
L.A GRUP
Edrick berjalan menghampiri resepsionis dan bertanya ruangan Arsya,,
Dua perempuan itu hanya bengong,menatap Edrick penuh kharisma.
Gadis gadis tersebut saling berebut untuk mengantar CEO NET ini.
"Ayo mari silahkan pak"
ucap salah seorang karyawan itu,mereka menaiki lift khusus yang langsung menuju ruangan CEO.
Arsya bekerja satu ruangan dengan Niki.
Tok tok tok
Knop pintu berdecit,seorang resepsionis masuk mengantar Edrick.
Untuk pertama kalinya Niki bertemu dengan musuh yang selalu mengincar perusahaannya.
Mereka hanya berjabat tangan tanpa ingin mengenal satu sama lain.
Arsya mendekati Edrick dan menariknya keluar ruangan.
"Kenapa kau kesini tuan"
"Tentu saja untuk menemui mu"
"Baiklah,tunggu aku dilobi,aku juga ingin berbicara dengan mu"
Arsya masuk dan meminta izin keluar pada Niki,dengan terburu buru,gadis itu mengambil tas di tempat duduknya,kemudian berlari menaiki lift.
RUMAH CEO NET
"Kau belum memperbaiki pintu kamarmu"
Arsya berjalan dan duduk didepan meja rias.
"Seperti ini juga bagus"
"Yah bagus sekali,dan orang orang akan mengintip ketika kau tidur"
Edrick berbaring diranjang.
"Kemarilah bukankah kau perlu membicarakan sesuatu"
Arsya merogoh tasnya.
"Kau tau ini apa"
Arsya memperlihatkan tespack pada Edrick
"Apa kau hamil"
Edrick langsung menyambar tangan Arsya,yang membuat gadis itu terbaring diatas tubuh kekarnya.
"Achh"
Arsya melepaskan diri dan berdiri dihadapan Edrick yang masih terbaring.
"Aku belum melakukannya"
Lalu gadis itu pergi kekamar mandi.
Baiklah karena ia pernah tinggal di kamar ini,Arsya tak asing lagi dengan ruangan itu.
Beberapa menit kemudian gadis itu keluar dengan gelas kecil berisikan air seni.
Arsya mencelupkan tespack kedalam gelas tersebut,mereka menunggu beberapa menit sebelum tespack itu bekerja.
Arsya sangat senang mengetahui bahwa ia tidak hamil,sedangkan Edrick memasang muka masam.
Beberapa kali ia berfikir bahwa alat itu tidak bekerja.
Pria itu kembali mendekap Arsya.
Arsya melotot seakan akan biji matanya hendak keluar,,
"heyyyy dimana kau meletakkan tangan mu"
"kenapa,apa ada yang salah,kau bahkan meremasnya dengan ganas waktu itu"
Edrick mengelus b*k*ng gadis itu dengan mata menggoda di iringi dengan gigitan kecil dibibirnya..
"S*al*n.. kenapa pria ini begitu manis"
Arsya mencoba menenangkan pikiran kotornya.
"Dasar pria cabul,singkirkan tangan kotor mu itu"
Arsya mencubit kedua pinggang pria yang berbaring dibawahnya itu dengan keras,,
"Aooowwwww"
Edrick berteriak bukan karena kesakitan,tapi sentuhan itu membuatnya geli.
Kali ini taktik arsya berhasil,pria itu mendorongnya hingga jatuh kelantai.
Berkorban sedikit gak papalah yaa..
pikirnya
Arsya menjangkau tas di nakas kemudian bergegas keluar dari kandang buaya itu.
"ia benar benar akan memakan ku,jika aku terus berada disana."
...****************...
"Ahhh leleah sekali"
Arsya berbaring di sofa.
Wilian mengetuk pintu dan masuk,pria gagah ini membungkuk dan melaporkan kegiatannya hari ini.
"Nona..ada beberapa anak perusahaan NET yang terus mengusik L.A grup,dan sepertinya tuan Niki pun kewalahan mengatasinya"
"Hancurkan semua"
"Tapi nona,kantor pusat mereka kemungkinan akan menyerang L.A grup kembali,siklus seperti ini pasti akan terus berlanjut"
Wiliam mengeluarkan smart tab,dan memperlihatkan grafik perusahaan.
"L.A berada pada urutan kelima,grafik ini terus turun,NET selalu menekan L.A grup."
Arsya duduk dan memegangi kedua sisi kepalanya.
"Terus selidiki,kenapa mereka mengincar L.A"
"Baik nona"
"siapkan mobil,kita pulang"
DI KAMAR
"Marsya seluruh tubuhku terasa panas"
Niki pulang dengan wajah memerah,pria itu melempar jas ke sembarang tempat,dan melonggarkan dasi.
Niki langsung menarik selimut isrinya,,
"Aku sangat bergairah sayang,mari kita lakukan"
sabar hyung 😂✌️✌️
tunggu episode selanjutnya yaaa..