
Malam pertunangan
"Waahh ini adalah pesta termewah yang pernah aku kunjungi"
"Tentu saja,Selena adalah anak tunggal,ingat dia itu Selena Andrea surya,kita jauh dibawah mereka.
ayo aku kenalkan kau pada beberapa orang penting disini"
"Baiklah,aku tidak akan melewatkan kesempatan ini"
Kedua orang itupun berbaur dengan tamu undangan lainnya.
Hanindya sibuk dengan teman-temannya dan melupakan Arsya.
Gadis itu sesekali meneguk air digelasnya.
"Cantik dan elegan,kapan aku bisa mengenakan gaun seperti itu"
Pandangannya terfokus pada wanita tercantik malam ini.
"Apa kau menikmati pestanya"
"Ahh ohh ya,apa yang kau bicarakan barusan"
Selena tertawa melihat reaksi Arsya
"Apa yang sedang kau lamunkan"
"Aku menatapmu,kau barusan disana,kenapa tiba-tiba kau disini"
"Aku melihatmu hanya sendiri,dimana Hanin"
"Dia bersama teman-temannya"
Selena melambai pada Edrick,ia memberi kode agar pria tampan itu menghampiri mereka.
"Kau juga datang"
Edrick tak menghiraukan pertanyaan Arsya,mereka seperti orang asing,Edrick bersikap dingin.
"Apa kalian saling kenal"
"Tidak"
Tidak,owh bagus sekali tuan Edrick,kau yang terus menggangguku,sekarang kau berekting tidak mengenalku
Arsya tersenyum sinis memandang Kulkas dingin itu,begitulah sebutan yang cocok untuk pria yang berdiri di depannya.
"Dia Edrick tunangan ku"
OMG apaa,dasar br*ngs*k mesum sialan
Arsya sudah tidak tahan lagi,Beraninya pria itu mendekatinya,sementara dia sudah mempunyai tunangan,dia terus memaki Edrick didalam hatinya.
"Selamat untuk kalian berdua,semoga secepatnya menuju pernikahan yang bahagia"
"Terimakasih Nona Arsya"
"Aku sedikit mabuk,aku akan segera pulang,sebelum aku mengacau disini"
Kau ingin merebutnya dariku Arsya,kau tak akan bisa,dia milikku selamanya
THE MOONLIGHT
Gadis itu pergi ke clab malam,ia tak tau kenapa ia menghabiskan malam disana,meminum banyak alkohol,ia bahkan tak tau apa yang ia lakukan sekarang.
Arsya merasa dadanya sesak,mengingat kejadian dipesta tadi.
"Hai adik kecil,sepertinya kau sudah mabuk berat,kakak bantu antar pulang ya"
Pria asing itu menyingkap rambut Arsya dan mengalungkan lengan kekar itu kepinggang ramping Arsya.
Arsya mencoba menegakkan kepalanya yang terasa berat,dengan setengah sadar ia melihat william mendekat,gadis itu mengangkat tangan.
William berhenti dan kembali ke posisi awal dia berdiri.
"Tentu saja adik kecil,kakak akan temani kau bermain sampai puas"
Kemudian Arsya melepaskan lengan pria itu dan turun dari kursinya.
"Kau suka minuman kakak"
Pria itu mengangguk,ia begitu tepesona melihat pepaya yang sudah menguning dibalik gaun tipis yang Arsya kenakan,ia tak mampu menahan liurnya.
Arsya mengambil gelas,menuangkan alkohol kedalam gelas dan mengisi gelas itu hingga penuh,ia menjilati pinggir gelas,menyeka alkohol yang tumpah kelengannya dengan lidah.
Sesaat kemudian Arsya menyiramkan air itu pada wajah leleki yang bermain dengannya.
"Kauuu.."
Pria asing itu mendorong Arsya,hingga gadis itu oleng,Arsya tak terima dan menjangkau botol alkohol dimeja.
Praagkkk
Si udin pun meringis,sebut saja namanya udin 😁
"Bocah si*l*n"
Si udin tak terima,dan membalas Arsya dengan pukulan mematikannya.
"Aaacch"
Seseorang menarik lengan Arsya dengan cepat,beruntung pukulan itu tidak mengenai wajah mungilnya.
Pria itu menendang tepat di perut si Udin,,
"Nikki"
Arsya mencoba memulihkan kesadarannya,beberapa kali ia mual dan akhirnya memuntahkan isi perutnya di lengan baju pemuda itu.
**********
"Nikki jangan pergi,aku sedang kacau,tinggallah beberapa saat lagi"
Arsya memeluk Nikki dari belakang,Nikki membantu kakak iparnya kembali ke tempat tidur.
"Tidak,jangan menolakku lagi"
Ada rasa aneh yang mengalir dalam tubuhnya kali ini,Nikki merasa kamar itu sangat panas,ia memandang Arsya berbeda malam ini,gaun tipis yang membalut tubuh gadis itu membuat suasana dan aura Nikki semakin mendalam.
Nikki meletakan kacamata dinakas.
"Tidurlah kakak ipar,aku akan menjagamu hingga Marsya kembali"
"Tidak"
Arsya kembali memeluk Nikki
Suami Marsya benar-benar kacau,ia merasa sangat ingin mencurahkan hasratnya.
Melihat gelagat Nikki yang resah,Arsya mencoba meraih kepala Nikki dan ngecup bibirnya.
Dan disinilah puncak nafsu pemuda tampan itu meledak,,
Nikki meraih kepala Arsya dengan kedua tangannya,membalas kecupan itu,merekapun saling pandang.
Nikki kembali mencium bibir mungil itu,********** tanpa sisa,mereka berbagi nafas yang sama,Nikki mulai meraba pepaya ranum itu dengan ganasnya..
Mulutnya mulai bermain di leher jenjang itu,menggigit lembut telinga Arsya
"Ayo sayang,aku sudah tidak tahan lagi"
Mendengar perkataan itu,Nikki menghidupkan lampu mercusuarnya,dan menerangi gua sempit yang telah banjir itu.
Hentakannya beriringan dengan lenguhan dan ******* mereka,bagaikan melodi yang indah untuk terus memacu birahi mereka berdua.
Beberapa gayapun tak terlewatkan..
Dipersilahkan untuk berimajinasi hyung 😄😄