian,dengan laptop yang masih menyala dan meja dipenuhi buku buku yang berantakan.


"Hei kawan,jangan lupa besok kita akan mengadakan acara jumpa pers dan menandatangani kontrak film"


"Kau sudah menelpon lebih dari sepuluh kali hari ini,kau pikir aku wanita tua yang pikun"


"kau sudah 27 tahun,kau ini perawan tua"


wanita itu terkekeh,menertawai temannya yang tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun,bahkan dia sempat berpikir bahwa Arsya menyukai sesama jenis.


"Dan itu masih tergolong gadis muda,aku cantik,pintar,laki laki manapun bisa aku dapatkan.


aku masih ingin bersenang senang dengan hidup ku,aku tidak ingin bertemu pria brengsek"


"Apa kau mengejek ku"


Kali ini Arsya membalas ejekan temannya itu,untung saja tak banyak orang disekitar Arsya,jadi ia dapat tertawa lepas.


"Tidak..tapi yaa kalau kau merasa begitu,apa boleh buat"


ia pun kembali cekikikan


"Hei,aku menikmati hidupku"


"Yahhhh aku percaya itu,tapi gadis kecil itu selalu bergelantungan dikakimu,mengekor kemanapun kau pergi"


"Jones kapan kau kesini"


**Jones Jomblo Ngenes


Panggilan sayang yang ditujukan untuk Arsya


Arsya segera menutup telpon,ia sangat malas berurusan dengan Nina,anak sahabat baiknya itu.


Mereka sangat dekat,Nina selalu mengolok olok Arsya,dia sangat cerewet dan mengoceh setiap saat.


Nina berusia 7 tahun.


Hanin ditinggalkan kekasihnya ketika ia mengetahui bahwa Hanin hamil,pria itu akan terus bersama Hanin jika Hanin mau menggugurkan bayi yang ia kandung.


Hanin pergi dari rumah dan mengorbankan seluruh keluarganya.


Hidupnya begitu penuh tekanan saat itu,Arsya menemukan Hanin yang sedang mencuri sepotong roti,di lapak pejalan kaki.


Arsya membawanya kemarkas W.A


**Wild Angel


Kehadiran Nina adalah sebuah keberuntungan untuknya.


Kini dia menjadi wanita karir yang sukses dan kehidupan percintaannya pun berjalan mulus.


...****************...


Arsya membuka mata berlahan,sinar matahari pagi langsung menusuk matanya.


Ia duduk dan meregangkan otot otot tangannya


"Ohhhh aku sangat lelah sekali,sudah jam berapa ini"


Arsya melirik jam weker di atas nakas.


"sudah jam 8.30,tidaakkk aku terlambat kekantor"


Arsya mengikat rambutnya yang acak acakan,dan turun dari ranjang.


Wusssss


Arsya membuka selimut tebal yg menutup badan mungilnya itu,ia baru menapakkan satu kaki kelantai.


"aww awwww pinggangku,aku sungguh tidak ada tenaga"


Ia memaksakan bangkit dari tempat tidur mengingat akan ada rapat dikantor,walau sudah sangat terlambat untuk itu.


Arsya berjalan terhuyung menuju kamar mandi,kepalanya masih terasa berat.


"Aku terlalu memaksakan diri untuk menulis kemarin"


Arsya memutar kran shower,,


Serrrr tik tikk tik tikkkk


Air mengalir dari wajah dan membasahi sekujur tubuhnya.


Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi,ia sudah merasa hidup kembali.


Arsya berjalan mendekati lemari dan membukanya berlahan.


Braaaghhh


Wanita itu membanting pintu lemari dengan kuat,ia membuka handuk yang sedang ia kenakan dan berteriak...